Rabu, 9 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Lingkungan » 144 Ribu Ton Sampah Menumpuk Tiap Hari, 70 Persen TPA Indonesia Masih Open Dumping

144 Ribu Ton Sampah Menumpuk Tiap Hari, 70 Persen TPA Indonesia Masih Open Dumping

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
  • visibility 6
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Indonesia menghadapi persoalan sampah yang tak kecil. Setiap hari, timbulan sampah mencapai 144.562 ton, tetapi di saat yang sama sekitar 70 persen dari 522 Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) masih menggunakan sistem open dumping.

Data tersebut dipaparkan Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI di Gedung Nusantara I DPR RI, Jakarta, Senin (7/9/2026).

Angka itu memperlihatkan betapa berat pekerjaan pemerintah membenahi pengelolaan sampah nasional. Bukan hanya jumlah sampah yang terus bertambah, tetapi cara penanganannya di sejumlah TPA juga masih menjadi persoalan.

Deputi Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Berbahaya dan Beracun (PSLB3) KLH/BPLH Vinda Damayanti Ansjar mengatakan timbulan sampah nasional tumbuh sekitar 1,48 persen setiap tahun. Pertumbuhan tersebut berjalan seiring dengan jumlah penduduk Indonesia yang telah mencapai 285,4 juta jiwa.

Bahkan yang lebih mengkhawatirkan lagi, baru sekitar 25 persen sampah tercatat telah terkelola.

Sementara itu, sekitar 36,59 persen sampah masih masuk ke lingkungan. Kondisi tersebut berkaitan dengan masih tingginya penggunaan sistem open dumping di TPA.

Dengan kata lain, persoalan sampah Indonesia bukan sekadar soal sampah yang banyak. Masalahnya juga terletak pada bagaimana sampah tersebut dipilah, diolah, dipindahkan hingga benar-benar berakhir dengan aman.

PSEL Bukan Satu-satunya Jawaban

Situasi itu membuat penanganan sampah tidak bisa hanya mengandalkan satu teknologi atau satu metode.

Anggota Komisi XII DPR RI Melchias Markus Mekeng menegaskan kesenjangan pengelolaan sampah nasional masih lebar. Menurut dia, PSEL tidak boleh ditempatkan sebagai satu-satunya solusi.

Pengurangan sampah dari sumber, daur ulang, pengomposan, Refuse Derived Fuel (RDF), hingga teknologi pengolahan lainnya tetap diperlukan.

Pesannya jelas, sampah harus ditangani sejak dari sumbernya, bukan baru dipikirkan setelah menggunung di tempat pembuangan akhir.

KLH/BPLH sendiri telah menyiapkan peta jalan tematik pengelolaan sampah untuk mengejar target RPJMN 2025–2029.

Vinda menjelaskan 2026 menjadi tahap penguatan tata kelola, termasuk mengakhiri praktik open dumping dan mengaktifkan kembali fasilitas Material Recovery Facility (MRF).

Pada 2027, pemerintah menargetkan pembangunan fasilitas pengelolaan sampah dilakukan secara lebih masif.

Kemudian pada 2028, Indonesia diharapkan mulai bergerak menuju 100 persen sampah terkelola, sebelum memasuki tahap penyempurnaan keberlanjutan pada 2029.

Target itu tentu bukan pekerjaan ringan. Sebab, pemerintah masih harus berhadapan dengan volume sampah yang terus tumbuh sekaligus membenahi fasilitas pengolahan yang kapasitasnya belum optimal.

Dari sekitar 40.267 fasilitas pengolahan sampah yang mencakup antara lain TPS3R, TPSD dan bank sampah, sebagian besar memang berstatus aktif. Namun kapasitas operasionalnya masih perlu diperkuat.

Produsen dan Importir Ikut Disasar

Persoalan sampah juga mulai ditekan dari sisi hulu. KLH/BPLH sedang merevisi Permen LHK Nomor 75 Tahun 2018 tentang Peta Jalan Pengurangan Sampah oleh Produsen.

Dalam rancangan aturan tersebut, pemerintah menyiapkan skema Extended Producer Responsibility (EPR) melalui pembentukan Producer Responsibility Organization (PRO).

PRO akan berbentuk lembaga nirlaba yang dibentuk oleh para produsen. Nantinya produsen membayar iuran untuk mendukung pengelolaan atau penarikan kembali sampah kemasan dari produk yang mereka keluarkan.

Besaran iuran akan disesuaikan dengan volume dan jenis kemasan, kebijakan tersebut menyasar sejumlah sektor, mulai dari industri FMCG, air minum dalam kemasan, ritel hingga industri makanan dan minuman.

Namun ada satu hal yang cukup penting dalam revisi tersebut, yaitu importir juga akan ikut bertanggung jawab.

Vinda menambahkan produk dan kemasan yang masuk ke Indonesia melalui kegiatan impor juga akan menjadi bagian dari tanggung jawab pengelolaannya.

“Importir juga tetap nanti akan diberikan tanggung jawab juga. Pengimpor itu akan bertanggung jawab terhadap produk-produk dan kemasan yang mereka impor. Itu salah satu hal baru di dalam revisi Permen 75 ini,” kata Vinda.

Kebijakan itu menggunakan prinsip Polluter Pays Principle atau pencemar membayar. Produsen dan pihak yang memasukkan produk ke pasar diharapkan ikut bertanggung jawab terhadap sampah yang muncul setelah produk digunakan.

Pemerintah juga tengah memproses Peraturan Presiden tentang Kebijakan dan Strategi Nasional (Jakstranas) Pengelolaan Sampah.

Jika seluruh rencana itu berjalan, pekerjaan rumah pemerintah bukan hanya mengejar target 100 persen sampah terkelola. Tantangan terbesarnya adalah memastikan sampah tidak lagi berhenti pada pola lama, karena harus dikumpulkan, dibuang, lalu meninggalkan persoalan baru bagi lingkungan. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Worxspace, Solusi Satu Aplikasi untuk Semua Urusan Kolaborasi, Komunikasi dan Personalia Perusahaan

    Worxspace, Solusi Satu Aplikasi untuk Semua Urusan Kolaborasi, Komunikasi dan Personalia Perusahaan

    • calendar_month Sabtu, 7 Okt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.186
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, [vritimes] – Era teknologi membawa banyak kemudahan bagi semua orang, termasuk juga karyawan perusahaan. Sekarang ada jutaan aplikasi yang bertujuan untuk mempermudah pekerjaan agar produktivitas meningkat. Tapi tahukah Anda jika semakin banyak tools yang karyawan gunakan juga bisa berdampak sebaliknya? Fenomena ini biasa disebut dengan app fatigue. Melihat fenomena ini, Gamatechno kembangkan aplikasi Worxspace. Aplikasi ini membantu […]

  • Sempat Bawa Kabur Sepeda Motor Curian, Pelaku Curanmor Ditangkap

    Sempat Bawa Kabur Sepeda Motor Curian, Pelaku Curanmor Ditangkap

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.077
    • 0Komentar

    SEMPAT membawa kabur 1 unit sepeda motor hasil curiannya, Dedi Irawan (26) dan Rustam Efendi alias Ujang (31)  warga Desa Serigeni Lama Kecamatan Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI)  berhasil ditangkap polisi. Terjadinya aksi tindak pidana curanmor  yang dilakukan pelaku, Senin (29/6/2020) kemarin sekira pukul 01.30 Wib, di halaman SDN 01/02 Kampung V Desa Serigeni […]

  • Gempa M 7,7 Rusak RSUD Aeramo, Kemenkes Kerahkan Dokter Spesialis dan Tambah Tenda Darurat

    Gempa M 7,7 Rusak RSUD Aeramo, Kemenkes Kerahkan Dokter Spesialis dan Tambah Tenda Darurat

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 17
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Kerusakan yang terjadi di RSUD Aeramo setelah gempa bermagnitudo 7,7 membuat dukungan layanan kesehatan di Kabupaten Nagekeo diperkuat. Kementerian Kesehatan mengerahkan tim dokter spesialis sekaligus menyiapkan tambahan tenda untuk menopang pelayanan medis selama kondisi rumah sakit belum sepenuhnya pulih. Tim Emergency Medical Team (EMT) Komposit Nagekeo pada Selasa (18/8) berkoordinasi dengan Direktur RSUD […]

  • Negara Wilayah Fasifik Mari Bersatu,  Atasi COVID-19, RI Serukan Penguatan Kerja Sama Ekonomi

    Negara Wilayah Fasifik Mari Bersatu, Atasi COVID-19, RI Serukan Penguatan Kerja Sama Ekonomi

    • calendar_month Kamis, 28 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 789
    • 0Komentar

    INDONESIA menyerukan negara-negara di wilayah Pasifik agar memperkuat kerja sama ekonomi, sekaligus menuju pemulihan pascapandemi COVID-19. Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Retno Marsudi, melalui keterangan tertulis dalam pembukaan pameran Pacific Exposition yang berlangsung secara virtual, kemaren. “Selain perdagangan dan investasi, kita juga harus memperkuat kerja sama di bidang infrastruktur kesehatan, pariwisata pascapandemi, […]

  • Karhutla Terus Mengancam, BMKG Prediksi Akan Terjadi Kemarau Panjang

    Karhutla Terus Mengancam, BMKG Prediksi Akan Terjadi Kemarau Panjang

    • calendar_month Senin, 31 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 919
    • 0Komentar

    DANREM 044/Gapo Brigjen TNI Jauhari Agus Suraji mengatakan bahwa, menurut prediksi dari BMKG di tahun 2021 ini akan mengalami kemarau panjang, sehingga kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan terus mengancam. Saat ini pihaknya sudah mengantisipasi yaitu dengan memberi penekanan, himbauan, pemahaman serta sosialisasi kepada masyarakat saat akan membuka lahan kebun yang baru agar tidak […]

  • “An Evening of Indonesian Music and Dance” Ajak Penonton Thailand  Nikmati Keanekaragaman Seni dan Budaya Indonesia

    “An Evening of Indonesian Music and Dance” Ajak Penonton Thailand  Nikmati Keanekaragaman Seni dan Budaya Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 27 Mei 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.162
    • 0Komentar

    Bangkok, Thailand – “An Evening of Indonesian Music and Dance” mengajak penonton negara Thailand menikmati sebagian kecil dari ribuan keanekaragaman seni dan Budaya Indonesia Malam budaya Indonesia bertajuk “An Evening of Indonesian Music and Dance” pada 24 Mei 2023 itu diselenggarakan KBRI Bangkok pada 24 Mei 2023. Bertempat di auditorium Siam Society, acara tersebut digagas melalui kerja sama Perwakilan […]

expand_less
WordPress Archive Zenit – Clean Photography WordPress Theme Zenix – Tech Startup & SaaS Elementor WordPress Theme ZenSpot – LifeStyle Blog WordPress Theme Zento – Modern & Lightweight Blog for WordPress Zenura – Yoga WordPress Theme Zenwares – Kitchen Interior & Appliances WooCommerce WordPress Theme Zephyr Material Design Theme Zephys – Architecture & Interior WordPress Theme Zephys – Architecture WordPress Theme Zeplin | Creative Gutenberg One Page WordPress Theme