Selasa, 18 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pojok Fisip UIN Raden Fatah » Meng “Indonesiakan” Demokrasi

Meng “Indonesiakan” Demokrasi

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 15 Jul 2021
  • visibility 2.179
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SEBAGAIMANA yang kita ketahui demokrasi mempunyai makna yang sangat kompleks, Demokrasi bukan hanya sekedar dipahami sebagai hak pilih universal ataupun penyelenggraan regular multipartai. Kita harusnya menyadari bahwa pembangunan dan demokrasi harus sama-sama berjalan dan saling menguatkan, dan tugas kita adalah bagaimana mewujudkan hal itu dalam realitas.

Tantangan berikutnya adalah bagaimana masyarakat berperan penting dalam rangka menjadikan demokrasi sebagai suatu alat ideal untuk mencapai suatu kesejahteraan bersama. Dengan demikian perlu adanya penafsiran dan aplikasi ketika demokrasi masuk dalam kehidupan masyarakat. Karena kita banyak menemukan kerancuan yang disengaja ataupun tidak disengaja dalam memahami arti demokrasi yang didalamnya terdapat kepentingan-kepentingan “politis” bagi kepentingan individu ataupun golongan, sehingga makna dari demokrasi mengalami peredupsian dan ini pun secara otomatis akan berpengaruh terhadap aplikasinya di lapangan.

Oleh karena itu dalam hal ini dijelaskan perlu adanya epistemis community, yaitu dimana masyarakat harus benar benar memahami demokratisasi dalam rangka pencarian model alternative demokrasi Indonesia, selain itu juga masyarakat bisa mengawal dan mengamankan kecepatan dan arah demokrasi dan optimalisasinya, yang lebih penting lagi harus adanya usaha merumuskan model demokrasi yang kompatimbel dengan Indonesia, hal ini sangat diperlukakan dalam rangka menyelesaikan agenda demokrasi di Indonesia.

Demokratisasi di Indonesia masih banyak ditemukan kesenjangan maka dari itu harus ada model-model baru untuk menutupi hal tersebut yaitu : percepatan demokratisasi dan kesepakatan pada arah yang dituju dan model demokrasiSederhananya adalah bagaimana kita harus lebih mendalam dalam melihat dan memahami tantangan tersembunyi di balik ide dan pelembagaan demokrasi kemudian melibatkan model ini untuk mengungkapakan arti demokrasi untuk menentukan arah yang dituju.

Demokrasi sebagai suatu konsep yang telah masyhur menimbulkan tantangan tersendiri terlebih pada tingkatan gagasan, oelh karena itu kita tidak boleh lengah karena dibalik itu semua terdapat hegemoni, kebodohan kita dalam mengkritisi gagasan demokrasi itu akan mengarahkan bahkan akan dapat membawa kita atau menjebak kita dalam kontroversi. Kemudian itu akan mengarahkan kita pada ketidakjelasan keputusan. Dalam kemasyhuran konsep demokrasi dapat kita lihat terdapat banyak maslah yang mengiringinya dalam tataran praktis, hal ini cukup berbahaya, intinya kita bisa lihat untuk sekarang demokrasi adalah salah satu konsep yang terbaik diantara yang terburuk.selanjutnya dalam demokrasi terdapat banyak pertentangan makna sehingga menimbulkan banyak kerancuan, lebih-lebih dalam perjalanannya terdapat tumpang tindih terhadap ideology historis konteks.Lebih parah lagi dalam ruang lingkup demokrasi juga masih banyak terdapat perdebatan.

Ide demokrasi dalam pelaksanaannya tidak bisa merata, menyeluruh, dan sama di setiap negara. Ide demokrasi global tidak serta merta dapat langsung cocok dan pas ketika dimasukkan dalam suatu negara tertentu, karena tidak bisa kita nafikan pengaruh sosio kultural juga sangat berpengaruh, maka dari itu perlu adanya adaptasi demokrasi terhadap masing masing negara selain itu juga harus ada keterlibatan diskursif dalam mengamankan kecepatan dan arah demokrasi termasuk di Indonesia.

Demokrasi hanyalah salah satu diantara konsep yang dikembangkan di Indonesia ketika konsep demokrasi dinilai berhasil dalam beberapa negara tidak begitu halnya dengan apa yang dialami Indonesia, kenerhasilan negara lain tidak bisa diambil pelajarannya oleh Indonesia. Indonesia tidak bisa merefleksikan atau mengindigensouskan demokrasi, dengan kata lain Indonesia hanya menjiplak satu paket demokrasi yang telah ada di negara lain. Sehingga hal ini menjadikan banyak masalah dalam perjalanannya karena sebagai ide “paketan” demokrasi di Indonesia lebih banyak yang tidak sesuai daripada yang sesuai.

Seharusnya Indonesia harus memahami demokrasi bukanlah satu pake ide yang langsung bisa diterapkan, akan tetapi perlu adanya kajian-kajian penting di dalamnya dan disesuaikan dengan konteks ke-Indonesiaan (sosio masyarakat dan kebudaayaan). Sehingga pada nantinya ditemukan formula-formula yang pas dan cocok dalam penerapan demokrasi. Ide-ide brilian dari negara lain bisa kita jadikan inspirasi dan pelajaran akan tetapi realitas kehidupan di Indonesia harus kita jadikan basis utama sehingga demokrasi bisa bersenggama dengan budaya-budaya di Indonesia sehingga ide demokrasi bisa dilaksanakan secara sesuai dan kontektual.

Setalah kita lihat permasalahan proses demokrasi di Indonesia kita dapat memahami banyak terdapat maslah disana sini perlu adanya usaha-usaha yang serius dalam rangka menciptakan demokrasi yang kompatibel dengan Indonesia. Adapun hal-hal yang perlu kita lakukan adalah, pertama: harus memeriksa kelemahan dan kelebihan masing-masing model baik melalui pemeriksaan metodologis atau ideologis secara kritis. Kedua adalah landasan teoritis dan kerangka demokratisasi harus dijadikan sebagai bimbingan diskursif dalam merancang model penelitian yang lebih relevan. Ketiga : mengagendakan rumusan percepatan dan arah demokratisasi di Indonesia untuk sebagai proyek besar dan pendefenisisan ulang dan merevitalisasi demokrasi dan demokratisasi di Indonesia.[***]

 

Oleh Siti Anisyah, M.Si

Dosen Ilmu Politik Fisip UIN Raden Fatah

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kemala Bakal Gelar Seminar Minat Baca Secara Virtual

    Kemala Bakal Gelar Seminar Minat Baca Secara Virtual

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 836
    • 0Komentar

    KETUA Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Musi Banyuasin Hj Thia Yufada sekaligus sebagai Bunda Baca Muba diminta menjadi keynote speaker (pembicara) pada kegiatan Pelantikan Keluarga Mahasiswa Lalan (Kemala) dan Seminar Minat Baca. Hal ini disampaikan Kemala UIN Raden Fatah Palembang pada saat beraudiensi dengan Ketua TP PKK Muba di Ruang Rapat […]

  • Gubernur Sumsel Ajak Petugas Kebersihan Sukseskan Asian Games

    Gubernur Sumsel Ajak Petugas Kebersihan Sukseskan Asian Games

    • calendar_month Senin, 21 Mei 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.152
    • 0Komentar

    Merekalah yang bertugas menjaga kebersihan di Kota Palembang.

  • Selalu Pakai Masker dan Lakukan Vaksinasi

    Selalu Pakai Masker dan Lakukan Vaksinasi

    • calendar_month Rabu, 8 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 597
    • 0Komentar

    SITUASI  COVID-19 mulai membaik, kegiatan sosial dan ekonomi dibuka bertahap. Untuk bisa mempertahankan situasi COVID-19 yang bisa dikendalikan ini kita harus terus disiplin pakai masker dan melakukan vaksinasi. Sebagai masyarakat kita bisa berkontribusi menurunkan kondisi pandemi karena upaya dari kita dan oleh kita adalah untuk kita juga. Mari berikhtiar dengan selalu pakai masker dan melakukan […]

  • Gen Z Dan Milenial Muba Serukan untuk Tidak Golput dan Gunakan Hak Pilih 

    Gen Z Dan Milenial Muba Serukan untuk Tidak Golput dan Gunakan Hak Pilih 

    • calendar_month Senin, 22 Jan 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 953
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 sebentar lagi dimulai tepatnya pada 14 Februari 2024 nanti. Upaya meningkatkan partisipasi pemilih untuk menentukan pemimpin Indonesia dan Wakil Rakyat selama lima tahun ke depan rupanya tidak hanya dilakukan oleh KPU dan Bawaslu. Di Kabupaten Muba misalnya, Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Muba merangkul Gen Z dan milenial agar […]

  • ASEAN Tak Mau Jadi Uni Eropa, tapi Ingin Lebih Tangguh

    ASEAN Tak Mau Jadi Uni Eropa, tapi Ingin Lebih Tangguh

    • calendar_month Senin, 22 Sep 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.426
    • 0Komentar

    ASEAN belajar dari Uni Eropa, bukan ingin jadi eurozone kedua, tapi ingin integrasi keuangan yang fleksibel, tangguh, dan sesuai jati diri kawasan. COBA bayangin ASEAN dan Uni Eropa lagi nongkrong di warung kopi. Uni Eropa bilang, “Bro, gue punya euro, satu mata uang buat 27 negara” ASEAN nyengir, “Mantap sih, tapi bukannya kemarin lo hampir […]

  • Hadiri Seminar di Muba, Puan Maharani Bagikan 200 Kartu KIP-ATM ke Anak Yatim Piatu

    Hadiri Seminar di Muba, Puan Maharani Bagikan 200 Kartu KIP-ATM ke Anak Yatim Piatu

    • calendar_month Senin, 5 Feb 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 783
    • 0Komentar

    “Jadi manfaatkan kartu ini dengan sebaik-baiknya, tidak boleh buat beli pulsa bahkan jajan sekalipun,”

expand_less
WordPress Archive WordPress Invoice Generator with WooCommerce Integration and Stripe Payments WordPress Keyword Tool Plugin WordPress Live NFT Cards Affiliates with VueJS WordPress Logos Showcase – Grid and Carousel WordPress Marketing Plugin – Sliding Messages WordPress Menu Plugin — Superfly Responsive Menu WordPress Merge Categories WordPress Meta Data & Taxonomies Filter WordPress Mobile Menu Bundle WordPress Movies Bulk Importer