Senin, 3 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pemerintahan » Bangun Masa Depan dari Barak Pelatihan,[Muda, Dilatih, Bertalenta – Semoga Nggak Cuma Jadi Hastag Event!]

Bangun Masa Depan dari Barak Pelatihan,[Muda, Dilatih, Bertalenta – Semoga Nggak Cuma Jadi Hastag Event!]

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 11 Jun 2025
  • visibility 866
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Ada masanya pelatihan cuma soal buka buku, duduk manis, lalu pulang dengan sertifikat yang nasibnya digulung di bawah TV atau dijepit klip di map plastik buat lamaran kerja. Tapi kali ini beda. Ada yang terasa lebih berapi-api dari sekadar kursus teknis Pertamina Local Community Leaders Program 2025 Zona 4, kegiatan itu dihadiri langsung  Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru dengan menggabungkan antara pengeboran migas dengan pengeboran mental juang anak muda. Lengkap dengan markas tentara sebagai panggung pelatihannya, biar makin sangar dan tidak gampang ngambek kalau ditegur bos nanti.

Sebanyak 75 pemuda dari berbagai daerah dikarantina bukan buat ikut audisi boyband, tapi buat digembleng ala barak tentara, dari 10 hingga 23 Juni 2025. Materinya campur sari mulai dari teknisi AC (karena dunia ini sudah terlalu panas secara suhu dan situasi), petugas keselamatan kerja (biar tidak asal pakai sandal jepit saat ngelas), sampai jurnalistik (karena yang menulis sejarah kadang bukan yang ikut perang, tapi yang pegang pena).

Kalau dipikir-pikir, ini bukan cuma pelatihan kerja, tapi pelatihan hidup. Kita tahu banyak pelatihan yang ujung-ujungnya cuma jadi ajang foto-foto seragam dan update story IG. Tapi yang ini terasa agak beda, minimal dari cara Gubernur menyampaikan semangatnya. Dalam sambutannya, Herman Deru ibarat memberi vitamin moral pemuda jangan hanya cari kerja, tapi harus create kerja. Kalimat ini lebih panas dari obeng yang kelamaan dijemur di dashboard.

Tentu, pujian layak diberikan kepada Pertamina, di tengah badai pengangguran, mereka tidak ikut-ikutan ngumpet di balik regulasi, mereka justru muncul membawa obor pelatihan yang katanya bukan sekadar transfer skill, tapi juga upgrade moralitas dan kepemimpinan. Tapi, mari kita jujur program bagus seperti ini kadang cuma muncul sekali musim panen, atau hanya sebatas seremoni berbingkai spanduk dan minuman botol di meja panelis.

Yang bikin gatal bertanya, apakah program ini akan berlanjut? Atau hanya tayang sekali seperti sinetron pilot episode yang tidak lolos rating? Ini penting. Soalnya, pemuda bukan paku tembok yang kuat hanya sekali ketok. Mereka butuh kesinambungan, bahkan kalau perlu, follow-up job placement, mentoring, sampai permodalan buat bikin usaha sendiri. Karena pelatihan tanpa tindak lanjut itu ibarat ngasih kursus berenang di padang pasir bikin semangat, tapi tidak ada kolamnya. [Mudah-mudahan berlanjut terus!].

Bandingkan misalnya dengan model pelatihan di Jerman. Di sana, program dual vocational training bukan cuma teori dan praktik, tapi juga keterlibatan langsung industri sebagai penjamin kerja. Anak-anak muda di Frankfurt dan Hamburg bisa magang di pabrik sambil kuliah, dan begitu lulus langsung diserap. Bahkan menurut OECD, tingkat pengangguran muda di Jerman termasuk terendah di Eropa, salah satunya karena model seperti ini.

Kita juga bisa ngintip tetangga dekat Malaysia punya program Skim Latihan 1Malaysia (SL1M) yang mewajibkan BUMN dan perusahaan besar menyerap peserta pelatihan minimal 6 bulan, dengan tunjangan dan mentoring. Hasilnya? Banyak lulusan SL1M kini justru naik pangkat jadi penyerap tenaga kerja.

Lalu, bagaimana dengan kita? Ya jangan sampai pelatihan ini cuma jadi foto-foto bareng Pak Gubernur dan panitia, lalu besoknya peserta pulang lagi ke kampung, nyari sinyal buat upload, dan kembali menjadi pengangguran berseragam.

Simbol kuat

Harus diakui, penggunaan lokasi pelatihan di Markas Batalyon Zeni Tempur punya simbol kuat pelatihan ini memang bukan untuk generasi rebahan yang cita-citanya cuma jadi konten kreator unboxing mie instan. Ini pelatihan untuk para pejuang ekonomi mikro yang nantinya akan menggali lebih dalam bukan cuma tanah, tapi potensi daerah masing-masing.

Gubernur bahkan menyelipkan bocoran soal program Koperasi Desa yang akan diluncurkan 12 Juli nanti. Ini bisa jadi jembatan emas, asal jangan hanya jadi koperasi yang isinya dagangan pulsa dan kopi sachet. Kalau dikelola dengan benar, koperasi bisa jadi lokomotif ekonomi desa. Tapi kalau dikelola asal-asalan, bisa jadi tempat nyimpan proposal yang berdebu.

Yang kita harapkan, program seperti ini tidak berhenti di Sumsel saja. BUMN lain mestinya ikut urunan ide dan aksi. Pemuda di daerah penghasil energi lainnya juga punya potensi yang tak kalah nendang. Jangan sampai pelatihan semacam ini hanya dinikmati anak-anak muda yang kebetulan dekat dengan spotlight kamera.

Dan satu hal penting jangan jadikan program ini sebagai alat kampanye atau sekadar alat pencitraan, karena pemuda itu seperti karet ketapel makin ditarik, makin bisa melesat jauh asal jangan ditarik-tarik hanya untuk kepentingan lima tahunan.

Pelatihan ini ibarat benih yang baru ditanam di ladang harapan. Tapi benih tidak akan tumbuh kalau tidak disiram, tidak dirawat, dan malah diinjak-injak kesibukan politik dan formalitas. Jangan sampai 75 pemuda ini hanya jadi angka statistik pelatihan. Mereka harus benar-benar tumbuh menjadi pemimpin komunitas, pengusaha kecil, dan inspirasi lokal.

Karena sejatinya, perubahan itu bukan datang dari seminar akbar di hotel mewah, tapi dari pelatihan-pelatihan seperti ini yang digelar di markas tentara, di mana keringat dan semangat bertemu dalam satu medan tempur bernama harapan.

Pepatah lama bilang “Jangan ajari anak panah untuk menjadi lurus, ajari dia arah dan tujuan”. Dan pelatihan ini, semoga menjadi arah yang tak hanya menunjuk ke pekerjaan, tapi ke masa depan yang penuh karya dan keberdayaan. Kalau barak militer bisa melatih disiplin, maka negara dan daerah.  harus bisa menjamin kesinambungan. Jangan biarkan peserta pulang hanya membawa sertifikat dan semangat yang cepat kedaluwarsa.

Masa depan bukan hanya ditentukan oleh semangat dua minggu, tapi oleh keberanian berbulan-bulan menabrak batas, menolak nasib, dan memahat jalan sendiri. Jangan biarkan pelatihan ini berakhir jadi kalender dinding dan file .pdf laporan akhir tahun.

Lihatlah negara seperti Korea Selatan, yang membina wirausahawan muda dengan incubator program berkelanjutan, bukan cuma pelatihan singkat. Atau Vietnam yang mendampingi pelaku usaha muda lewat koperasi digital dengan pasar ekspor terhubung. Di sana, pelatihan bukan akhir, tapi pintu. Di kita, jangan sampai pelatihan malah jadi pintu keluar semangat.

Maka sudah waktunya pelatihan-pelatihan seperti ini disambung dengan sistem pembinaan yang jelas. Didesain berlapis, bukan satu kali duduk. Diberi jalan, bukan cuma diberi wejangan. Karena jika hanya sekadar cetak-cetak pelatihan, kita hanya akan punya generasi yang penuh sertifikat, tapi miskin aktualisasi.

Kata pepatah lagi, “jangan biarkan benih harapan tumbuh sendirian di ladang yang tak disirami.” Mari kita pastikan pelatihan ini bukan titik akhir, tapi titik tolak, bukan pamungkas acara, tapi permulaan perjalanan karena pemuda Sumsel dan Indonesia, tidak hanya butuh pelatihan, mereka butuh kepercayaan untuk membuktikan bahwa mereka bukan cuma siap kerja, tapi siap menggoyang dunia kerja itu sendiri.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ada Pesawat Tanpa Awak Dipamerkan di HUT ke-74 TNI

    Ada Pesawat Tanpa Awak Dipamerkan di HUT ke-74 TNI

    • calendar_month Sabtu, 5 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 863
    • 0Komentar

    RANGKAIAN HUT ke -74 TNI yang jatuh pada 5 Oktober 2019 diselenggarakan cukup meriah apalagi TNI banyak mengenalkan peralatan tempur canggih. Salah satunya sebuah pesawat tanpa awak (UAV – Unmanned Aerial Vehicle) CH-4. Pesawat ini merupakan salah satu alat tempur teranyar matra udara. Pesawat dikendalikan oleh operator di darat dan mampu membawa beberapa persenjataan. Dikutip […]

  • Menangkap Ikan Tanpa Merusak Lingkungan, 724 Unit Lampu LED Bantuan Kompak Disalurkan kepada Kelompok Cinta Bahari

    Menangkap Ikan Tanpa Merusak Lingkungan, 724 Unit Lampu LED Bantuan Kompak Disalurkan kepada Kelompok Cinta Bahari

    • calendar_month Senin, 11 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.419
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali menyalurkan bantuan KOMPAK (Kelompok Masyarakat Penggerak Konservasi). Bantuan berupa lampu LED 30 watt sebanyak 724 unit tersebut diserahkan kepada kelompok Cinta Bahari di Desa Mattiro Matae, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Provinsi Sulawesi Selatan melalui Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Ditjen PRL) […]

  • BI Ngobrol dengan BINGO, 3 Tema Ini Diangkat, Kaum Milenial Harus  Jadi Kaum Perubahan

    BI Ngobrol dengan BINGO, 3 Tema Ini Diangkat, Kaum Milenial Harus  Jadi Kaum Perubahan

    • calendar_month Kamis, 8 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.625
    • 0Komentar

    BANK Indonesia (BI) menyelenggarakan BI Ngobrol Bersama Komunitas (BINGO) di Kampus area Provinsi Jawa Tengah, secara virtual pada hari ini (7/7). BINGO merupakan kegiatan edukasi publik yang rutin dilakukan BI kepada generasi milenial khususnya mahasiswa dari berbagai kota di Indonesia. Pelaksanaan BINGO area Provinsi Jawa Tengah dilakukan BI bekerjasama dengan IAIN Salatiga, Universitas Diponegoro dan […]

  • Dukung  Progam Satu Desa Satu Rumah Tahfidz, SMA Muhammadiyah 6 Palembang Diapresiasi Gubernur Herman Deru

    Dukung  Progam Satu Desa Satu Rumah Tahfidz, SMA Muhammadiyah 6 Palembang Diapresiasi Gubernur Herman Deru

    • calendar_month Jumat, 13 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 721
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H Herman Deru mengapresiasi SMA Muhammadiyah 6 Palembang yang telah mewisuda para hafiz dan hafizah. Menurutnya diwisudanya siswa/siswi ini merupakan salah satu bentuk kontribusi sekolah Muhammadiyah Palembang dalam mendukung program Pemprov Sumsel yaitu satu desa satu rumah tahfidz. “Sebelummya saya hadir juga di Muhammadiyah 2 Palembang. Kenapa saya memilih hadir di dua sekolah […]

  • RIB Diminta Bergerak, Andil Pulihkan Ekonomi Daerah

    RIB Diminta Bergerak, Andil Pulihkan Ekonomi Daerah

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 732
    • 0Komentar

    RELAWAN Indonesia bersatu (RIB) Sumatera Selatan diminta untuk bergerak guna membantu memulihkan ekonomi daerah. Hal itu disampaikan Bupati Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA saat menerima Audiensi Relawan Indonesia bersatu (RIB) Sumatera Selatan yang diKetuai M Akbar Alfaro di Ruang Audiensi, Rabu (5/8/2020). Menurut Dodi Reza penggerakan tersebut bisa membawa […]

  • Barista Cilik Layani Pelanggan Kedai Kopi

    Barista Cilik Layani Pelanggan Kedai Kopi

    • calendar_month Jumat, 19 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.928
    • 0Komentar

    KOPI bukan hanya menjadi salah komoditi andalan untuk Kabupaten Muara Enim, namun hal lainnya terkait kopi juga bisa menjadi satu hal yang menarik untuk di kulik lagi lebih jauh. Salah satunya adalah cara menyeduh kopi itu sendiri. Pelaku penyeduh ini sendiri biasa dikenal dengan sebutan barista. Kemampuan menyeduh kopi ini ternyata saat ini lagi diminati […]

expand_less
WordPress Archive Medirus – Medical Health WordPress Theme Medisa – Medical Elementor Template Kit Medisale – Medical Shop Elementor Template Kit MedisCare – Medical Service Elementor Template Kit Medisine – Medical Elementor Template Kit Meditest - Health Care Medical & Hospital Theme Medive – Health & Medical Elementor Template Kit Mediway – Health & Medical Elementor Template Kit Medizco – Medical Health & Dental Care Clinic WordPress Theme Medizin – Medical WooCommerce Theme