Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Seni & Budaya » #Banjir Garis, Hujan Imajinasi hingga Palembang & Seni yang Tak Pernah Surut

#Banjir Garis, Hujan Imajinasi hingga Palembang & Seni yang Tak Pernah Surut

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 24 Mei 2025
  • visibility 1.408
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Di kota yang pernah jadi pusat kejayaan Sriwijaya, kini garis demi garis kembali membanjiri Palembang bukan karena Sungai Musi meluap, tapi karena ledakan kreativitas dalam Bulan Menggambar Nasional. Dari Gedung Kesenian Palembang itu, tepatnya pada tanggal 21–25 Mei 2025, ratusan karya seni mengalir seperti arus deras yang tidak hanya membawa warna, tapi juga harapan, kolaborasi, dan cinta budaya.

Tema #banjirgaris bukan sekadar istilah keren..kerenan, tapi  ia menjelma menjadi gerakan sosial yang merobek sekat antara seniman profesional dan pelukis rumahan, antara anak-anak yang baru kenal pensil warna dan pensiunan yang kembali menari dengan kuas.

Seolah ingin menegaskan pepatah lama “Di mana ada kemauan, di situ ada jalan, dan di ujung pensil, selalu ada mimpi yang sedang digambar.”

“Ini bukan hanya pameran, ini ruang terbuka yang jadi terapi, jadi penguat solidaritas,” kata Rudi Maryanto, Ketua Pelaksana acara. Kata-kata Rudi, seperti membangunkan kesadaran seni tidak pernah elitis, apalagi mahal.

Ia milik semua dan jika kota tak menyediakan ruang bagi seni, maka ia akan tumbuh liar di dinding-dinding yang dicoret-coret, di jalanan yang penuh amarah remaja, atau di keluh kesah digital yang kehilangan medium.

Palembang kini menegaskan diri sebagai kota inklusif, pemerintah bahkan sudah menyiapkan gedung khusus untuk Dewan Kesenian Palembang. Artinya, “Seni bukan tamu musiman”, melainkan  penghuni tetap di rumah bernama Kota Palembang, mantap!.

Staf Ahli Wali Kota, M. Sadruddin Hadjar, menggarisbawahi itu dalam sambutannya. “Apa yang kita lihat hari ini adalah bukti bahwa seni hidup dan tumbuh di tengah masyarakat Palembang.” katanya belum lama ini.

Fenomena ini tak hanya terjadi di Palembang, di Bandung punya Helarfest, ajang kolaborasi seni kreatif yang melibatkan kampus, komunitas, hingga pasar rakyat. Yogyakarta, tentu, telah lama jadi mercusuar seni rupa Indonesia, dengan ArtJog sebagai ritual tahunan yang mendunia.

Malang menghidupkan kampung-kampung warna-warni lewat mural. Makassar, dengan F8 Festival-nya, menjadikan seni bagian dari denyut ekonomi kreatif.

Di luar negeri, kota seperti Melbourne (Australia) mengangkat seni jalanan ke level prestisius dengan pengakuan publik dan kebijakan, Berlin (Jerman) mengubah tembok sejarah menjadi kanvas ekspresi,  Seoul (Korea Selatan) menyulap galeri menjadi tempat ngopi para anak muda dan Portland (Amerika Serikat) mendorong seni jadi bagian dari regenerasi kota.

Semua kota itu sadar satu hal kota tanpa seni ibarat rumah tanpa jendela pengap, gelap, dan kehilangan harapan. Kata mereka yang pernah menggambar dunia seniman kontemporer Indonesia, Tino Sidin, dulu pernah bilang dengan gaya khasnya. “Bagus… bagus…”

Kalimat sederhana itu bukan cuma pujian, tapi pengakuan terhadap proses kreatif anak-anak yang ia bimbing di TVRI puluhan tahun lalu. Ia percaya setiap goresan adalah wujud ekspresi yang sah.

Affandi, maestro ekspresionis, berkata. “Saya melukis bukan untuk mencari uang, saya melukis untuk hidup.” [Biografi Affandi, Yayasan Affandi, 2003]

Bahkan Pablo Picasso, sang revolusioner kubisme dari Spanyol, berkata “Every child is an artist. The problem is how to remain an artist once we grow up.”. [Picasso on Art, 1999]. “Setiap anak adalah seniman. Masalahnya adalah bagaimana tetap menjadi seniman ketika kita sudah dewasa”.

Maknanya cukup dalam, Picasso ingin menyampaikan bahwa sejak kecil, manusia memiliki imajinasi dan kreativitas alami. Anak-anak menggambar tanpa takut salah, mencipta tanpa ragu. Tapi saat kita tumbuh dewasa, kita mulai kehilangan keberanian itu karena tekanan sosial, norma, rasa malu, dan ketakutan akan penilaian orang lain. Tantangannya adalah bagaimana mempertahankan semangat bebas berkreasi itu meski usia bertambah dan dunia menjadi lebih rumit.

Aktivitas kreatif

Di tengah isu anak muda yang semakin jauh dari aktivitas kreatif, kegiatan seperti Yuk menggambar bareng menjadi penting. Ia bukan sekadar mengganti layar ponsel dengan kertas gambar, tapi menyambungkan empati dan energi, seperti kata pepatah Minang, “Kalau tak ada rotan, akar pun jadi” [ ketika ruang seni formal minim, komunitas menggagas ruangnya sendiri]

Dan di sinilah peran pemerintah seharusnya bukan jadi penonton, tapi fasilitator. Kota-kota dunia telah membuktikan, investasi di seni dan budaya bukan pengeluaran, melainkan tabungan bagi masa depan kota yang lebih beradab.

Bulan Menggambar Nasional bukan hanya serangkaian acara, melainkan gerakan peradaban. Di tengah dunia yang semakin bising oleh debat politik dan algoritma media sosial, seni hadir sebagai pelipur, sebagai pengingat bahwa manusia masih punya rasa, bukan sekadar nalar.

Palembang dengan #banjirgaris-nya telah menegaskan bahwa setiap goresan di atas kertas adalah bentuk kecil dari cinta kepada kota. Cinta yang jika dijaga, bisa mengalir seperti Sungai Musi tenang di permukaan, tapi dalam dan luas di hati.

Jika kota ingin dikenang, jangan hanya bangun jalan layang dan mal megah. Bangunlah ruang-ruang tempat anak-anak bisa menggambar mimpinya, sebab seperti kata seniman Belanda Vincent Van Gogh.“What would life be if we had no courage to attempt anything?”[Surat Van Gogh kepada saudaranya Theo, 1888].

Dan Palembang, lewat banjir garisnya, sedang membuktikan keberanian itu, di balik tiap garis yang tampak acak, sesungguhnya tersimpan niat, keresahan, bahkan cinta yang sulit diucapkan, dari titik-titik itulah terjalin jaringan makna, yang pelan-pelan menjadikan Palembang bukan hanya kota yang punya masa lalu megah, tapi juga masa kini yang menggairahkan.

Acara Bulan Menggambar Nasional ini menunjukkan  seni bukan milik segelintir orang yang punya galeri dan berpendidikan seni rupa, melainkan milik siapa saja yang masih bisa memegang pensil dan merasa. Anak kecil yang menggambar kucing dengan tiga kaki, ibu rumah tangga yang corat-coret sambil menunggu cucian kering, hingga pensiunan yang menumpahkan kenangan lewat cat air semua punya tempat.

Ini bukan cuma agenda seni, tapi juga pembentukan karakter kota. Kota yang baik bukan yang penuh baliho iklan, tapi yang punya ruang untuk ekspresi dan kolaborasi.

Kota yang sehat bukan yang sekadar bebas macet, tapi juga yang warganya punya tempat untuk menumpahkan imajinasi dan berinteraksi tanpa prasangka. Palembang telah memulai langkah itu. Dan semoga langkah ini tidak berhenti di ujung Mei, tapi terus berdenyut sepanjang tahun sebab seperti kalimat dari Banksy, seniman jalanan asal Inggris yang karyanya mengguncang dunia. “Art should comfort the disturbed and disturb the comfortable.”[kutipan populer Banksy, dalam berbagai mural dan wawancara).

Oleh karena itu, mari kita terus menggambar, karena barangkali, dari sebuah garis, kita bisa belajar memahami perbedaan, menyusun asa dan membangun kota yang bukan cuma layak huni, melainkan  juga layak dicintai.

Jika diibaratkan, Bulan Menggambar Nasional adalah seperti kalender seni, bukan untuk dicoret setelah lewat, tapi untuk ditandai sebagai momen yang perlu terus diulang, karena kota yang diberi ruang untuk menggambar, adalah kota yang sedang belajar mendengarkan warganya.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Habiskan Waktu Malam Tahun Baru, Prabowo Kumpul dengan Anak Yatim Piatu

    Habiskan Waktu Malam Tahun Baru, Prabowo Kumpul dengan Anak Yatim Piatu

    • calendar_month Selasa, 1 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 919
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Jakarta – Calon Presiden Prabowo Subianto menghabiskan malam pergantian tahun 2018 dengan menggelar doa bersama  dengan anak yatim dan disabilitas di kediamannya, Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (31/12/2018). Dalam keterangan yang disampaikan di Jakarta, Selasa (1/1/2019), disebutkan dalam doa bersama tersebut, Prabowo mengundang sejumlah anak yatim dan kaum disabilitas. Doa bersama digelar […]

  • Terkait Ikan Mabuk, 3 OPD Dinas Perikanan,  Dinkes & DLH Muba Turunkan Tim

    Terkait Ikan Mabuk, 3 OPD Dinas Perikanan,  Dinkes & DLH Muba Turunkan Tim

    • calendar_month Jumat, 26 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.175
    • 0Komentar

    TERKAIT ikan mengambang di Sungai Musi tepatnya di Desa Ngulak dan Desa Terusan Kabupaten Musi Banyuasin, Selasa (23/6/2020) pagi kemarin dan hari ini Kamis 25 Juni 2020 heboh juga dengan berita viral ikan pari di Rantau  kroya yang mati langsung direspon oleh Dinas Perikanan Muba bersama Dinas Lingkungan Hidup Muba serta Dinas Kesehatan Muba. Sebelumnya, […]

  • Sukseskan PON XX Papua, TNI-Polri Minta Seluruh Masyarakat Patuhi Prokes

    Sukseskan PON XX Papua, TNI-Polri Minta Seluruh Masyarakat Patuhi Prokes

    • calendar_month Jumat, 27 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 719
    • 0Komentar

    PANGLIMA TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto bersama Kepala Kepolisian RI (Kapolri) Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo memimpin diskusi dan tatap muka bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Papua, Kota dan Kabupaten Jayapura, Kamis (26/8/2021). Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI menyampaikan bahwa bulan Oktober 2021nanti, Papua akan menjadi tuan rumah PON XX sebuah even olahraga […]

  • Dukung E-Sport di Palembang, Kompetisi ML Dimulai Bulan Ini

    Dukung E-Sport di Palembang, Kompetisi ML Dimulai Bulan Ini

    • calendar_month Kamis, 8 Sep 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.719
    • 0Komentar

    Para player Mobile Legends di kota Palembang akan kembali ditantang dalam turnamen e-sport teranyar yang akan berlangsung pada 26 September – 2 Oktober 2022 mendatang. Dalam kompetisi e-sport ini akan diisi enam puluh empat tim player yang akan memperebutkan hadiah total jutaan rupiah. Cafe Kopi Dari Hati, Pusri sebagai venue tempat kompetisi ini berlangsung telah […]

  • Sekolah yang Belum PTM akan Dibuka Setelah Ditinjau dan Verifikasi, Walikota Palembang Gencarkan Vaksinasi untuk Pelajar

    Sekolah yang Belum PTM akan Dibuka Setelah Ditinjau dan Verifikasi, Walikota Palembang Gencarkan Vaksinasi untuk Pelajar

    • calendar_month Senin, 6 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 711
    • 0Komentar

    SEKOLAH  di Kota Palembang,hari ini resmi menjalani hari pertama pembelajarab tatap muka (PTM), meski tidak semua sekolah  di Kota Palembang dapat melaksanakan PTM. “Nantinya akan dilihat dari kondisi terkini Covid-19,kedepanya bagi sekolah yang belum di buka, kita akan tinjau dan kesiapanya kita verifikasi,” kata Walikota Palembang H.Harnojoyo, disela- sela meninjau hari PTM di Sekolah Dasar (SD) […]

  • Menyulap Sampah  Sawit Jadi Produk Bernilai Ekonomis

    Menyulap Sampah Sawit Jadi Produk Bernilai Ekonomis

    • calendar_month Jumat, 19 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.781
    • 0Komentar

    KABUPATEN Muba  menggandeng PT Revorma Sagara Artha untuk mengolah sampah sawit  menjadi sebuah produk briket bio energi dan bahan bakar. “Kita menginginkan agar potensi sumber daya alam dan perkebunan itu selalu memberi nilai tambah ekonomi bagi masyarakat,” kata Wakil Bupati Muba Beni Hernedi saat berkunjung ke PT Pinago Utama Desa Sri Mulyo Kecamatan Babat Toman […]

expand_less
WordPress Archive Creativolks – Creative & Business Agency Elementor Template Kit Creator – WordPress Theme for Handmade Artisans Creava – Creative Agency Elementor Template Kit Credia Banking & Business Loan Elementor Template Kit Credigi – Digital Bank & Credit Card Elementor Template Kit Creedy – Religion WordPress Theme Crems – Bakery, Chocolate Sweets & Pastry WordPress Theme Creptaam – Bitcoin, ICO Landing and Cryptocurrency Creptaam – Bitcoin, ICO Landing and Cryptocurrency WordPress Theme Crespo – Fast Food Restaurant Elementor Template Kit