Minggu, 25 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » Survei Stratakindo, Populeritas Syahrial Oesman Masih di Atas 4 Calon Lain

Survei Stratakindo, Populeritas Syahrial Oesman Masih di Atas 4 Calon Lain

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 14 Sep 2017
  • visibility 1.253
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.ID, Palembang – Mantan Gubernur Sumsel, Syahrial Oesman (SO) masih tertinggi dalam populeritas dan disukai responden dibanding kandidat lainnya untuk Pilkada Gubernur Sumsel 2018.

Dalam rilis survei Stratak Indonesia (Stratakindo) Research and Consulting di Palembang. (13/9/2017) menyebutkan lima besar adalah Syahrial Oesman dikenal oleh 82,1 persen dan disukai oleh 79,8 persen, Herman Deru dikenal 78,2 persen, disukai 80,2 persen, Ishak Mekki dikenal 66,4 persen dan disukai oleh 73,8 persen, Dodi Reza Alex Noerdin dikenal olej 58,8 persen dan disukai 51,6 persen, kemudian Edi Santana Putra dikenal oleh 55,6 persen dan disukai 52,2 persen.

Stratakindo Research and Consulting menggelar survei opini publik pilkada Sumsel 2018 untuk yang ketiga kalinya.

Direktur Stratakindo, Octarina Soebardjo menyatakan publik boleh-boleh saja mengetahui peta kekuatan para kandidat yang akan maju dalam Pilkada itu dan melalui survei akan diketahui seberapa tinggi kandidat yang muncul dikenal, disukai, dan seberapa banyak mereka diinginkan oleh pemilih untuk menjadi kepala daerah.

Octarina menjelaskan, survei dilakukan untuk mengetahui trend perilaku pemilih. Variabel penting yang diuji dalam survei adalah dimensi sosiografi serta dimensi psikologis dan pencitraan publik. Kualitas kandidat dan psikologi massa dipandang sebagai faktor paling menentukan “pilihan politik pemilih”.

“Survei ini menguji sejauh mana tingkat popularitas nama-nama yang mulai beredar dan bagaimana probabilitas keterpilihannya? Seberapa kuat modal dukungan dan sebaran dukungan yang dimiliki? Faktor apa saja yang mampu mempengaruhi pilihan politik pemilih? Bagaimana pemilih bersikap terhadap isu yang berkembang, dan bagaimana akses mereka terhadap saluran media yang ada? Dan bagaimana mereka, yakni para pemilih, memberikan evaluasi kinerja pemerintah Daerah selama ini?” ujarnya.

Peneliti Stratakindo Hasan Asy’ari menambahkan temuan pokok dari survei lembaganya yaitu terjadinya kenaikan elektabilitas dari beberapa kandidat. Pada survei 2 – 10 Juni 2017 elektabilitas 14 nama secara tertutup, Syahrial Oesman berada di angka 20,7 persen, pada survei 5 – 10 September 2017 bergerak sedikit ke angka 21,7 persen. Herman Deru bergerak naik lebih banyak, dari angka 17,8 persen naik ke angka 19,2 persen.

Sementara Dodi Reza Alex memecahkan rekor, naik dari 8,8 persen naik ke 14,6 persen, artinya naik sebanyak 5,8 persen. Ishak Mekki dari 11,7 naik ke 12,2 persen kemudian Aswari Riva’i merangkak dari angka 5,8 persen ke 6,3 persen, namun dua tokoh PDI Perjuangan dalam dua survei berurutan diketahui tidak mengalami perubahan elektabilitas secara signifikan, Edy Santana Putra berada di angka 3,3 persen dan Giri Ramanda Kiemas di angka 2,2 persen.

Sementara kandidat lain berada di rombongan dibawah 2 persen seperti Muzakkir Sai Sohar 1,5 persen, Susno Duadji 1,3 persen, Mularis Djhari 0,5 persen, Iskdandar Sahil 0,5 persen, Harunata 0,4 persen, Riduan Effendi 0,3 persen, Mawardi Yahya 0,3 persen dan Sarjan Taher 0,2 persen. Undecided voters dalam survei kali ini sebesar 14,5 persen.

Selanjutnya Survei ketiga Pilkada Sumsel yang dilakukan Stratakindo dilaksanakan dari 5 – 10 September 2017, populasi survei adalah seluruh masyarakat Provinsi Sumsel yang sudah berumur 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah. Jumlah sampel yang ditetapkan sebanyak 820, dengan margin of error sebesar ± 3,5% pada tingkat kepercayaan 95%. Responden terpilih diwawancarai secara tatap muka oleh pewawancara terlatih. “Satu pewawancara bertugas untuk satu kelurahan atau satu desa yang terdiri hanya 10 responden. Quality control secara random sebanyak 20% dari total sampel dilakukan oleh supervisor dengan kembali mendatangi responden terpilih (spot check). Dalam quality control tidak ditemukan kesalahan berarti.
Waktu wawancara lapangan 5 – 10 September 2017,” ulasnya.

Hasan Asy’ari memaparkan temuan pokok dari survei lembaganya yaitu terjadinya kenaikan elektabilitas dari beberapa kandidat. Pada survei 2 – 10 Juni 2017 elektabilitas 14 nama secara tertutup, Syahrial Oesman berada di angka 20,7 persen, pada survei 5 – 10 September 2017 bergerak sedikit ke angka 21,7 persen. Herman Deru bergerak naik lebih banyak, dari angka 17,8 persen naik ke angka 19,2 persen.

Sementara Dodi Reza Alex memecahkan rekor, naik dari 8,8 persen naik ke 14,6 persen, artinya naik sebanyak 5,8 persen. Ishak Mekki dari 11,7 naik ke 12,2 persen kemudian Aswari Riva’i merangkak dari angka 5,8 persen ke 6,3 persen namun dua tokoh PDI Perjuangan dalam dua survei berurutan diketahui tidak mengalami perubahan elektabilitas secara signifikan, Edy Santana Putra berada di angka 3,3 persen dan Giri Ramanda Kiemas di angka 2,2 persen. Sementara kandidat lain berada di rombongan dibawah 2 persen seperti Muzakkir Sai Sohar 1,5 persen, Susno Duadji 1,3 persen, Mularis Djhari 0,5 persen, Iskdandar Sahil 0,5 persen, Harunata 0,4 persen, Riduan Effendi 0,3 persen, Mawardi Yahya 0,3 persen dan Sarjan Taher 0,2 persen. Undecided voters dalam survei kali ini sebesar 14,5 persen.

Ditambahkan oleh Octarina Soebardjo, tiga besar hasil survei kali ini adalah Syahrial Oesman dengan capaian elektabilitas sebesar 21,70 persen yang 12,70 persennya adalah pemilih militan. Posisi kedua diduduki Herman Deru dengan elektabilitas 19,20 dan pemilih militan 8,2 persen kemudian posisi ketiga ditempati Dodi Reza Alex Noerdin meraih nilai elektabilitas 14,60 persen dengan pemilih militan sebanyak 7,4 persen.

Octarina menyatakan peta masih mungkin berubah karena militansi pemilih semuanya masih rendah. Dari empat kandidat yang memiliki elektabilitas teratas punya potensi untuk bertempur satu sama lain. Bisa jadi ada yang dapat kendaraan bisa juga ada yang tidak, bergantung pada kemampuan masing-masing pihak menganalisis dan membaca peluang. “Sejauh ini dengan melihat peta kekuatan yang ada nama-nama yang beredar satu sama lain punya peluang. Bisa menang, bisa kalah. Fragmentasi kekuatan yang ada menggambarkan suatu kondisi bahwa untuk menang memerlukan pergerakan kampanye yang massif dan terstruktur,” pungkasnya

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Muba Lantik 17 Pejabat, Siapa Saja ?

    Muba Lantik 17 Pejabat, Siapa Saja ?

    • calendar_month Senin, 10 Des 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.255
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, SEKAYU, – Bupati Kabupaten Musi Banyuasin H Dodi Reza Alex diwakili Sekretaris Daerah Muba Drs H Apriyadi MSi melantik 17 orang pejabat ASN, di Auditorium Pemkab Muba, Senin (10/12/2018). Hadir dalam pelantikan tersebut Asistem I Setda Muba H Rusli SP MM, Asisten III Setda Muba H Ibnu Saad SSos MSi, Kepala BKPSDM Muba Sunaryo […]

  • Modifikasi Cuaca Makin Canggih, BMKG Dorong AI dan UAV Hadapi Cuaca Ekstrem

    Modifikasi Cuaca Makin Canggih, BMKG Dorong AI dan UAV Hadapi Cuaca Ekstrem

    • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 42
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Modifikasi cuaca diarahkan ke pemanfaatan teknologi lebih canggih guna menghadapi cuaca ekstrem. BMKG membahas penggunaan kecerdasan buatan (AI), pesawat tanpa awak (UAV), pemodelan numerik, dan teknologi fisika awan bersama negara-negara ASEAN. Pembahasan itu berlangsung dalam ASEAN Workshop on Weather Modification Science and Emerging Technologies 2026 di Auditorium BMKG, 10-12 September 2026. Forum tersebut […]

  • Change Agent Masa Depan, Siapa ?

    Change Agent Masa Depan, Siapa ?

    • calendar_month Kamis, 28 Mar 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 900
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Bandung – Ratusan dosen dan mahasiswa-mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi – Lembaga Administrasi Negara (STIA-LAN) Republik Indonesia di Bandung  terpukau mendengarkan ceramah umum tema Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin dengan tema “Tantangan Mentransformasi Semangat Bisnis Entrepeneurship ke dalam Sektor Publik”. Kedatangan alumni Universite Libre de Bruxelles – Belgia tersebut membangkitkan semangat mahasiswa-mahasiswi STIA-LAN untuk menghadapi tantangan […]

  • Jadi Enabler Aktivitas Ekonomi, Tahun 2020 Sektor Informasi & Komunikasi Tumbuh 10,58%

    Jadi Enabler Aktivitas Ekonomi, Tahun 2020 Sektor Informasi & Komunikasi Tumbuh 10,58%

    • calendar_month Senin, 8 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.847
    • 0Komentar

    KINERJAa perekonomian Indonesia mulai menunjukkan perbaikan meskipun secara kumulatif, pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) di tahun 2020 masih mengalami kontraksi. “Sektor informasi dan komunikasi muncul sebagai salah satu sektor yang menjadi tulang punggung (backbone) dalam upaya bangsa untuk terus bertahan menghadapi tantangan pandemi Covid-19 sepanjang tahun 2020,” ujar Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika, Dedy Permadi […]

  • COVID-19 Kemarin di Muba: Bertambah 27 Kasus Sembuh, 2 Positif

    COVID-19 Kemarin di Muba: Bertambah 27 Kasus Sembuh, 2 Positif

    • calendar_month Senin, 28 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 802
    • 0Komentar

    GUGUS Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Minggu (27/2/2022) mengkonfirmasi penambahan 27 kasus sembuh dan 2 terkonfirmasi positif. “Ada penambahan 27 kasus sembuh dan 2 terkonfirmasi positif per 27 Februari 2022,” ungkap Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Seftiani Peratita SS MKes. Sefti merinci, adapun penambahan kasus positif diantaranya kasus 3201 Laki-laki usia 39 tahun asal Sekayu. […]

  • Pesan Wagub, APTISI Harus Lahirkan Sarjana Berkualitas

    Pesan Wagub, APTISI Harus Lahirkan Sarjana Berkualitas

    • calendar_month Sabtu, 21 Okt 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.572
    • 0Komentar

    Masyarakat saat ini telah berpikir secara cerdas dan kritis dalam menilai kualitas perguruan tinggi khususnya perguruan tinggi swasta.

expand_less
WordPress Archive Zfolio – Responsive Portfolio WordPress Theme Zgen – Digital Creative Agency & Portfolio WordPress Theme Ziga – Healer & Life Coach Elementor Template Kit Zigaform – PHP Form Builder – Contact & Survey Zigaform – WordPress Calculator & Cost Estimation Form Builder Zigaform – WordPress Form Builder ZikZag – Consulting & Agency WordPress Theme Zilom – Online Education Learning Elementor Template Kit Zilom – Online Education Learning WordPress Theme ZimmyPet – Pet Care & Store Elementor Template Kit