Sabtu, 7 Nov 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Seni & Budaya » Cerita Lama, Gaya Baru : Lutung Kasarung Bukan Dongeng Biasa, Kok Bisa!

Cerita Lama, Gaya Baru : Lutung Kasarung Bukan Dongeng Biasa, Kok Bisa!

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 29 Mei 2025
  • visibility 1.425
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Di era ketika anak-anak lebih kenal Elsa ketimbang Cindelaras, lebih apal nama idol Korea daripada pahlawan nasional, siapa sangka ada seekor lutung yang bisa bikin kita bangga lagi sama kisah sendiri? Bukan lutung yang main lempar-lempar pisang di kebun binatang, tapi Lutung Kasarung, kisah klasik dari tanah Sunda yang kini tampil mentereng dalam bentuk drama musikal di panggung mewah Ciputra Artpreneur, Jakarta.

Pertunjukan ini bukan cuma soal nyanyi dan joget, tapi soal bagaimana caranya sebuah dongeng dari zaman nenek moyang bisa disulap jadi tontonan yang bikin anak muda rela lepas ponsel sejenak. Bahkan Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar  saat menyaksikan pertunjukan belum lama ini sampai terharu, kalau bisa, mungkin beliau langsung nyumbang kostum. Tapi tenang, beliau cukup menyumbang apresiasi dan komitmen dukungan.

Kata beliau, ini ibarat sekali mendayung dua tiga monyet terlampaui. Pertunjukan ini melestarikan budaya sekaligus menggerakkan ekonomi kreatif. Ya betul juga sih, kalau dulu seni dianggap urusan pengangguran dan pelipur lara, sekarang seni justru bisa bikin lara jadi lara yang berdaya.

Sama seperti Broadway punya The Lion King yang menampilkan kisah si Simba dengan efek panggung yang bikin bulu kuduk berdiri, kita sekarang punya Lutung Kasarung, pangeran yang dikutuk jadi monyet dan tetap laku dicintai. Kisah ini relatable banget, apalagi buat para jomblo yang lagi merasa dikutuk nasib.

Coba bayangkan, Lutung Kasarung tampil di luar negeri dibikin versi Jepang, judulnya mungkin Saruwatashi Kiseki no Hutan. Atau kalau dibikin versi Korea, jadi Oppa Lutung Saranghaeyo. Bisa jadi viral, trus fansnya bikin fandom Lutungers. Merchandise-nya laris boneka lutung unyu-unyu dan baju bertuliskan Kasarung But Not Forgotten.

Tapi semua ini butuh ekosistem yang solid. Bukan cuma semangat 45 dan modal seplastik rujak, tapi dukungan dari pemerintah, swasta, dan masyarakat. Harus ada jembatan antara seniman dan pasar, bukan cuma jembatan yang dibangun buat peresmian terus ditinggal longsor.

Kalau monyet bisa nyanyi, berdandan, dan tampil di bawah cahaya spotlight, masak kita masih nunggu panggilan kerja sambil nonton reels motivasi? Pertunjukan ini jadi bukti bahwa cerita lokal, jika dikemas kreatif, bisa jadi kendaraan prestise dan prestasi.

Bayangkan kalau semua daerah meniru konsep ini. Kalimantan bikin Legenda Batu Menangis the Musical, Jawa Tengah bikin Jaka Tarub & the 7 Angels Live in Concert, atau Sumsel bikin Si Pahit Lidah Got Talent. Tiket ludes, UMKM laris, warung bakso depan gedung pertunjukan ikut naik omzet. Ini baru namanya ekonomi kreatif yang merakyat.

Sudah saatnya kita berhenti memperlakukan budaya seperti sepupu jauh diakui saudara tapi nggak pernah diajak kondangan. Cerita seperti Lutung Kasarung itu seperti warisan nenek yang lama disimpan di peti kayu, padahal isinya berlian. Jangan cuma disimpan dan ditulis di buku pelajaran yang dilem sambil ngantuk.

Kita harus belajar dari pertunjukan ini. Bahwa kekayaan lokal kita itu bisa bersaing, bukan cuma soal heritage, tapi juga branding. Bayangkan kalau semua cerita lokal bisa dipoles dan dipasarkan dengan gaya modern, bukan cuma anak-anak kita yang bangga, tapi juga dunia yang ternganga.

Ekonomi kreatif bukan cuma tentang membuat karya, tapi juga membuka jalan jalan ke panggung dunia, ke dompet rakyat, bahkan ke hati investor. Kalau ini terus kita dukung, bukan tidak mungkin di masa depan kita punya Broadway versi Nusantara dengan cerita yang lebih banyak makan sambal dan pakai batik, tapi bikin dunia kagum dan penonton tepuk tangan sambil bilang, “This is genius! I cried when the monkey sang!”

Maka mari kita jadikan budaya sebagai kendaraan ekonomi, bukan sekadar ornamen 17-an. Biar lutung tidak lagi kasarung, tapi jadi bintang yang bersinar bukan di pohon, tapi di panggung internasional. Dan kalau nanti kita melihat Lutung Kasarung tampil di New York, jangan lupa semua berawal dari cinta pada cerita sendiri, dan keberanian menjadikannya panggung dunia.

Dan terakhir, ingatlah pepatah baru dari rakyat Indonesia modern “Yang megang budaya, kelak akan megang dunia. Yang nonton sambil nyinyir, kelak tetap jadi penonton saja.”[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Teken kesepakatan dengan BIG RI, ada manfaatnya kata Pj Gubernur

    Teken kesepakatan dengan BIG RI, ada manfaatnya kata Pj Gubernur

    • calendar_month Selasa, 30 Apr 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.235
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Agus Fatoni bersama Kepala Badan Informasi Geospasial (BIG) Republik Indonesia (RI) Prof. Dr. Muh Aris Marfai, M.Sc. melakukan pendatanganan Nota Kesepakatan atau Memorandum Of Understanding (MoU) tentang Pemanfaatan Data dan Informasi Geospasial bersama Badan Informasi Geospasial (BIG). Kegiatan ini berlangsung di Hotel Novotel Palembang, Sumatera Selatan, Senin […]

  • Net1Indonesia Dukung Internet Broadband di Pedesaan

    Net1Indonesia Dukung Internet Broadband di Pedesaan

    • calendar_month Jumat, 25 Mei 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.192
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Jakarta – Net1 Indonesia siap mendukung pemerintah dalam mempercepat penyediaan koneksi internet di daerah pedesaan, terutama di wilayah 3T (terpencil, terdepan, dan terluar) di tanah air. Misi Net1 Indonesia untuk dapat memeratakan akses internet di daerah rural tersebut sejalan dengan program kerja Nawacita yakni “Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam […]

  • SFT 2025: Sport, Tech, Lingkungan Trio Masa Depan

    SFT 2025: Sport, Tech, Lingkungan Trio Masa Depan

    • calendar_month Rabu, 17 Sep 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.471
    • 0Komentar

    KALAU biasanya orang bilang “olahraga itu sehat, teknologi itu ribet, dan lingkungan itu hijau”, di Samsung Solve for Tomorrow (SFT) 2025 ketiganya malah dijodohkan jadi pasangan unik, ibarat nasi padang ada rendang, sambal ijo, dan sayur daun singkong. Sendiri-sendiri enak, tapi kalau disatukan… wuih, lengkap dan bikin kenyang masa depan. SFT 2025 masuk semifinal dengan […]

  • Yuk ! Main tebak-tebakan malam jumat, apa beda kocak & lelucon !  

    Yuk ! Main tebak-tebakan malam jumat, apa beda kocak & lelucon !  

    • calendar_month Kamis, 15 Jun 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 836
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Sekedar mengajak ente mikir sedikit, biar otak tetap encer, dan besok pagi sampe sore bisa menjalankan aktivitasnya dengan lancar. Nih, ada pertanyaan, soal beda kocak dengan lelucon, tapi jangan khawatir dibawah ini ada jawabannya..semoga bisa diserap dan bermanfaat. Kocak dan lelucon adalah dua kata yang sering digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang lucu atau […]

  • Hasil Quick Count Menangkan HD-MY, Dodi-Giri Tunggu Hasil Rekapitulasi KPU

    Hasil Quick Count Menangkan HD-MY, Dodi-Giri Tunggu Hasil Rekapitulasi KPU

    • calendar_month Kamis, 28 Jun 2018
    • account_circle Asri
    • visibility 874
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Palembang – Meski beberapa lembaga survei telah mengeluarkan hasil hitung cepat (Quick Count) memenangkan pasangan calon nomor urut 1, Herman Deru-Mawardi Yahya dengan selisih tipis. Namun, pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel nomor urut 4, Dodi Reza – Giri Ramanda menyatakan akan tetap menunggu rekapitulasi akhir penghitungan suara dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumsel. […]

  • Usai Rumahnya DibedahForkompimcam, Tasir Bersyukur kepada Allah

    Usai Rumahnya DibedahForkompimcam, Tasir Bersyukur kepada Allah

    • calendar_month Jumat, 25 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.249
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Plakat Tinggi- Tasir, [70] Warga Desa Cinta Karya, Kecamatan Plakat Tinggi, Kabupaten Musi Banyuasin [Muba] sangat bersyukur kepada Allah SWT, karena ia salah satu warga yang terpilih dalam program bedah rumah oleh Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkompimcam), Pemkab. Muba. Dengan  suara nafasnya terdengar tersendat-sendat, ia  tak kuat menahan haru hingga meneteskan air mata, karena […]

expand_less
WordPress Archive Snakepit – A Rock and Metal Oriented Music WordPress Theme Snapcase – Responsive WordPress Photoblog Theme SnapScan Payment Gateway For WooCommerce Snapster – Photography WordPress Snax – Viral Content Builder SNEWS | Eye-catching Magazine, Reviews & Newspaper WordPress Theme Sngine – The Ultimate PHP Social Network Platform Snow Mountain | Ski Resort & Snowboard School WP Snowy – Ski & Snowboarding Resort WordPress Theme SNS Anton - Furniture WooCommerce WordPress Theme