Kamis, 10 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Seni & Budaya » DKSS & Teater Teriax Hadapi Pandemi dengan Karya

DKSS & Teater Teriax Hadapi Pandemi dengan Karya

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 28 Feb 2021
  • visibility 5.392
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sebuah langkah baru dilakukan Dewan Kesenian Sumatera Selatan dan Tetaer Teriax dengan melaksanakan kegiatan yang bertajuk “Berkarya Kembali di Masa Pandemi”, Menampilkam naskah berjudul “Dunia Serasa Milik Berdua”, karya dan sutradara Muhammad Yunus, kegiatan pentas teater pertama kali di masa pandemi digelar di Graha Budaya Jakabaring Palembang, Sabtu dan Minggu (27-28) Maret 2021, mulai pukul 13.00 s.d. selesai.

​Kegiatan yang didukung penuh juga oleh Taman Budaya Sriwijaya dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel melalui Bidang Kebudayaan ini menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat. Dengan harga tiket Rp17,500/per orang/per pertunjukan, setiap penonton harus melalui serangkaian proses sebelum bisa masuk ke gedung pertunjukan.

​“Setiap penonton sebelum masuk harus cuci tangan, diukur suhu tubuh, memakai masker, membeli tiket dengan cara memesan dulu, dan mengisi data. Semua dilakukan demi kelancaran acara sekaligus menghindari penyebaran Covid 19 di masa sekarang ini,” kata Ketua Pelaksana Kegiatan, Juanda.

​Walau dilaksanakan di masa Pandemi, ternyata antusias penonton sangat luar biasa. Jumlah kursi di dalam Graha Budaya Jakabaring yang telah diberi jarak terisi penuh. Bahkan panitia terpaksa menolak penonton yang ingin menyaksikan karena jumlah kursi sudah tidak ada lagi. “Ini sudah jadi aturan sesuai arahan dari DKSS & Taman Budaya Sriwijaya. Kalau kursi sudah penuh maka tidak menerima penonton lagi,” tambah Bayu Widya Pratama utusan DKSS yang mengawasi panitia melaksanakan tugasnya,

 

​Khusus pentas “Dunia Serasa Milik Berdua” sendiri bercerita tentang konflik dan kehidupan di dunia remaja. Adegan pelajar di sekolah dengan segala dinamikanya ditampilkan dengan apik oleh para pemain. Konflik pun mulai muncul saat sebuah teknologi membuat mereka mengambil sebuah keputusan. Adegan komedi, cinta, sosial, hingga misteri pun mengalir dari para pemain yang tampil yang rata-rata berusia muda.

​“Sebenarnya pentas ini sudah disiapkan sejak Februari tahun lalu. Tapi karena ada masa pandemi maka mengalami penundaan, hingga akhirnya bisa terlaksana sekarang,” kata Muhammad Yunus.

​Melibatkan sekitar 25 pemain, dikatakan Yunus jelas sangat sulit dalam penggarapan. Apalagi harus ditambah mengurusi perizinan pementasan di masa pandemi. “Beruntungnya kami masih banyak pihak yang mendukung hingga kegiatan ini bisa terwujud,” ujar Yunus.

​Sebagai pentas pertama, jelas pihak pelaksana tidak ingin kegiatan ini menjadi yang terakhir. Karena itu panitia pelaksana melakukan penekanan harus benar-benar sesuai dengan prosedur perizinan dan protokol kesehatan.

​“Kita tidak ingin kegiatan ini memperoleh catatan yang tidak baik dari masyarakat maupun instansi yang terkait dalam penanganan pandemi Covid 19. Karena jika yang pertama ini dinilai gagal, maka akan sulit untuk mengadakan kegiatan serupa berikutnya,” kata Sekretaris Dewan Kesenian Sumsel, Surono saat memberikan sambutan sekaligus membuka acara.

​Hal serupa juga dilontarkan Ketua Dewan Kesenian Sumsel Syahril Erwin yang dihubungi via telepon karena sedang berada di luar kota. Menurutnya, DKSS siap berkerja sama dengan pihak mana pun dalam bidang kesenian. Tentunya harus dengan aturan yang jelas dan disepakati.

​“Kita jangan jadi hilang semangat karena pandemi ini. Ayo terus berkarya dengan menyesuaikan kondisi dan aturan saat ini. Jika kita terus berkerja sama, maka akan lebih mudah untuk menghadapinya,” tegas Yayak, sapaan akrab beliau.

​Di akhir pementasan sebuah ulasan menarik disampaikan salah satu seniman teater Connie C Sema. Menurutnya, cerita dan permainan yang ditampilkan sudah cukup menarik. Tinggal harus ada lebih dirapikan lagi dalam permainan karena kemampuan akting pemain yang tidak seragam.

​“Yang membuat saya salut dan kagum adalah bertahannya penonton sampai pentas berakhir. Ini membuktikan kalau masyarakat, khususnya penonton teater sudah sangat kangen menyaksikan pementasan teater secara langsung seperti ini. Semoga ke depan bisa terus  diadakan,” kata Connie.(ril)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • ASEAN+3 Task Force (TF) Meeting, Ini yang Dibahas

    ASEAN+3 Task Force (TF) Meeting, Ini yang Dibahas

    • calendar_month Selasa, 14 Feb 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 606
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, Bali – Sebagai bagian dari Keketuaan Indonesia dalam ASEAN 2023, Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan telah melaksanakan rangkaian pertemuan Jalur Keuangan yang dimulai dengan ASEAN+3 Task Force (TF) Meeting pada tanggal 2-3 Februari 2023 lalu di Bali. Pertemuan dilanjutkan dengan rangkaian ASEAN Finance and Central Bank Deputies Meeting – Working Group (AFCDM-WG) pada tanggal 6-10 Februari […]

  • Dari Bingung Urus PNBP hingga Dapat NTPN, Cerita KTH Tambakbaya di Perhutanan Sosial

    Dari Bingung Urus PNBP hingga Dapat NTPN, Cerita KTH Tambakbaya di Perhutanan Sosial

    • calendar_month Sabtu, 15 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 14
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Mengelola hasil hutan ternyata bukan hanya soal memanfaatkan potensi hutan. Bagi masyarakat yang menjalankan usaha Perhutanan Sosial, ada pula kewajiban penatausahaan hasil hutan dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang harus dipenuhi secara tertib. Hal itu dirasakan Kelompok Tani Hutan (KTH) Tambakbaya di Kabupaten Garut. Sebelumnya, kelompok ini masih belum memahami seluruh tahapan pengelolaan […]

  • Ini Jadwal Kepulangan Jemaah Haji 27 Juli 2022

    Ini Jadwal Kepulangan Jemaah Haji 27 Juli 2022

    • calendar_month Rabu, 27 Jul 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 845
    • 0Komentar

    Jeddah  — Pemulangan jemaah haji Indonesia gelombang pertama melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah memasuki hari ke-13. Ada sembilan kloter dengan total 3.652 jemaah yang akan pulang hari ini, Rabu (27/7/2022). Mereka akan mendarat di tujuh debarkasi. Fase pemulangan jemaah gelombang pertama tersebut akan berakhir pada 30 Juli 2022. Selanjutnya, akan dimulai fase pemulangan […]

  • TN Gunung Maras Genap 10 Tahun, KSDA Perkuat Perlindungan Satwa Endemik Bangka

    TN Gunung Maras Genap 10 Tahun, KSDA Perkuat Perlindungan Satwa Endemik Bangka

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 33
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Sumatera Selatan (Sumsel) memperkuat upaya pelestarian keanekaragaman hayati di Pulau Bangka menyusul  satu dekade penetapan Taman Nasional (TN) Gunung Maras. Peringatan  juga menjadi momen mengajak masyarakat berperan aktif menjaga kelestarian hutan beserta seluruh ekosistem di dalamnya. Beragam kegiatan digelar untuk memeriahkan peringatan tersebut, mulai dari pengawasan jalur […]

  • Galiat Pedestrian Sudirman Palembang di Malam Akhir Pekan

    Galiat Pedestrian Sudirman Palembang di Malam Akhir Pekan

    • calendar_month Minggu, 20 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.348
    • 0Komentar

      MESKI asap dari karhutlabun masih terasa menganggu pernapasan, namun tak menyurutkan warga Palembang untuk menikmati suasana malam, akhir pekan di Pedestrian Jalan Sudirman. Berbondong-bondong mereka terlihat memadati sepanjang Jalan Sedirman yang belum lama ini dijadikan destinasi wisata baru di Palembang. Saat jarum jam tepat menunjuk angka 19.00 WIB, Sabtu malam [19/10/2019] beberapa titik jalan, […]

  • Perbup & Penambahan Anggaran Diyakini Efektif Minimalisir Karhutla di Muba

    Perbup & Penambahan Anggaran Diyakini Efektif Minimalisir Karhutla di Muba

    • calendar_month Rabu, 16 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 868
    • 0Komentar

    PENGENDALIAN dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) terus dilakukan oleh Bupati Muba Dodi Reza dan Wakil Bupati Muba Beni Hernedi. Mulai dari pemadaman di jalur darat dan udara hingga pembuatan skat kanal terus dilakukan tim pemadam karhutla di Muba. Dalam kesempatan menghadiri Focus Group Discussion (FGD) Pengendalian dan Pencegahan Kebakaran […]

expand_less
WordPress Archive Sam Bailey – Personal CV/Resume WordPress Theme Samantha – Personal Trainer & Fitness WordPress Theme Samral – Electronic WooCommerce Theme Samui – Gutenberg WordPress Theme for Blog and Magazine Sanat – Industry Elementor Template Kit Sandbox – Modern & Multipurpose WordPress Theme SanFair – Blog Magazine Elementor Template Kit SanFrancisco – MultiConcept Blog & Magazine WordPress Theme Sanito – Sanitizing and Cleaning WordPress Theme SanJose – Landing Page