Selasa, 20 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Seni & Budaya » Kabarnya, Sungai Ini yang Pertama di Timbun Belanda

Kabarnya, Sungai Ini yang Pertama di Timbun Belanda

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 22 Sep 2018
  • visibility 3.203
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID, – SIAPA sangka ternyata nama Tengkuruk dahulunya adalah nama sebuah anak sungai yang mengalir, persis tepat disamping Masjid Agung Palembang, hal itu berdasarkan Denah Peta Kraton Palembang tahun 1811, yang dibuat Mayor William Thorn di dalam buku berjudul ‘Memoir of the Conquest of Java’ diterbitkan Military Library Whitehall, London pada 1815.

Seperti dikutip dari berbagai sumber, alasan yang mendasar terjadinya penimbunan atau penutupan anak sungai oleh Belanda, dikarenakan program Kolonial Belanda untuk akses jalan hanya kepentingan pemukiman dan pelayanan untuk orang Eropa dan warga negara lain yang dianggap sederajat.

Hal itu dikuatkan oleh sejarawan Palembang, Kemas Ari Panji dengan menceritakan, konon sebelum penimbunan terjadi pada 1929 – 1930.  Ada sungai yang mengalir persis disamping Masjid Agung Palembang, dan termasuk anak sungai yang punya peran penting pada waktu itu.

“Tengkuruk itu anak sungai, yang salah satu bagiannya bertemu dengan Sungai Kapuran, Sungai Kapuran, bertemu pula dengan Sungai Sekanak dan Sungai Musi sebagai induknya,” ungkapnya.

Menurut Kemas, kenapa pemerintah Kolonial pada waktu itu menimbun Sungai Tengkuruk adalah tak lain untuk akses jalan raya, yakni Jalan Sudirman sekarang dan Anak Sungai Kapuran yang menjadi Jalan Merdeka Palembang.

“Sungai Tengkuruk menjadi anak sungai pertama yang ditimbun untuk dijadikan jalan raya dan bahan baku untuk membuat jalan ini berupa tanah puru berwarna kuning kemerahan yang banyak terdapat dari tanah tinggi di sekitar Palembang,” ujar Kemas sambil menyeruput kopi di kawasan radial.

Pekerjaan penimbunan itu terjadi pada masa pemerintahan Burgemeester Nessel Van Lissa. Saat menjadi Walikota, yang letaknya di sebelah timur rumah Regering Commissaris dan Masjid Agung dari hulu hingga muaranya di Musi, melibatkan Ahli Planologi bernama Ir.Thomas Karsten.

Dengan seiringnya perkembangan Kota Palembang, sejarah anak-anak Sungai Musi sudah banyak yang hilang, beralih fungsi menjadi sarana infrastruktur jalan dan bangunan, hingga pada tahun ini Kota Palembang tercatat hanya memilik 108 anak sungai, seperti dikutip dari situs resmi palembang.go.id.

Sedangkan catatan sejarah data milik pemerintah Belanda yang dikutip budayawan Palembang Djohan Hanfiah (2010), pada 1930-an bahwa Palembang memiliki 316 anak sungai yang mengalir seperti urat – urat darah dalam tubuh. [fly/berbagai sumber]

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sekolah Rakyat Diingatkan Gus Ipul, Jangan Sampai Gedung Megah Jadi Tak Terawat

    Sekolah Rakyat Diingatkan Gus Ipul, Jangan Sampai Gedung Megah Jadi Tak Terawat

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 29
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Sekolah Rakyat menjadi perhatian Menteri Sosial Saifullah Yusuf  (Gus Ipul) meminta seluruh kepala sekolah memastikan fasilitas yang telah dibangun dengan anggaran negara tidak hanya dimanfaatkan, tetapi juga dirawat sejak awal agar tetap layak digunakan dan tidak berubah menjadi bangunan yang terbengkalai menyusul Sekolah Rakya dalam tahap awal pelaksanaannya. Pesan tersebut disampaikan Gus Ipul […]

  • Dukung Sumsel Gemilang, Pujakusuma Ciptakan Tokoh Wayang Alex Noerdin

    Dukung Sumsel Gemilang, Pujakusuma Ciptakan Tokoh Wayang Alex Noerdin

    • calendar_month Rabu, 29 Nov 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.118
    • 0Komentar

    Wayang Kulit Gemilang tersebut menjadi salah satu bukti terus tumbuh dan berkembangnya keberadaan suku Jawa di Wilayah Sumsel

  • Pandemi Covid Meningkat, Wakapolda Bersama Forkopimda Bengkulu Gelar Rapat Bahas Penanganan Covid-19

    Pandemi Covid Meningkat, Wakapolda Bersama Forkopimda Bengkulu Gelar Rapat Bahas Penanganan Covid-19

    • calendar_month Jumat, 2 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 967
    • 0Komentar

    WAKIL Kepala Kepolisian Daerah Bengkulu bersama Wakil Gubernur Provinsi Bengkulu, Karo Ops Polda Bengkulu, Kadinkes serta FKPD Provinsi Bengkulu menggelar rapat dengan bahas penanganan Covid-19 di Provinsi Bengkulu yang diselenggarakan di Balai Semarak Provinsi Bengkulu, Jum’at (02/07/2021). Wakapolda Bengkulu mengatakan dalam rapat kali ini akan membahas situasi terkini mengenai peningkatan Covid-19 khususnya di Provinsi Bengkulu. […]

  • Menag Imbau Umat Gelar Shalat Gaib untuk Awak Nanggala 402, Mari Bersama Berdoa

    Menag Imbau Umat Gelar Shalat Gaib untuk Awak Nanggala 402, Mari Bersama Berdoa

    • calendar_month Selasa, 27 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.005
    • 0Komentar

    SETELAH KRI Nanggala 402 dinyatakan subsunk (tenggelam), hari ini Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyatakan bahwa 53 awak dipastikan meninggal dunia. Menag Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan duka mendalam atas gugurnya para pahlawan bangsa saat bertugas. Menag mengimbau umat beragama untuk mendoakan seluruh awak kapal Nanggala 402. “Hari ini duka mendalam bagi bangsa, seluruh awak KRI […]

  • Bertambah 11 Kasus, Positif COVID-19 di Samsel Jadi 210 Kasus

    Bertambah 11 Kasus, Positif COVID-19 di Samsel Jadi 210 Kasus

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 980
    • 0Komentar

    HARI ini, Rabu [6/5/2020] penderita positif COVID-19 di Sumsel semakin meningkat dratis dari sebelumnya kemarin tercatat 199 kasus, kini hari ini bertambah 11 kasus sehingga total menjadi 210 kasus. Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di Sumsel Yusri, SKm saat video conference, sore ini, mengatakan, 11 orang yang positif Covid-19 dari Palembang tujuh orang. Kemudian, […]

  • Terbatas Ruang, BB Kejaksaan Butuh Tempat Baru

    Terbatas Ruang, BB Kejaksaan Butuh Tempat Baru

    • calendar_month Kamis, 15 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.074
    • 0Komentar

    TINGGI kasus yang harus ditangani dengan menyertakan Barang Bukti (BB) serta luasnya wilayah hukim yang harus ditangani, membuat tempat penyimpanan BB milik Kejaksaan Negeri Muara Enim hanya tersisa sedikit ruang. Kondisi ini akan terus terjadi, mengingat kecilnya tempat yang disiapkan. Dikatakan Kasi Pengelolaan Barang Bukti dan Barang Rampasan (PB3R) Kejari Muara Enim, Alputra Alpriwan, pada tahun […]

expand_less
WordPress Archive MonsterInsights – Forms Tracking Addon MonsterInsights – Google Optimize Addon Monsterinsights Media Monsterinsights Page Insights Addon MonsterInsights – PPC Tracking MonsterInsights Pro - Google Analytics Plugin for WP MonsterInsights – Site Notes Important Events Addon Monsterinsights User Journey Monstra – Esports & Gaming Elementor Template Kit Mont – Agency Elementor Template kit