Sabtu, 10 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Seni & Budaya » Anananguai, Corak Budaya Sastra Tutur Yang Bernilai Sejarah

Anananguai, Corak Budaya Sastra Tutur Yang Bernilai Sejarah

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 30 Mei 2022
  • visibility 3.377
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KETUK statis gendang melayu yang bertalu seirama detak jantung, beriringan dengan gaung  gong mini yang penuh sejarah, dipukul pelan tegas berirama, seolah merangkum hasrat untuk terpaku membisu, mengiring kata kata yang terlontar dari bibir sang tuan  yang berisikan nasihat, petuah, serta pelajaran baik lainnya dalam menjalani kehidupan. Begitulah sekiranya gambaran singkat penampilan dari Ananunguai, yaitu salah satu kesenian lokal sastra tutur yang dimiliki Muara Enim.

Pada penampilan mereka kali ini, berdurasi sekitar sepuluh menit, dengan tata cahaya yang minim dengan hanya menggunakan bara api kecil dihadapan, para penonton yang hadir pada Pagelaran Seni dan Budaya di Plumeria Ecopark, dibuat hening dan terbius mendengar lontaran rujukan naskah sejarah sastra tutur Marga Tambelang yang mengalun dinamis.

Sastra tutur yang kerap dihadirkan pada masa dimana peradaban belum mengenal hal moderen seperti sekarang yang tujuannya untuk menyampaikan suatu nasihat, pedoman hidup serta tak luput menjadi bagian dari hiburan kepada masyarakat, kembali dihadirkan hampir secara utuh agar kembali mengingatkan betapa kayanya kebudayaan dan kesenian yang dimiliki.

“Aku bekendak nak pelintasan
Mintak ikan Ngan tebat Nye
Mintak sihe selibaw nihu
Nak mintak tebu njulok langet”
Itulah sepenggal bait yang di ucapkan dalam penampilan Anananguai pada penampilannya yang khas dengan menggunakan sarung yang digunakan menyerupai kerudung sebagai simbol dan bagian dari keunikan tradisi ini.

Piet, sang penutur di Anananguai mengatakan, dirinya hanya berusaha mempertahankan warisan leluhur yang saat ini sudah sangat jarang diperhatikan. Dengan bekal kemauan kuat, serta cerita cerita sejarah kebudayaan yang diketahuinya secara turun temurun, dan juga dukungan dari banyak pihak, diharapkan sejarah dan budaya vida terus bertahan dan dikenal

“Ini salah satu upaya kami mengembalikan ingatakn, menjaga, dan juga membagi kepada banyak pihak akan kaya dan berharganya sejarah budaya yang dimiliki. Terlepas dari minimnya fasilitas dan dukungan saat ini, konsistensi kami menjaga budaya adalah hal yang berharga, dan juga tanggung jawab yang kami anggap bisa ikut menyadarkan banyak pihak akan pentingnya sejarah budaya,” tutupnya.

Diharapakan juga, dengan adanya temuan temuan baru kebudayaan dan kesenian lokal saat ini, bisa mendapat perhatian yang besar dari pemerintah baik lokal maupun secara nasional. Pasalnya, saat ini kesenian kesenian daerah sudah mulai sedikit terlupakan. Mereka tergantikan dengan gempuran budaya luar secara masiv yang menjadikan manusoa muda seolah lupa akan jati diri dan identitas keaslian asal mereka

Penampilan mereka dan beberapa bentuk kesenian lainnya seperti gitar tunggal, tembanganbtarian serta lainnya pada malam budaya dan kesenian kemarin, bisa menjadi penanda bergulirnya penampilan secara langsung kesenian lokal yang saat ini menjadi perhatian banyak pihak, dan sempat terhalang fenomena dua tahunan ke belakang.

Selain itu, tempat yang represntatif untuk menjadi opsi melakukan pagelaran seni dan budaya yang disediakan di Plumeria Ecopark secara maksimal, diharapkan juga bisa menjadi pemicu bagi para budayawan dan seniman untuk tetap dan tumbuh mempertahankan dan menampilkan kesenian kesenian lokal lainnya sebagai bentuk daya tarik bagi khalayak ramai khususnya dari luar daerah Muara Enim.

Sementara itu, pemilik dari Plumeria Ecopark Dr Doli Sitompul mengatakan, pagelaran seni budaya yang diselenggarakan kali ini adalah bagian dari bentuk dukungan Plumeria Ecopark pada seni dan budaya yang ada di Muara Enim agar bisa mendapatkan tempat yang layak dan representatif dalam melaksanakan pagelaran, serta besarnya antusias akan keberadaan senindan budaya yang memang layak untuk dijadikan bagian dari misi di tempat yang dibangunnya di lahan seluas kurang lebih empat hektar ini.

“Tidak hanya seni dan budaya, kita berusaha untuk memberikan dan memfasilitasi komunitas, kelompok dan apapun itu sebagai upaya kita memberikan pelayanan dan memberikan kepuasan kepada pengunjung Plumeria Ecopark dan masyarakat muara enim pada khususnya. Dan tidak hanya itu saja, disini kita juga menawarkan wisata keluarga yang alami dan lengkap kepada pengunjung,” pungkasnya.[***]

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rayakan HPN Bersama Jurnalis, Bupati Banyuasin Berikan Beras Merek Sedulang Setudung

    Rayakan HPN Bersama Jurnalis, Bupati Banyuasin Berikan Beras Merek Sedulang Setudung

    • calendar_month Selasa, 9 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.108
    • 0Komentar

    SUASANA akrab terlihat di Pendopoan Rumah Dinas Bupati Banyuasin, Askolani dalam merayakan  Hari Pers Nasional (HPN), Selasa (9/2/2021). Bupati Banyuasin H Askolani SH MH didampingi Wabup H Slamet SH bersama sekitar 100 awak media yang tergabung dalam PWI, SMSI, IWO, dan AJI merayakan Hari Pers Nasional (HPN) terlihat santai, canda gurau penuh keakraban di acara […]

  • Peringati HKN ke 55, Muba Borong Penghargaan

    Peringati HKN ke 55, Muba Borong Penghargaan

    • calendar_month Selasa, 19 Nov 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 941
    • 0Komentar

    PADA peringatan Hari Kesehatan Nasional ke 55, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) memborong prestasi dan penghargaan baik di tingkat provinsi maupun Tingkat Nasional. Kalau di tingkat nasional Kabupaten Muba berhasil meraih Penghargaan Swasti Saba Kabupaten Sehat Tahun 2019 dari Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Kesehatan, di tingkat Provinsi Muba sebagai pelopor program berobat gratis tersebut menyabet […]

  • MDA Dukung Tingkatkan Pertumbuhan Usaha Kehutanan Berbasis Masyarakat

    MDA Dukung Tingkatkan Pertumbuhan Usaha Kehutanan Berbasis Masyarakat

    • calendar_month Rabu, 28 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.676
    • 0Komentar

    KLHK bekerjasama dengan Multi-stakeholders Forestry Programme Tahap 4 (MFP4) tengah mendemonstrasikan sebuah pendekatan dari pasar (market driven approach) sebagai upaya mendukung peningkatan pertumbuhan usaha kehutanan berbasis masyarakat. Dalam kerangka pendekatan itu, MFP4 melakukan inkubasi pada mitra kerjanya yang disebut sebagai Market Access Players. Mereka adalah mitra yang membantu para pelaku Usaha Hutan Berbasis Masyarakat (Community-Based […]

  • Muba Larang Memancing Ikan di Taman Air Serasan Sekate

    Muba Larang Memancing Ikan di Taman Air Serasan Sekate

    • calendar_month Kamis, 1 Feb 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 826
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,  – Menindaklanjuti adanya pengaduan masyarakat Kota Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) yang memancing ikan di Taman Air Serasan Sekate Depan Rumah Dinas Bupati Muba menyatakan, kiranya fasilitas umum untuk tempat rekreasi dan keindahan kiranya jangan diperbolehkan untuk memancing ikan dan Menyarankan warga yang sempat viral memancing jangan sampai terulang kembali. Untuk merespons masukan netizen […]

  • Pemkab OKI Pastikan Harga Tetap Bersahabat

    Pemkab OKI Pastikan Harga Tetap Bersahabat

    • calendar_month Jumat, 14 Mar 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.046
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Pemkab Ogan Komering Ilir (OKI)  ngebantu warga biar tetap bisa belanja hemat! Lewat program pasar murah, harga kebutuhan pokok jadi lebih bersahabat. Jadi, nggak perlu takut dompet jebol buat nyiapin Lebaran tahun ini! Bupati OKI, H. Muchendi, bilang kalau program ini bukan cuma soal menekan inflasi, tapi juga bentuk kepedulian biar semua warga […]

  • Meski Menang, Timnas U-19 Masih Lemah

    Meski Menang, Timnas U-19 Masih Lemah

    • calendar_month Jumat, 19 Okt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.424
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, JAKARTA – Timnas U-19 yang berkompetisi di ajang Piala Asia U-19 dinilai masih lemah dalam penyelesaian akhir. Semalam anak asuh Indra Sjafri memang menang dengan 3-1 atas Taiwan, namun skuat timnas U-19 harus memperbaiki diri untuk menghadapi pertandingan berikutnya, karena pertandingan ke dua, timnas akan menghadapi Qatar yang dikenal cukup kuat. “Timnas masih kesulitan […]

expand_less
WordPress Archive Ecoife – Charity Fundraising Elementor Template Kit Ecoland – Single Property WordPress Theme Ecolife Elementor – Multipurpose Prestashop 8.x, 9.x Theme Ecologist – Environmental, Ecology and Recycling WordPress Theme Ecom – Multipurpose WooCommerce WordPress Theme Ecomm – The Powerful WooCommerce Theme Ecommax – Electronics & Gadget WooCommerce WordPress Theme eCommerce Website Project in ASP .Net MVC C# – eCommerce MVC Ecomus - Multipurpose WooCommerce Theme Ecomus – Ultimate Shopify OS 3.0 (Theme Block)