Minggu, 11 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Jasa & Niaga » PRIMA: Jalan Lurus Menuju Dunia Kerja

PRIMA: Jalan Lurus Menuju Dunia Kerja

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 20 Jun 2025
  • visibility 826
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Ada satu pepatah warisan kakek buyut, yakni”Sarjana tanpa kerja itu ibarat panci tanpa tutup, bunyi doang tapi nggak bisa nyimpan apa-apa”. Nah, pepatah itu pas banget buat menggambarkan kondisi sebagian lulusan perguruan tinggi zaman sekarang, apalagi yang sarjana keagamaan. Ilmunya dalam, hafal kitab sampai kaki bengkak duduk bersila, tapi pas disuruh bikin portofolio kerja, malah buka kitab lagi.

Untunglah Kementerian Agama lewat Dirjen Pendidikan Islam nggak tinggal diam, mereka meluncurkan program PRIMA Magang PTKI, bukan prima rasa ayam bawang ya, tapi Professional Readiness through Internship and Mentorship for Academics. Nama bolehlah kebarat-baratan, tapi isinya tetap syariah dan tak meninggalkan akhlakul karimah. Ini bukan magang sambil lalu, tapi magang sambil waras rohani dan tajam logika. Mantap…

Kata Pak Menteri Agama, PRIMA ini bukan program magang ecek-ecek. Ini gerakan nilai. Kalau bahasa anak senja, ini bukan sekadar internship, ini perjalanan batin menuju profesionalisme. Keren, kan?, tapi memang begitu. PRIMA disusun dalam tiga tahap, bukan tiga jurus maut Naruto, tapi tahapan serius yang dimulai dari bootcamp, magang langsung di lapangan, sampai mentoring beneran dari orang industri.

Ibarat bikin rendang, PRIMA ini udah dari ngulek bumbu sampai tahap ditumis dan disiram santan. Mahasiswa nggak cuma jadi penonton, tapi ikut nyicipin dapur industri baik yang basah, kering, maupun yang masih semu-semu digital.

Kita tahu betul, banyak sarjana sekarang cuma jadi penghuni tetap rumah ortu. Pagi jadi penonton sinetron, siang jadi komentator TikTok, malam jadi filsuf grup WA keluarga, oleh sebab itu PRIMA datang sebagai angin segar, bahkan kalau bisa dibilang, ini semacam kipas angin turbo di tengah pengangguran yang mulai akut.

Kalau Korea Selatan bisa bikin SM Entertainment nyari bakat sampai ke pelosok, masa kita nggak bisa nyari bakat profesional dari PTKI?. Kalau India bisa ekspor programmer ke Silicon Valley, kenapa PTKI kita nggak bisa ekspor manajer zakat digital atau influencer dakwah AI?.

Program ini nyambung banget sama ASTA CITA dan ASTA PROTAS, Nah ini dia, dua istilah yang terdengar kayak nama pendekar zaman Majapahit, tapi ternyata inti dari arah pembangunan nasional. PRIMA hadir buat menjahit luka lama antara dunia kampus dan dunia kerja, biar nggak ada lagi kisah. “Sarjana nganggur lima tahun, kerja pertamanya jadi tukang refill galon, tapi masih ditanya ‘Mana ijazahmu?'”.

Dengan PRIMA, mahasiswa PTKI bisa punya pengalaman magang sampai 10 bulan, ditambah mentoring langsung dari pelaku industri. Ini bukan mentoring rasa-rasa seminar gratis di balai desa, tapi beneran didampingi orang yang ngerti. Bahkan sistem evaluasinya digital dan real-time. Ibarat cek gula darah, langsung ketahuan naik turunnya kemampuan.

Kita ambil contoh Jerman, negara ini punya dual vocational training, di mana siswa belajar di kelas sambil langsung magang di perusahaan. Lulusan mereka bukan cuma siap kerja, tapi siap menciptakan kerja. Di Finlandia, mahasiswa diajari untuk fail fast, alias gagal dulu nggak apa-apa, yang penting bisa bangkit cepat dan bikin startup. Kita? kadang masih sibuk nyari stempel KUA buat legalisir ijazah.

Nah, PRIMA bisa jadi jalan tengah ala Indonesia, campuran antara pesantren digital dan kampus yang lincah, dengan PRIMA, mahasiswa bisa menciptakan side income bahkan side office, entah itu bisnis kopi berbasis syariah atau startup pemantauan arah kiblat berbasis satelit.

Kita nggak butuh lulusan yang cuma pintar debat dalil di Twitter, tapi juga bisa bikin aplikasi zakat yang bisa ngalahin startup unicorn. Kita butuh generasi PTKI yang bisa menjahit surban sambil nyetting server. Yang bisa ngaji, tapi juga bisa pitching ide ke investor.

Oleh karena itu,  PRIMA ini bukan sekadar solusi dari Kementerian Agama, tapi tonggak penting menuju kebangkitan lulusan keagamaan yang siap bersaing di dunia kerja. Kalau perlu, dari alumni PRIMA inilah nanti lahir CEO Halal GoFood, Menteri AI Syariah, atau konsultan spiritual digital yang punya kantor di tiga benua. Ibarat pepatah “Ilmu tinggi tanpa pengalaman itu ibarat naik haji tapi lupa bawa koper. Sampai Mekah bingung mau ngapain,”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sambut Tahun Baru, Lawang Borotan Bakal Ditata untuk Destinasi Wisata

    Sambut Tahun Baru, Lawang Borotan Bakal Ditata untuk Destinasi Wisata

    • calendar_month Senin, 14 Okt 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.057
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Pemerintah Kota Palembang akan menjadikan Lawang Borotan sebagai destinasi wisata. Hal itu dikemukakan Penjabat (Pj) Wali Kota Palembang Ucok Abdulrauf Damenta, di markas Kodam II Sriwijaya (14/10/2024), saat paparan tentang Lawang Borotan. “Sisi luar Lawang Borotan akan direvitalisasi untuk menyambut Tahun Baru. Akan ada sentra UMKM, wisata malam. Parkir juga akan ditata. Ini […]

  • Sepatu Dinas Diganti Sepatu Lari, Muba Dapat Medali

    Sepatu Dinas Diganti Sepatu Lari, Muba Dapat Medali

    • calendar_month Jumat, 4 Jul 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 761
    • 0Komentar

    DI dunia yang penuh kompetisi ini, kadang hidup terasa seperti lomba lari 5K, yakni ngos-ngosan, belum tentu menang, tapi tetap harus tampil kece depan kamera. Nah, kalau anda merasa hidup anda berat, cobalah jadi ASN Muba yang harus kerja ngurus masyarakat, sambil tetap fit buat nguber medali di Porprov Korpri Sumsel 2025. Karena ya itu […]

  • Tidak Ada Yang Istimewa, 124 Kendaraan Pelat Khusus Ditilang

    Tidak Ada Yang Istimewa, 124 Kendaraan Pelat Khusus Ditilang

    • calendar_month Kamis, 20 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 686
    • 0Komentar

    DIRLANTAS Polda Metro Jaya menilang ratusan kendaraan dengan nomor pelat khusus atau berpelat dewa dengan beberapa pelanggaran lalu lintas. Jumlah tersebut bertambah setengahnya, jika dibandingkan dengan total penindakan yang dilakukan selama 17-18 Januari 2022 yakni sebanyak 81 kendaraan. “Sejak hari Senin (17/1/22) kemarin atau dalam tiga hari, sudah ada 124 kendaraan berpelat STNK khusus atau […]

  • Dibangun 2021, Ditargetkan Selesai 2023, Pelabuhan Tanjung Carat TAA Siap Galiatkan Perekonomian Banyuasin

    Dibangun 2021, Ditargetkan Selesai 2023, Pelabuhan Tanjung Carat TAA Siap Galiatkan Perekonomian Banyuasin

    • calendar_month Sabtu, 20 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.382
    • 0Komentar

    PEMBANGUNAN Pelabuhan Tanjung Carat, Tanjung Api-api [TAA] di Kecamatan Banyuasin II, Kabupaten Banyuasin diharapkan mampu  menggeliatkan pereknomian Banyuasin. Menurut Bupati Banyuasin H, Askolani SH,.HM, pelabuhan tersebut merupakan Pelabuhan Internasional. Pelabuhan tersebut, kata dia akan dibangun mulai tahun 2021 dengan target selesai 2023 dengan nilai investasi sebesar Rp24 triliun. “Masyarakat Banyuasin patut bersyukur atas nikmat dari […]

  • CATATAN PINGGIR :“Tsunami Informasi, Jurnalisme Jadi Pelampung atau Ikut Tenggelam?”

    CATATAN PINGGIR :“Tsunami Informasi, Jurnalisme Jadi Pelampung atau Ikut Tenggelam?”

    • calendar_month Sabtu, 14 Jun 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 715
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Di zaman sekarang, berita datang lebih cepat dari gosip tetangga, baru batuk di beranda, udah masuk grup WA RT, yang salah bukan batuknya, tapi grupnya yang kelewat aktif. Begitulah gambaran era tsunami informasi. Kita hidup di zaman di mana fakta dan fiksi beda tipis, saking tipisnya kayak kripik singkong yang diserut silet. Pemerintah, […]

  • Kumpulkan Dana dari Zakat ASN & Anggota Kodim 0402 OKI Segini Nilainya.., Ketua Baznas : Kita Entaskan Program Kemiskinan

    Kumpulkan Dana dari Zakat ASN & Anggota Kodim 0402 OKI Segini Nilainya.., Ketua Baznas : Kita Entaskan Program Kemiskinan

    • calendar_month Selasa, 1 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 982
    • 0Komentar

    PENGGALANGAN dan zakat aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir dan anggota Kodim 0402 OKI/OI  tahun 2021 tembus Rp 1,4 miliar. Hasil zakat dan infak itu digunakan untuk program pengentasan kemiskinan seperti rehab rumah tidak layak huni (RTLH) bantuan masjid dan madrasah, hingga bantuan berobat bagi warga kurang mampu.Sejak tahun 2018 Bupati Ogan […]

expand_less
WordPress Archive Gravity Forms WordPress Plugin Gravity Forms Zapier Addon Gravity Forms Zoho CRM Addon Gravity | Interior Design & Furniture Store WordPress Theme Gravity Perks Auto Login Gravity Perks Gravity Forms Better User Activation Gravity Perks Gravity Forms Conditional Pricing Gravity Perks Gravity Forms Copy Cat Gravity Perks – Gravity Forms Easy Passthrough Gravity Perks – Gravity Forms eCommerce Fields