Senin, 12 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Catatan Kaki Bukit » Pandemi Melanda, Lestari Tari Tradisi Berlanjut

Pandemi Melanda, Lestari Tari Tradisi Berlanjut

  • account_circle Nasir Nasir
  • calendar_month Kamis, 16 Des 2021
  • visibility 3.746
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DI MASA pandemi, dan saat kaum milenial lebih akrab dengan seni budaya yang berasal dari luar, Elly Rudi merasa terpanggil. Terlebih, Wawako Palembang Fitrianti Agustinda memberi dukungan berupa tempat latihan dan sarana pendukung lainnya.
Maka, sejak tiga bulan lalu, dia menargetkan akan mengakrabkan enam tari tradisi kepada anak-anak. Baik itu, anak usia sekolah dasar maupun sekolah menengah pertama.
“Dua di antara tarian yang akan diajarkan itu adalah Tari Gending Sriwijaya dan Tari Tanggai. Yang lainnya adalah Tari Kipas, Tari Sabung, Tari Kembang Emas dan Tari Bedana,” ujar bunda yang kelahiran Tanjungenim, 75 tahun yang lalu, akhir pekan lalu.
Pelatihan tari tradisi ini, juga memberikan kesempatan kepada anak didik untuk bersosialisasi. Karena selama masa pandemi ini, mereka lebih banyak berada di rumah. Belajar pun, secara daring. “Supaya anak didik tidak gadget minded. Yang bisa membuat mereka jenuh. Karenanya, dua tiga pulau terlampau dengan pelatihan ini. Lestarikan tari tradisi, mengenalkan milenial dengan tradisi, memberi peluang sosialisasi, dan menghidupkan kembali tari tradisi yang sempat tenggelam. Tentunya dengan melaksanakan protokol kesehatan yang ketat,” tambah Bunda Elly.
Di lokasi tari, terlihat tempat pencucian tangan dengan air mengalir lengkap dengan sabun. Juga, anak-anak wajib mengenakan masker, serta latihan dilaksanakan dengan menjaga jarak.
Bunda Elly, dalam perkawinannya dengan sang suaminya, Rudi Syafruddin dianugerahi empat putra-putri, yakni Swarna Maha Reza, S.Sos., Swarga Arya Eza, S.Pd., Permata Safira, S.E., dan Puspa Dita, S.Si. Kini putra-putrinya sudah dewasa dan berkeluarga, maka dia punya waktu luang untuk berbagi ilmu. Meski, waktu yang dimilikinya juga harus dibagi untuk aktivitasnya di beberapa organisasi kesenian, dan juga melatih menari di Bukit Siguntang, yang disiapkan Dewan Kesenian Sumsel (DKSS).
Dengan mengajar tari, Bunda Elly merasa mendapatkan kesempatan untuk berbagi ilmu. “Terutama untuk tiga tarian, kipas, kembang emas, dan kipas, yang sempat tenggelam dan kurang dikenal masyarakat. Kalau diajarkan ke anak-anak, kaum milenial, maka mereka akan lebih mengenal seni tradisi,” tambahnya.
Sementara, untuk tari Gending Sriwijaya, Tanggai, dan Bendana, merupakan tarian yang sudah selayaknya terus dilestarikan dan diwariskan.
“Karenanya, ketika Bu Wawako menyampaikan keinginannya untuk mengenalkan tarian tradisi ke anak-anak dan kaum milenial, saya langsung meresponnya,” ujar alumni FKIP Bahasa dan Seni Unsri tahun 1967 ini.
Kini, setiap Sabtu dari pukul 13.00 sd 16.00 WIB, Bunda Elly terlihat bersemangat mengajarkan tarian ke anak-anak usia SD dan SMP yang berminat dan ingin menguasai tarian tradisi. Sedikitnya, ada 30 anak yang tak kalah semangatnya dengan sang pelatih, untuk berlatih menari.
“Sebenarnya, waktu yang ideal itu dua kali seminggu. Tetapi, saya yang waktunya terbatas. Semoga, dengan waktu yang tersedia, harapan agar tarian tradisi bisa lestari dan kaum milenial juga menguasai kekayaan budaya sendiri, bisa terealisasi,” ujarnya di sela-sela latihan di Rumah Dinas Wawako, di Jalan Seruni, Bukit Besar Palembang.
Menggeluti dunia tari, telah dilakoni Bunda Elly Rudi sejak 1962. Saat itu, dia masih duduk di bangku kelas I SMA Xaverius. Di usia sepuhnya, penari yang masih energik ini keukeuh membina anak-anak di usia dini agar kenal dan menguasai tari tradisi.
Istri Rudi Syafrudin ini, awalnya dulu bergabung dengan Sanggar Gending Sriwijaya pimpinan Sukaenah Rozak. Temannya, diantaranya Ana Kumari.
Selain penari, Elly Rudi atau nama kecilnya Elly Anggaraini Soewondo ini, kemudian mencipta tari. Begitupun Ana Kumari. Kalau Elly Rudi antara lain mencipta Tari Tanggai, yang diiiringi lagu enam saudara. Sementara Ana Kumari, ciptaannya, antara lain Tari Tepak Keraton.
Kini, pandemi covid 19 masih berlanjut. Tetapi, kondisi ini tidaklah menjadi penghalang bagi usaha pelestarian dan pengembangan tari tradisi. Justru di tengah pandemi yang mengikat dan semuanya terbatas, usaha pelestarian terus berjalan. Semoga, pandemi segera berakhir dan tari tradisi semakin elekat dengan kalangan milenial. (muhamad nasir)

  • Penulis: Nasir Nasir

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ini Kunci Utama Agar Generasi Muda Bebas dari Narkoba

    Ini Kunci Utama Agar Generasi Muda Bebas dari Narkoba

    • calendar_month Jumat, 27 Apr 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.031
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Palembang  – Penyuluh dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumsel, Ahmad Bustari  menjelaskan mengenai Narkoba dan permasalahannya ditinjau dari aspek medis. Dia menjelaskan Narkoba adalah bahan atau zat aktif yang mempengatuhi kondisi kejiwaan dan dapat menimbulkan ketergantungan secara psikis. Sedikitnya ada 3 jenis narkoba menurut efeknya. Pertama  Depresan meliputi alkohol, inhalansia, morfin, heroin, kemudian  Stimulan […]

  • Jelang Akhir Jabatan, Bupati OKI Kasih Kado Ini

    Jelang Akhir Jabatan, Bupati OKI Kasih Kado Ini

    • calendar_month Jumat, 3 Nov 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 929
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Kado istimewa diberikan oleh Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), H. Iskandar, SE kepada masyarakat OKI menjelang akhir masa jabatannya. Kado tersebut berupa Surat Keputusan (SK) Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI terkait pembebasan 2,246 Ha hutan kawasan kepada masyarakat. “Jelang akhir jabatan saya akhirnya keinginan masyarakat untuk mendapat hak yang sah atas tanah […]

  • Raperda LKPJ Pelaksanaan APBD TA 2019 & Raperda Inisiatif Pemkab Muba disetujui Jadi Perda

    Raperda LKPJ Pelaksanaan APBD TA 2019 & Raperda Inisiatif Pemkab Muba disetujui Jadi Perda

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.159
    • 0Komentar

    PEMKAB Muba dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Musi Banyuasin menyetujui bersama 3 (tiga) Rancangan Peraturan Daerah menjadi Peraturan Daerah yakni tentang Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD tahun 2019 Kabupaten Muba, Raperda Pembangunan Kepemudaan, dan Raperda Pajak Parkir. Persetujuan bersama ini ditandatangani Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex, Ketua DPRD Muba Sugondo, dan Wakil Ketua […]

  • Dodi dan SMI

    Dodi dan SMI

    • calendar_month Sabtu, 29 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.412
    • 0Komentar

    DI sebuah media online saya membaca berita tentang Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) mengajukan peminjaman dana sebesar Rp539.851.548.950 kepada pemerintah pusat. Dalam berita tersebut mantan anggota DPRD Sumsel Agus Sutikno menyatakan peluang tersebut harus ditangkap, kalau tidak provinsi lain yang akan mengambilnya. Berita tersebut mengingatkan saya pada pembicaraan dua tahun tahun lalu.  Seorang wartawan senior […]

  • International Modest Fashion Festival Persembahan BI, Begini Asanya..

    International Modest Fashion Festival Persembahan BI, Begini Asanya..

    • calendar_month Jumat, 7 Okt 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.972
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,Jakarta – Sebagai negara dengan populasi muslim terbesar dan keanekaragaman kain dari berbagai daerah, Indonesia memiliki modal yang besar dalam memenangkan kompetisi pasar modest fashion (busana yang sopan) baik di tingkat lokal maupun global. Bersamaan dengan seremoni pembukaan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-9, Bank Indonesia berkolaborasi dengan Kementerian Koperasi dan UKM dan Indonesian Fashion Chamber (IFC) menyelenggarakan International Modest Fashion Festival (IN2MOTIONFEST) 2022 pada […]

  • Rakor Melalui Vicon Penanggulangan Karhutlabun Bersama FKPD

    Rakor Melalui Vicon Penanggulangan Karhutlabun Bersama FKPD

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 853
    • 0Komentar

    WAKIL Bupati Muba Beni Hernedi mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) melalui Video Conference terkait Kesiapan Penanggulangan Kebakaran Hutan, Kebun dan Lahan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi Sumsel. Rakor turut diikuti bersama unsur Forkopimda terdiri dari Kapolres Muba AKBP Yudhi Surya Markus Pinem SIk, Dandim 0401 Muba Letkol Arm M Saufudin Khoiruzzamani SSos, Kajari Muba Suyanto […]

expand_less
WordPress Archive Chloé – Personal Lifestyle WordPress Blog Theme Chloro – Skincare & Dermatology Elementor Template Kit Choicy - Digital Marketing Agency WordPress Theme Cholot – Retirement Community WordPress Theme Chooper – Custom Motorcycle Garage Elementor Template Kit Choper – Butcher Meat Shop WordPress Theme ChopItUp Live Chat with Firebase Choros — Responsive Multipurpose WordPress Theme Chérie — Beauty Salon Spa WordPress Christian – Church WordPress Theme