Minggu, 18 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Obyek Wisata » Kampung Wisata Palembang, Asli Budaya atau Settingan?

Kampung Wisata Palembang, Asli Budaya atau Settingan?

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
  • visibility 81
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PAGI belum lama ini, suasana ruang Rapat Bappeda Litbang Palembang terasa berbeda, para camat datang membawa catatan, usulan, juga harapan. Di meja depan, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang, Aprizal Hasyim, memimpin pembahasan persiapan HUT Kota Palembang ke-1343.

Topiknya terdengar sederhana, lomba kampung wisata.

Namun agenda itu, tersimpan pertanyaan yang jauh lebih besar. Palembang sebenarnya sedang mencari apa? Kampung wisata yang benar-benar hidup, atau hanya kampung yang pandai bersolek ketika lomba datang?

Pertanyaan itu penting, pasalnya hari ituhampir semua daerah berlomba membuat destinasi wisata. Semua ingin terlihat kreatif.

Semua ingin viral.

Semua ingin masuk media sosial.

Tapi tidak semuanya lahir dari akar yang sama.

Ada kampung yang tumbuh karena masyarakatnya memang mencintai budaya dan lingkungannya.

Ada pula kampung yang berubah mendadak hanya karena mendengar kabar juri akan datang minggu depan.

Dan biasanya, perbedaannya mudah terasa.

Kampung yang dibangun dari kesadaran warga punya denyut kehidupan yang alami.

Yang jelas..ya memang  tidak kaku.

Tidak dibuat-buat.

Warganya bergerak karena rasa memiliki, bukan hanya mengejar penilaian.

Misalnya contoh, ada seorang ibu-ibu yang sejak lama membuat kue tradisional karena memang itu warisan keluarga yang mereka banggakan. Di dinding gang sempit, ada mural yang dilukis anak muda kampung karena mereka mencintai seni, bukan karena proyek dadakan. Bahkan naturalnya misalnya lagi di tepian sungai, ada warga yang rutin membersihkan lingkungan tanpa menunggu instruksi.

Semua tumbuh pelan-pelan.

Seperti akar pohon yang diam-diam menguat di bawah tanah.

Dan justru inilah bakal menariknya, dari proses panjang itulah kampung wisata sejati lahir.

Bukan dari cat yang baru kering semalam.

Bukan dari gapura yang mendadak dicat warna-warni.

Bukan pula dari taman instan yang muncul tiga hari sebelum penilaian.

Karena kampung wisata bukan panggung sandiwara.

Kampung wisata  adalah kehidupan sehari-hari yang sudah hidup jauh sebelum lomba diumumkan.

Itulah sebabnya pernyataan Aprizal terasa cukup penting ketika ia menegaskan  kampung wisata tidak boleh dibuat secara dadakan.

Pemerintah Kota Palembang ingin kampung yang memang sudah memiliki potensi budaya, kreativitas, dan kehidupan masyarakat yang aktif.

Apalagi kita terlalu sering melihat budaya hanya muncul ketika ada event.

Lorong tiba-tiba bersih.

Tanaman mendadak tertata.

Warga mendadak kompak.

Setelah acara selesai, semuanya perlahan kembali seperti biasa.

Budaya akhirnya diperlakukan seperti dekorasi panggung. Dipasang saat acara dimulai, lalu dilepas ketika lampu padam.

Padahal budaya tidak tumbuh dalam semalam.

Budaya lahir dari kebiasaan yang dijaga bertahun-tahun.

Dan sesuatu yang dirintis lama selalu punya rasa berbeda.

Ibarat warung tua di sudut kota yang tetap ramai meski tanpa papan besar dan promosi media sosial. Orang datang bukan karena tampilannya mewah, melainkan karena rasa dan cerita yang jujur.

Begitu pula kampung wisata.

Jika lahir dari hati masyarakat, suasananya terasa hangat.

Obrolan warga terdengar alami.

Punya cerita

Kuliner memiliki cerita.

Seni tumbuh tanpa dipaksa.

Bahkan lorong kecil terasa punya identitas sendiri.

Sebaliknya, kampung yang dibangun mendadak sering kali terlihat rapi, tetapi terasa kosong.

Terlalu dipoles.

Terlalu sibuk terlihat menarik.

Namun kehilangan jiwa.

Palembang sebenarnya tidak kekurangan modal untuk membangun kampung wisata yang kuat.

Kota ini memiliki sejarah panjang, budaya besar, dan karakter lokal yang khas.

Dari kampung tepian sungai hingga sentra kuliner rumahan, semuanya menyimpan cerita.

Masalahnya, masyarakat sering terlalu dekat dengan warisan itu sehingga lupa menghargainya.

Kita lebih mudah kagum pada tempat wisata luar daerah dibanding budaya yang tumbuh di lingkungan sendiri.

Padahal sesuatu yang terlihat biasa bagi warga lokal bisa menjadi pengalaman berharga bagi orang luar.

Karena itu, lomba kampung wisata seharusnya jangan hanya menjadi perlombaan mencari kampung paling cantik.

Yang lebih penting ialah membangun kesadaran masyarakat agar mencintai lingkungannya sendiri tanpa harus menunggu momen penilaian.

Sebab kampung wisata sejati tidak hidup karena trofi.

Ia hidup karena masyarakatnya bangga.

Bangga menjaga budaya.

Bangga merawat lingkungan.

Bangga mempertahankan identitas tanpa harus meniru daerah lain.

Aprizal juga menekankan pentingnya keamanan, ketertiban, kebersihan, dan kesejukan lingkungan dalam penilaian kampung wisata.

Hal ini tentunya  bukan sekadar syarat lomba, tetap harus menjadi pondasi utama, pasalnya wisata tidak akan bertahan di tempat yang semrawut.

Orang mungkin datang sekali karena penasaran. Namun mereka hanya akan kembali jika merasa nyaman.

Dan kenyamanan tidak lahir dari kerja bakti panik semalam sebelum lomba.

Ia lahir dari kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari.

Maka dari itu sudah selayaknya juga  masyarakat memegang peran paling penting.

Pemerintah bisa membuat program, lomba, hingga festival besar. Tetapi tanpa kesadaran warga, semuanya hanya akan menjadi acara tahunan yang ramai sebentar lalu hilang.

Karena sejatinya, kampung wisata bukan soal siapa paling pandai bersolek ketika juri datang.

Melainkan siapa yang tetap hidup bahkan ketika panggung acara sudah lama dibongkar. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dipicu skandal MK, pemilih rasional bakal mendekat ke Ganjar-Mahfud

    Dipicu skandal MK, pemilih rasional bakal mendekat ke Ganjar-Mahfud

    • calendar_month Senin, 6 Nov 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 709
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- Pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Ade Reza Hariyadi menilai wajar jika pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka (Prabowo-Gibran) dibanjiri kritik dari  para pegiat demokrasi. Menurut Ade, para pegiat demokrasi gerah dengan “permainan kotor” di Mahkamah Konstitusi (MK) yang memberikan karpet merah bagi Gibran untuk maju di Pilpres 2024. “Ada banyak kritik dari […]

  • Over Kapasitas Lapas Palembang, “Ketika Sel Penjara Jadi Kontrakan Anak Kos Tanggal Tua”

    Over Kapasitas Lapas Palembang, “Ketika Sel Penjara Jadi Kontrakan Anak Kos Tanggal Tua”

    • calendar_month Kamis, 10 Jul 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 677
    • 0Komentar

    DI KOTA Palembang, ada satu tempat yang selalu penuh, padat, dan tidak pernah sepi penghuni, bahkan lebih sibuk daripada kos-kosan dekat kampus saat tanggal tua, yakni Lapas Palembang. Tempat ini memang dirancang untuk menampung 500 orang, tapi sekarang? Diisi lebih dari 1.500 narapidana. Kalau ini ibarat angkot, udah nggak ada lagi yang duduk di jok, […]

  • Wabup Muba Sampaikan KUPA dan PPASP TA 2020

    Wabup Muba Sampaikan KUPA dan PPASP TA 2020

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.774
    • 0Komentar

    BUPATI Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex Noerdin diwakili oleh Wakil Bupati Musi Banyuasin Beni Hernedi menyampaikan rancangan Kebijakan Umum Perubahan APBD (KUPA), dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara Perubahan (PPASP) Kabupaten Musi Banyuasin Tahun Anggaran 2020 dalam Rapat Paripurna Masa Persidangan III Rapat ke 17, Senin (6/7/2020) Ruang Rapat Paripurna DPRD Muba. Dalam rapat yang […]

  • Air Balui, Cerita Hidup Desa

    Air Balui, Cerita Hidup Desa

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.947
    • 0Komentar

    PAGI itu, jalan di Air Balui masih basah setelah hujan semalam. Genangan kecil mengintai, siap membuat siapa saja yang melintas tersandung lumpur. Tapi warga sudah terbiasa. Mereka tertawa sambil menapaki jalan, bercanda tentang “kolam renang gratis” yang selalu muncul setelah hujan. Hidup di sini memang penuh tantangan, tapi tawa adalah senjata rahasia. Di balai desa, […]

  • Ada AC Baru dari Samsung Electronics Indonesia : WindFree™ Ultra,  dengan Air Purification PM 1.0 Filter, mampu Sejukkan Sekaligus Bersihkan Udara di Rumah

    Ada AC Baru dari Samsung Electronics Indonesia : WindFree™ Ultra,  dengan Air Purification PM 1.0 Filter, mampu Sejukkan Sekaligus Bersihkan Udara di Rumah

    • calendar_month Senin, 3 Apr 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 899
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- Polusi udara kadang hanya dikaitkan dengan emisi karbon dioksida yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor di jalanan. Padahal, udara yang kita hirup di dalam ruangan bisa dua sampai lima kali lebih berpolusi ketimbang di luar ruangan.1 Kualitas udara dalam ruangan yang lebih bersih dan sehat jelas menjadi dambaan keluarga yang mementingkan kesehatan bagi seluruh anggotanya.   […]

  • Antisipasi Penyebaran Paham Radikalisme di Kalangan Pelajar, Ini Dilakukan Polres OKI

    Antisipasi Penyebaran Paham Radikalisme di Kalangan Pelajar, Ini Dilakukan Polres OKI

    • calendar_month Senin, 5 Des 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 841
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id – Polres OKI – Polda Sumsel. Guna mengantisipasi penyebaran paham radikalisme khususnya di kalangan pelajar, Polres Ogan Komering Ilir melaksanakan Ops Bina Waspada sejak tgl 22 November s/d 11 Desember 2022. Kapolres OKI AKBP Diliyanto SH., S.IK., MH melalui Kasat Binmas Polres OKI Iptu Bambang SH menjelaskan bahwa pelaksanaan Giat tersebut didominasi oleh Fungsi […]

expand_less
WordPress Archive GreenMart – Organic & Food WooCommerce WordPress Theme Greenshift Page Builder + Addons Greenside – Golf Club & Academy Elementor Template Kit GreensKeeper – Gardening & Landscaping Responsive WordPress Theme GreenTech – Green Technology Services Elementor Template Kit Greenture – Environment / Non-Profit WordPress Theme Greenville | Private School & University Education WordPress Theme GreenWay - Golf Club & Course Elementor Template Kit Greeny – Interior Elementor Template Kit Grenda – Event Planner WordPress Theme