Selasa, 6 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Seni & Budaya » DKSS & Teater Teriax Hadapi Pandemi dengan Karya

DKSS & Teater Teriax Hadapi Pandemi dengan Karya

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 28 Feb 2021
  • visibility 5.397
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sebuah langkah baru dilakukan Dewan Kesenian Sumatera Selatan dan Tetaer Teriax dengan melaksanakan kegiatan yang bertajuk “Berkarya Kembali di Masa Pandemi”, Menampilkam naskah berjudul “Dunia Serasa Milik Berdua”, karya dan sutradara Muhammad Yunus, kegiatan pentas teater pertama kali di masa pandemi digelar di Graha Budaya Jakabaring Palembang, Sabtu dan Minggu (27-28) Maret 2021, mulai pukul 13.00 s.d. selesai.

​Kegiatan yang didukung penuh juga oleh Taman Budaya Sriwijaya dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel melalui Bidang Kebudayaan ini menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat. Dengan harga tiket Rp17,500/per orang/per pertunjukan, setiap penonton harus melalui serangkaian proses sebelum bisa masuk ke gedung pertunjukan.

​“Setiap penonton sebelum masuk harus cuci tangan, diukur suhu tubuh, memakai masker, membeli tiket dengan cara memesan dulu, dan mengisi data. Semua dilakukan demi kelancaran acara sekaligus menghindari penyebaran Covid 19 di masa sekarang ini,” kata Ketua Pelaksana Kegiatan, Juanda.

​Walau dilaksanakan di masa Pandemi, ternyata antusias penonton sangat luar biasa. Jumlah kursi di dalam Graha Budaya Jakabaring yang telah diberi jarak terisi penuh. Bahkan panitia terpaksa menolak penonton yang ingin menyaksikan karena jumlah kursi sudah tidak ada lagi. “Ini sudah jadi aturan sesuai arahan dari DKSS & Taman Budaya Sriwijaya. Kalau kursi sudah penuh maka tidak menerima penonton lagi,” tambah Bayu Widya Pratama utusan DKSS yang mengawasi panitia melaksanakan tugasnya,

 

​Khusus pentas “Dunia Serasa Milik Berdua” sendiri bercerita tentang konflik dan kehidupan di dunia remaja. Adegan pelajar di sekolah dengan segala dinamikanya ditampilkan dengan apik oleh para pemain. Konflik pun mulai muncul saat sebuah teknologi membuat mereka mengambil sebuah keputusan. Adegan komedi, cinta, sosial, hingga misteri pun mengalir dari para pemain yang tampil yang rata-rata berusia muda.

​“Sebenarnya pentas ini sudah disiapkan sejak Februari tahun lalu. Tapi karena ada masa pandemi maka mengalami penundaan, hingga akhirnya bisa terlaksana sekarang,” kata Muhammad Yunus.

​Melibatkan sekitar 25 pemain, dikatakan Yunus jelas sangat sulit dalam penggarapan. Apalagi harus ditambah mengurusi perizinan pementasan di masa pandemi. “Beruntungnya kami masih banyak pihak yang mendukung hingga kegiatan ini bisa terwujud,” ujar Yunus.

​Sebagai pentas pertama, jelas pihak pelaksana tidak ingin kegiatan ini menjadi yang terakhir. Karena itu panitia pelaksana melakukan penekanan harus benar-benar sesuai dengan prosedur perizinan dan protokol kesehatan.

​“Kita tidak ingin kegiatan ini memperoleh catatan yang tidak baik dari masyarakat maupun instansi yang terkait dalam penanganan pandemi Covid 19. Karena jika yang pertama ini dinilai gagal, maka akan sulit untuk mengadakan kegiatan serupa berikutnya,” kata Sekretaris Dewan Kesenian Sumsel, Surono saat memberikan sambutan sekaligus membuka acara.

​Hal serupa juga dilontarkan Ketua Dewan Kesenian Sumsel Syahril Erwin yang dihubungi via telepon karena sedang berada di luar kota. Menurutnya, DKSS siap berkerja sama dengan pihak mana pun dalam bidang kesenian. Tentunya harus dengan aturan yang jelas dan disepakati.

​“Kita jangan jadi hilang semangat karena pandemi ini. Ayo terus berkarya dengan menyesuaikan kondisi dan aturan saat ini. Jika kita terus berkerja sama, maka akan lebih mudah untuk menghadapinya,” tegas Yayak, sapaan akrab beliau.

​Di akhir pementasan sebuah ulasan menarik disampaikan salah satu seniman teater Connie C Sema. Menurutnya, cerita dan permainan yang ditampilkan sudah cukup menarik. Tinggal harus ada lebih dirapikan lagi dalam permainan karena kemampuan akting pemain yang tidak seragam.

​“Yang membuat saya salut dan kagum adalah bertahannya penonton sampai pentas berakhir. Ini membuktikan kalau masyarakat, khususnya penonton teater sudah sangat kangen menyaksikan pementasan teater secara langsung seperti ini. Semoga ke depan bisa terus  diadakan,” kata Connie.(ril)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pernikahan Viral di Lawang Wetan Berujung Denda, Bupati DRA Tegaskan Warga Muba Harus Tetap Patuhi Prokes

    Pernikahan Viral di Lawang Wetan Berujung Denda, Bupati DRA Tegaskan Warga Muba Harus Tetap Patuhi Prokes

    • calendar_month Selasa, 29 Des 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.157
    • 0Komentar

    PERNIKAHAN yang sempat viral di daerah Talang Piase, Kecamatan Lawang Wetan Kabupaten Muba yakni antara satu mempelai pria atas nama Suhuan dengan kedua istrinya yakni Anggun Andini dan Vopi Anggraini akhirnya berujung dikenakan sanksi. Tindakan tegas ini dilakukan sesuai dengan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 67 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Pola Hidup Masyarakat yang Sehat, Disiplin, […]

  • MUBA GELAR LOMBA BERTUTUR : Gemar membaca salah satu indikotor tingkatkan SDM  

    MUBA GELAR LOMBA BERTUTUR : Gemar membaca salah satu indikotor tingkatkan SDM  

    • calendar_month Senin, 19 Jun 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 918
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Sekayu – Berbagai upaya dan program meningkatkan minat baca peserta didik di Muba terus digencarkan, termasuk kali ini Pemkab Muba melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Muba menggelar lomba Bertutur Tingkat SD / MI, Senin (19/6/2023) di Guest HouseGriya Bumi Serasan Sekate. Kegiatan tersebut, dibuka langsung oleh Penjabat (Pj) Bupati Muba H Apriyadi melalui […]

  • Baru Dibuka, Zoo And Jogging Track Bukit Asam Kembali Ditutup, Ini Biang Keroknya

    Baru Dibuka, Zoo And Jogging Track Bukit Asam Kembali Ditutup, Ini Biang Keroknya

    • calendar_month Minggu, 13 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.470
    • 0Komentar

    SANGAT disayangkan, keberadaa Zoo And jogging Track Bukit Asam yang baru saja dibuka kembali pada awal Februari kemarin sebagai salah satu destinasi wisata di wilayah Muara Enim, ternyata harus terpaksa kembali ditutup oleh pengelola. Penutupan arel wisata yang berada di komplek PT Bukit Asam ini dikarenakan saat ini tren kenaikan kasus Covid-19 di Kabupaten Muara […]

  • Berkat Petani, Sumsel Surplus 2,3 Juta Ton Beras 

    Berkat Petani, Sumsel Surplus 2,3 Juta Ton Beras 

    • calendar_month Rabu, 6 Jun 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.334
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Palembang – Gubernur Sumsel, Ir H Alex Noerdin kembali mensosialisasikan perhelatan akbar Asian Games 2018 dengan Para Pelaku Pertanian (Para Penyuluh, Para Gapoktan) dan Gebrakan Anti Narkotika Nasional (GANN) di Griya Agung, Selasa (5/6/2018). Dalam kesempatan itu, Alex Noerdin mengungkapkan rasa syukurnya karena berkat para petani di 17 kabupaten dan kota, Sumsel kini menjadi […]

  • Rescue Perindo Fogging Ratusan Rumah di Macan Kumbang

    Rescue Perindo Fogging Ratusan Rumah di Macan Kumbang

    • calendar_month Rabu, 6 Sep 2017
    • account_circle Bono
    • visibility 1.248
    • 0Komentar

    Partai Perindo melalui sayap partai Rescue Perindo Sumsel kembali melakukan fogging pemukiman warga. Kali ini halaman dan dalam ratusan rumah di RT43, Kelurahan Demang Lebar Daun, Kecamatan IB I, Kota Palembang.

  • Masa Pandemi “Memaksa” Seniman Melakukan Transisi

    Masa Pandemi “Memaksa” Seniman Melakukan Transisi

    • calendar_month Rabu, 26 Mei 2021
    • account_circle Nasir Nasir
    • visibility 4.005
    • 0Komentar

    TERBATASNYA aktivitas karena protokol kesehatan di masa pandemi membuat semua bidang kehidupan terdampak. Termasuk para seniman pun merasakan hal tersebut. Karena itu, para seniman seakan dipaksa untuk melakukan transisi serta beradaptasi. Tetap eksis tanpa melanggar protokol kesehatan. Hasan, seorang penggiat teater di Palembang menyebutkan dengan kondisi saat ini dimana teater melakukan transisi dari tradisi ke […]

expand_less
WordPress Archive Sam Bailey – Personal CV/Resume WordPress Theme Samantha – Personal Trainer & Fitness WordPress Theme Samral – Electronic WooCommerce Theme Samui – Gutenberg WordPress Theme for Blog and Magazine Sanat – Industry Elementor Template Kit Sandbox – Modern & Multipurpose WordPress Theme SanFair – Blog Magazine Elementor Template Kit SanFrancisco – MultiConcept Blog & Magazine WordPress Theme Sanito – Sanitizing and Cleaning WordPress Theme SanJose – Landing Page