Minggu, 18 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kebijakan » Cabut Izin Perusahaan Yang Langgar Terkait Karhutlabun

Cabut Izin Perusahaan Yang Langgar Terkait Karhutlabun

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 17 Okt 2019
  • visibility 881
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

GUBERNUR Sumsel H.Herman Deru sudah menginstruksikan kepada Bupati/Walikota se Sumsel untuk menginventarisir semua data perizinan perusahaan di Sumsel yang diduga menyebabkan kebakaran hutan dan lahan. Dengan tegas Ia mengatakan tak segan mencabut izin perusahaan dimaksud jika memang ditemukan adanya pelanggaran.

“Kita minta ini diinventarisir menyeluruh mengenai izin lokasi serta syarat dan batas waktu yang sudah dikeluarkan. Kalau memang mereka melanggar, cabut saja izinnya,” ujar HD tegas saat membuka Focus Group Discussion (FGD) Pengendalian dan Pencegahan Kebakaran Huta , Kebun dan Lahan (Lahan Gambut) di Provinsi Sumsel di Hotel Swarna Dwipa, Selasa (16/10/2019) pagi.

Untuk diketahui kata HD, kewenangan pemberian izin di daerah sepenuhnya ada di tangan bupati dan walikota. Untuk itu Ia meminta semua kepala daerah menginventarisir segala hal terkait perizinan  yang terlanjur dikeluarkan mulai dari izin lokasi sampai IUP. Bukan hanya izin, Ia juga akan meminta laporan soal tanggungjawab  perusahaan pada kebakaran lahan yang ada di sekitarnya.

” Kalau lintas sektoral itu baru wewenang Saya (Gubernur) tapi untuk izin itu semuanya ada pada Bupati dan Walikota. Secepatnya itu diinvetarisir, kami juga bersama Pangdam dan Kapolda dalam waktu dekat akan sidak kesiapan perusahaan  memadamkan api di wilayah operasional dan sekitarnya,” jelas HD.

Terkait penyelenggaran FGD, Herman Deru meminta semua pihak mensupport karena menurutnya masalah karhutla bukan baru setahun atau dua tahun ini saja terjadi melainkan  sudah berulang. Terlebih FGD digelar dengan sangat komperhensif dengan mendatangkan banyak pihak seperti Kepala BRG, Irjen Dakkum Kementerian LHK,  Forkompinda, Walhi, LSM, masyarakat dan  semua pihak.

“FGD ini untuk rembuk. Bukan cari siapa yang salah karena kalau begitu terus ini tidak akan selesai. Disini kita cari jalan keluar bagaimana agar kejadian ini tidak terulang. Kita ingin ini ada rumusan yang merekomendasikan soal sikap. Bupati harus bagaimana? gubernur harus bagaimana?  Dan apa saja yang harus kita lakukan untuk pencegahan,” paparnya.

Dampak Karhutla

Sebagai Kepala Daerah lanjut HD dirinya juga sangat khawatir dampak kabut asap ini akan mengurangi produktifitas. Hal itu mwnurut HD sangat dirasakannya dari reschedule jadwal sekolah sampai sekolan diliburkan karena ISPU terus berfluktuatif.

“Di Sumsel ini ada kabupaten kota dan ganbut itu ada sebanyak 1,4 juta hektare. Ini tentu butuh pemikiran dan kerja yang komperhensif,” jelasnya.

Sementara itu terkait kondisi asap Karhutla yang semakin meningkat di Sumsel, khususnya Palembang menurut Kepala Badan Restorasi Gambut (BRG) Pusat Nazir Fuad memang sangat dipengaruhi kondisi kemarau yang memang lebih ekstrim dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Ia bahkan mengatakan, kondisi ini tidak hanya terjadi Indonesia tapi juga di Rusia, Brazil bahkan Amerika Serikat.

” Harus kita apresiasi sekali Gubernur Sumsel cepat membuat FGD ini, karena kebakaran hutan khususnya ganbut memang terus terjadi dan ini memang membuat prihatin. Ini tidak bisa kita tolerir dan harus diperbaiki. Tahun ini perlu diketahui memang kemarau yang terjadi sangat ekstrim dan parah sekali. Berdasarkan informasi kita tahun depan kemarau akan kembali normal. Itu artinya kita punya waktu satu tahun untuk memperbaiki ini agar saat kemarau berikutnya karhutla dapat diminimalisir,” jelas Fuad saat memberikan sambutannya.

Untuk mengurangi karhutbunla Nazir mengatakan tata kelola harus ekosistem gambut harus segera diperbaiki. Untuk memperbaikinya perlu kerjasama pemerintah provinsi dan kabupaten kota, dunia usaha,  TNI, Polri, LSM juga akademisi.

“Yang harus dikedepankan adalah pencegahan berupa pengelolaan ekosistem gambut. Tidak bisa satu kelurahan atau wilayah lahan gambut memikirkan dirinya sendiri. Karena air di ekosistem gambut terkoneksi dalam satu zona air. Nah ini sudah mulai kita petakan sampai skala terkecil untuk memperbaiki tata kelola ini,” jelasnya.

Nazir mengatakan untuk mengelola gambut ini agar tidak mudah terbakar adalah dengan menjaga air minimal 40 cm di bawah lahan.
Misalnya untuk tahun depan puncak kemarau diprediksi akan terjadi pada tanggal 30 September sehingga kelembapan gambut harus dijaga sejak mulai kemarau Juli-September.

” Agar aman saat puncak kemarau itu  kita harus agak membanjiri lahan gambut. Teknologi ini memungkinkan kita hitung. Ini yang kita dorong tahun 2020.  Dunia usaha tidak perlu khawatirkan ini karena sudah terbukti  dilakukan HTI di kaltim. Ini tidak mengganggu produktifitas dan  budidaya tanaman,” bebernya.

Selain Kepala Badan Restorasi Gambut (BRG) Pusat Nazir Fuad hadir juga dalam kesempatan tersebut,  Dirjen Dakkum Kementerian LHK, dan Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Irwan.[**]

Penulis : mad

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Konser 3 Dekade Perjalanan Cinta bersama Pertamina, Ari Lasso Siap Hibur Penggemarnya di 4 Kota

    Konser 3 Dekade Perjalanan Cinta bersama Pertamina, Ari Lasso Siap Hibur Penggemarnya di 4 Kota

    • calendar_month Selasa, 9 Mei 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.823
    • 0Komentar

      Ari Lasso, penyanyi legendaris Indonesia siap menghibur para penggemarnya di empat kota besar di pulau Jawa, dengan judul “Konser 3 Dekade Perjalanan Cinta Ari Lasso”.  Hal ini disampaikan Ari pada konferensi pers di Jakarta (8/5).   “Saya sangat gembira bisa menghadirkan konser tiga dekade perjalanan cinta ini, berharap konser ini bisa menjadi momen istimewa […]

  • Buka Prodi Pengolahan Migas, Polsri Bidik Muba

    Buka Prodi Pengolahan Migas, Polsri Bidik Muba

    • calendar_month Rabu, 23 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.071
    • 0Komentar

    KABUPATEN Musi Banyuasin (Muba) merupakan wilayah kaya akan sumber daya alam yaitu migas, perkebunan, area stok karbon, dan kawasan konservasi hingga budaya. Keadaan demikian membuat banyak  lembaga yang melirik dan berkeinginan untuk sinergi dan kerjasama, termasuk lembaga pendidikan Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri). Dengan latar belakang itu,Polsri menyampaikan berkeinginan untuk mengembangkan pendidikan advokasi yang mengedepankan bidang energi. […]

  • Pemprov Diminta Tindak Lanjuti, Wagub Mawardi Dengarkan Penyampaian Hasil  Reses Tahap II 2021 DPRD Sumsel 

    Pemprov Diminta Tindak Lanjuti, Wagub Mawardi Dengarkan Penyampaian Hasil  Reses Tahap II 2021 DPRD Sumsel 

    • calendar_month Senin, 6 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 862
    • 0Komentar

    WAKIL Gubernur Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), H Mawardi Yahya menghadiri sidang Paripurna ke 35 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumsel, Senin (6/9). Sidang Paripurna DPRD ke 35 ini membahas agenda penyampaian hasil kegiatan reses tahap II tahun 2021 yang dilakukan setiap Daerah Pemilihan (Dapil) anggota DPRD Sumsel. Wagub Mawardi mengatakan, pihaknya telah mendengar sejumlah hasil […]

  • Belajar Kebahagiaan Kolektif dari Orang-orang di Negara Nordik  

    Belajar Kebahagiaan Kolektif dari Orang-orang di Negara Nordik  

    • calendar_month Minggu, 27 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.294
    • 0Komentar

    BEBERAPA hari yang lalu, saat sedang makan siang di kampus, saya berseloroh kepada seorang teman “Bener, orang yang punya uang belum tentu bahagia, apalagi gak punya” saya bilang. Saya tidak menduga selorohan barusan akan ditanggapi dengan protes sangat serius oleh teman saya. Ntah ia sedang tidak bahagia karena kesulitan finansial akibat pandemi atau jangan-jangan ia […]

  • Refleksi 12 Tahun Kab. Empat Lawang, Joncik : Ini Pesan Bupati

    Refleksi 12 Tahun Kab. Empat Lawang, Joncik : Ini Pesan Bupati

    • calendar_month Senin, 22 Apr 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 854
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Empat Lawang – Kabupaten Empat Lawang menyelenggarakan  refleksi 12 tahun Kabupaten Empat Lawang dengan tema evaluasi konstruktif 12 tahun pemekaran Kabupaten Empat Lawang. Kegiatan Sarasehan Nasional refleksi ini diselenggarakan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Empat Lawang. Bupati Empat Lawang, Joncik Muhammad berpesan jangan lupakan sejarah sebagai bentuk modal dalam pembangunan. “Sejarah yang harus kita jadikan modal […]

  • Ibunda Mendagri Tito Karnavian Meninggal, Ratu Dewa Kenang Saat Almarhumah Pulang Sempat Bincang-bincang

    Ibunda Mendagri Tito Karnavian Meninggal, Ratu Dewa Kenang Saat Almarhumah Pulang Sempat Bincang-bincang

    • calendar_month Minggu, 26 Mei 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.262
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Pj Walikota Ratu Dewa turut merasakan duka mendalam atas meninggalnya almarhumah Supriyatini Binti Ranu Dikromo, ibunda dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian pada Minggu (26/5/2024). Almarhumah sebelumnya sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhir.   Jenazah almarhumah langsung dibawa ke rumah duka di Jalan […]

expand_less
WordPress Archive Axolot – IT Startup & Technology Services WordPress Theme axsis – App Landing WordPress Theme Ayo – Responsive Elementor WooCommerce Theme Ayoo – Beauty Salon Services Elementor Template Kits Ayro – Tech Startup WordPress Theme Azir Finance Consulting Elementor Template Kit Azoom | Multi-Purpose Theme with Animation Builder Azumi – Elegant Blog Theme Azure – Blog WordPress Themes B2B Marketplace for WooCommerce | B2B Wholesale Plugin