Senin, 12 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sumsel » Karhutla OKI Belum Usai, 5 Titik Api Masih Tersisa meski 15 Hektare Berhasil Dipadamkan

Karhutla OKI Belum Usai, 5 Titik Api Masih Tersisa meski 15 Hektare Berhasil Dipadamkan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
  • visibility 53
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, belum sepenuhnya teratasi. Sebanyak lima titik api masih tersisa dengan luas sekitar 21 hektare, meski tim di lapangan telah berhasil memadamkan 17 hektare lahan dalam penanganan sebelumnya.

Dari luasan yang berhasil dipadamkan tersebut, sebagian besar ditangani langsung oleh tim darat. Sebanyak 15 hektare berhasil dipadamkan personel di lapangan, sedangkan dua hektare lainnya ditangani melalui water bombing.

Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam rapat koordinasi penanganan Karhutla yang digelar di Markas Daops Manggala Agni Sumatera XVII, OKI, Senin (31/8/2026). Rapat dipimpin Kepala BNPB RI Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M. bersama Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni, M.A., Ph.D.

Dalam evaluasi penanganan kebakaran, kondisi cuaca masih menjadi salah satu tantangan. Berdasarkan informasi BMKG, musim hujan diperkirakan baru terjadi secara merata pada Oktober.

Meski begitu, peluang munculnya awan hujan dalam waktu dekat tetap dimanfaatkan untuk membantu penanganan Karhutla melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Upaya tersebut dilakukan pada siang maupun malam hari untuk memaksimalkan peluang terjadinya hujan di wilayah terdampak.

Untuk mendukung pemadaman dari udara, saat ini empat helikopter masih disiagakan. Namun, melihat hasil penanganan sebelumnya, peran pasukan darat tetap sangat menentukan dalam mengendalikan kobaran api di lokasi.

Secara keseluruhan, luas lahan yang terbakar di Sumatera Selatan tercatat sekitar 46 hektare. Dari pemantauan terbaru, wilayah OKI masih menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian karena lima titik api dengan luas sekitar 21 hektare belum sepenuhnya tertangani.

Kepala BNPB RI Letjen TNI Dr. Suharyanto meminta kebutuhan petugas di lapangan juga menjadi perhatian. Hak personel, termasuk uang harian dan kelengkapan peralatan, harus disalurkan secara tepat untuk menunjang mobilitas dan keselamatan Satgas Karhutla OKI.

Sementara itu, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menilai tambahan personel pasukan darat diperlukan untuk mempercepat proses pemadaman. Banyaknya area yang harus ditangani membuat kekuatan personel menjadi faktor penting dalam mengendalikan api.

Selain jumlah personel, pola kerja petugas juga perlu diatur dengan baik. Pengaturan waktu kerja dan istirahat menjadi penting agar petugas tidak mengalami kelelahan berlebihan selama berada di lokasi Karhutla.

Usai rapat koordinasi, rombongan meninjau langsung lokasi kebakaran lahan di sepanjang ruas Jalan Tol Palembang–Kayu Agung. Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi lapangan sekaligus mengevaluasi penanganan titik api yang masih tersisa.

Dengan lima titik api yang masih terpantau, penanganan Karhutla di OKI diperkirakan masih membutuhkan kerja lapangan secara intensif, terutama untuk memastikan api tidak kembali meluas sebelum hujan turun secara merata.(***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Amankan PSU, Polda Papua Turunkan 310 Personel Gabungan

    Amankan PSU, Polda Papua Turunkan 310 Personel Gabungan

    • calendar_month Minggu, 23 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 771
    • 0Komentar

    DALAM rangka mengamankan pelaksanaan pemungutan suara ulang (PSU) pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Yalimo, Polda Papua kerahkan 310 personel gabungan Polda Papua dan Polres Jajaran, belum lama ini. Personel yang dikerahkan ke tersebut merupakan personel gabungan dari masing-masing satker yang ada di Polda Papua dan juga dari Jajaran Polres untuk membackup Polres Yalimo. Pengiriman […]

  • 8.275 KK di Muba Terima Bansos Tunai Kemensos

    8.275 KK di Muba Terima Bansos Tunai Kemensos

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 882
    • 0Komentar

    BANTUAN Sosial Tunai (BST) dari Kementerian Sosial untuk warga Musi Banyuasin Mulai dicairlan hari ini dikantor Pos Cabang Sekayu, Ada sebanyak 8.275 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Muba yang mendapatkan BST dari Kemensos yang disalurkan lewat kantor PT Pos dan Giro serta Himbara (Himpunan Bank Negara, BRI, dan BNI). Dan khusus di Kecamatan Sekayu […]

  • IPC Palembang Lakukan Survei Kepuasan, Ketidakpuasan & Loyalitas Pelanggan, Apa Harapannya ?

    IPC Palembang Lakukan Survei Kepuasan, Ketidakpuasan & Loyalitas Pelanggan, Apa Harapannya ?

    • calendar_month Rabu, 28 Okt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.573
    • 0Komentar

    IPC Palembang melakukanSurvei Kepuasan, Ketidakpuasan & Loyalitas Pelanggan, guna melaksanakan amanat dan arahan Kementerian Badan Usaha Milik Negara RI. Survei ini bertujuan, agar Anak Perusahaan dan Cabang PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) mencapai target Corporate, yakni 4.67  dari skala 5. Terhadap Pelanggan yang akan dilakukan Survei tersebut dipilih berdasarkan Random Sampling dari Konsultan Independen dan […]

  • Nelayan Puger Baca Arah dari Tiga Bintang, Pengetahuan Talu-talu Kini Masuk Kelas Fisika

    Nelayan Puger Baca Arah dari Tiga Bintang, Pengetahuan Talu-talu Kini Masuk Kelas Fisika

    • calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 40
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID -Tiga bintang yang tampak tersusun lurus dari Timur ke Barat ternyata memiliki arti tersendiri bagi nelayan Puger, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Bintang dikenal masyarakat setempat sebagai talu-talu itu menjadi salah satu penanda arah dan waktu ketika nelayan beraktivitas di laut. Uniknya, pengetahuan itu tidak lahir dari ruang kelas, malah tumbuh dari pengalaman masyarakat pesisir […]

  • Walikota Kota Instruksikan Siswa Belajar Di Rumah

    Walikota Kota Instruksikan Siswa Belajar Di Rumah

    • calendar_month Selasa, 15 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 910
    • 0Komentar

    WALIKOTA Palembang Harnojoyo menginstruksikan agar sekolah meliburkan siswa-siswi menyusul kondisi udara di Palembang sangat berbahaya untuk kesehatan anak-anak akibat kabut asap. Siswa dan siswi yang diliburkan sekolahnya tersebut, tingkat PAUD, TK/RA,SD/MI,SMP/MTs baik negeri maupun swasta. “Berdasarkan grafik parameter keadaan udara di Kota Palembang sejak kemarin [14 Oktober 2019] sangat berbahaya dan menunjukan PM 10 [401.0 pg/m3, […]

  • Semangati Pelaku Kuliner Pempek Palembang, Sandiaga : Nggak Lepas dari 4 Hal Ini, Lakukan yang Terbaik, Sisanya Serahkan Allah SWT, InsyaAllah Usaha akan Maju

    Semangati Pelaku Kuliner Pempek Palembang, Sandiaga : Nggak Lepas dari 4 Hal Ini, Lakukan yang Terbaik, Sisanya Serahkan Allah SWT, InsyaAllah Usaha akan Maju

    • calendar_month Jumat, 1 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 4.250
    • 0Komentar

    MENTERI  Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mendorong para pelaku kuliner pempek khas Palembang, Sumatera Selatan, agar dapat memperkuat produknya dari sisi kreativitas, inovasi, dan kolaborasi, agar bisa memperluas pasar. Sehingga, tidak hanya pasar domestik tapi juga pasar global. Hal ini dikarenakan, pempek yang berbahan dasar ikan, apabila digoreng […]

expand_less
WordPress Archive StudioPress Metro Pro Genesis WordPress Theme StudioPress Milan Pro Genesis WordPress Theme StudioPress Monochrome Pro Genesis WordPress Theme StudioPress News Pro Genesis WordPress Theme StudioPress Niche Pro Genesis WordPress Theme StudioPress Outreach Pro Genesis WordPress Theme StudioPress Parallax Pro Genesis WordPress Theme StudioPress Pretty Chic Pro Genesis WordPress Theme StudioPress Pretty Creative Pro Genesis WordPress Theme StudioPress Refined Pro Genesis WordPress Theme