Senin, 28 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Lingkungan » “KTPA: Pasukan Anti Gosong Versi Muba, Bukan Avengers, Tapi Kalau Serius, Hutan Bisa Aman”

“KTPA: Pasukan Anti Gosong Versi Muba, Bukan Avengers, Tapi Kalau Serius, Hutan Bisa Aman”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 4 Agt 2025
  • visibility 581
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

(Dari Api, Asap, hingga Akal Sehat yang Tak Boleh Ikut Terbakar)

DI pelosok-pelosok kecamatan Kabupaten Musi Banyuasin, ada sekumpulan orang yang tidak punya tameng vibranium, tidak bisa terbang, dan kalau lari juga masih ngos-ngosan kalau tanjakan terlalu curam. Tapi jangan salah, mereka adalah para penjaga lingkungan, pelindung daun-daun kering, dan pemburu bara sebelum menyala. Nama pasukannya Kelompok Tani Peduli Api (KTPA).

Kalau Marvel punya Captain America, Muba punya Kapten Ember Galon, mereka tidak pakai seragam spandeks ketat, tapi pakai rompi lusuh dan topi caping. Alat tempurnya bukan palu petir atau busur laser, melainkan pompa air, selang, ember, dan semangat gotong royong yang tak bisa dibeli di e-commerce.

“Mereka bukan orang hebat dengan kekuatan super, tapi mereka punya pancaindra keenam: bisa mencium bau ilalang gosong dari jarak seratus meter”

Karhutbunlah, alias Kebakaran Hutan, Kebun, dan Lahan, itu kayak mantan toxic, awalnya cuma iseng nyulut perasaan, eh lama-lama bikin segalanya terbakar. Asapnya bukan cuma bikin mata perih, tapi juga bikin penerbangan delay, bayi batuk-batuk, ekonomi merosot, dan mahasiswa gagal skripsi karena perpustakaan tutup akibat kabut asap.

Kalau sudah begini, jangankan hutan, akal sehat masyarakat juga ikut terbakar. Harga cabai naik, petani gagal panen, dan masyarakat cuma bisa nyalahin cuaca padahal yang bikin ulah sebenarnya manusia juga.

Oleh karena itu, KTPA bukanlah tim yang baru dibentuk demi pencitraan, mereka adalah warga biasa yang dilatih luar biasa. Dikasih pelatihan, dikasih alat, dikasih tanggung jawab,  kalau bukan mereka, siapa lagi yang bisa jadi ‘rem tangan’ sebelum api makin jadi?

Dari total 28 KTPA yang dibentuk Pemkab Muba, tiap kelompok ini ibarat check point pengendalian api di tengah ladang harapan. Mereka nggak nunggu api membesar baru datang, mereka jalan keliling, ngobrol sama warga, cek potensi lahan kering, dan siaga 24 jam saat musim kemarau mulai centil menggoda rumput-rumput liar.

“Mereka bukan penjaga hutan, tapi penjaga harapan agar anak-anak bisa bernafas lega tanpa masker 24 jam sehari”

Bupati Muba H. M. Toha sudah ngomong tegas perusahaan bukan penonton, mereka punya kewajiban dari tenaga pemadam, alat komunikasi, sampai Regu Pemadam Kebakaran (RPK) sesuai luas kebun. Jangan sampai kebunnya luas kaya lapangan golf, tapi alat pemadamnya cuma semprotan nyamuk elektrik.

Berfikir waras

Kata beliau, “Kalau tidak dipatuhi, ya siap-siap disanksi, ini bukan ancaman, tapi  ajakan untuk berpikir waras demi masa depan”

Benar saja, lewat Permen Pertanian No. 6 Tahun 2025, semua sudah jelas tertulis jangan buka lahan dengan cara membakar, karena dosa terhadap pohon tak bisa dimaafkan dengan hanya upload story galeri kebun hijau di Instagram.

Kebakaran hutan itu kayak kentut berjamaah di ruang sempit, awalnya satu orang yang nyulut, tapi satu ruangan jadi menderita, dampaknya? bisa terkena gangguan pernapasan akut, khususnya anak-anak dan lansia, tutupnya bandara dan tertundanya logistik, terhambatnya aktivitas pertanian dan panen, rusaknya tanah dan matinya organisme penting

Selain itu turunnya nilai ekonomi dan investasi dan yang paling parah kehilangan rasa peduli terhadap alam. “Hutan yang terbakar hari ini adalah masa depan yang menghitam sebelum sempat tumbuh harapan”

Langkah Pemkab Muba membentuk KTPA dan memperkuat koordinasi antara camat, kepala desa, serta perusahaan-perusahaan adalah upaya menyambung logika yang sering putus saat musim kering datang dan perlu diapresiasi.

Semua elemen harus ikut terlibat, jangan sampai sistem peringatan dini kalah cepat dari semprotan hoaks di WhatsApp. Edukasi harus digalakkan, dan masyarakat harus paham kalau bakar lahan seenaknya, kita semua bisa jadi korban bukan cuma pohon, tapi juga dompet.

Kalau masih ingin makan nasi dari ladang sendiri, masih ingin lihat anak-anak bermain tanpa kabut, dan masih ingin merayakan panen tanpa debu, maka rawatlah tanah sebelum tanah itu bosan dan berubah menjadi abu.

Karena katanya, “Jangan bakar jembatan, apalagi lahan, nanti kalau kebakaran, susah sendiri cari jalan pulang”

Ingat! di balik asap yang mengepul, kadang bukan hanya daun yang hangus… tapi juga akal sehat dan empati yang ikut hilang, mari  jaga  bersama.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 2 Daerah di Indonesia Ini di Guncang Gempa, Berapa Kekuatannya ?

    2 Daerah di Indonesia Ini di Guncang Gempa, Berapa Kekuatannya ?

    • calendar_month Minggu, 15 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 723
    • 0Komentar

    DUA daerah di Indonesia di guncang gempa, dini hari gempa M 6.0 menguncang Halmehera, Maluku Utara sekitar 01.21 WIT Minggu [15/9/2019], sementara Gempa tektonik magnitudo 3,8 kembali terjadi di laut selatan Kabupaten Malang. Gempa magnitudo 3,8 terjadi pada pukul 09.17 WIB. Gempa di Halmahera dini hari dengan kedalaman dangkal 41 km dengan episenter terletak di laut pada […]

  • Tips Streaming yang Seru Saat Halal Bihalal Lebaran

    Tips Streaming yang Seru Saat Halal Bihalal Lebaran

    • calendar_month Jumat, 28 Apr 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 4.073
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, – Ada banyak cara untuk mengisi waktu saat halal bihalal di hari Lebaran. Selain bertukar sapa dan bercengkerama, kita juga bisa nonton streaming film atau serial dari layanan Over the Top (OTT) langganan, khususnya saat dalam perjalanan yang macet dan menghabiskan waktu menuju tempat bersilaturahmi.   Nonton TV show maupun film melalui layanan streaming makin digemari oleh […]

  • Malam 17 Agustus di Jaya Agung P19, Warga Gelar Tahlil, Yasin, Doa Bersama hingga Makan Tumpeng

    Malam 17 Agustus di Jaya Agung P19, Warga Gelar Tahlil, Yasin, Doa Bersama hingga Makan Tumpeng

    • calendar_month Minggu, 16 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 37
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Lapangan Desa Jaya Agung P19, Kecamatan Lalan, Kabupaten Musi Banyuasin dipenuhi warga yang datang untuk menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, minggu (16/8/2026) malam, Namun, suasana malam itu bukan hanya soal perayaan, menjelang 17 Agustus, masyarakat memilih berkumpul dalam Malam Tasyakuran dan Doa Bersama sebagai bentuk rasa syukur serta  mengenang jasa para pahlawan yang telah […]

  • Cegah Karhutla, Sumsel Gandeng PTPN VII 

    Cegah Karhutla, Sumsel Gandeng PTPN VII 

    • calendar_month Kamis, 31 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.013
    • 0Komentar

    PROVINSI Sumatera Selatan menggandeng PT PN VII guna mencegah karhutla di Sumsel. Gubernur Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru Menerima Direksi PT. Perkebunan Nusantara VII dalam rangka melaporkan kondisi PT. Perkebunan Nusantara VII, serta hubungan antara PT. Perkebunan Nusantara VII dengan Pemerintahan Daerah Provinsi Sumsel. Audiensi dihadiri langsung Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara VII Muhammad […]

  • Ini Perlu Dipertahankan, Pemeriksaan BPK di Sumsel Lampaui Nasional

    Ini Perlu Dipertahankan, Pemeriksaan BPK di Sumsel Lampaui Nasional

    • calendar_month Selasa, 18 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 676
    • 0Komentar

    LAGI-LAGI, kinerja Gubernur Sumsel H. Herman Deru memimpin Sumsel menuai apresiasi. Kali ini apresiasi tersebut datang dari Anggota IV Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, yang juga Pimpinan Pemeriksa Keuangan Negara IV, Dr. Isma Yatun, CSFA., CFTA. Isma mengakui kehebatan kepemimpinan Herman Deru sejak tiga tahun terakhir karena mampu membuat capaian Tindak Lanjut Rekomendasi Hasil Pemeriksaan […]

  • 15 Juta Dosis Vaksin COVID-19 Asal Sinovac Tahap Ketiga Tiba di Tanah Air, Diingatkan Tetap Patuhi Protokes

    15 Juta Dosis Vaksin COVID-19 Asal Sinovac Tahap Ketiga Tiba di Tanah Air, Diingatkan Tetap Patuhi Protokes

    • calendar_month Rabu, 13 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 746
    • 0Komentar

    SEBANYAK 15 juta dosis bahan baku vaksin dari Sinovac tiba di Tanah Air.Vaksin tersebut tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten, pukul 12:20 WIB menggunakan pesawat Boeing 777-300ER dari maskapai Garuda Indonesia. Hadir saat penjemputan vaksin di Bandara Soekarno-Hatta, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Doni Monardo, didampingi oleh Direktur Utama […]

expand_less
WordPress Archive Oceania – Yacht Club and Boat Rental WordPress Theme OceanWP Cookie Notice OceanWP Elementor Widgets OceanWP Footer Callout OceanWP Full Screen OceanWP Hooks OceanWP Instagram OceanWP Ocean Extra OceanWP Popup Login OceanWP Portfolio