Kamis, 24 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Seni & Budaya » Cerita Lama, Gaya Baru : Lutung Kasarung Bukan Dongeng Biasa, Kok Bisa!

Cerita Lama, Gaya Baru : Lutung Kasarung Bukan Dongeng Biasa, Kok Bisa!

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 29 Mei 2025
  • visibility 1.405
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Di era ketika anak-anak lebih kenal Elsa ketimbang Cindelaras, lebih apal nama idol Korea daripada pahlawan nasional, siapa sangka ada seekor lutung yang bisa bikin kita bangga lagi sama kisah sendiri? Bukan lutung yang main lempar-lempar pisang di kebun binatang, tapi Lutung Kasarung, kisah klasik dari tanah Sunda yang kini tampil mentereng dalam bentuk drama musikal di panggung mewah Ciputra Artpreneur, Jakarta.

Pertunjukan ini bukan cuma soal nyanyi dan joget, tapi soal bagaimana caranya sebuah dongeng dari zaman nenek moyang bisa disulap jadi tontonan yang bikin anak muda rela lepas ponsel sejenak. Bahkan Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar  saat menyaksikan pertunjukan belum lama ini sampai terharu, kalau bisa, mungkin beliau langsung nyumbang kostum. Tapi tenang, beliau cukup menyumbang apresiasi dan komitmen dukungan.

Kata beliau, ini ibarat sekali mendayung dua tiga monyet terlampaui. Pertunjukan ini melestarikan budaya sekaligus menggerakkan ekonomi kreatif. Ya betul juga sih, kalau dulu seni dianggap urusan pengangguran dan pelipur lara, sekarang seni justru bisa bikin lara jadi lara yang berdaya.

Sama seperti Broadway punya The Lion King yang menampilkan kisah si Simba dengan efek panggung yang bikin bulu kuduk berdiri, kita sekarang punya Lutung Kasarung, pangeran yang dikutuk jadi monyet dan tetap laku dicintai. Kisah ini relatable banget, apalagi buat para jomblo yang lagi merasa dikutuk nasib.

Coba bayangkan, Lutung Kasarung tampil di luar negeri dibikin versi Jepang, judulnya mungkin Saruwatashi Kiseki no Hutan. Atau kalau dibikin versi Korea, jadi Oppa Lutung Saranghaeyo. Bisa jadi viral, trus fansnya bikin fandom Lutungers. Merchandise-nya laris boneka lutung unyu-unyu dan baju bertuliskan Kasarung But Not Forgotten.

Tapi semua ini butuh ekosistem yang solid. Bukan cuma semangat 45 dan modal seplastik rujak, tapi dukungan dari pemerintah, swasta, dan masyarakat. Harus ada jembatan antara seniman dan pasar, bukan cuma jembatan yang dibangun buat peresmian terus ditinggal longsor.

Kalau monyet bisa nyanyi, berdandan, dan tampil di bawah cahaya spotlight, masak kita masih nunggu panggilan kerja sambil nonton reels motivasi? Pertunjukan ini jadi bukti bahwa cerita lokal, jika dikemas kreatif, bisa jadi kendaraan prestise dan prestasi.

Bayangkan kalau semua daerah meniru konsep ini. Kalimantan bikin Legenda Batu Menangis the Musical, Jawa Tengah bikin Jaka Tarub & the 7 Angels Live in Concert, atau Sumsel bikin Si Pahit Lidah Got Talent. Tiket ludes, UMKM laris, warung bakso depan gedung pertunjukan ikut naik omzet. Ini baru namanya ekonomi kreatif yang merakyat.

Sudah saatnya kita berhenti memperlakukan budaya seperti sepupu jauh diakui saudara tapi nggak pernah diajak kondangan. Cerita seperti Lutung Kasarung itu seperti warisan nenek yang lama disimpan di peti kayu, padahal isinya berlian. Jangan cuma disimpan dan ditulis di buku pelajaran yang dilem sambil ngantuk.

Kita harus belajar dari pertunjukan ini. Bahwa kekayaan lokal kita itu bisa bersaing, bukan cuma soal heritage, tapi juga branding. Bayangkan kalau semua cerita lokal bisa dipoles dan dipasarkan dengan gaya modern, bukan cuma anak-anak kita yang bangga, tapi juga dunia yang ternganga.

Ekonomi kreatif bukan cuma tentang membuat karya, tapi juga membuka jalan jalan ke panggung dunia, ke dompet rakyat, bahkan ke hati investor. Kalau ini terus kita dukung, bukan tidak mungkin di masa depan kita punya Broadway versi Nusantara dengan cerita yang lebih banyak makan sambal dan pakai batik, tapi bikin dunia kagum dan penonton tepuk tangan sambil bilang, “This is genius! I cried when the monkey sang!”

Maka mari kita jadikan budaya sebagai kendaraan ekonomi, bukan sekadar ornamen 17-an. Biar lutung tidak lagi kasarung, tapi jadi bintang yang bersinar bukan di pohon, tapi di panggung internasional. Dan kalau nanti kita melihat Lutung Kasarung tampil di New York, jangan lupa semua berawal dari cinta pada cerita sendiri, dan keberanian menjadikannya panggung dunia.

Dan terakhir, ingatlah pepatah baru dari rakyat Indonesia modern “Yang megang budaya, kelak akan megang dunia. Yang nonton sambil nyinyir, kelak tetap jadi penonton saja.”[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubernur Resmi Lantik Teddy Meilwansyah Jadi Penjabat Bupati Muara Enim 

    Gubernur Resmi Lantik Teddy Meilwansyah Jadi Penjabat Bupati Muara Enim 

    • calendar_month Kamis, 21 Jun 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.157
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Muara Enim – Atas nama Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) dengan resmi melantik Teddy Meilwansyah S.STP, MM sebagai Penjabat Bupati Kabupaten Muara Enim. Bertempat di GOR Pancasila Muara Enim, pelantikan ini sendiri mendapat sambutan antusias dari masyarakat, terbukti ribuan masyarakat dari berbagai lapisan hadir menyambut kedatangan Penjabat Bupati Muara Enim […]

  • Berkat CSR OKI Pulp, Alhamdullilah, Akhirnya Masyarakat Air Sugihan Bisa Nikmati Air Bersih
    CSR

    Berkat CSR OKI Pulp, Alhamdullilah, Akhirnya Masyarakat Air Sugihan Bisa Nikmati Air Bersih

    • calendar_month Senin, 10 Des 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.163
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, OKI I- Masyarakat di Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), selama berpuluh tahun kesulitan air bersih akhirnya dapat menikmati suplai air bersih berkat bantuan dana CSR PT OKI Pulp and Paper Mils yang telah membangun unit pengolahan air (RO) dengan kapasitas 1.000 liter/jam air siap minum dan 2.000 liter/jam air bersih untuk […]

  • Mendagri Lantik Secara Virtual Bupati Muba di ADPMET Periode 2020-2025

    Mendagri Lantik Secara Virtual Bupati Muba di ADPMET Periode 2020-2025

    • calendar_month Selasa, 2 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.438
    • 0Komentar

    BUPATI Muba Dodi Alex Noerdin dipercaya menjadi Wakil Ketua Bidang Hubal dan Pengelolaan Migas Daerah Asosiasi Daerah Penghasil Migas dan Energi Terbarukan (ADPMET) periode 2020-2025 oleh Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Tito Karnavian bersama dengan pengurus ADPMET lainnya. Dodi dipercaya karena Kabupaten yang ia pimpin merupakan  salah satu daerah penghasil minyak bumi dan gas terbesar […]

  • Pekerja Seni Curhat Ini

    Pekerja Seni Curhat Ini

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 950
    • 0Komentar

    BUPATI Musi Banyuasin (Muba), Dr H Dodi Reza Alex Noerdin menerima audiensi Pengurus Aliansi Pekerja Seni (APS) Muba, di Ruang Audiensi Bupati, Kamis  (6/8/2020). Di hadapan Bupati Muba, Ketua APS Muba, Ahmad Syamsuddin menceritakan imbas dan nasib para pekerja seni di Kabupaten Muba pada masa pandemi Covid-19 ini. “Kami meminta berharap diizinkan bisa kembali mengisi […]

  • Sawah Sudah Dibuka, Kenapa Masih Kejar Deadline?

    Sawah Sudah Dibuka, Kenapa Masih Kejar Deadline?

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 108
    • 0Komentar

    PROGRAM cetak sawah di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan memasuki fase krusial. Lahan sudah dibuka dan sebagian besar area dinilai siap tanam, namun, prosesnya masih berpacu dengan tenggat waktu 31 Maret 2026. Situasi ini memunculkan pertanyaan mendasar, jika lahan sudah tersedia, apa yang membuat penanaman belum sepenuhnya berjalan? Kondisi tersebut berkaitan dengan status program yang sebenarnya […]

  • Uswatun dan Nur, Wakil MTQ Asal Muba ke Tingkat Nasional

    Uswatun dan Nur, Wakil MTQ Asal Muba ke Tingkat Nasional

    • calendar_month Minggu, 13 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 651
    • 0Komentar

    BANGGA sekaligus haru, suasana itulah yang tampak dirasakan Nur Marhama dan Uswatun Hasanah, Jumat (11/9/2020) malam pada rangkaian Penutupan Musabaqoh Tilawatil Qur’an Terbatas ke-XXIX Tingkat Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2020 di Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo Palembang. Betapa tidak, kedua putri daerah asal Musi Banyuasin ini berhasil dinobatkan dewan juri MTQ untuk mewakili […]

expand_less
WordPress Archive Snakepit – A Rock and Metal Oriented Music WordPress Theme Snapcase – Responsive WordPress Photoblog Theme SnapScan Payment Gateway For WooCommerce Snapster – Photography WordPress Snax – Viral Content Builder SNEWS | Eye-catching Magazine, Reviews & Newspaper WordPress Theme Sngine – The Ultimate PHP Social Network Platform Snow Mountain | Ski Resort & Snowboard School WP Snowy – Ski & Snowboarding Resort WordPress Theme SNS Anton - Furniture WooCommerce WordPress Theme