Minggu, 16 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Uang Saku Magang Naik, Anak Muda Belajar Mandiri Finansial

Uang Saku Magang Naik, Anak Muda Belajar Mandiri Finansial

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
  • visibility 109
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

UANG saku magang naik, sehingga anak muda bisa belajar mandiri secara finansial.

Dalam Peserta Program Pemagangan Nasional kini tidak hanya mendapatkan pengalaman kerja nyata, tetapi juga kesempatan mengasah kemampuan mengelola keuangan. Kementerian Ketenagakerjaan menyesuaikan uang saku peserta dengan kenaikan Upah Minimum Tahun 2026, memberikan ruang bagi generasi muda belajar hidup mandiri dan produktif.

Selama menjalani program magang, peserta menerima uang saku yang mencukupi kebutuhan sehari-hari. Banyak dari mereka memanfaatkannya untuk menabung, membeli buku, atau membantu keluarga.

Fenomena ini menunjukkan  magang bukan sekadar praktik kerja, tetapi juga ajang belajar literasi keuangan sejak dini.

Di berbagai wilayah, kenaikan uang saku mengikuti Upah Minimum Provinsi. Misalnya, di Sumatera Barat, Upah Minimum naik dari Rp2.994.193 pada 2025 menjadi Rp3.182.955 pada 2026. Penyesuaian ini berdampak langsung pada jumlah uang saku peserta, memberi mereka kapasitas lebih besar untuk mengelola kebutuhan dan tabungan pribadi.

Para peserta melaporkan bahwa dengan uang saku yang cukup, mereka mampu membagi pengeluaran secara bijak. Sebagian menyisihkan untuk menabung, sebagian lagi digunakan untuk biaya transportasi, makan, dan perlengkapan magang.

Beberapa bahkan mulai merencanakan proyek pribadi atau investasi kecil-kecilan. Hal ini menegaskan  magang menjadi laboratorium nyata bagi kemandirian finansial.

Selain memberi pengalaman praktis, program ini mendorong peserta mengembangkan disiplin pengelolaan keuangan.

“Kita ingin anak muda memahami nilai uang, belajar membuat anggaran, dan memprioritaskan pengeluaran,” kata pengamat pendidikan vokasi. Pola ini diharapkan membekali mereka menghadapi tantangan dunia kerja sesungguhnya, di mana pengelolaan finansial pribadi menjadi bagian penting dari kesiapan profesional.

Program Pemagangan Nasional juga menekankan adaptasi peserta terhadap kebutuhan industri. Dengan membekali mereka kemampuan finansial sekaligus keterampilan teknis, program ini meningkatkan peluang peserta menjadi tenaga kerja mandiri dan kompeten.

Pengalaman mengatur uang saku sekaligus belajar di tempat kerja menyiapkan generasi muda menghadapi dunia profesional dengan lebih percaya diri.

Para peserta yang ditemui di lokasi magang mengatakan  pengalaman mengelola uang saku memberikan rasa tanggung jawab yang nyata.

“Dulu saya hanya mengandalkan orang tua. Sekarang, saya belajar membagi uang untuk kebutuhan sehari-hari dan menabung,” kata seorang peserta di RS Universitas Andalas. Pendekatan ini mengubah persepsi peserta tentang uang, dari sekadar konsumsi menjadi alat pembelajaran dan investasi masa depan.

Kementerian Ketenagakerjaan menekankan  tujuan program bukan sekadar memberi uang saku, tetapi membentuk generasi muda yang cerdas secara finansial dan profesional.

Menurut Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, penyesuaian uang saku mengikuti UM 2026 juga sebagai langkah strategis membekali peserta dengan pengalaman hidup mandiri yang relevan dengan dunia kerja. (****)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Covid-19, APBD Dipangkas Rp1,1 Triliun Tak Pengaruhi Kinerja Muba

    Covid-19, APBD Dipangkas Rp1,1 Triliun Tak Pengaruhi Kinerja Muba

    • calendar_month Senin, 28 Des 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 806
    • 0Komentar

    MESKI dihadapkan pada pandemi COVID-19, namun percepatan pembangunan dan capaian realisasi program tidak terhenti di Kabupaten Musi Banyuasin. Bahkan, terjadinya pemotongan anggaran APBD Muba mencapai Rp1, 1 Triliun juga tidak memberikan pengaruh yang signifikan kepada realisasi program program di Bumi Serasan Sekate yang kini di nahkodai Bupati Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA […]

  • Duh, Ganteng-ganteng Nekad Bobol Rumah Warga, Siapa Dia ?

    Duh, Ganteng-ganteng Nekad Bobol Rumah Warga, Siapa Dia ?

    • calendar_month Rabu, 6 Nov 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.657
    • 0Komentar

    TERSANGKA Imam Syafei (20), warga Desa Celikah, Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), diamankan anggota Polres OKI, setelah beraksi membobol rumah milik  Mentari (27), warga sedesanya. Aksinya cukup berani, Pria pengangguran ini, melakukan pencurian dengan cara masuk melalui atap rumah. Meskipun berhasil membawa kabur hasil curianya, namun aksi pelaku terbongkar, setelah mendapatkan informasi pelaku  ditangkap […]

  • Tekan Inflasi, TPID Palembang Gaet BI, 3 Strategi Ini yang Perlu Didorong untuk Pemulihan Ekonomi Daerah

    Tekan Inflasi, TPID Palembang Gaet BI, 3 Strategi Ini yang Perlu Didorong untuk Pemulihan Ekonomi Daerah

    • calendar_month Sabtu, 5 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 794
    • 0Komentar

    TIM Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang bersama Bank Indonesia (BI) sepakat meningkatkan strategi menekan  inflasi. Kesepakatan ini dituangkan dalam Memorandum of Understanding/MoU oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Palembang Ratu Dewa dengan  Direktur- Kepala Perwakilan BI Sumsel Erwin Soeriadimadja dalam Rapat  High Level Meeting yang diikuti TPID se- Sumatera Selatan (Sumsel), kemarin. “Ini amanah […]

  • “Zakat Butuh Kepercayaan, Bukan Sekadar Kotak Amal”

    “Zakat Butuh Kepercayaan, Bukan Sekadar Kotak Amal”

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 586
    • 0Komentar

    ADA satu hukum alam yang tak tertulis, tapi selalu berlaku uang hanya mau datang ke tempat yang dipercaya. Mau itu duit parkir, arisan ibu-ibu, sampai zakat. Kalau sudah ragu, tangan refleks masuk saku, bukan ke dompet. Pepatah modernnya begini bukan pelit, tapi takut nyasar. Itulah kira-kira pesan terkait soal zakat. Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan, […]

  • “Kelakar Receh Kacibob“

    “Kelakar Receh Kacibob“

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.290
    • 0Komentar

    Wong Palembang itu paleng pintar kalau soal bekelakar, seolah-olah dak katek hari tanpo bekelakar, sudah jadi kebiasaan wong Plembang nian.  Ini kelakarnyo Kacibob hari ini.  Ujang : “ Kacibob apo aku ini kualat yo samo wong tuo ??? “  Kacibob : “ Kualat ngapo ??? “  Ujang : “ Iyo, pecaknyo segalo uwong dak seneng dengan aku !!! […]

  • DKPP Gelar Sidang Kode Etik, Terkait Laporan Mahasiswa.

    DKPP Gelar Sidang Kode Etik, Terkait Laporan Mahasiswa.

    • calendar_month Senin, 4 Mar 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 927
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), menggelar sidang Kode Etik, terkait pelaporan salah seorang Mahasiswa Riki Yudistira (25) yang mengadukan Ketua KPU Kota Palembang H. Eftiyani, di Auditorium Bawaslu Sumsel Jakabaring Palembang, Senin (4/3/19). Sidang dengan Perkara nomor 29.DKE.DKPP.II.2019 dipimpin oleh Majelis diantaranya Dr. Muhammad , DKPP RI yang menjadi Ketua Majelis dan anggota […]

expand_less
WordPress Archive New Zealand Post Shipping For WooCommerce Newark – Writing and Personal Blog WordPress Theme Newpress – Blog Magazine WordPress Theme News Addons for Elementor – Ultimate News, Blog and Magazine Widgets News Magazine Papr – News Magazine WordPress Theme News Revolution Layouts for Elementor WordPress Plugin News Ticker For Elementor News24 – Elementor Blog Magazine NewsAtlas – News & Magazine Elementor Template Kit Newsblock – News & Magazine WordPress Theme with Dark Mode