Rabu, 21 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » RI Bicara Hutan, Anak Muda Masih Sibuk Bertahan Hidup

RI Bicara Hutan, Anak Muda Masih Sibuk Bertahan Hidup

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
  • visibility 56
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SETIAP peringatan Hari Kebangkitan Nasional, publik biasanya disuguhi pidato tentang persatuan, sejarah perjuangan, dan semangat cinta tanah air. Tahun ini suasananya sedikit berbeda. Dalam acara “Gema Langkah Alam” yang digelar Kementerian Kehutanan di Jakarta, isu yang diangkat justru berkaitan dengan hutan, perubahan iklim, dan masa depan lingkungan hidup.

Pilihan tema itu sebenarnya menarik karena ada upaya menghadirkan wajah baru nasionalisme Indonesia. Jika dulu semangat kebangkitan identik dengan perjuangan melawan penjajahan, kini pemerintah mencoba menggesernya menjadi perjuangan menjaga bumi dan hutan.

Pesan itu terlihat dalam sambutan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni yang dibacakan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kehutanan, drh. Indra Exploitasia. Dalam rilis dilaman resmi kehutanan, ia menjelaskan tantangan generasi muda hari ini bukan lagi merebut kemerdekaan, tetapi menjaga masa depan bumi dan lingkungan hidup.

Memang benar yang diungkapkan itu, namun masalahnya, realitas yang dihadapi generasi muda hari ini tidak sesederhana slogan penyelamatan bumi.

Anak-anak muda memang menjadi kelompok yang paling sering diajak bicara soal perubahan iklim. Mereka diminta peduli lingkungan, mengurangi sampah plastik, menjaga hutan, sampai menanam mangrove. Namun di saat bersamaan, banyak dari mereka justru masih sibuk memikirkan cara bertahan hidup.

Harga kebutuhan pokok naik, lapangan kerja makin ketat, biaya tempat tinggal mahal, sementara penghasilan sering kali tidak bergerak secepat kebutuhan hidup.

Di tengah situasi seperti itu, isu lingkungan akhirnya terasa seperti kemewahan yang hanya bisa dipikirkan setelah urusan hidup sehari-hari selesai.

Masalah itu menjadi ironi besar bagi generasi muda, apalagi negara bicara soal penyelamatan bumi, sementara sebagian generasi mudanya masih berjuang menyelamatkan hidupnya sendiri.

Oleh karena, ajakan menjaga lingkungan tidak bisa hanya berhenti sebagai kampanye moral yang terdengar bagus di atas panggung. Anak muda perlu melihat bahwa isu lingkungan juga punya hubungan nyata dengan masa depan ekonomi mereka.

Pemerintah sebenarnya mulai mengarah ke sana lewat program FOLU Net Sink 2030 yang disebut dalam acara tersebut. Program ini mendorong rehabilitasi hutan dan mangrove, pemulihan gambut, perlindungan kawasan hutan, hingga pengembangan ekonomi berbasis lingkungan.

Dalam sambutannya, Indra juga menambahkan berbagai program itu telah melahirkan aksi nyata dan peluang green jobs di berbagai daerah.

Masalahnya, istilah green jobs masih terdengar jauh bagi banyak anak muda, terutama di daerah. Tidak sedikit yang bahkan lebih akrab dengan pilihan kerja berbasis eksploitasi alam karena dianggap lebih cepat menghasilkan uang.

Di berbagai daerah di Indonesia tentu, hutan masih dipandang sebagai sumber ekonomi jangka pendek. Kayunya bisa dijual, lahannya bisa dibuka, atau sumber daya alamnya bisa ditambang. Ketika kebutuhan hidup makin mendesak, menjaga lingkungan sering kalah oleh logika perut.

Itulah sebabnya menjaga hutan tidak cukup hanya dengan slogan tanam pohon atau seminar perubahan iklim. Lingkungan baru benar-benar dijaga ketika masyarakat merasa ada masa depan yang bisa mereka dapatkan dari sana.

Program FOLU

Kerja sama Indonesia dan Norwegia dalam program FOLU juga memperlihatkan perubahan cara dunia memandang hutan. Duta Besar Norwegia untuk Indonesia, Rut Krüger Giverin, menerangkan pemerintahnya memberikan kontribusi sebesar 216 juta dolar AS atas keberhasilan Indonesia menurunkan emisi karbon selama periode 2016–2020.

Angka itu bukan hanya bantuan biasa,  hal itu menunjukkan bahwa hutan kini sudah menjadi bagian dari diplomasi global dan pertarungan menghadapi krisis iklim dunia.

Dulu, negara-negara maju datang ke hutan tropis untuk mengambil hasil alamnya, kini mereka datang membawa dana karena hutan dianggap penting untuk menahan laju kerusakan iklim.

Indonesia tentu layak mendapat apresiasi karena berhasil menekan angka deforestasi dalam beberapa tahun terakhir. Namun masyarakat  juga tahu persoalan lingkungan belum benar-benar selesai. Kebakaran hutan masih terjadi, kerusakan kawasan gambut belum sepenuhnya hilang, dan konflik lahan tetap muncul di sejumlah daerah.

Oleh sebabitu, tantangan terbesar pemerintah sebenarnya bukan membuat acara bertema lingkungan atau meluncurkan film pendek inspiratif. Tantangan yang jauh lebih sulit adalah membuat masyarakat percaya  menjaga lingkungan memang sejalan dengan masa depan hidup mereka.

Sebab, bagi banyak anak muda, isu lingkungan belum terasa mendesak dibanding kebutuhan mencari pekerjaan dan penghasilan.

Padahal ancaman perubahan iklim tidak menunggu kondisi ekonomi membaik lebih dulu. Krisis itu sudah hadir lewat cuaca ekstrem, banjir yang makin sering, suhu yang makin panas, hingga kualitas lingkungan yang terus menurun.

Ironisnya, generasi yang hari ini paling sibuk bertahan hidup juga akan menjadi generasi yang paling lama menerima dampak kerusakan lingkungan di masa depan.

Mungkin karena itu, makna kebangkitan nasional hari ini memang mulai berubah bentuk. Cinta tanah air tidak lagi cukup diwujudkan lewat pidato heroik dan romantisme sejarah perjuangan. Dalam situasi ketika ancaman lingkungan semakin nyata, menjaga hutan dan memastikan bumi tetap layak dihuni juga menjadi bagian dari perjuangan mempertahankan Indonesia.

Persoalannya, perjuangan itu akan sulit berhasil jika generasi mudanya terus diminta menyelamatkan bumi, sementara hidup mereka sendiri masih belum benar-benar aman. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Liburan Hemat, Kenangan Hebat! Hotel Murah Palembang untuk Natal & Tahun Baru 2026

    Liburan Hemat, Kenangan Hebat! Hotel Murah Palembang untuk Natal & Tahun Baru 2026

    • calendar_month Senin, 22 Des 2025
    • account_circle Bono
    • visibility 1.597
    • 0Komentar

    Untuk Anda yang mencari hotel murah palembang, saat ini ada banyak hotel nyaman dan bersih dengan harga di bawah Rp 300 ribu per malam. Pilihan-pilihan ini sangat pas, baik untuk liburan keluarga, perjalanan dinas, atau bahkan sekadar transit singkat.

  • Persahabatan

    Persahabatan

    • calendar_month Kamis, 15 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.688
    • 0Komentar

    DUA bocah yang masih belita berumur dua tahunan terlihat selalu ceria, rambutnya basah, mukanya terlihat masih segar, kedua pipi dan jidatnya pun masih terlihat polesan bedak beraroma harum. Bahkan sebagai pelengkap wangi minyak kayu putih pun membalut seluruh tubuhnya. Diva dan Inara itulah nama kedua balita tersebut, yang selalu meramaikan Perumahan Pesona Harapan Jaya, Tahap […]

  • Republik & Sonia Bius Masyarakat Muba

    Republik & Sonia Bius Masyarakat Muba

    • calendar_month Selasa, 26 Nov 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 997
    • 0Komentar

    RIBUAN masyarakat Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) memadati Opproom Pemkab Muba. Suasana tersebut rupanya rangkaian Malam Grand Final Pemilihan Kuyung Kupek Musi Banyuasin Tahun 2019 yang telah mengerucut menjadi 15 pasang peserta, Senin malam (25/11/2019).   Kemeriahan semakin tak terbendung ketika Republik Band dan Puteri Indonesia Tahun 2018 Sonia Fergina Citra tampil menghibur peserta dan audiens Malam […]

  • Grand Final LIDA Indonesia, Ini Janji Alex untuk Rara

    Grand Final LIDA Indonesia, Ini Janji Alex untuk Rara

    • calendar_month Senin, 14 Mei 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.155
    • 0Komentar

    “Yang utama kita berikan menyangkut masa depannya, bea siswa untuk Rara dan adiknya sampai kemana saja,”

  • wujudkan generasi unggul, cegah kekerasan pada anak

    wujudkan generasi unggul, cegah kekerasan pada anak

    • calendar_month Sabtu, 7 Okt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 957
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, –  Salah satu mewujudkan generasi unggul, yakni mencegah kekerasan pada anak karena kekerasan pada anak tidak hanya dalam bentuk fisik, tetapi juga bisa dalam bentuk lain, contohnya kekerasan yang menyerang mental anak. Oleh sebab itu Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menggelar Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Terhadap […]

  • Sempat Vakum Satu Tahun Karena Pandemi, Tarian dan Busana Indonesia menarik perhatian Pengunjungan di Pameran Pariwisata APAVIT 2021

    Sempat Vakum Satu Tahun Karena Pandemi, Tarian dan Busana Indonesia menarik perhatian Pengunjungan di Pameran Pariwisata APAVIT 2021

    • calendar_month Senin, 25 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.775
    • 0Komentar

    SETELAH vakum selama 1 tahun karena pandemi, Asosiasi Biro Perjalanan Peru (APAVIT) kembali menyelenggarakan Pameran Pariwisata Tahunan di taman Parque Reducto No. 2, Miraflores. Tahun ini kegiatan diselenggarakan dalam bentuk workshop dan Pameran bertema Reactivaton 2021. Dilansir dari Kemlu.go.id, Pameran yang diikuti oleh lebih dari 50 ekshibitor dibuka oleh Wakil Menteri Pariwisata Peru, Julia Isabel […]

expand_less
WordPress Archive Mitti – Home Decor & Crafts – WooCommerce Theme MitUp – Event & Conference WordPress Theme Mixana – Startup & SaaS WordPress Theme Mixmart – Handmade Shop WordPress WooCommerce Theme Mixology – Bar & Cocktails Elementor Template Kit Mixone – WordPress Music Magazine with Ajax and Continuous Playback Mixy – Organic Food Store WordPress Theme Mizar — Private Teacher & Education Elementor Template Kit MJ Simple – Responsive WooCommerce theme MMX – Make Me Christmas