Selasa, 13 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Seni & Budaya » “Anak Zaman Now Lebih Hafal K-Pop daripada Gelumpai? Tenang, Muba Punya Jurus ‘Adat Tak Boleh Mati!'”

“Anak Zaman Now Lebih Hafal K-Pop daripada Gelumpai? Tenang, Muba Punya Jurus ‘Adat Tak Boleh Mati!'”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
  • visibility 784
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KATA orang tua zaman dulu, “Gulai bisa basi, tapi adat jangan sampai mati”,  benar saja, di era ketika anak-anak lebih fasih nyebut nama member boyband Korea daripada jenis tarian daerahnya sendiri, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) muncul seperti superhero budaya dengan jubah songket dan senjata rahasia bernama Gelumpai Bilah Seratus.

Sementara banyak daerah mulai bingung membedakan antara Cagar Budaya dan kue garpu, Muba justru tancap gas melestarikan Warisan Budaya Takbenda (WBTb) dan Cagar Budaya dengan semangat setara konser Coldplay bedanya ini tanpa tiket mahal.

Di bawah kepemimpinan Bupati H. M. Toha, Muba tak cuma memeluk adat dalam seremoni. Mereka mendokumentasikan, mengajukan ke kementerian, sampai menggandeng tokoh adat dan budayawan lokal untuk menyelamatkan identitas budaya yang mulai tersisih oleh konten viral.

Di Ruang Rapat Serasan Sekate, para tokoh adat, seniman, hingga pejabat berkumpul bukan untuk nonton sinetron bareng, tapi membahas warisan budaya dengan serius. Gelumpai Bilah Seratus, Tari Burung Putih, dan Rumah Pangeran Anang Mahidin jadi topik utama.

Tak lupa, diselipkan pertanyaan eksistensial “Kalau bukan kita, siapa lagi yang jaga budaya ini?, jangan sampai nanti anak cucu kita -kira Rumah Adat itu konten prank.”

Upaya Muba ini bukan angin lalu, lewat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, mereka menyusun strategi penguatan identitas budaya, dari sekolah sampai media sosial. Di sekolah-sekolah, muatan lokal disuntikkan lebih kuat dari kopi tubruk.

Anak-anak diajak mengenal tarian daerah bukan cuma lewat buku usang, tapi lewat festival budaya, lomba kostum adat, hingga konten TikTok berjudul “Ngajarin Nenek Joget Tari Burung Putih” yang ternyata viral sampai ke kecamatan tetangga.

Menurut data dari Kemendikbud, hanya sebagian kecil warisan budaya lokal di Indonesia yang sudah terdokumentasi dan diakui secara nasional. Di sinilah Muba menyusup seperti intel budaya. Mereka ajukan puluhan karya budaya ke daftar Warisan Budaya Takbenda.

Hasilnya? Beberapa sudah resmi diakui, sisanya dalam proses. Ini ibarat daftar tunggu haji, tapi untuk budaya. Setidaknya, mereka bukan cuma diam sambil bilang “Duh, zaman sekarang beda ya,” lalu lanjut main catur di pos ronda.

Cagar Budaya di Muba juga tak luput dari sentuhan. Rumah Pangeran Anang Mahidin bukan sekadar bangunan tua yang jadi tempat selfie. Bangunan ini kini masuk dalam program revitalisasi, diberi papan informasi yang lebih informatif dari caption influencer, dan dilibatkan dalam kegiatan edukatif seperti kelas sejarah terbuka. Anak-anak tak lagi cuma tahu kisah pangeran dari negeri dongeng, tapi juga dari rumah yang jaraknya cuma selemparan sandal dari rumah mereka sendiri.

Muba juga sadar, pelestarian budaya tak bisa dijalankan hanya dengan niat baik dan doa bersama. Perlu dana, strategi, dan kampanye kreatif. Maka muncullah kolaborasi lintas sektor. UMKM lokal diajak memproduksi suvenir budaya. Generasi muda dilibatkan jadi duta adat. Bahkan muncul ide pertunjukan malam “Wayang di Tengah Sawah” yang katanya bisa ngalahin konser dangdut keliling.

Tokoh adat di Muba juga bukan cuma pemanis upacara. Mereka jadi mitra diskusi pemerintah, dilibatkan dalam penyusunan kurikulum budaya, dan menjadi narasumber tetap di berbagai workshop kebudayaan. Salah satu tokoh adat, Pak Ujang Gelumpai, bahkan sempat viral karena pidatonya tentang pentingnya budaya yang diakhiri dengan pantun “Kalau adat tinggal cerita, anak cucu kehilangan arah; kalau budaya kita jaga, masa depan tetap cerah.”

Di sisi lain, upaya pelestarian ini juga membawa manfaat ekonomi. Pariwisata berbasis budaya mulai bergeliat. Wisatawan lokal dan luar daerah mulai berdatangan ke festival budaya Muba. Ada juga program homestay di desa adat, di mana tamu bisa belajar masak gulai tempoyak sambil dengar cerita sejarah dari nenek-nenek setempat yang lebih bijak dari algoritma Google.

Namun tentu saja, tantangannya masih banyak. Mulai dari minimnya dokumentasi sejarah tertulis, generasi muda yang lebih tergoda main Mobile Legends daripada belajar sejarah lokal, sampai kendala anggaran dan cuaca ekstrem. Tapi seperti pepatah Melayu, “Sekali dayung, adat dan masa depan terlampaui.” Muba tampaknya tidak mau tenggelam dalam romantisme masa lalu. Mereka menjemput masa depan dengan membawa serta pusaka budaya di pundak.

Di tengah gempuran globalisasi, pelestarian budaya tak bisa sekadar jadi agenda seremonial tahunan. Ia harus hidup dalam keseharian, relevan bagi generasi muda, dan punya nilai tambah ekonomi. Kabupaten Musi Banyuasin memberi contoh bahwa menjaga budaya bukan pekerjaan kuno, tapi aksi strategis yang membutuhkan kolaborasi, kreativitas, dan keberanian.

Kalau anak-anak hari ini bisa hafal lagu BTS tanpa subtitle, maka mereka juga pasti bisa menghafal lirik pantun tradisional asal diajarkan dengan cara yang tak kalah menarik. Jangan biarkan budaya lokal jadi fosil Instagram. Sebaliknya, jadikan ia living heritage yang bisa berdansa di antara reels dan feed.

Pesan moralnya? Budaya bukan sekadar warisan, tapi bekal masa depan. Kalau generasi sekarang tak mau belajar budaya sendiri, jangan kaget kalau kelak mereka pulang kampung cuma untuk foto doang lalu balik ke kota dengan caption, “Di sinilah nenekku dulu pernah rebahan.”

Jangan tunggu budaya jadi konten horor karena dianggap kuno. Rawatlah ia, hidupkan ia, dan kalau perlu bikin versi sinetronnya. Minimal, anak cucu kita tahu bahwa tari Burung Putih itu bukan dance challenge TikTok, tapi bukti bahwa daerah ini punya sayap, bukan cuma followers.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tekan Angka Kemiskinan, IWAPI Diharapkan Jadi Mitra Pemprov Sumsel

    Tekan Angka Kemiskinan, IWAPI Diharapkan Jadi Mitra Pemprov Sumsel

    • calendar_month Kamis, 16 Jan 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 812
    • 0Komentar

    DPD IWAPI melantik dan pengukuhan  pengurusnya, periode 2019-2024 di Hotel Baston Palembang, Kamis (16/1/2019). Pemerintah Provinsi Sumsel pun berharap dipengurusan baru ini,  IWAPI Sumsel untuk dapat berperan dalam membantu ekonomi kerakyatan di Sumsel sehingga dapat menurunkan anggka kemiskinan. “Pemprov Sumsel membuka pintu seluas- luasnya untuk bekerja sama dengan IWAPI sehingga dapat berkontribusi membantu ekonomi kerakyatan,” […]

  • Pakar: Rencana Ganjar penjarakan koruptor ke Nusakambangan sesuai harapan publik

    Pakar: Rencana Ganjar penjarakan koruptor ke Nusakambangan sesuai harapan publik

    • calendar_month Senin, 11 Des 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 900
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, -Pakar hukum dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) Dr. Al Wisnubroto menyambut positif niat calon presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo untuk memenjrakan napi kasus korupsi di Lembaga Permasyarakatan (LP) Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Wisnubroto meyakini pemenjaraan di Nusakambangan bisa menimbulkan efek jera. “Apa yang dikatakan Ganjar itu merespons harapan masyarakat. Masyarakat sudah sangat […]

  • Pemprov Riau Harus Serius Lestarikan Pantun

    Pemprov Riau Harus Serius Lestarikan Pantun

    • calendar_month Minggu, 19 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 5.566
    • 0Komentar

    KETUA Asosiasi Tradisi Lisan (ATL) Pusat, Pudentia MPPS mengharapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau dan seluruh masyarakat Riau agar bersungguh-sungguh dalam melestarikan pantun. Oleh karena itu, ia meminta semua pihak untuk melakukan pengamanan, perlindungan, dan pelestarian pantun. Sehingga Pantun tersebut akan tetap ada sampai kapanpun di Indonesia khususnya di Provinsi Riau. Berkaitan dengan hal ini, ia […]

  • Resmikan Jalan Tol Indralaya-Prabumulih sepanjang 64,5 km, Presiden Joko Widodo minta disambungkan ke 5 kawasan ini

    Resmikan Jalan Tol Indralaya-Prabumulih sepanjang 64,5 km, Presiden Joko Widodo minta disambungkan ke 5 kawasan ini

    • calendar_month Kamis, 26 Okt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.803
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, -Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta ruas Jalan Tol Indralaya-Prabumulih sepanjang 64,5 kilometer, di Indralaya, Sumatra Selatan dapat disambungkan dengan sejumlah kawasan di antaranya pertanian, wisata, perkebunan, dan industri sebagai sentra perekonomian. Dengan begitu, infrastruktur jalan tol yang selesai dibangun tersebut dapat sepenuhnya memberikan dampak bagi kesejahteraan masyarakat di sana. “Manfaat bagi rakyat itu […]

  • Di Muara Enim dan Prabumulih, Alex Noerdin Bantu Petani Karet Ikut Lelang

    Di Muara Enim dan Prabumulih, Alex Noerdin Bantu Petani Karet Ikut Lelang

    • calendar_month Rabu, 13 Mar 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 978
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Muara Enim- Ratusan masyarakat dan petani di Muara Enim dan Prabumulih bahagia dan bisa senyum sumringah, pasalnya Caleg DPR RI Partai Golkar Dapil Sumsel II Alex Noerdin membagikan asuransi gratis dan alat bantu pertanian kepada masyarakat dan petani pra sejahtera. “Kami senang dengan kedatangan pak Alex kesini, beliau tetap menjadi pemimpin dan bapak pembangunan di […]

  • Gubernur Sumsel Pimpin Apel Pagi di SMAN 3 Palembang 

    Gubernur Sumsel Pimpin Apel Pagi di SMAN 3 Palembang 

    • calendar_month Minggu, 20 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.573
    • 0Komentar

    RIBUAN peserta didik dan alumni memadati halaman SMA Negeri 3 Palembang, Sabtu (19/10). Mereka antusias menyaksikan   apel pagi dan orasi ilmiah dalam rangkaian Reuni Emas 50 Tahun SMA Negeri 3 Palembang. Apel Pagi Reuni Emas 50 Tahun SMA Negeri 3 Palembang tersebut menjadi istimewa karena dipimpin langsung Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru yang juga […]

expand_less
WordPress Archive SUMO Subscriptions – WooCommerce Subscription System SUMO WooCommerce Dynamic Pricing Discounts SUMO WooCommerce Measurement Price Calculator SUMO WooCommerce Payment Plans – Deposits, Down Payments, Installments, Variable Payments etc SUMO WooCommerce Pre-Orders SUMO WooCommerce Product Image Watermark SUMO WooCommerce Waitlist Sunara - Solar & Renewable Energy Elementor Pro Template Kit SUNE – Charity / Nonprofit / Fundraising WordPress Theme Sunlight - Charity and Volunteer Elementor Template Kit