Senin, 19 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Seni & Budaya » Sapuan Kuas, Mewarnai Negeri

Sapuan Kuas, Mewarnai Negeri

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 7 Jul 2025
  • visibility 723
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DI sebuah Aula Tua yang pernah menjadi saksi bisu sejarah Palembang, kini terdengar suara yang tak bersuara, datang dari kertas gambar, dari sapuan warna, dari mata anak-anak yang berbinar saat menggambar wajah pahlawan.

Mereka tak sedang menggambar demi lomba semata, tapi sedang menenun ulang benang merah kebangsaan dengan cara yang paling jujur lewat seni.

Bertempat di Museum Sultan Mahmud Badaruddin [SMB] II dan disambung makan-makan (eh, maksudnya seremoni) di Guns Café, ratusan anak, remaja, hingga orang dewasa berkumpul bukan untuk rebutan diskon, tapi adu kreatifitas.

Lebih dari 120 peserta datang dari berbagai usia, menggenggam kuas dan pensil warna, seperti pejuang memegang bambu runcing, bedanya, yang ini tujuannya bukan usir penjajah, tapi menyuarakan cinta tanah air lewat warna.

Museum yang biasanya sepi kayak kos-kosan saat tanggal tua, hari itu mendadak hidup. Aura semangat patriotisme berkibar dari dinding ke dinding, dari langit-langit sampai lantai yang masih bau semir.

Lukisan wajah Sultan Mahmud Badaruddin II dan Dr. A.K. Gani tampil bukan kayak foto ijazah yang kaku, tapi penuh ekspresi dan gaya kekinian, ada yang pakai kacamata hitam, ada yang latarnya mirip film Marvel.

“Ini bukan tentang menang atau kalah, tapi tentang bagaimana generasi muda menyampaikan rasa cinta Tanah Air lewat seni” kata Topan Arifin, Ketua Panitia sekaligus seniman dari Komunitas Suwarna Rupa, dengan gaya tenang tapi dalam hati mungkin deg-degan juga karena pesertanya bejibun.

Kalau dulu semangat nasionalisme ditulis dalam puisi Chairil Anwar, kini semangat itu dicoret-coret pakai crayon. Bahkan, workshop yang digelar juga bukan kaleng-kaleng.

Ada workshop melukis, ada juga bela diri Kuntau, seni pukul-pukulan khas lokal yang bisa bikin otot kencang dan nasionalisme makin kentang.

Coba bayangin, habis mewarnai gambar AK Gani, langsung latihan kuntau. Patriotismenya lengkap, dari otak sampai urat kaki.

Muhamad Nasir dari Dewan Kesenian Palembang berharap lomba ini jadi agenda tahunan, semoga bukan cuma harapan di udara, tapi juga terealisasi di kalender, karena kalau tidak dilanjutkan, itu ibarat nyalain kompor tapi nggak jadi masak sayang gasnya, sayang harapannya.

Bibit kebangsaan

Sementara itu, Iqbal Rudianto dari DKSS bilang ini bukan sekadar lomba, tapi tempat menggali potensi dan menyiram bibit kebangsaan dengan air seni rupa. Tepuk tangan dulu buat pernyataan ini, lebih segar dari quote motivasi di WhatsApp grup keluarga.

Jangan salah, dewan jurinya pun bukan sembarangan. Taufan Arifin, Dr. A. Erwan Suryanegara, dan Joko Susilo punya rekam jejak yang panjang dalam dunia seni rupa.

Jadi, peserta nggak usah khawatir dinilai sembarangan, mereka tahu mana yang seni, mana yang cuma iseng nyoret gara-gara bosan.

Di tengah maraknya game online dan algoritma yang bikin anak-anak lebih hafal nama YouTuber daripada nama pahlawan nasional, lomba ini seperti sambal di tengah opor membangkitkan selera nasionalisme yang hampir pudar.

Museum yang biasanya jadi tempat foto-foto prewedding atau pelarian saat hujan mendadak filosofis, hari itu berubah jadi tempat ziarah semangat.

Anak-anak yang biasanya lari-lari di mall, kini duduk manis menggambar wajah pahlawan, ada yang warnanya miring-miring, ada yang kuasnya belepotan, tapi semua punya satu benang merah: semangat.

Seperti kata pepatah, “Kalau tak bisa jadi mentari yang menyinari bumi, jadilah lilin yang menerangi jalan”.

Nah, anak-anak ini walau belum bisa orasi, seperti Bung Karno, setidaknya bisa menoreh warna seperti Van Gogh versi lokal yang telinganya utuh dan masih tinggal sama emak.

Lomba ini bukan sekadar acara iseng, tapi langkah kecil menuju bangsa besar, karena semangat kebangsaan itu bukan hanya milik bendera yang dikibarkan setahun sekali di tiang sekolah, namun juga milik anak-anak yang mencintai tanah air lewat crayon, lukisan, dan satu sapuan kuas.

Semoga tahun depan, sapuan kuas ini tetap hidup, siapa tahu, dari lomba ini lahir pelukis legendaris yang karyanya nanti dipajang di Louvre… atau minimal di ruang tamu rumah Wak RT.[***]

Daftar Lengkap Pemenang
Kategori Melukis (SMA & Umum – 16 tahun ke atas):
Juara I: Andriansyah
Juara II: Abdurrahman RH
Juara III: Maradona
Harapan I: Aira Ummairah A
Harapan II: Almira
Harapan III: Rahmat Kurniawan
Kategori Mewarnai (SMP – 13–15 tahun):
Juara I: Putri Nabila
Juara II: Felicia Juliano
Juara III: Nisa Elsyifa Kamila
Harapan I: Nyayu Eka Winda K
Harapan II: Nadiva Aprillia
Harapan III: Alika Davina Putri
 Kategori Mewarnai (SD – 6–12 tahun):
Juara I: Fatimah Azzahra
Juara II: Anggun Adelia Safitri
Juara III: Alya Jalizah
Harapan I: Zahra Nur Indah R
Harapan II: Alisya Mitfathul Janna
Harapan III: Floren Cataleya
Dewan Juri: Profesional dan Kredibel
Taufan Arifin – Praktisi Seni Rupa, Ketua Suwarna Rupa, Pengurus DKP
Dr. A. Erwan Suryanegara, M.Sn – Akademisi & Praktisi Seni Rupa
Joko Susilo – Ketua Komite Seni Rupa DKP
  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sebagai Mitra Pemerintah, Gubernur Inginkan Insan Pers Tetap Sajikan Berita Profesional & Berimbang

    Sebagai Mitra Pemerintah, Gubernur Inginkan Insan Pers Tetap Sajikan Berita Profesional & Berimbang

    • calendar_month Selasa, 9 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 934
    • 0Komentar

    PERAN media atau pers sangat penting dalam penanganan pandemi Covid-19 yang saat ini tengah dilakukan oleh berbagai pemangku kepentingan. Produksi pers  dinilai  efektif dalam memutus penyebaran virus berbahaya tersebut, karena pers  bisa mempengaruhi pola pikir masyarakat terhadap pencegahan Covid-19  melalui edukasi  yang disajikan lewat media, utamanya terkait dengan penerapan protokol kesehatan. “Di masa pandemi Covid-19 saat ini, pers selalu menjadi […]

  • Perlu ‘Tax Refund’ Wujudkan RI Sebagai Destinasi Wisata Belanja

    Perlu ‘Tax Refund’ Wujudkan RI Sebagai Destinasi Wisata Belanja

    • calendar_month Jumat, 3 Agt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.269
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, JAKARTA – Indonesia tengah gencar-gencar untuk mempromosikan wisata belanja menyusul peluang dalam sektor ini sangat  besar guna memperoleh pemasukan devisa negara. Apalagi berbelanja saat berlibur tentu menjadi salah satu kegiatan yang wajib dilakukan wisatawan, karena barang yang diperoleh di obyek wisata  bisa menjadi kenangan dan memori selama liburan. Selain itu, dengan berbelanja sekaligus juga […]

  • Tahun Ini Puskemas yang Terakreditasi Paripurna Bakal Bertambah

    Tahun Ini Puskemas yang Terakreditasi Paripurna Bakal Bertambah

    • calendar_month Senin, 13 Jan 2020
    • account_circle Yosep Indra Praja
    • visibility 948
    • 0Komentar

    KEPALA Dinas Kesehatan Kota Palembang, dr Letizia, berencana akan menambah jumlah Puskesmas kota Palembang yang ter-reakreditasi Paripurna tertingi di tahun 2020. Ketika dijumpai usai Rapat Paripurna DPRD, Senin (13/1/2019). Leti mengatakan tahun ini rencananya ada 10 puskesmas yang telah paripurna. “Sejauh ini sudah 11 yang tereakreditasi dan 5 Puskesmas diantaranya mendapat akreditasi Paripurna di tahun […]

  • Hati-Hati Bro, Jangan Kenalan Sama AI Tukang Tipu !

    Hati-Hati Bro, Jangan Kenalan Sama AI Tukang Tipu !

    • calendar_month Senin, 14 Apr 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 901
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Kecerdasan Artifisial (AI) yang dulunya dianggap sebagai pencerah masa depan, kini mulai berubah wujud jadi sosok ‘mantan’ dulu bikin bahagia, sekarang bikin was-was. Bayangkan, teknologi yang awalnya dipakai buat bantu manusia belajar, bekerja, dan berkreasi, kini malah dipakai buat nipu, nyamar, bahkan ngambil uang orang. Ngeri-ngeri sedap. Indonesia bukan satu-satunya yang mulai kelimpungan […]

  • Ini Bisnis Yang Direkomendasikan Dimasa Pandemi, Bisnis Apa Saja ?

    Ini Bisnis Yang Direkomendasikan Dimasa Pandemi, Bisnis Apa Saja ?

    • calendar_month Selasa, 21 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.858
    • 0Komentar

    BISNIS di masa pandemi menjadi konsekuensi yang hadir setelah pandemi COVID-19 berlangsung sejak tahun 2020 di Indonesia dan hingga memasuki 2021 pandemi masih belum bisa diatasi sepenuhnya. Kondisi ini membuat masyarakat harus menjalani gaya hidup baru yang berbeda dengan gaya hidup sebelumnya. Istilah gaya hidup ini kemudian dikenal dengan “new normal”. Tak hanya segi kehidupan […]

  • Berminat Ibadah Haji Gratis ? Yuk Ikutan Donor Darah di Pemkot Palembang

    Berminat Ibadah Haji Gratis ? Yuk Ikutan Donor Darah di Pemkot Palembang

    • calendar_month Rabu, 23 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.489
    • 0Komentar

    IBADAH Haji ke Tanah Suci Mekkah, Idaman semua umat muslim, namun terkadang memang ada kendala, pertama memang gak punya uang, dan belum punya niat. Tetapi jika ada punya niatan, namun belum punya uang, ada solusinya, coba ikut yuk, Kegiatan Donor Danar di Pemerintah Kota Palembang, sebab Pemkot menyiapkan hadiah haji bagi pendonor darah yang telah menyumbangkan […]

expand_less
WordPress Archive Otaru – Technology & Digital Agency WordPress Theme Otello – Personal Blog and Magazine WordPress Theme Otmil – Diet & Clean Food Catering Services Elementor Template Kit Otowash – Car Washing & Cleaning Services Elementor Template Kit OTT Platform & Video Streaming WordPress Theme with AI OuiOui - Multi Vendor MarketPlace Elementor WooCommerce Theme Our Mission – Charity WordPress Theme Out Of Stock Product Reservation for WooCommerce Out-of-the-Box | Dropbox plugin for WordPress Outdoor – Creative Photography / Portfolio WordPress Theme