Sekolah Rakyat Diingatkan Gus Ipul, Jangan Sampai Gedung Megah Jadi Tak Terawat
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 23 menit yang lalu
- visibility 3
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto : kemensos
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Sekolah Rakyat menjadi perhatian Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) meminta seluruh kepala sekolah memastikan fasilitas yang telah dibangun dengan anggaran negara tidak hanya dimanfaatkan, tetapi juga dirawat sejak awal agar tetap layak digunakan dan tidak berubah menjadi bangunan yang terbengkalai menyusul Sekolah Rakya dalam tahap awal pelaksanaannya.
Pesan tersebut disampaikan Gus Ipul saat berdialog dengan para kepala Sekolah Rakyat dari berbagai daerah.
Menurutnya, keberhasilan program ini tidak hanya ditentukan dengan kegiatan belajar mengajar, tetapi juga bagaimana seluruh warga sekolah membangun budaya disiplin, tertib, dan memiliki rasa tanggung jawab terhadap lingkungan sekolah.
Selain persoalan sarana dan prasarana, Gus Ipul juga menyoroti penyelesaian masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) serta pendataan awal siswa.
Ia meminta data kesehatan, pemetaan bakat, hingga perkembangan siswa selama mengikuti program dapat terdokumentasi dengan baik sebagai dasar pendampingan ke depan.“Jangan sampai gedung yang sebesar itu dalam satu tahun berubah menjadi gedung yang kotor, tidak terawat, dan menimbulkan kesan negatif,” kata Gus Ipul mengingatkan kepala Sekolah Rakyat.
Ia menegaskan, fasilitas seperti ruang belajar, asrama, perlengkapan sekolah, hingga perangkat pendukung lainnya merupakan aset negara yang harus dijaga bersama.
Oleh sebab itu, kepala sekolah diminta menjadi teladan dalam membangun kedisiplinan, bukan hanya bagi siswa, tetapi juga guru dan seluruh tenaga pendukung.
Dalam rapat tersebut, sejumlah kepala Sekolah Rakyat turut menyampaikan tantangan selama masa awal operasional, mulai dari kondisi kesehatan siswa hingga pengelolaan kebersihan lingkungan sekolah yang masih dalam tahap penyesuaian.
Salah satunya Kepala Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 30 Sidrap Budiman yang melaporkan masih ada siswa yang membutuhkan penanganan kesehatan karena proses adaptasi dengan lingkungan asrama.
Menanggapi hal itu, Gus Ipul meminta para pengelola sekolah tetap mengedepankan pendekatan yang penuh empati. Ia menyebut masa awal masuk sekolah merupakan periode penting bagi siswa untuk beradaptasi dengan pola kehidupan baru. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
