Minggu, 18 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Festival Santri Kreatif, Investasi Masa Depan Palembang!

Festival Santri Kreatif, Investasi Masa Depan Palembang!

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
  • visibility 383
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MASA depan Palembang itu tidak dibangun dengan cara serba instan, masa depan tidak muncul karena ramainya tepuk tangan, apalagi karena viral semalam lalu dilupakan.

Melainkan masa depan itu dirawat dengan cara pelan-pelan, seperti menanam pohon, hari ini disiram, besok dicek, lusa dibersihkan dari rumput liar. Oleh sebab itu Festival Generasi Islami Kreatif (FGIK) 2026 yang digelar itu berada di jalur tidak gegap gempita, tapi serius.

Apalagi di era sekarang, ukuran sukses sering kali aneh. Acara ramai kamera dianggap berhasil, acara sunyi dicap gagal. Padahal, tidak semua yang ramai itu penting, dan tidak semua yang penting itu ramai. FGIK paham betul soal ini.

FGIK tidak sibuk mengejar sorotan, tapi fokus mengurus hal yang sering luput dari perhatian membentuk manusia yang utuh, bukan sekadar tampil rapi di foto.

Wali Kota Palembang Ratu Dewa hadir membuka festival ini dengan pesan yang terdengar sederhana, tapi maknanya panjang. Kota tidak cukup dibangun dengan beton dan aspal. Jalan mulus percuma kalau manusianya gampang tergelincir.

Gedung tinggi sia-sia kalau akhlaknya pendek. Maka pendidikan karakter kembali ditekankan, bukan sebagai slogan, tapi kebutuhan. Santri hari ini hidup di dua dunia. Satu kaki di pesantren, satu jari di layar ponsel. Notifikasi datang lebih cepat dari bel masuk.

Apalagi algoritma itu kadang lebih didengar daripada nasihat orang tua. Di tengah situasi seperti ini, pesantren sering disalahpahami seolah tertinggal zaman.

Padahal, justru di sanalah rem moral masih dipasang dengan benar, bahkan FGIK menjadi ruang latihan yang menarik. Santri bukan cuma diminta pintar, tapi juga berani. Bukan hanya hafal, tapi paham. Mereka tampil, berkreasi, lomba, kalah, menang, lalu belajar lagi.

Oleh karena itu, ini bukan sekadar festival, tapi simulasi kehidupan. Karena di dunia ini nyata, tidak semua usaha berakhir dengan piala, terkadang hanya dengan pelajaran.

Soal literasi digital, Ratu Dewa tidak bicara dengan nada takut-takut. Teknologi juga tidak diposisikan sebagai musuh.

AI dikenalkan, media sosial dirangkul. Santri didorong untuk tidak sekadar jadi penonton yang pasrah digiring algoritma, tapi pemain yang sadar arah. Bukan cuma ikut tren, tapi tahu batas.

Oleh karena itu, literasi digital tanpa karakter itu berbahaya. Ibarat mobil kencang tanpa rem jalannya seru, berhentinya bikin panik. Sebaliknya, karakter tanpa literasi bikin niat baik sering salah jalan. Maka pesantren ditantang untuk menyeimbangkan keduanya, akhlak kuat, dan wawasan luas.

Santri juga diajak menjadi kreator konten kebaikan. Dakwah tidak harus selalu tegang dan menggurui.

Pesan baik bisa disampaikan dengan cara yang ramah, santun, bahkan lucu asal tidak kehilangan nilai, karena senyum sering lebih masuk daripada bentakan, dan contoh hidup lebih ampuh daripada ceramah panjang.

Tak kehilangan arah

Soal buta aksara Al-Qur’an, ini bagian yang terasa menampar halus. Kita hidup di era di mana password dihafal di luar kepala, tapi ayat pendek sering terbata.

Jari rajin scroll berjam-jam, tapi membuka mushaf terasa berat. HP makin pintar, tapi hati sering kelelahan. Pesantren mengingatkan jangan sampai teknologi membuat kita jauh dari sumber nilai.

Peresmian TK di lingkungan pesantren juga bukan sekadar pelengkap acara, sebab sebagai pesan penting, karakter tidak dibentuk dadakan. Karakter ditanam sejak kecil, sejak anak belajar disiplin, berbagi, dan menghormati. Sejak usia belum kenal filter kamera, tapi sudah diajari filter perilaku.

FGIK sejatinya bukan tentang hari ini, tapi tentang Palembang 10–20 tahun ke depan. Tentang generasi yang tidak gagap teknologi, tapi juga tidak kehilangan arah.

Generasi yang cakap digital, tapi tetap berpijak pada nilai. Generasi yang tahu cara bicara di ruang publik, tapi juga tahu kapan harus diam dan merenung.

Pesantren lewat festival ini sedang menunjukkan satu hal penting mereka tidak tertinggal zaman.

Mereka hanya memilih berjalan dengan tujuan. Tidak terburu-buru, tidak silau, tapi konsisten. Di tengah dunia yang berlomba jadi tercepat, pesantren mengingatkan  yang terpenting bukan siapa yang duluan, tapi siapa yang sampai dengan selamat.

Jadi, Festival Generasi Islami Kreatif bukan sekadar agenda tahunan atau daftar lomba. Ia adalah ikhtiar panjang membangun manusia sebelum membangun segalanya. Setoran kecil hari ini, hasil besar di masa depan.

Kata pepatah  “Ilmu tanpa adab ibarat cahaya tanpa arah terang, tapi membutakan.” Oleh sebab itu lewat FGIK, Palembang sedang belajar menyalakan cahaya itu dengan bijak cukup terang, cukup hangat, dan tidak menyilaukan. (***)

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Appier Lebihi Proyeksi Kuartal I, Laporkan Pertumbuhan Pendapatan yang Kuat

    Appier Lebihi Proyeksi Kuartal I, Laporkan Pertumbuhan Pendapatan yang Kuat

    • calendar_month Selasa, 16 Mei 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.727
    • 0Komentar

    TAIPEI, TAIWAN – Media OutReach – Appier Group Inc (TSE: 4180), selanjutnya disebut Appier, hari ini mengumumkan hasil pendapatannya untuk kuartal pertama tahun fiskal 2023. Pertumbuhan Appier di kuartal pertama melebihi setahun penuh Bimbingan di tengah low season[1], sementara momentum bisnisnya meningkat sejak awal tahun. Penetrasi sukses perusahaan ke akun utama dan vertikal, serta pengembangan […]

  • Pelonggaran Kebijakan Pakai Masker Bukan Berarti jadi Bebas Beraktivitas Tanpa Masker

    Pelonggaran Kebijakan Pakai Masker Bukan Berarti jadi Bebas Beraktivitas Tanpa Masker

    • calendar_month Sabtu, 21 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 571
    • 0Komentar

    PELONGGARAN kebijakan pakai masker bukan berarti jadi bebas beraktivitas tanpa masker. Baiknya kita tetap Pakai Masker, khususnya saat: beraktivitas di luar ruangan dengan banyak orang berada di dalam ruangan termasuk dalam kelompok rentan (seperti lansia atau memiliki penyakit komorbid) saat mengalami gejala batuk dan pilek Berbagai informasi mengenai COVID-19 tersedia di https://covid19.go.id dan https://s.id/infovaksin #PakaiMasker #CepatVaksin  

  • Pendataan PKM Palembang di Undur, Begini Penjelasan Dinsos

    Pendataan PKM Palembang di Undur, Begini Penjelasan Dinsos

    • calendar_month Senin, 25 Mar 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.230
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Palembang, undur pendataan Penduduk Kurang Mampu (PKM) di Kota Palembang, pada 22 April mendatang, yang mana sebelumnya Pendataan ini dijadwalkan pada bulan Maret 2019, dan pendataan itu nanti akan dilaksanakan  selama 1 minggu oleh 1.800 petugas pendata yang tersebar di seluruh Kota Palembang. Kabid Penanganan Fakir Miskin Dinsos kota […]

  • Tim U-20 Indonesia Terus Alami Peningkatan, Ditunggu Lagi Laga ke -2 Oleh Moldova

    Tim U-20 Indonesia Terus Alami Peningkatan, Ditunggu Lagi Laga ke -2 Oleh Moldova

    • calendar_month Rabu, 2 Nov 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.582
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, Turki- Tim U-20 Indonesia meraih kemenangan dengan skor 3-1 atas Moldova pada laga uji coba internasional di Stadion Manavgat Ataturk, Antalya, Turki, Selasa (1/10). Tiga gol kemenangan Garuda Nusantara dicetak oleh Rabbani Tasnim menit ke-58′, Muhammad Ferarri menit 73′, dan Marselino Ferdinan menit 79′. Sebelumnya anak asuh Shin Tae-yong ini tertinggal 0-1 terlebih dahulu […]

  • telkom asian games 2018

    Support Asian Games 2018, Komisaris Telkom Tinjau JSC Palembang

    • calendar_month Rabu, 11 Okt 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.312
    • 0Komentar

    Komisaris PT.Telkom yang dipimpin langsung Komisaris Utama, Hendri Saparini bersama Komisaris Indepeden, Rinaldi Firmansyah, mengunjungi Jakabaring Sport City.

  • Jaga Sumsel Zero Konflik, Alex Noerdin Pasang Badan

    Jaga Sumsel Zero Konflik, Alex Noerdin Pasang Badan

    • calendar_month Jumat, 17 Nov 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 794
    • 0Komentar

    ” Mana ada orang berusaha, berinvestasi kalu tidak kondusif. Tidak ada orang yang mau investasi di daerah konflik,”

expand_less
WordPress Archive WP Reset Pro WP: Resizable Multicolor Countdown WP Rich Snippets WP Rich Snippets Anonymous User Reviews WP Rich Snippets Box Shortcode WP Rich Snippets Call To Action WP Rich Snippets Compare WP Rich Snippets Customizer WP Rich Snippets DataTables WP Rich Snippets Front-End Entry Submit