Jumat, 9 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pojok Fisip UIN Raden Fatah » Sikap Anak Muda  Bangsa Terhadap Masuknya Budaya Korea

Sikap Anak Muda  Bangsa Terhadap Masuknya Budaya Korea

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 10 Apr 2023
  • visibility 4.182
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PASTINYA  kita tidak asing lagi mendengar atau melihat budaya korea yang begitu pesat dan begitu cepat mengontrol sikap generasi muda bangsa kita,dan bukan hanya masuk dari negara kita, dari negara lain pun budaya korea ini telah berkembang pesat mempengaruhi sikap bangsa meraka, Contoh nya piala dunia qatar 2022 kemarin sempat viral artis korea yang bernama JUNGKOOK ini yang berasal dari grup boy band BTS ini menyanyikan lagu pembukaan piala dunia yang berduet dengan penyanyi asal qatar,dengan adanya perkembangan zaman dan dampak dari globalisasi kebudayaan korea pun mulai mudah untuk memasuki negara kita dan negara negara lain.

Indonesia merupakan negara yang terkenal akan keaneka ragaman budaya yang terdapat di seluruh penjuru Nusantara. Walaupun memiliki beraneka ragam kebudayaan, hal tersebut tidak menjadikan Indonesia terpecah belah namun tetap menjadi satu dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Karena perkembangan zaman dan dampak dari globalisasi, kebudayaan asing pun mulai memasuki negara Indonesia.Bahkan kebudayaan asing tersebut mampu bersaing dengan kebudayaan Indonesia hingga sedikit menggeser posisi kebudayaan lokal.

Penyebaran budaya Korea di negara-negara Asia Timur dan beberapa negara Asia Tenggara, terutama di Indonesia, sangat pesat, karena berbarengan dengan pesatnya perkembangan teknologi yang seakan-akan menghapus sekat dan batas antara satu negara dengan negara lainnya. Korean Wave (Gelombang Korea) atau biasa disebut Hallyu, mampu memperkenalkan budaya Korea Selatan kepada rakyat Indonesia dengan baik, bahkan cenderung mempengaruhi gaya hidup pemuda Indonesia. Mulai dari selera musik, gaya berpakaian, makanan, cara bersikap, produk kecantikan, dan lain sebagainya. Pada tahun 2000-an, perlahan namun pasti, Korea mulai meracuni masyarakat Indonesia dengan berbagai drama serial yang tayang di stasiun televisi swasta.

Tak jauh dari itu Korea pun perlahan namun pasti telah meracuni stasiun tv swasta indonesia dengan adanya film K-drama yang menurunkan populasi industri perfilman indonesia, anak muda indonesia milenial pun sangat banyak menyukainya, karena kata mereka perfilman indonesia sangat lah lapuk yang dimana alur nya sangat mudah di tebak dan memiliki ending yang tidak memuaskan, apalagi jika penayangan pada layar kaca itu mereka bersamaan antara film indonesia dan film korea,kemungkinan besar penonton film korea lebih banyak dari pada penonton film indonesia,tetapi pada faktanya perfilman indonesia pun tidak kalah dengan film film luar negri contoh; film The Raid: Redemption, film Indonesia yang pertama kali dipublikasi pada Toronto International Film Festival 2011, sebagai film pembuka untuk kategori Midnight Madness, dan menjadi film favorit juri di Festival Film Sundance ,Tak hanya itu, The Raid disejajarkan dengan film-film dunia dan masuk dalam deretan 50 film laga terbaik.

Sudah sebaik nya kita bangga dan mengapresiasi karya anak bangsa, dan tak hanya industri perfilman dari gaya berpakaian saja anak muda sudah banyak menirukan gaya artis korea yang mereka dambahkan terlihat dari cara mereka berpakaian orang orang korea tersebut,pakaian yang terbuka dan ketat menjadi pakaian mereka sehari hari, tentu saja ini sangatlah tidak cocok dengan cara berpakaian kita sebagai orang indonesia dan bersuku melayu karna dari adat dan budaya kita cara berpakaian kita adalah tertutup,orang korea memakai pakaian tersebut jika musim panas tiba,tetapi mereka memakai untuk berpergian keluar rumah dan mereka beraktivitas.dan makanan lokal pun kalah dalam persaingan,perlu kita ketahui bahwasahnya makanan korea ini sudah tersusun rapi diseluruh  minimarket Indonesia dengan melabeli produk mereka dengan artis yang mereka sukai,maka pemesaran itu sangat pesat dan produk lokal kalah dengan produk korea tersebut Contoh; produk MCD yang berkolaborasi dengan boy band BTS yang berasal dari korea dan masih banyak lain nya.

Masuknya budaya Korea ke Indonesia bagaikan dua sisi mata uang, di satu sisi membawa dampak positif. Seperti meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap musik, kreativitas, ketertarikan masyarakat untuk mempelajari budaya, bahasa, dan trend dari Korea. Hal tersebut dapat memperluas wawasan yang dimiliki tentang negara lain. Karena kemajuan teknologi dan transportasi serta banyaknya penggemar grup musik Korea sering menyambangi Indonesia untuk melakukan konser, tentu saja akan menarik media internasional untuk meliput. Ini dapat dijadikan sebagai ajang untuk mempromosikan Indonesia ke dunia, menarik wisatawan asing untuk berkunjung ke Indonesia. Dengan begini, dapat mempererat hubungan kerja sama antara Indonesia dan Korea Selatan serta menambah devisa negara.

Dampak negatif dari budaya Korea yang masuk ke Indonesia adalah menyebabkan terjadinya pergeseran budaya dan akhlak yang amat signifikan, apatis terhadap kebudayaan bangsa sendiri, mengubah pola pikir generasi muda untuk selalu meniru dan meniru semua aspek kehidupan yang berbau Korea. Atas nama globalisasi dan modernisasi mendorong generasi muda untuk menganut kehidupan yang liberal di tengah krisis sosial yang terus-menerus menggerus identitas budaya nasional.

Kita tidak bisa menyalahkan Korean wave yang melanda Indonesia. Karena pada hakikatnya, semua negara pasti akan mengalami “Perubahan”, tetapi semua itu masyarakatnyalah yang menentukan. Ingin berubah ke arah yang lebih baik atau buruk.

Masyarakat juga harus berpikir krititis dan bersikap bijak dalam menghadapi segala “gelombang” yang datang. Membekali diri dengan pengetahuan dan kebijaksanaan dalam menghadapi kehidupan dan segala perubahan agar tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal yang belum tentu baik dan benar. Para kaum milenial harus bangga terhadap segala bentuk kebudayaan Indonesia, harus terus berusaha untuk melestarikan dan mewarisi kebudayaan Indonesia. Jangan hanya sibuk membanggakan kebudayaan milik bangsa lain demi eksistensi dalam pergaulan.[***]

 

Oleh : Muammar vikri

Mahasiswa UIN RADEN FATAH Prodi FISIP Ilmu Politik

 

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ubah Kebijakan Privasi, Kominfo Minta Platform WA & FB Terapkan Pelindungan Data Pribadi 

    Ubah Kebijakan Privasi, Kominfo Minta Platform WA & FB Terapkan Pelindungan Data Pribadi 

    • calendar_month Selasa, 12 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 658
    • 0Komentar

    BEBERAPA hari terakhir perubahan kebijakan privasi pengguna aplikasi WhatsApp dan Facebook mendapatkan perhatian warganet di Indonesia. Kementerian Komunikasi dan Informatika memberikan perhatian yang serius atas tanggapan yang berkembang berkaitan dengan aturan dan tata kelola perlindungan data pribadi serta privasi pengguna. Menteri Kominfo Johnny G. Plate menekankan agar pengelola platform menerapkan prinsip pelindungan data pribadi. “Hal ini menunjukkan […]

  • Coaching Clinic 1 Prioritas 1 Data Muba

    Coaching Clinic 1 Prioritas 1 Data Muba

    • calendar_month Rabu, 21 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.085
    • 0Komentar

    MENGACU pada perpres No 39 Tahun 2019 Tentang Satu Data Indonesia dan Peraturan Bupati Muba No 90 Tahun 2020 tentang  Satu Data Indonesia Tingkat Kabupaten mengamanatkan untuk Percepatan implementasi SDI Kabupaten Musi Banyuasin menetapkan Penegasan tupoksi, kelembagaan Forum SDI, Penetapan Data Prioritas di 9 OPD dan Penyampaian bisnis proses/SOP alur permintaan Data hingga publikasi. Forum […]

  • Awas ..! Jelang Lebaran Banyak Penawaran  Fintech Lending & Investasi Ilegal

    Awas ..! Jelang Lebaran Banyak Penawaran  Fintech Lending & Investasi Ilegal

    • calendar_month Selasa, 11 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 845
    • 0Komentar

    SATGAS Waspada Investasi dalam operasionalnya mencegah kerugian masyarakat hingga April kembali menemukan 86 platform fintech peer to peer lending ilegal dan 26 kegiatan usaha tanpa izin yang berpotensi merugikan masyarakat. Satgas Waspada Investasi meminta masyarakat untuk semakin waspada terhadap penawaran dari entitas fintech lending dan investasi ilegal yang memanfaatkan momentum menjelang Lebaran. “Fintech lending dan penawaran investasi ilegal ini masih tetap […]

  • Bangun Masa Depan dari Barak Pelatihan,[Muda, Dilatih, Bertalenta – Semoga Nggak Cuma Jadi Hastag Event!]

    Bangun Masa Depan dari Barak Pelatihan,[Muda, Dilatih, Bertalenta – Semoga Nggak Cuma Jadi Hastag Event!]

    • calendar_month Rabu, 11 Jun 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 888
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Ada masanya pelatihan cuma soal buka buku, duduk manis, lalu pulang dengan sertifikat yang nasibnya digulung di bawah TV atau dijepit klip di map plastik buat lamaran kerja. Tapi kali ini beda. Ada yang terasa lebih berapi-api dari sekadar kursus teknis Pertamina Local Community Leaders Program 2025 Zona 4, kegiatan itu dihadiri langsung  […]

  • Palembang Bikin Bazar di 18 Kecamatan

    Palembang Bikin Bazar di 18 Kecamatan

    • calendar_month Rabu, 14 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.661
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kota Palembang menyelenggarakan Bazar dengan harga murah di setiap kantor Kecamatan yang ada di Kota Palembang selama 18 hari kedepan guna memenuhi kebutuhan masyarakat terkait bahan pokok dalam bulan suci ramadhan 1442 Hijriah. Kegiatan bazar murah tersebut rencana akan dilakukan secara bergantian dari Kecamatan satu ke Kecamatan lainnya, yang dimulai sejak hari ini, 14 April 2021 di […]

  • Ekspor Minyak Atsiri Indonesia Tembus USD 348,7 Juta, Minyak Nilam Jadi Kunci Hilirisasi

    Ekspor Minyak Atsiri Indonesia Tembus USD 348,7 Juta, Minyak Nilam Jadi Kunci Hilirisasi

    • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 30
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Ekspor minyak atsiri Indonesia sepanjang 2025 mencatat lonjakan cukup besar. Nilainya mencapai USD 348,7 juta, naik 34,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka USD 259,5 juta. Dibalik kenaikan tersebut, minyak nilam menjadi salah satu komoditas yang punya prospek kuat untuk dikembangkan lebih jauh. Bukan hanya karena pasarnya sudah terbentuk, tetapi juga […]

expand_less
WordPress Archive GravityView – DataTables Extension GravityView – DIY Layout GravityView – Entry Revisions GravityView – Featured Entries Extension GravityView – Gravity Forms Calendar Gravity Forms Import Entries GravityView – Inline Edit GravityView – Maps GravityView – Math GravityView – Multiple Forms