Ekonomi

Fee Based Income dan Efisiensi Biaya Topang Laba Bank Sumsel Babel

gedung-bank-sumsel-babel

PT Bank Sumsel Babel pada semester pertama 2017 berhasil membukukan laba sebesar Rp 227 miliar atau tumbuh 12,38 persen

SUMSELTERKINI.ID, Palembang – PT Bank Sumsel Babel pada semester pertama 2017 berhasil membukukan laba sebesar Rp 227 miliar atau tumbuh 12,38 persen.

Pertumbuhan laba pada paruh tahun ini di topang dari pendapatan bunga dan pendapatan jasa (fee based income).

M Adil, Dirut PT. Bank Sumsel Babel (BSB) menjelaskan selain didapat dari fee based income, laba juga diperoleh dari program efisiensi biaya.

“Kinerja BSB hingga paruh tahun ini masih positif, dengan kondisi ini tentu memacu kinerja hingga akhir tahun, kami optimistis kinerja 2017 dapat seusai target, “ungkapnya Kamis sore, (4/8/2017).

Menurutnya laba Rp227 miliar tumbuh 12,38% YoY (year of year) dibanding Laba Juni 2016 Rp202 miliar.

Meskipun saat ini ungkap Adil kondisi harga komoditi karet dan sawit belum membaik, dan berdampak pada daya beli masyarakat yang terus menurun.Namun dengan fee based income dapat mendongkrak kinerja paruh tahun.

Selain, tahun ini, terang Adil, perseroan terus melakukan ekspansi kredit dengan yang prudent, fokus kepada pembiayaan insfrastruktur di daerah.

Terutama, ulasnya pada proyek-proyek milik pemerintah daerah.

“Bahkan juga tetap memberikan penyaluran kredit UMKM, serta kredit komsumtif, “tambah Adil.

Sementara ulasnya, untuk penghimpunan Dana pihak ketiga (DPK) perseroan fokus pada dana retail berupa tabungan dan deposito.

Ia melaporkan juga, realisasi aset Rp22,6 triliun atau tumbuh 3,8 triliun YoY (year of year) atau 19,75 persen dibanding Juni 2016 sebesar Rp18,8 triliun.

DPK Rp18,7 triliun tumbuh 4,3 triliun YoY (year of year) atau 23,05 persen dibanding Juni 2016 Rp15,3 triliun.

Kredit Rp13,1 triliun, tumbuh Rp800 miliar YoY (year of year) atau 6,5 persen dibanding Juni 2016 Rp12,3 triliun.

“CAR 20,01 persen membaik 4,5 persen Juni 2016 15,5 persen, sedangkan LDR 69,89 persen pada Juni 2016
LDR 80,96 persen, “urainya.

Selanjutnya, paparnya ROA 2,07 persen Juni 2016, menjadi ROA 2,13 persen, ROE 15,02 persen pada Juni 2016 menjadi ROE 19,69 persen. BOPO 81,14 persen pada Juni 2016 BOPO 81,59 persen, dan NPL 3,26 persen membaik 0,24 persen pada Juni 2016 NPL 3,5 persen.

Hingga kini tambahnya lagi outlet bsb mencapai 573 outlet, terdiri dari :
Kantor Cabang 28, KCP 51, Kantor Fungsional 1, Kantor kas 104, payment point 49, ATM 337, ADM 3.

Comments

Terpopuler

To Top