Selasa, 22 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Seni & Budaya » Boom Yetty Terletak di Dermaga Speedboat, Benarkah ?

Boom Yetty Terletak di Dermaga Speedboat, Benarkah ?

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 15 Okt 2018
  • visibility 3.423
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh : Faldy Lonardo

DERMAGA Speedboat Bekang Palembang, yang dalam rutinitasnya, digunakan sebagai dermaga bagi masyarakat di Kota Palembang untuk menghubungkan ke daerah perairan di Sumatera Selatan (Sumsel).

Posisinya yang strategis diantara Reverside restaurant dan Markas  Perbekalan dan Angkutan Kodam II Sriwijaya (Bekang DAM II/ Sriwijaya) Palembang, di pinggiran Ilir Sungai Musi menjadikan dermaga ini sebagai jalur alternatif yang pas masyarakat untuk menaiki speedboat ke tujuan yang sulit di tempuh dengan jalur darat.

“Sudah 16 tahun saya buka warung disini, dermaga speedboat ini sudah ada,” ujar Fatma pedagang di area Dermaga, keterangan yang di dapat dari pantauan wartawan ST, Senin (15/10/18)

Meski akrab di telinga, namun masyarakat Palembang banyak yang tidak tahu dengan Dermaga Speedboat ini. Konon, Dermaga ini punya sejarah tersendiri, dimana dalam sejarah Perang Lima  Hari Lima Malam di Kota Palembang yang melutus pada Januari 1947 silam, dikenal dengan sebutan Boom Yetty oleh Belanda.

Hal itu diungkap oleh beberapa budayawan, pemerhati dan sejarawan Kota Palembang, serta informasi yang di dapat dari masyarakat, kesemuanya menunjuk pada posisi yang sama, yakni antara Riverside Restaurant dan Bek Ang.

Salah satunya, yang dikatakan Anggota Pemangku Adat Kota Palembang, Kemas M. Fauzi Idrus (61), ia mengatakan sebenarnya pengucapannya Pelabuhan Jati, cuma Belanda yang menyebutnya Boom Yetty.

Letaknya akunya persis diantara Reverside dan Bek Ang, sekarang dipakai menjadi Pelabuhan Speed Boat, dulu ada besi-besi untuk penahan kapal.

“Saya rasa, tanda-tandanya masih ada, cuma sekarang menjadi pelabuhaan speedboat ke arah air sugihan dan lainnya,” ujarnya.

Hal senada dikatakan, Pemerhati Sejarah Palembang, Jupri Al Palembani, ia mengatakan, kenapa disebut Pelabuhan Jati ? Karena,  dulunya ada Rumah Limas yang terbuat dari kayu Jati, yang berada di deket Pelabuhan itu sehingga untuk mempermudah penandaan oleh masyarakat disebutlah dermaga itu Pelabuhan Jati, cuma orang Belanda menyebutnya  Boom Yetty.

“Pelabuhan Jati, Pelabuhan ke dua setelah Sungi Rendang, letak- nya persis diantara Reverside dan Bekang, sementara Rumah Limas itu sudah tidak ada lagi, tapi besi – besinya kemungkinan masih tersisa disana,” terangnya.

Sebelumnya juga salah satunya daerah bernama Boom Yetty atau Pelabuhan Yetty, tertulis di sejarah perang itu, disebut – sebut sebagai pelabuhan bongkar muat Belanda untuk kebutuhan di Benteng Kuto Besak, pada masa itu.

“Di sekitaran pasar sekanak kalau tidak salah, tapi karena lama tidak  dipakai, istilah ini jadi sedikit ragu,” terang pemerhati sejarah Palembang, Kemas Ari Panji.

Menurut keterangan yang dia dapat, Kemas mengatakan, ada juga yang pernah memberi info bahwa Pelabuhan Boom Yetty atau Boom Jati, Lokasinya ada  di Makras TNI (Bek ang).

Hal Senada dikatakan, Pemerhati Sejarah Palembang, Rd. Muhammad Ikhsan yang menjelaskan posisi Boom Yetty tersebut deket antara River Side  Restaurant dan Bekangdam.

“Zaman sesudahnya, disebut Boom PNKA perusahaan kereta api,” ujar penulis buku Titik Nol Palembang ini.

Sementara itu, Budayawan Palembang, Vebri Alintani mengatakan Kalau menurut Asnawi Mangku Alam dalam buku Perang Kota 120 jam, Boom Yetty ada di Sekanak.

“Kalau pun memang keberadaannya sudah jelas di daerah situ, mungkin nantinya bisa dibuatkan tugu perang lima hari lima malam disana,” harapnya.

Lain halnya, Welly, Pemilik Gudang di daerah Sekanak Palembang, saat ditemui, menurutnya belum pernah mendengar lokasi Boom Yetty disitu, selama dia ada di sana.

“Setahu saya dari daerah pinggiran Musi sampai tikungan pisang, belum pernah dengar Boom Yetty itu, mungkin nanti akan saya tanya sama orang-orang disekitar sini dan keterangan dari pegawai saya yang pulang di daerah ini,” terangnya.[**]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemerataan Pembangunan Nasional, Pemerintah  Perkuat Jalur Logisitik Jawa-Sulawesi

    Pemerataan Pembangunan Nasional, Pemerintah Perkuat Jalur Logisitik Jawa-Sulawesi

    • calendar_month Selasa, 7 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.490
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Perhubungan tetap fokus dalam penguatan jaringan transportasi untuk memperkuat sektor logistik di berbagai daerah termasuk Indonesia Bagian Timur. Kapal ferry jarak jauh (long distance ferry/LDF) rute Patimban-Makassar resmi dioperasikan. Ferry jarak jauh tersebut dioperasikan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) yang dilayani oleh KMP Panorama Nusantara. Dengan begitu, harapan masyarakat pengguna bisa dipenuhi yakni mendapatkan […]

  • 5 Konfirmasi, Satu Diantaranya Meninggal & 1 Sembuh, Kondisi Covid -19 di Muba

    5 Konfirmasi, Satu Diantaranya Meninggal & 1 Sembuh, Kondisi Covid -19 di Muba

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 706
    • 0Komentar

    GUGUS Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Rabu (16/9/2020) mengkonfirmasi penambahan 5 kasus konfirmasi, dimana 4 diantaranya dirawat dan 1 meninggal dunia. “Ada juga penambahan 1 kasus sembuh yakni kasus 91 dari Desa Panca Tunggal Kecamatan Sungai Lilin yang sebelumnya mendapatkan perawatan intensif di RSUD Sungai Lilin,” ungkap Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Seftiani Peratita SS […]

  • Utang Pemprov Sumsel Dinilai Naik Signifikan, Fraksi di DPRD Provinsi Sumsel Minta Penjelasan

    Utang Pemprov Sumsel Dinilai Naik Signifikan, Fraksi di DPRD Provinsi Sumsel Minta Penjelasan

    • calendar_month Selasa, 14 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 669
    • 0Komentar

    FRAKSI-fraksi di DPRD Provinsi Sumsel meminta kejelasan utang Pemerintah Provinsi Sumsel yang tertuang dalam LKPJ Sumsel tahun 2021 mencapai Rp1,44 triliun atau naik sebesar Rp 68,87 % dari tahun sebelumnya Rp852 miliar. Juru bicara Fraksi Gerindra Sumsel Solehan Ismail meminta dijelaskan peningkatan hutang yang nota bene cukup signifikan. Jika ditarik rasio dengan APBD tahun 2021 […]

  • Menata Sungai, Menghindari Banjir

    Menata Sungai, Menghindari Banjir

    • calendar_month Minggu, 6 Jul 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 689
    • 0Komentar

    HUJAN turun di Palembang, sebagian warga bukan langsung bersyukur atas berkah langit, tapi justru sibuk cari tempat tinggi buat ngungsi, sebab, kalau sudah masuk musim hujan, Kota Palembang sering berubah jadi ‘Kota Venesia Dadakan’, minus gondola dan romantisme, yang ada cuma motor mogok, sandal hanyut, dan warga yang mengarungi genangan sambil merutuk nasib seperti pemain […]

  • Tertarik Gak ?Probowo –Sandi Menang, Gaji Guru Rp20 Juta, Tapi….,

    Tertarik Gak ?Probowo –Sandi Menang, Gaji Guru Rp20 Juta, Tapi….,

    • calendar_month Rabu, 21 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 892
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, JAKARTA – Berebut hati pemilih dalam kampanye itu hal yang lumrah, meski terkadang masih tanda tanya program –program yang ditawarkan kepada masyarakat pemilih. Seperti pasangan Prabowo-Sandi, Capres/cawapres RI 2019 urut 02 menawarkan gaji guru akan naikan sebesar Rp20 juta per bulan, cukup fantastis dan menggiurkan?. Tapi tawaran gaji se ‘gede’ itu tentu harus ada […]

  • Optimalkan Kajian Ilmu Sosial-Politik-Kaeagamaan  dengan Big Data, Laboratorium FISIP UIN Raden Fatah Hadirkan Pakar

    Optimalkan Kajian Ilmu Sosial-Politik-Kaeagamaan  dengan Big Data, Laboratorium FISIP UIN Raden Fatah Hadirkan Pakar

    • calendar_month Selasa, 17 Nov 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.213
    • 0Komentar

    KEBERADAAN Big Data memberikan menjadi salah satu tonggak perubahan paradigma dalam memahami proses sosial. Big Data memberikan warna baru dalam penelitian, Sehingga akademisi dan peneliti harus mulai  untuk menyesuaikan paradigma penelitian Sosial. Untuk itulah Laboratorium Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UIN Raden Fatah menggelar Webinar dengan Tema “Riset Ilmu Sosial, Politik dan Keagamaan dengan […]

expand_less
WordPress Archive NapApp – WordPress App Landing Page Nasaomatic – Nasa Automatic Post Generator Plugin for WordPress Nastik – Creative Portfolio WordPress Theme Native – Stylish Multi-Purpose Creative WP Theme NativeChurch – Responsive HTML5 Template Natour – Adventure Travel & Tourism Elementor Template Kit Nature – Spa & Massage Elementor Template Kit Naturel Garden & Landscaping Elementor Template Kit Naturely – Natural Cosmetics & Beauty Template Kit NaturePress – Ecology & Environment WordPress Theme