Gema Selawat Kebangsaan Bidik 1.781.945 Peserta, Angkanya Terinspirasi Kemerdekaan
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 15 menit yang lalu
- visibility 2
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : kemenag.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID -Gema Selawat Kebangsaan yang disiapkan Kementerian Agama (Kemenag) membidik 1.781.945 peserta dari berbagai daerah. Angka tersebut sengaja dipilih karena merujuk pada 17 Agustus 1945, tanggal kemerdekaan Indonesia.
Gerakan ini akan diluncurkan pada 26 Agustus 2026 dalam rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. Kemenag ingin kegiatan tersebut tidak berhenti pada pembacaan selawat, tetapi juga membawa nilai keteladanan Rasulullah ke kehidupan masyarakat.
Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag Muchlis M. Hanafi mengatakan angka target peserta itu menjadi simbol bahwa kecintaan kepada Rasulullah dapat berjalan bersama dengan kecintaan kepada tanah air.
“Selawat untuk negeri berarti menghadirkan nilai-nilai yang diajarkan Rasulullah saw. dalam merawat Indonesia,” kata Muchlis di Jakarta, Minggu (23/8/2026).
Pesan tersebut juga dibawa ke situasi masyarakat yang sedang menghadapi bencana. Dalam Gema Selawat Kebangsaan, doa dan solidaritas ditujukan bagi warga terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) serta kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan.
Selain selawat, masyarakat akan diajak membaca dan mengkhatamkan Dalā’il al-Khayrāt. Kitab karya Imam Muhammad bin Sulaiman al-Jazuli itu berisi kumpulan selawat kepada Nabi Muhammad saw. dan telah lama menjadi bagian dari tradisi keagamaan umat Islam.
Pembacaan Dalā’il al-Khayrāt dijadwalkan berlangsung selama sepekan sesuai pembagian hizib. Kegiatan dapat digelar di masjid, majelis taklim, pesantren, lembaga pendidikan, komunitas keagamaan, atau dilakukan secara mandiri.
Muchlis menegaskan kecintaan kepada Rasulullah tidak cukup diwujudkan lewat lantunan selawat. Menurutnya, ukuran keteladanan justru terlihat dari sikap dalam memperlakukan orang lain dan menjaga kehidupan bersama.
“Cinta harus berlanjut menjadi keteladanan dengan menghadirkan akhlak Rasulullah dalam kehidupan: kasih sayang, persaudaraan, kepedulian, dan kecintaan kepada tanah air,” ujarnya.
Gema Selawat Kebangsaan mengusung tema “Selawat untuk Negeri, Teladan Nabi untuk Indonesia.” Target 1.781.945 peserta diharapkan menjadi bagian dari gerakan nasional yang mempertemukan semangat Maulid Nabi dengan kepedulian terhadap sesama dan persatuan Indonesia. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
