Karhutla OKI Belum Usai, 5 Titik Api Masih Tersisa meski 15 Hektare Berhasil Dipadamkan
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 17 menit yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto :ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, belum sepenuhnya teratasi. Sebanyak lima titik api masih tersisa dengan luas sekitar 21 hektare, meski tim di lapangan telah berhasil memadamkan 17 hektare lahan dalam penanganan sebelumnya.
Dari luasan yang berhasil dipadamkan tersebut, sebagian besar ditangani langsung oleh tim darat. Sebanyak 15 hektare berhasil dipadamkan personel di lapangan, sedangkan dua hektare lainnya ditangani melalui water bombing.
Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam rapat koordinasi penanganan Karhutla yang digelar di Markas Daops Manggala Agni Sumatera XVII, OKI, Senin (31/8/2026). Rapat dipimpin Kepala BNPB RI Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M. bersama Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni, M.A., Ph.D.
Dalam evaluasi penanganan kebakaran, kondisi cuaca masih menjadi salah satu tantangan. Berdasarkan informasi BMKG, musim hujan diperkirakan baru terjadi secara merata pada Oktober.
Meski begitu, peluang munculnya awan hujan dalam waktu dekat tetap dimanfaatkan untuk membantu penanganan Karhutla melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Upaya tersebut dilakukan pada siang maupun malam hari untuk memaksimalkan peluang terjadinya hujan di wilayah terdampak.
Untuk mendukung pemadaman dari udara, saat ini empat helikopter masih disiagakan. Namun, melihat hasil penanganan sebelumnya, peran pasukan darat tetap sangat menentukan dalam mengendalikan kobaran api di lokasi.
Secara keseluruhan, luas lahan yang terbakar di Sumatera Selatan tercatat sekitar 46 hektare. Dari pemantauan terbaru, wilayah OKI masih menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian karena lima titik api dengan luas sekitar 21 hektare belum sepenuhnya tertangani.
Kepala BNPB RI Letjen TNI Dr. Suharyanto meminta kebutuhan petugas di lapangan juga menjadi perhatian. Hak personel, termasuk uang harian dan kelengkapan peralatan, harus disalurkan secara tepat untuk menunjang mobilitas dan keselamatan Satgas Karhutla OKI.
Sementara itu, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menilai tambahan personel pasukan darat diperlukan untuk mempercepat proses pemadaman. Banyaknya area yang harus ditangani membuat kekuatan personel menjadi faktor penting dalam mengendalikan api.
Selain jumlah personel, pola kerja petugas juga perlu diatur dengan baik. Pengaturan waktu kerja dan istirahat menjadi penting agar petugas tidak mengalami kelelahan berlebihan selama berada di lokasi Karhutla.
Usai rapat koordinasi, rombongan meninjau langsung lokasi kebakaran lahan di sepanjang ruas Jalan Tol Palembang–Kayu Agung. Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi lapangan sekaligus mengevaluasi penanganan titik api yang masih tersisa.
Dengan lima titik api yang masih terpantau, penanganan Karhutla di OKI diperkirakan masih membutuhkan kerja lapangan secara intensif, terutama untuk memastikan api tidak kembali meluas sebelum hujan turun secara merata.(***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
