Jumat, 9 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pemerintahan » Bangun Masa Depan dari Barak Pelatihan,[Muda, Dilatih, Bertalenta – Semoga Nggak Cuma Jadi Hastag Event!]

Bangun Masa Depan dari Barak Pelatihan,[Muda, Dilatih, Bertalenta – Semoga Nggak Cuma Jadi Hastag Event!]

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 11 Jun 2025
  • visibility 889
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Ada masanya pelatihan cuma soal buka buku, duduk manis, lalu pulang dengan sertifikat yang nasibnya digulung di bawah TV atau dijepit klip di map plastik buat lamaran kerja. Tapi kali ini beda. Ada yang terasa lebih berapi-api dari sekadar kursus teknis Pertamina Local Community Leaders Program 2025 Zona 4, kegiatan itu dihadiri langsung  Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru dengan menggabungkan antara pengeboran migas dengan pengeboran mental juang anak muda. Lengkap dengan markas tentara sebagai panggung pelatihannya, biar makin sangar dan tidak gampang ngambek kalau ditegur bos nanti.

Sebanyak 75 pemuda dari berbagai daerah dikarantina bukan buat ikut audisi boyband, tapi buat digembleng ala barak tentara, dari 10 hingga 23 Juni 2025. Materinya campur sari mulai dari teknisi AC (karena dunia ini sudah terlalu panas secara suhu dan situasi), petugas keselamatan kerja (biar tidak asal pakai sandal jepit saat ngelas), sampai jurnalistik (karena yang menulis sejarah kadang bukan yang ikut perang, tapi yang pegang pena).

Kalau dipikir-pikir, ini bukan cuma pelatihan kerja, tapi pelatihan hidup. Kita tahu banyak pelatihan yang ujung-ujungnya cuma jadi ajang foto-foto seragam dan update story IG. Tapi yang ini terasa agak beda, minimal dari cara Gubernur menyampaikan semangatnya. Dalam sambutannya, Herman Deru ibarat memberi vitamin moral pemuda jangan hanya cari kerja, tapi harus create kerja. Kalimat ini lebih panas dari obeng yang kelamaan dijemur di dashboard.

Tentu, pujian layak diberikan kepada Pertamina, di tengah badai pengangguran, mereka tidak ikut-ikutan ngumpet di balik regulasi, mereka justru muncul membawa obor pelatihan yang katanya bukan sekadar transfer skill, tapi juga upgrade moralitas dan kepemimpinan. Tapi, mari kita jujur program bagus seperti ini kadang cuma muncul sekali musim panen, atau hanya sebatas seremoni berbingkai spanduk dan minuman botol di meja panelis.

Yang bikin gatal bertanya, apakah program ini akan berlanjut? Atau hanya tayang sekali seperti sinetron pilot episode yang tidak lolos rating? Ini penting. Soalnya, pemuda bukan paku tembok yang kuat hanya sekali ketok. Mereka butuh kesinambungan, bahkan kalau perlu, follow-up job placement, mentoring, sampai permodalan buat bikin usaha sendiri. Karena pelatihan tanpa tindak lanjut itu ibarat ngasih kursus berenang di padang pasir bikin semangat, tapi tidak ada kolamnya. [Mudah-mudahan berlanjut terus!].

Bandingkan misalnya dengan model pelatihan di Jerman. Di sana, program dual vocational training bukan cuma teori dan praktik, tapi juga keterlibatan langsung industri sebagai penjamin kerja. Anak-anak muda di Frankfurt dan Hamburg bisa magang di pabrik sambil kuliah, dan begitu lulus langsung diserap. Bahkan menurut OECD, tingkat pengangguran muda di Jerman termasuk terendah di Eropa, salah satunya karena model seperti ini.

Kita juga bisa ngintip tetangga dekat Malaysia punya program Skim Latihan 1Malaysia (SL1M) yang mewajibkan BUMN dan perusahaan besar menyerap peserta pelatihan minimal 6 bulan, dengan tunjangan dan mentoring. Hasilnya? Banyak lulusan SL1M kini justru naik pangkat jadi penyerap tenaga kerja.

Lalu, bagaimana dengan kita? Ya jangan sampai pelatihan ini cuma jadi foto-foto bareng Pak Gubernur dan panitia, lalu besoknya peserta pulang lagi ke kampung, nyari sinyal buat upload, dan kembali menjadi pengangguran berseragam.

Simbol kuat

Harus diakui, penggunaan lokasi pelatihan di Markas Batalyon Zeni Tempur punya simbol kuat pelatihan ini memang bukan untuk generasi rebahan yang cita-citanya cuma jadi konten kreator unboxing mie instan. Ini pelatihan untuk para pejuang ekonomi mikro yang nantinya akan menggali lebih dalam bukan cuma tanah, tapi potensi daerah masing-masing.

Gubernur bahkan menyelipkan bocoran soal program Koperasi Desa yang akan diluncurkan 12 Juli nanti. Ini bisa jadi jembatan emas, asal jangan hanya jadi koperasi yang isinya dagangan pulsa dan kopi sachet. Kalau dikelola dengan benar, koperasi bisa jadi lokomotif ekonomi desa. Tapi kalau dikelola asal-asalan, bisa jadi tempat nyimpan proposal yang berdebu.

Yang kita harapkan, program seperti ini tidak berhenti di Sumsel saja. BUMN lain mestinya ikut urunan ide dan aksi. Pemuda di daerah penghasil energi lainnya juga punya potensi yang tak kalah nendang. Jangan sampai pelatihan semacam ini hanya dinikmati anak-anak muda yang kebetulan dekat dengan spotlight kamera.

Dan satu hal penting jangan jadikan program ini sebagai alat kampanye atau sekadar alat pencitraan, karena pemuda itu seperti karet ketapel makin ditarik, makin bisa melesat jauh asal jangan ditarik-tarik hanya untuk kepentingan lima tahunan.

Pelatihan ini ibarat benih yang baru ditanam di ladang harapan. Tapi benih tidak akan tumbuh kalau tidak disiram, tidak dirawat, dan malah diinjak-injak kesibukan politik dan formalitas. Jangan sampai 75 pemuda ini hanya jadi angka statistik pelatihan. Mereka harus benar-benar tumbuh menjadi pemimpin komunitas, pengusaha kecil, dan inspirasi lokal.

Karena sejatinya, perubahan itu bukan datang dari seminar akbar di hotel mewah, tapi dari pelatihan-pelatihan seperti ini yang digelar di markas tentara, di mana keringat dan semangat bertemu dalam satu medan tempur bernama harapan.

Pepatah lama bilang “Jangan ajari anak panah untuk menjadi lurus, ajari dia arah dan tujuan”. Dan pelatihan ini, semoga menjadi arah yang tak hanya menunjuk ke pekerjaan, tapi ke masa depan yang penuh karya dan keberdayaan. Kalau barak militer bisa melatih disiplin, maka negara dan daerah.  harus bisa menjamin kesinambungan. Jangan biarkan peserta pulang hanya membawa sertifikat dan semangat yang cepat kedaluwarsa.

Masa depan bukan hanya ditentukan oleh semangat dua minggu, tapi oleh keberanian berbulan-bulan menabrak batas, menolak nasib, dan memahat jalan sendiri. Jangan biarkan pelatihan ini berakhir jadi kalender dinding dan file .pdf laporan akhir tahun.

Lihatlah negara seperti Korea Selatan, yang membina wirausahawan muda dengan incubator program berkelanjutan, bukan cuma pelatihan singkat. Atau Vietnam yang mendampingi pelaku usaha muda lewat koperasi digital dengan pasar ekspor terhubung. Di sana, pelatihan bukan akhir, tapi pintu. Di kita, jangan sampai pelatihan malah jadi pintu keluar semangat.

Maka sudah waktunya pelatihan-pelatihan seperti ini disambung dengan sistem pembinaan yang jelas. Didesain berlapis, bukan satu kali duduk. Diberi jalan, bukan cuma diberi wejangan. Karena jika hanya sekadar cetak-cetak pelatihan, kita hanya akan punya generasi yang penuh sertifikat, tapi miskin aktualisasi.

Kata pepatah lagi, “jangan biarkan benih harapan tumbuh sendirian di ladang yang tak disirami.” Mari kita pastikan pelatihan ini bukan titik akhir, tapi titik tolak, bukan pamungkas acara, tapi permulaan perjalanan karena pemuda Sumsel dan Indonesia, tidak hanya butuh pelatihan, mereka butuh kepercayaan untuk membuktikan bahwa mereka bukan cuma siap kerja, tapi siap menggoyang dunia kerja itu sendiri.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polda Banten ungkap sindikat besar pengedar narkoba jenis sabu seberat 43 kilogram & 494 butir ekstasi

    Polda Banten ungkap sindikat besar pengedar narkoba jenis sabu seberat 43 kilogram & 494 butir ekstasi

    • calendar_month Senin, 4 Jul 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 459
    • 0Komentar

      DIREKTORAT Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Banten telah mengungkap sindikat besar pengedar narkoba jenis sabu seberat 43 kilogram dan 494 butir ekstasi. Pengungkapan narkoba jaringan lintas provinsi dan negara ini dilakukan bersama Saturan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Tangerang. Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol. Shinto Silitonga mengatakan dalam pengungkapan ini sebanyak tujuh orang ditangkap. Kombes […]

  • Setelah Tangkap Perampok Tokoh Emas, Polisi Serahkan Barang Bukti Ke Pemilik

    Setelah Tangkap Perampok Tokoh Emas, Polisi Serahkan Barang Bukti Ke Pemilik

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2020
    • account_circle Yosep Indra Praja
    • visibility 1.552
    • 0Komentar

    UNIT IV Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel Senin (30/3) menyerahkan barang bukti emas yang disita dari tiga pelaku perampokan, kepada korban H Syamsir pemilik toko emas Cahaya Murni pasar Sungai Lilin, Kabupaten Muba yang dirampok pada Kamis 26 Maret 2020. Korban pemilik toko emas Cahaya Murni H Syamsir mengaku sangat berterima kasih anggota Unit […]

  • “Bonus Demografi Tak Akan Berarti Tanpa Pemuda di Desa”

    “Bonus Demografi Tak Akan Berarti Tanpa Pemuda di Desa”

    • calendar_month Sabtu, 5 Jul 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 873
    • 0Komentar

    WAKTU kecil, kita sering dikasih dongeng soal kota yang gemerlap, gedung tinggi, dan pekerjaan berjas. Tapi tak ada yang cerita soal desa, tempat di mana ayam berkokok jadi alarm, dan BUMDes jadi harapan ekonomi. Sekarang, Presiden Prabowo justru ngajak kita balik ke tempat itu. Bukan buat nostalgia, tapi buat bangun ulang dari akar. Ya, dari […]

  • Umrah saat Pandemi, Akan Berdampak Pada Biaya Paket Perjalanan

    Umrah saat Pandemi, Akan Berdampak Pada Biaya Paket Perjalanan

    • calendar_month Kamis, 14 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 919
    • 0Komentar

    PENYELENGGARAAN perjalanan umrah di masa pandemi mengharuskan penerapan protokol kesehatan sehingga akan berdampak pada biaya paket perjalanan. Dilansir dari Situs Kemenag.RI, Sekjen Kemenag Nizar berpesan agar Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah segera melakukan penyesuaian harga referensi. “Umrah di masa pandemi, perlu penyesuaian harga referensi umrah. Harga referensi itu harus dihitung cermat dan detail,” tegas Nizar […]

  • Di Tengah Target Indonesia Emas 2045, Ratu Dewa Justru Titip Pesan Soal Ibu kepada Mahasiswa UIN Raden Fatah

    Di Tengah Target Indonesia Emas 2045, Ratu Dewa Justru Titip Pesan Soal Ibu kepada Mahasiswa UIN Raden Fatah

    • calendar_month Senin, 24 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 33
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – PBAK UIN Raden Fatah Palembang tahun ini membawa mahasiswa baru pada gagasan besar tentang generasi intelektual transformatif dan Indonesia Emas 2045. Namun, di tengah tema besar tersebut, Ratu Dewa justru menitipkan pesan yang sangat dekat dengan kehidupan mahasiswa, jangan pernah melupakan doa ibu. Pesan itu disampaikan Wali Kota Palembang Ratu Dewa ketika menghadiri […]

  • Pemilihan Putra-Putri Sriwijaya 2019

    Pemilihan Putra-Putri Sriwijaya 2019

    • calendar_month Minggu, 13 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.235
    • 0Komentar

    MALAM penganugerahan Putra- Putri Sriwijaya 2019, di Hotel Harper resmi dibuka kemarin malam. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel Aufa Syahrizal mengatakan para finalis putra putri sriwijaya ini telah melalui berbagai tahapan seleksi yang ketat dan mengikuti masa karantina. Ada sejumlah kriteria yang menjadi penilaian bagi para peserta berdasarkan 3B : Brain, Beauty, dan Behaviour. Malam […]

expand_less
WordPress Archive Medirus – Medical Health WordPress Theme Medisa – Medical Elementor Template Kit Medisale – Medical Shop Elementor Template Kit MedisCare – Medical Service Elementor Template Kit Medisine – Medical Elementor Template Kit Meditest - Health Care Medical & Hospital Theme Medive – Health & Medical Elementor Template Kit Mediway – Health & Medical Elementor Template Kit Medizco – Medical Health & Dental Care Clinic WordPress Theme Medizin – Medical WooCommerce Theme