Kamis, 13 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pojok Fisip UIN Raden Fatah » Indonesia vs Bahrain: Dari Lapangan ke Ruang Politik

Indonesia vs Bahrain: Dari Lapangan ke Ruang Politik

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 16 Okt 2024
  • visibility 1.636
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BICARA tentang sepak bola memang tidak ada habisnya. Tidak berlebihan rasanya ketika olahraga dan permainan yang satu ini menjadi olahraga paling populer di dunia, termasuk di Indonesia. Tidak hanya di kota, di pelosok-pelosok desa-pun olahraga ini menjadi yang paling ramai dan banyak digemari oleh masyarakat kita.

 

Olahraga yang satu ini terbilang unik dan menarik, selain memang dapat menghadirkan antusias dan massa yang besar. Olahraga rakyat satu ini juga dapat melahirkan berbagai kisah unik dan dapat menyentuh berbagai aspek, termasuk dalam ranah yang bersifat politis. Sepak bola dapat menjadi alat pemersatu, atau bahkan sebaliknya dapat menjadi penyebab timbulnya konflik, baik pada tingkat masyarakat paling bawah atau sampai menyebabkan ketegangan antar negara sekalipun.

 

Baru-baru ini masyarakat Indonesia dibuat marah dengan kepemimpinan wasit saat pertandingan Indonesia vs Bahrain pada tanggal 10 oktober yang lalu. Bagaimana tidak, keputusan wasit memperpanjang durasi waktu pertandingan yang seharusnya selesai pada menit ke 96, justru dibiarkan sampai Indonesia kebobolan pada menit ke 99. Tentu keputusan ini sangat merugikan Timnas Indonesia yang sebelumnya sudah unggul dengan skor 2-1.

 

Tindakan wasit tersebut mendapat berbagai kecaman dari masyarakat Indonesia. Banyak masyarakat mencaci maki dan memenuhi kolom komentar akun-akun instagram yang berhubungan dengan Timnas Bahrain, AFC, FIFA, dan bahkan sampai menyebabkan akun instagram wasit Ahmed Al Kaf menghilang dari kolom pencarian. Merupakan respon wajar dari masyarakat sebagai bentuk protes atas kepemimpinan wasit yang dianggap tidak wajar dan merugikan Timnas Indonesia.

 

Gengsi Jika Kalah dari Indonesia

Tahun ini menjadi kesempatan emas bagi Timnas Indonesia untuk bisa lolos ke piala dunia, sebab jika berhasil mengalahkan Bahrain peluang Indonesia untuk dapat merasakan atmosfer berlaga di piala dunia semakin terbuka lebar. Apalagi saat ini, skuad Timnas Indonesia diisi oleh pemain-pemain yang berkualitas. Sedangkan bagi Bahrain, kekalahan dari Timnas Indonesia justru merupakan mimpi buruk yang memalukan.

 

Perbedaan peringkat antara Indonesia dan Bahrain yang terpaut cukup jauh, yaitu peringkat 129 bagi Indonesia, sedangkan Bahrain berada di peringkat 76, tentunya menyebabkan Timnas Bahrain seolah-olah berada di atas awan. Apalagi pada pertandingan sebelumnya Timnas Indonesia dapat dikalahkan secara melakukan dengan skor akhir 10-0 pada kualifikasi piala dunia 2014, tepatnya pada 29 februari 2012. Sehingga bukan hal aneh jika mereka mati-matian agar tidak kalah dari Timnas Indonesia.

 

Dapat Menyebabkan Kebencian Etnis

Di dalam sepak bola, tidak hanya sebatas ketika pertandingan berlangsung, tetapi juga sebelum dan sesudahnya. Melihat respon atas kekecewaan masyarakat Indonesia, khususnya di sosial media, dapat menyebabkan kebencian atas etnis tertentu di Indonesia semakin meluap. Negara Bahrain dan wasit yang berasal dari Oman secara etnis mayoritas diisi oleh bangsa Arab.

 

Melihat fenomena di Indonesia sekarang, isu etnis Arab ini dapat menyebabkan ketegangan di dalam masyarakat. Tim lawan dan wasit yang sama-masa berasal dari timur tengah dapat dimanfaatkan oleh kelompok tertentu untuk memupuk rasa kebencian terhadap orang Arab. Apalagi saat ini sedang ramainya tentang isu Habib di Indonesia, yang bagi sebagian kelompok dianggap bukan merupakan keturunan Nabi Muhammad SAW.

 

Lebih jauh, jika rasa kebencian terhadap orang Arab ini semakin besar, maka dapat memungkinkan terjadinya ambivalensi Islam dalam masyarakat Indonesia, karena bagi masyarakat awam, Arab secara umum merupakan representasi dari Islam.

 

Dampaknya Bagi Masa Depan Politik Indonesia

Isu yang berasal dari sepak bola ini tidak boleh dianggap remeh. Sepak bola memiliki penggemar yang sangat besar di Indonesia, artinya ada mobilisasi massa yang mungkin dapat dilakukan. Dalam kajian ilmu politik, jumlah massa yang besar dan kemampuan untuk memobilisasinya adalah anugrah bagi setiap pihak yang sedang memperebutkan kekuasaan.

 

Melihat pilpres 2024 yang lalu, ketika salah satu calon Presiden, yaitu Anies Baswedan diterpa isu sebagai bukan asli pribumi hanya karena mempunyai garis keturunan dari Yaman yang mayoritas masyarakatnya adalah etnis Arab. Isu ini ramai diangkat ketika pilpres yang lalu, tentu saja tujuannya adalah untuk menurunkan elektabilitas calon. Terbukti Anies Baswedan kalah pada pilpres 2024.[***]

 

Oleh: Ibrayoga Rizki Perdana, S.A.P

Mahasiswa Magister Politik dan Pemerintahan Universitas Gadjah Mada

 

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Indonesia-Vietnam Friendship Week Bius Penonton di Saigon Opera House, Ho Chi Minh City, Vietnam

    Indonesia-Vietnam Friendship Week Bius Penonton di Saigon Opera House, Ho Chi Minh City, Vietnam

    • calendar_month Rabu, 24 Mei 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.437
    • 0Komentar

    Ho Chi Minh City, Vietnam – Pertunjukan kebudayaan Indonesia bertajuk Indonesia-Vietnam Friendship Week bius penonton di Saigon Opera House, Ho Chi Minh City, Vietnam.Kegiatan Indonesia-Vietnam Friendship Week ini dimaksudkan untuk memeriahkan 10 tahun hubungan Kemitraan Strategis antara Indonesia dan Vietnam yang terbangun sejak 2013 hingga saat ini 2023. Hubungan kemitraan strategis kedua negara telah dapat memperkuat dan meningkatkan kerja sama […]

  • DKPP Gelar Sidang Kode Etik, Terkait Laporan Mahasiswa.

    DKPP Gelar Sidang Kode Etik, Terkait Laporan Mahasiswa.

    • calendar_month Senin, 4 Mar 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 926
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), menggelar sidang Kode Etik, terkait pelaporan salah seorang Mahasiswa Riki Yudistira (25) yang mengadukan Ketua KPU Kota Palembang H. Eftiyani, di Auditorium Bawaslu Sumsel Jakabaring Palembang, Senin (4/3/19). Sidang dengan Perkara nomor 29.DKE.DKPP.II.2019 dipimpin oleh Majelis diantaranya Dr. Muhammad , DKPP RI yang menjadi Ketua Majelis dan anggota […]

  • Sarasehan ICMI Orwil Sumsel, Ini Pesan Gubernur

    Sarasehan ICMI Orwil Sumsel, Ini Pesan Gubernur

    • calendar_month Kamis, 5 Apr 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 812
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Palembang – Di sela jadwalnya yang padat, Gubernur Sumsel Alex Noerdin masih menyempatkan diri menghadiri sekaligus membuka Sarasehan Mencari Sosok Pemimpin Sumsel yang Berkualitas gelaran Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI)  Orwil Sumsel, di Hotel Grand Inna Kamis (5/4/2018). Dalam kesempatan tersebut, Alex Noerdin  berpesan kepada peserta Sarasehan bahwa untuk mencari pemimpin yang berkualitas membawa Sumsel […]

  • Alasan Makanan Ini, Bekraf Anugrahi Palembang Jadi Kota Ekonomi Kreatif Terbaik RI

    Alasan Makanan Ini, Bekraf Anugrahi Palembang Jadi Kota Ekonomi Kreatif Terbaik RI

    • calendar_month Senin, 7 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.802
    • 0Komentar

    BADAN Ekonomi kreatif [Bekraf] memberi penghargaan kepada Kota Palembang sebagai Kota Ekonomi Kreatif terbaik di Indonesia menyusul makanan khas pempek menjadi industri kreatif yang digarap secara fokus dengan produksi per hari mencapai 7 ton per hari. Penghargaan ini langsung diberikan Kepala Bekraf Indonesia, Triawan Munaf dalam acara Bekraf ke 3 di Kota Solo, kata Kepala Bappeda […]

  • Panglima TNI Nilai Kunci Sukses Tidak Terlepas Kerjasama Yang Solid

    Panglima TNI Nilai Kunci Sukses Tidak Terlepas Kerjasama Yang Solid

    • calendar_month Minggu, 7 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 675
    • 0Komentar

    PANGLIMA Tentara Nasional Indonesia (TNI), Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, menilai kunci sukses tiga event internasional skala besar di Lombok Tengah dalam beberapa waktu kedepan, adalah kerja sama. “Kerja sama ini telah berjalan dengan baik antara Pemerintah Daerah, Dinas Kesehatan, TNI dan Polri serta elemen terkait lainnya untuk menekan laju penularan COVID-19 di Lombok Tengah,” ujar […]

  • Kadin Sumsel perjuangkan kembali SMB II jadi Bandara Internasional, kata Menko Perekonomian ..

    Kadin Sumsel perjuangkan kembali SMB II jadi Bandara Internasional, kata Menko Perekonomian ..

    • calendar_month Selasa, 10 Des 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.615
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Kembalinya Bandara SMB II sebagai bandara internasional adalah upaya untuk memperkuat aksesibilitas bagi wisatawan dan pelaku bisnis. Ini juga akan menjadi momentum bagi pengembangan pariwisata dan investasi di daerah. Hal itu disampaikan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumsel, H Affandi Udji SE MM dalam rapat pimpinan nasional (Rapimnas) Kadin Indonesia beberapa waktu […]

expand_less
WordPress Archive Asaya – Yoga & Meditation Elementor Kit Ascen – Childcare & Kids Education WordPress Theme Asche Plugin – Coming Soon, Maintenance Mode, Login Designer Asclepius – Doctor & Medical Theme Aseona SEO Digital Marketing Elementor Template Kit Asgard – Multipurpose Messages and Social Builder AshElement-Elementor Page Builder Bundle Ashtanga – Yoga Studio WordPress Theme Ashton | Lawyer Attorney WordPress Ashton – Web hosting Elementor Template Kit