Kamis, 15 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Seni & Budaya » Bincang Musik DKP: Lahir Gerakan Ayo Bermusik dari Palembang

Bincang Musik DKP: Lahir Gerakan Ayo Bermusik dari Palembang

  • account_circle Nasir Nasir
  • calendar_month Jumat, 12 Mar 2021
  • visibility 3.949
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KOMPOSER dan Pianis, Fadhil Indra menyebutkan, bermusik bukan untuk band saja tapi bermusik juga untuk bangsa. Selain itu, main musik harus serius serta mencari sesuatu untuk kepentingan banyak orang. Dengan adanya orientasi industri, seperti agenda bincang-bincang sehingga bisa bertukar pendapat. “Industri musik sebenarnya tidak bisa ditebak. Karena, banyak komponen yang ditentukan,” kata Fadhil.

Untuk musisi saat ini, bagaimana cara berpikir menyampaikan musik ke pendengar. Memang banyak sekali yang harus dijadikan sumber musik di Indonesia ini. Ia juga menawarkan sebuah gerakan untuk bermusik mengambil nuansa di Indonesia. Menurut Fadhil, fakta yang beredar saat ini adalah lebih mudah menghafal lirik lagu dari pada naskah lainnya.

Fadhil juga sangat menyanjung, dengan adanya kolaborasi untuk memajukan musik Palembang. Seperti membuat lagu tentang kopi, pempek, jebatan ampera dan lainnya. Tantangan saat ini adalah bagaimana cara gotong royong untuk saling menguatkan. “Dengan cara membangun sebuah pola kolaborasi yang kompak. Sehingga, untuk menyampaikan segala sesuatu kedalam nada, lebih enak didengar,” jelas Fadhil.

Dalam pesannya Fadhil menyebutkan, percepatlah untuk berposes tanpa harus terlalu banyak berbijaksana dalam teori. Pentingnya karya secara baik dan benar, akan ada hasil positif.

Komite Musik, Dewan Kesenian Palembang (DKP), dalam agenda Sepekan Seni Palembang 2021. Pada hari kedua, mengadakan diskusi berjudul Bincang-Bincang Musik dengan tema Bermusik Untuk Bangsa. Di Guns Caffe, Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) kemarin.

Sebelum sharing, juga menampilkan musisi-musisi yang berasal dari Kota Palembang. Serta, menampilkan khusus untuk mengenang musisi Palembang yang telah meninggal dunia, seperti Hutan Tropis dan Adi Sudarman mengenang Alm. Ilir Stoned, serta penampilan dari Ponjen Band feat Us Gillen untuk mengenang Alm. Japiluz Mursalin.

 

Butuh Wadah
Penata Musik dan Pencipta Lagu, Kgs. M. Ipul mengutarakan, bahwa seniman di Palembang membutuhkan wadah untuk mengumpulkan karya, karena banyak sekali karya seniman Palembang yang bagus, tapi kebingungan untuk menempatkan karyanya.
“Sebenarnya musisi Palembang tidak kalah dengan musisi nasional, jika semua stakeholder selain mendukung harus juga memberikan perhatian,” ujar Ipul.

Ipul juga menyebutkan bahwa seni selain bisa dilihat, tapi juga harus bisa dirasakan. Maka dengan adanya wadah penampung karya. “Sehingga kesulitan musisi atau seniman tidak akan sulit untuk terus berproses,” ungkap Ipul.

 

Trik Berkarya
Musisi sekaligus Produser, Andi Lisso menuturkan, terdapat berkah selama Covid-19, karena bisa berkarya di rumah dan beraksi melalui digital, tentu dengan ditekuni mendapatkan hasil, dimana bisa berkerja sama dengan produser nasional.”Proses kreatif dalam daya kompetisi harus lebih di ulik lagi dengan menguasai teknologi,” ujar Andi.

Menurut Andi, cara berpikir untuk membuat lirik lagu tentang budaya dan tradisi Kota Palembang adalah bagaimana cara menghipnotis pendengar. Banyak sekali budaya Palembang yang bisa diangkat menjadi sebuah lagu.

“Buat musisi jangan banyak mengeluh tapi harus banyak lebih berpikir untuk berusaha mengenalkan budaya melalui teknologi,” kata Andi.

Ketua DKP, Iqbal Rudianto mengatakan, keinginan konkret dari seniman harus jelas, apa yang menjadi tuntutan harus ada kontribusi timbal balik. Permasalahan seniman berbeda satu sama lain begitu juga dengan pemerintah berbeda apa yang harus dilakukan.

Didit sapaan akrabnya menjelaskan karya seniman Palembang mempunyai potensi dan kemampuan, namun kendala memang keinginan seniman untuk karya nya bisa dikenal itu karena proses menjadi kendala karena kompetisi, dimana makin hari makin tahun bermunculan musisi. “Proses panjang harus dilewati baru kita bisa masuk ke industri,” kata Didit.

Yang diutamakan seniman adalah kolaborasi untuk bersatu menyamakan ide dan gagasan. Seniman juga bisa menjadi corong pariwisata, namun seniman juga harus bisa membuktikan dan mendekatkan ke pemerintah, seperti DKP yang sebelumnya meminta bantuan dan dukungan ke pemerintah, tetapi sekarang beberapa instansi pemerintah yang juga meminta bantuan.

“Seperti di agenda Sepekan Seni 2021 yang masuk 10 Top kalender Event Pemkot Palembang,” lanjut Didit.

Permasalahan peraturan regulasi atau Perwali terus menjadi diskusi DKP dan seniman, dimana penempatan regulasi ditempatkan di seni atau secara luas seperti di ekonomi kreatif. Sebenarnya musisi Palembang sepakat untuk bergeliat mengangkat kesenian Palembang.

“DKP juga pernah berkoordinasi dengan Pemkot Palembang, untuk mengeluarkan Perwali untuk seniman dan musisi Palembang,” tutup Didit. [***]

ril/sir

 

  • Penulis: Nasir Nasir

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • One Day for Children, Apa Harapannya ?

    One Day for Children, Apa Harapannya ?

    • calendar_month Jumat, 11 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 841
    • 0Komentar

    KEMARIN dilaksanakan ‘One Day For Children’ di Gedung Aula Serbaguna Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik (BRSPDF) Budi Perkasa. Acara tersebut mengusung tema ‘Anak bahagia, Indonesia Sejahtera’ merupakan kegiatan yang dilakukan sebagai wujud kepedulian dan kesadaran akan kewajiban terhadap pemenuhan dan perlindungan hak-hak anak.  Kegiatan khusus ditujukan kepada anak-anak berkebutuhan khusus, yatim, piatu, yatim piatu dan […]

  • Jika semua pihak dukung pembebasan lahan tol, daerah ini bakal cepat menuju Jambi, BPN Muba beberkan luas pengadaan tanah, mau tau ?

    Jika semua pihak dukung pembebasan lahan tol, daerah ini bakal cepat menuju Jambi, BPN Muba beberkan luas pengadaan tanah, mau tau ?

    • calendar_month Jumat, 11 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 866
    • 0Komentar

    PEMBANGUNAN Jalan Bebas Hambatan (TOL) penghubung Betung (SP. Sekayu) – Tempino – Jambi terus dioptimalkan. Pemkab Muba pun terus menggelar Rapat Pra Pelaksanaan Pengadaan Tanah untuk Pembangunan jalan [TOL] Sekda Drs H Apriyadi MSi apresiasi Kanwil BPN Sumsel karena bergerak cepat merespon keinginan Pemkab Muba untuk melakukan percepatan dalam proses tindak lanjut dari tahapan-tahapan pengadaan […]

  • Dihadapan Mahasiswa MM Unsri, Mantan Gubernur Sumsel Ini Paparkan Pentingnya Olahraga

    Dihadapan Mahasiswa MM Unsri, Mantan Gubernur Sumsel Ini Paparkan Pentingnya Olahraga

    • calendar_month Jumat, 22 Feb 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.473
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Mantan Gubernur Sumsel periode 2008-2018, H Alex Noerdin menekankan kepada seluruh Mahasiswa Magister Manajemen Konsentrasi Manajemen Event Olahraga Universitas Sriwijaya, mengenai pentingnya olahraga karena memang menjadi bagian gaya hidup yang sifatnya sportif dan sehat. “Kenapa saya lebih fokus pada olahraga, karena olahraga itu sportif dan tentu saja menyehatkan. Kita sudah punya berbagai sarana […]

  • Digandeng Ketua TP PKK Muba untuk Pasarkan UMKM Gambo, Ini Respon dari Dirut BSB

    Digandeng Ketua TP PKK Muba untuk Pasarkan UMKM Gambo, Ini Respon dari Dirut BSB

    • calendar_month Kamis, 24 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 904
    • 0Komentar

    KETUA Tim Penggerak PKK Kabupaten Musi Banyuasin Hj Thia Yufada Dodi Reza menawarkan kolaborasi kepada Bank Sumsel Babel [BSB] untuk membina UMKM di bawah Dekranasda Muba dengan produk Gambo Muba. “Produk ini kita mengunggulkan dari sisi pemanfaatan limbah dan modal tidak besar serta pemberdayaan ibu-ibu,” kata Ketua TP PKK Muba saat mendampingi Bupati Muba Dr […]

  • “Kuda Lari di Sawah Digital, Negara Harus Jadi Satpam Dunia Maya”

    “Kuda Lari di Sawah Digital, Negara Harus Jadi Satpam Dunia Maya”

    • calendar_month Sabtu, 31 Mei 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 818
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Kalau kata pepatah lama, “jangan biarkan tikus beranak-pinak di lumbung padi”. Nah, kira-kira begitulah alasan Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menutup akses sementara ke Internet Archive. Bukan karena iseng atau habis main Uno kalah taruhan, tapi karena platform itu kedapatan nyimpen barang-barang digital yang isinya bukan lagi edukasi, tapi malah ajakan judi dan […]

  • Setalah Bangun Infrstruktur, Jokowi Fokus Bangun SDM Secara Besar-besaran

    Setalah Bangun Infrstruktur, Jokowi Fokus Bangun SDM Secara Besar-besaran

    • calendar_month Selasa, 11 Des 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 912
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, JAKARTA – Setelah gencar membangun infrastruktur, Pemerintah pada tahun depan akan memfokuskan untuk bangun sumber daya manusia (SDM). Capres nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) bakal membangun Sumber Daya Manusia (SDM) jika terpilih sebagai presiden di periode selanjutnya. Rencana pembangunan SDM tersebut masih dalam tahap pematangan. “Setelah besar-besaran kita bangun infrastruktur di tanah air. […]

expand_less
WordPress Archive Inexus Broadband & Internet Service Provider Elementor Template Kit Inez – Clean Portfolio & Agency WordPressTheme Infetech – IT Services WordPress Theme Infine – Life Coach and Business Coach WordPress Theme Infinite – Blog & Magazine Script Infinite – Corporate Business WordPress Infinite Grid Pro WordPress & WooCommerce Plugin Infinite – Responsive Multi-Purpose WordPress Theme Infiniterent – Car Rental Elementor Template Kit Infinity Fashion – WooCommerce Elementor Template Kit