Jumat, 30 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum » Sungai Pawan & Drama Rakit-Rakit Nakal

Sungai Pawan & Drama Rakit-Rakit Nakal

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 8 Jun 2025
  • visibility 751
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – “Eh, kau lihat itu?” bisik Pak Hamid, pemilik warung kopi pinggir dermaga sambil melirik dua motor air yang baru sandar. “Biasanya kalau rakit kayu datang, cuma debur air yang ribut. Tapi kali ini, seragam cokelat datang bawa buku catatan”.

Begitulah pagi yang biasanya sunyi di tepi Sungai Pawan, Kabupaten Ketapang, mendadak jadi pentas teater hukum terbuka. Dua unit motor air ditangkap basah menarik rakit berisi kayu bulat, bukan sembarang kayu, tapi kayu jumbo tanpa “KTP”. Tak ada barcode, tak jelas asal-usulnya, cuma ditemani dokumen ecek-ecek yang kalau dibaca, bikin juru tulis pun bingung mau senyum atau nangis.

Ibarat orang jualan durian, cuma bawa kuitansi pembelian tape. “Ini durian legal, Pak, buktinya ini!” Lah, yang ditunjuk nota sayur. Ya ampun, ada-ada saja.

Ini bukan kisah baru. Di jagat per-kayu-an Indonesia, apalagi Kalimantan, rakit kayu ilegal sudah kayak sinetron yang tak pernah tamat. Tokohnya ganti, konfliknya itu-itu juga rakit tanpa legalitas, dokumen palsu, lalu drama tangkap-tangkapan. Tapi tetap ditonton banyak orang, bahkan ada yang jadi pemain tetap.

Kali ini, aktor utamanya dua pengemudi motor air AI dan ZL, usia kepala lima lewat, bukan bocah kemarin sore. Mereka menarik rakit bak bajak laut berpengalaman, bedanya mereka tak mencari harta karun, tapi justru membawa kayu ilegal yang bikin hukum jadi berkerut dahi.

Ironisnya, kayu-kayu itu mau diturunkan di TPK Industri PT. BSM New Material. Nah loh. Entah karena “new material”-nya baru, atau memang belum sempat belajar new legalitas, yang jelas pihak perusahaan ikutan diangkut buat ditanyain, “Ini kayu siapa, darimana, kok nggak punya SIM?”.

Modus kayak gini sebetulnya klasik. Ibarat maling yang pakai seragam satpam supaya nggak dicurigai. Kayu ilegal dimasukkan ke sistem legal pakai dokumen penyamar. Surat Keterangan Sah Hasil Hutan Kayu Bulat (SKSHHKB) yang ditunjukkan cuma memuat 5 batang, padahal kayu yang ditarik ada 76 batang. Hadeh. Selisih 71 batang, itu bukan salah ketik, itu salah niat.

Kita mungkin bisa maklum kalau anak SD salah jumlah bawa pensil, tapi kalau sudah level industri salah jumlah kayu segede gaban, itu mah niat nyeleneh. Seperti kata pepatah nenek moyang “Kalau salah hitung uang koin bisa dimaafkan, tapi kalau salah hitung kayu gelondongan, itu ngelawak namanya”.

Fenomena ini nggak cuma di Sungai Pawan. Sungai Mahakam di Kalimantan Timur pernah punya kasus serupa. Sungai-sungai lain yang mestinya jadi urat nadi perdagangan legal, malah dijadikan jalan tol oleh mafia kayu. Mirip seperti jalan tikus tapi lewat sungai besar, rakit kayu bisa lewat karena pengawasan minim, atau karena mata petugas kadang bisa ‘beliin kopi’.

Contoh yang sama pernah terjadi di Papua, di mana kayu merbau yang langka bisa terbang ke luar negeri dengan dokumen yang entah datang dari negeri dongeng. Bahkan sempat ada investigasi internasional, hasilnya, dunia tahu kita punya hutan lebat tapi hukum yang masih bisa ditembus pakai surat sakti.

Langkah Kemenhut bersama Gakkum Wilayah Kalimantan patut diacungi jempol kalau perlu seluruh jari. Ini langkah penting, meski terlambat lebih baik daripada membiarkan rakit-rakit kayu itu lewat macam parade tahunan.

Seperti kata Dirjen Penegakan Hukum, Dwi Januanto kalau dibiarkan, perusakan hutan bukan hanya soal kerugian negara, tapi juga ancaman bagi kehidupan manusia. Iklim makin panas, banjir makin sering, longsor makin doyan mampir. Padahal hutan kita ini andalan dunia buat FOLU NET SINK 2030, komitmen internasional yang seharusnya dijaga, bukan cuma dipajang di power point seminar.

Kini dua pengemudi dan seorang pihak industri sedang diperiksa, kayu diamankan, dan motor air dijadikan barang bukti. Tapi kita tahu, ini baru ujung gergaji. Kalau cuma pengangkut yang diseret, sementara pemilik kayu, pengatur dokumen, dan dalang di balik layar bebas jalan-jalan ke Bali, ya ini kayak nonton film horor tapi cuma nangkep figuran—pemeran utama belum ditangkap.

Seperti kata bijak khas Kalimantan “Kalau buaya masih bebas, jangan puas cuma nangkep ikan sepat”.

Penegakan hukum di sektor kehutanan harus total, karena hutan bukan hanya kumpulan pohon, tapi rumah bagi udara kita, penahan banjir, tempat hidup flora-fauna, dan sumber rezeki bagi generasi nanti. Jangan sampai hutan kita tinggal cerita, tinggal nama di lagu “Rayuan Pulau Kelapa”.

Kita semua punya PR. Bukan cuma aparat, tapi masyarakat, industri, hingga pembuat kebijakan. Harus ada sistem transparan, pengawasan digital real-time, dan yang paling penting komitmen untuk berkata tidak pada kayu ilegal meskipun menggiurkan.

Jangan sampai hukum kehutanan kita hanya galak di pinggir sungai tapi tak bisa melawan gelombang besar jaringan gelap di belakang layar. Rakyat menaruh harap, agar setiap batang kayu yang ditebang punya cerita yang sah, bukan aib yang dibungkus dokumen palsu.

Dan terakhir, ingat pesan tukang ojek di Ketapang, yang suatu sore nyeletuk sambil ngopi.Hutan kita bukan supermarket, jangan diobral apalagi digelapkan, kalau mau untung, cari bisnis lain. Jangan tebang masa depan demi dompet yang sebentar tebal”.[****]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cuap-cuap bersama Gubernur di Udara, Seru Juga Coy….

    Cuap-cuap bersama Gubernur di Udara, Seru Juga Coy….

    • calendar_month Sabtu, 15 Feb 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 752
    • 0Komentar

    GUBERNUR Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru menyapa seluruh masyrakat Provinsi Sumsel melalui Radio Elshinta dengan frekuensi 96,7 FM. Tepat pukul 14.30 WIB. Ia datang menggunakan pakaian muslim, kedatangan Herman Deru ke Radio Elshinta adalah sebagai narasumber pada program “Gubernur di radio”. Bertempat di Radio Elshinta Palembang (14/2) Herman Deru berdialog langsung dengan masyarakat […]

  • Bangkitkan UMKM Ditengah Pandemi, Pasar Bedug Ramadhan 1442 H Diresmikan

    Bangkitkan UMKM Ditengah Pandemi, Pasar Bedug Ramadhan 1442 H Diresmikan

    • calendar_month Rabu, 14 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 862
    • 0Komentar

    PASAR Bedug Ramadhan 1442 Hijriah diresmikan Ketua TP PKK Kabupaten Musi Banyuasin Hj Thia Yufada guna membangkitkan UMKM ditengah pandemi covid-19. Didampingi Kepala Dinas Koperasi UKM Muba Ir Zulfakar, Ketua TP PKK Muba meninjau dan membuka secara resmi Pasar Bedug dalam rangka Menyambut Bulan Suci Ramadhan 1442 H / 2021 M di Lapangan Gelanggang Remaja […]

  • Dukung Gerakan Saya Perempuan Anti Korupsi, Ini Strategis Berdampak Besar

    Dukung Gerakan Saya Perempuan Anti Korupsi, Ini Strategis Berdampak Besar

    • calendar_month Kamis, 22 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 918
    • 0Komentar

    MENTERI Agama Yaqut Cholil Qoumas menyatakan dukungannya atas gerakan Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK) Kementerian Agama (Kemenag). Gerakan yang dimotori Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag sejak tahun 2015 ini, menurut Menag, merupakan wujud peran strategis para istri ASN untuk mendorong perbaikan di Kemenag melalui pencegahan korupsi. “Dukungan terhadap gerakan SPAK patut diberikan karena ini merupakan […]

  • TKN: Program Makan Siang Gratis Dorong Kesejahteraan di 76 Negara, Ciptakan 4 Juta Pekerjaan

    TKN: Program Makan Siang Gratis Dorong Kesejahteraan di 76 Negara, Ciptakan 4 Juta Pekerjaan

    • calendar_month Sabtu, 30 Des 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 953
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id,-  Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka berkomitmen untuk memberikan makan siang gratis bagi anak-anak di sekolah apabila terpilih di Pilpres 2024 mendatang.   Melalui salah satu program andalan tersebut, Prabowo-Gibran berharap dapat memenuhi gizi anak-anak Indonesia, memperbaiki kualitas sumber daya manusia (SDM) hingga […]

  • Ada Showroom Gigante Motorcycle Harley Davidson Specialist di Palembang

    Ada Showroom Gigante Motorcycle Harley Davidson Specialist di Palembang

    • calendar_month Minggu, 26 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.538
    • 0Komentar

    SHOWROOM Gigante Motorcycle Harley Davidson Specialist yang bertempat di Jalan Letjen Harun Sukarame diresmikan, Sabtu. Showroom Gigante Motorcycle Harley Davidson  yang di resmikan ini diketahui merupakan showroom pertama yang didirikan dan akan menjadi satu-satunya showroom Harley Davidson di Sumbagsel. Showroom ini dinilai sangat menginspiratif bagi para penggemar motor gede Sumsel. Diresmikannya Ini juga dapat menampung seluruh […]

  • Agar Bersaing Di Pasaran, OKI Bantu Fasilitasi Sertifikat Halal, Apa Manfaatnya ?

    Agar Bersaing Di Pasaran, OKI Bantu Fasilitasi Sertifikat Halal, Apa Manfaatnya ?

    • calendar_month Rabu, 21 Okt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 985
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Ogan Komering Ilir melalui Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perindustrian Kabupaten OKI mendorong produk UMKM di OKI mampu bersaing di pasar ofline maupun online. Untuk itu Pemkab memfasilitasi sertifikasi halal bagi 17.532 pelaku UMKM di OKI sebagai syarat menembus market place. “Fasilitasi sertifikat halal dari MUI ini menjadi salah satu kebutuhan para […]

expand_less
WordPress Archive Marni – a WordPress Blog & Shop Theme Maroon – Photography WordPress Theme Marriata – Hotel & Resort Elementor Template Kit Marshmallow – Photographer WordPress Theme Martex - Software, SaaS & Startup HTML5 Template Martfury – Marketplace Multipurpose eCommerce Magento 2 Theme Martfury – WooCommerce Marketplace WordPress Theme Martian | Photography & Studio Purpose WordPress Theme Maruthi – Fitness Gym WordPress Theme Mascoolin – Fashion Store Elementor Template Kit