Jumat, 23 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Catatan Kaki Bukit » “Metamorfosis Sumsel atau Ilusi? “Akselerasi Tanpa Arah”

“Metamorfosis Sumsel atau Ilusi? “Akselerasi Tanpa Arah”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
  • visibility 106
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ADA satu kata yang paling sering dipakai pejabat saat kondisi serba tanggung, itu namanya transformasi.

Kali ini, Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru memilih istilah yang lebih puitis yaitu metamorfosis,  seolah Sumsel sedang bersiap berubah total, dari ulat jadi kupu-kupu. Masalahnya, publik sudah terlalu sering disuguhi istilah besar, tapi hidup dalam hasil yang biasa saja.

Musrenbang kembali digelar belum lama ini, Forum yang semestinya jadi dapur utama arah pembangunan itu lagi-lagi dipenuhi narasi yang tidak pernah benar-benar baru, akselerasi, sinkronisasi dengan pusat, efisiensi anggaran, dan komitmen pada rakyat.

Semua terdengar benar, justru karena terlalu benar, terasa hambar.

Akselerasi itu bukan soal cepat atau lambat sebab hal  itu soal arah, misalnya kalau arah tidak jelas, semakin cepat bergerak justru semakin jauh tersesat.

Dalam konteks Sumsel, problem utamanya bukan kekurangan program, tapi kelebihan rutinitas, pasalnya banyak kegiatan berjalan, tapi dampaknya tipis.

Anggaran habis, tapi perubahan tidak terasa signifikan.

Ketika bicara pembatasan belanja pegawai maksimal 30 persen, itu sebenarnya bukan sekadar aturan teknis. Tentunya menjadi sinyal  era ‘nyaman di birokrasi’ sudah selesai.

Bahkan tidak ada lagi ruang untuk menghabiskan anggaran hanya demi menjaga mesin pemerintahan tetap berjalan, setiap rupiah harus punya alasan dan setiap program harus punya hasil.

Sayangnya, mental birokrasi sering tertinggal dari perubahan aturan.

Pola pikir lama masih bertahan, yang penting tidak salah, yang penting aman, yang penting sesuai prosedur.

Dalam kondisi seperti ini, akselerasi hanya jadi percepatan rutinitas, bukan percepatan kemajuan.

Sementara, gagasan untuk “linear dengan pusat” memang masuk akal, apalagi  provinsi memang bukan entitas yang berdiri sendiri, melainkan semua harus selalu menunggu arah dari atas, daerah akan kehilangan keberanian untuk membaca kebutuhan sendiri.

Padahal Sumsel bukan wilayah generik, namun  daerah dinilai punya karakter ekonomi, sosial, dan tantangan yang berbeda, tapi di lapangan masih ragu melangkah.

Sementara itu, di Musi Banyuasin, ada cerita yang lebih sederhana tapi terasa nyata. Puluhan anak muda diseleksi, dipilih, lalu disiapkan untuk pelatihan migas ke Cepu.

Tidak banyak retorika, tidak banyak istilah besar, fokusnya satu meningkatkan kapasitas.

Pesan yang disampaikan juga lugas dunia kerja tidak lagi peduli siapa orang tuamu.

Yang dilihat adalah kemampuan, hal ini kalimat sederhana, tapi dampaknya dalam. Karena secara tidak langsung, itu mengakui satu hal yang sering disangkal praktik kedekatan dan “orang dalam” masih jadi bayang-bayang di banyak sektor.

Program ini patut diapresiasi apalagi menyentuh akar persoalan, kesenjangan antara pendidikan dan kebutuhan industri. Tapi di saat yang sama, kita tidak boleh menutup mata bahwa skala program ini masih kecil. Empat puluh orang dari ribuan pencari kerja bukan solusi, baru percobaan.

Ada juga risiko lain,terlalu fokus pada satu sektor. Migas memang menjanjikan, tapi dunia sedang berubah. Energi bergeser, ekonomi bergerak ke arah digital, dan jenis pekerjaan terus berevolusi. Kalau daerah tidak cepat membaca perubahan ini, pelatihan hari ini bisa jadi usang dalam beberapa tahun.

Belum lagi soal keberlanjutan. Pelatihan tanpa jalur kerja yang jelas berisiko melahirkan lulusan yang punya sertifikat, tapi tetap menganggur. Ini bukan kemajuan, hanya menunda masalah.

Di titik ini terlihat kontras yang menarik. Di level provinsi, narasi besar terus diproduksi. Di level kabupaten, solusi kecil mulai dicoba. Yang satu bicara arah, yang satu mencoba berjalan. Masalahnya, keduanya belum benar-benar bertemu dalam satu sistem yang utuh.

Sumsel sebenarnya hanya kurang  konsistensi dan keberanian. Banyak program dirancang dengan baik, tapi lemah di pelaksanaan. Banyak target ditetapkan, tapi tidak diikuti pengawasan yang serius. Evaluasi sering jadi formalitas, bukan alat koreksi.

Musrenbang pun sering terjebak dalam pola yang sama setiap tahun. Masalah diulang, solusi didaur ulang, hasilnya stagnan. Ini bukan karena tidak ada niat baik, tapi karena sistemnya belum dipaksa untuk berubah.

Kalau ingin jujur, tantangan terbesar Sumsel hari ini bukan pada keterbatasan anggaran atau regulasi.

Tantangan terbesarnya ada pada kebiasaan, kebiasaan main aman, kebiasaan menghindari risiko, kebiasaan mempertahankan program yang sebenarnya tidak efektif.

Zona nyaman

Padahal, perubahan tidak pernah lahir dari zona nyaman.

Jika benar ingin berakselerasi, maka logika pembangunan harus diubah. Bukan lagi soal seberapa banyak program dibuat, tapi seberapa besar dampak yang dihasilkan. Bukan lagi soal seberapa rapi laporan disusun, tapi seberapa nyata perubahan dirasakan masyarakat.

Program seperti di Muba bisa jadi titik awal, tapi harus diperbesar dan diperluas. Tidak cukup satu sektor, tidak cukup satu daerah. Harus ada upaya sistematis untuk menghubungkan pendidikan, pelatihan, dan kebutuhan industri dalam satu ekosistem.

Di sisi lain, pemerintah provinsi harus berani mengambil peran sebagai pengarah yang tegas, bukan sekadar koordinator. Bukan hanya menyelaraskan, tapi juga mendorong dan kalau perlu memaksa perubahan.

Transparansi juga tidak bisa ditawar. Publik harus tahu apa yang dikerjakan pemerintah, berapa anggarannya, dan apa hasilnya. Tanpa itu, kepercayaan akan terus terkikis, seberapa pun indahnya narasi yang dibangun.

Oleh sebab itu, kata “metamorfosis”  disampaikan Herman Deru akan diuji oleh waktu, apakah itu benar-benar proses perubahan, atau hanya istilah lain dari rutinitas yang dikemas ulang.

Karena metamorfosis itu tidak setengah-setengah, maka  menuntut perubahan dari dalam, bukan sekadar tampilan luar.

Sumsel hari ini punya semua modal untuk melompat, sumber daya, posisi strategis, dan peluang demografi.

Tapi tanpa keberanian untuk keluar dari pola lama, semua itu hanya akan jadi potensi yang terus disebut, tapi tidak pernah benar-benar diwujudkan.

 Seperti biasa, masyarakat akan jadi penonton. Menunggu, sambil bertanya dalam diam, ini benar metamorfosis, atau cuma ganti kulit?. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hari Pertama Kampanye, Begini Kata Akhor

    Hari Pertama Kampanye, Begini Kata Akhor

    • calendar_month Kamis, 15 Feb 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 952
    • 0Komentar

    ”Banyak keluhan dari masyarakat dan pedagang, tentunya dapat menjadi bahan bagi kami untuk mencarikan solusinya,”

  • Musim Kemarau, Pasaman Malah Diterjang Banjir, 1 Warga Dicari

    Musim Kemarau, Pasaman Malah Diterjang Banjir, 1 Warga Dicari

    • calendar_month Minggu, 20 Sep 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 34
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Di saat sejumlah wilayah Indonesia tengah menghadapi musim kemarau, hujan deras justru mengguyur Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat. Air sungai meluap dan menerjang permukiman warga di Nagari Simpang Tonang, Kecamatan Dua Koto, Jumat (18/9) sore. Dalam laporan BNPB dilaman resminya dikutip minggu ini, menjelaskan banjir tersebut menyisakan persoalan serius hingga Jumat malam, satu warga […]

  • Mei, PLN Targetkan Pengerjaaan Listrik RLT Palembang Rampung 100%

    Mei, PLN Targetkan Pengerjaaan Listrik RLT Palembang Rampung 100%

    • calendar_month Selasa, 24 Apr 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.217
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Palembang – PT PLN (Persero) menargetkan pengerjaan suplai Kereta Rel Layang Terpadu/RLT (kereta ringan) Palembang. Rampung 100% pada Mei 2018 menyusul progresnya sudah mencapai 95%. Daryono, GM PT PLN (Persero) Wilayah S2JB mengatakan PLN telah melakukan pekerjaan Saluran Kabel Tegangan Menengah (SKTM), Kubikel, Automatic Transfer Switch (ATS), Scada System dan FO. Menurtunya pekerjaan yang […]

  • Workato umumkan penunjukan kepemimpinan eksekutif baru

    Workato umumkan penunjukan kepemimpinan eksekutif baru

    • calendar_month Kamis, 23 Feb 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 863
    • 0Komentar

        Sumselterkini.co.id, SINGAPURA – Media OutReach – 23 Februari 2023 – Workato, pemimpin dalam otomatisasi perusahaan, hari ini mengumumkan penunjukan Allan Teng sebagai Pendiri & Penasihat Senior untuk Workato Asia Pasifik & Jepang, dan Amlan Debnath sebagai Managing Director untuk Workato Asia Pasifik & Jepang. Penunjukan tersebut mengikuti inisiatif strategis utama Workato untuk mendukung […]

  • Puluhan Tahun Kilang Polypropylene Plaju Temani Industri Plastik Indonesia

    Puluhan Tahun Kilang Polypropylene Plaju Temani Industri Plastik Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.967
    • 0Komentar

    LIMA belas tahun silam, tepatnya pada 2005, saya pernah menulis berita terkait produksi Polypropylene (PP)/Polytam (Biji Plastik) yang dihasilkan dari Kilang Pertamina Refinery [RU] III, Plaju, Palembang, Sumatera Selatan. Kebetulan memang, saat itu, saya masih tercatat sebagai kontributor disalah satu media cetak Ekonomi Nasional. Di Hupmas RU III [dulunya, Unit Pengelohan/UP III], saya sempat diterima oleh salah […]

  • AMSI: Brand yang Sehat Harus Tampil di Konten yang Sehat

    AMSI: Brand yang Sehat Harus Tampil di Konten yang Sehat

    • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.157
    • 0Komentar

    KONGRES Kedua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) resmi dibuka hari ini, Sabtu (22/8/2020). Kongres yang digelar secara virtual, karena berlangsung di tengah pandemi Covid-19, akan berlangsung hingga besok, Minggu (23/8/2020). Tema yang diusung dalam Kongres Kedua tersebut adalah Membangun Ekosistem Media Siber Berkelanjutan. Hadir dalam acara pembukaan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang juga adalah […]

expand_less
WordPress Archive Automatic.css - Utility Framework for WordPress Page Builders. Automatic Video Creator Plugin for WordPress Automatic WebP & Image Compression, Lazy Load for WordPress & WooCommerce Automations Jetpack CRX Addon Automaton – Artificial Intelligence & Technology Services El…or Template Kit Automobi – Auto Parts Store & Accessories Elementor Template Kit Automota – Car Repair Services Template Kit Autopilot SEO for WooCommerce AutoPro – Car Dealer WordPress Theme Autoresq – Car Repair WordPress Theme