Senin, 21 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Catatan-Kaki Bukit » Menjaga Akal Sehat Bangsa di Era Media Sosial

Menjaga Akal Sehat Bangsa di Era Media Sosial

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
  • visibility 57
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ketika Penjajahan Tidak Lagi Datang dengan Meriam, Tapi Lewat Layar Ponsel

HARI  Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 tahun 2026 menjadi pengingat bahwa tantangan bangsa saat ini tidak lagi hanya soal menjaga wilayah dan kedaulatan fisik, tetapi juga menjaga cara berpikir masyarakat di tengah derasnya arus informasi digital. Tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara” terasa sangat relevan di tengah perkembangan media sosial yang semakin memengaruhi kehidupan masyarakat, terutama generasi muda.

Dalam upacara peringatan Harkitnas di halaman Kantor Gubernur Sumatera Selatan, sambutan Menteri Komunikasi dan Digital RI yang dibacakan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Provinsi Sumsel, Dr. Apriyadi, M.Si menegaskan  ancaman bangsa kini telah bergeser menuju perang informasi, literasi digital, dan tantangan transformasi teknologi. Pernyataan tersebut bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan gambaran nyata tentang kondisi yang sedang dihadapi Indonesia hari ini.

Media sosial kini telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Informasi bergerak sangat cepat tanpa batas ruang dan waktu. Di satu sisi, perkembangan teknologi memberikan banyak manfaat, mulai dari kemudahan komunikasi hingga akses pengetahuan yang luas. Namun di sisi lain, ruang digital juga membawa persoalan serius seperti penyebaran hoaks, ujaran kebencian, judi online, penipuan digital, hingga budaya instan yang memengaruhi pola pikir generasi muda.

Fenomena ini menunjukkan bahwa penjajahan modern tidak selalu datang dalam bentuk fisik. Pengaruh negatif dapat masuk melalui layar ponsel yang setiap hari digunakan masyarakat. Tanpa disadari, media sosial perlahan mengubah cara berpikir, cara berkomunikasi, bahkan cara masyarakat memahami kebenaran.

Saat ini masyarakat sering lebih cepat percaya pada potongan video singkat dibandingkan informasi yang memiliki dasar data dan kajian yang jelas. Ruang digital juga dipenuhi perdebatan yang tidak sehat, provokasi, dan informasi yang belum tentu benar. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa literasi digital masih menjadi pekerjaan besar bagi Indonesia.

Padahal literasi digital bukan sekadar kemampuan menggunakan teknologi atau media sosial. Literasi digital mencakup kemampuan berpikir kritis, memahami informasi secara utuh, memverifikasi fakta, serta menjaga etika dalam berkomunikasi di ruang publik digital.

Pemerintah memang terus memperluas pembangunan infrastruktur digital, termasuk jaringan internet hingga ke berbagai daerah. Namun pembangunan teknologi seharusnya juga diimbangi dengan pembangunan kualitas sumber daya manusia. Kemajuan digital tanpa kesiapan mental dan literasi masyarakat justru berpotensi menimbulkan persoalan baru.

Beberapa negara telah menunjukkan keseriusan dalam menghadapi tantangan tersebut.

Di Finlandia, pendidikan literasi media diajarkan sejak usia sekolah dasar agar anak-anak mampu membedakan informasi benar dan hoaks. Sementara Jepang tetap menjaga etika dan budaya disiplin di tengah kemajuan teknologi yang sangat pesat.

Kemudian Korea Selatan mulai serius menangani persoalan kecanduan digital pada remaja sebagai dampak perkembangan internet. Sedangkan Singapura memperkuat regulasi dan pengawasan terhadap penyebaran informasi palsu demi menjaga stabilitas sosial.

Budaya viral

Indonesia tentu memiliki tantangan dan karakter yang berbeda. Namun pengalaman negara-negara tersebut menunjukkan bahwa pembangunan digital harus dibarengi dengan pendidikan karakter, literasi, dan penguatan etika masyarakat.

Tantangan terbesar generasi muda saat ini bukan hanya persoalan ekonomi, tetapi juga persoalan arah dan pola pikir. Budaya viral dan keinginan serba instan membuat banyak anak muda lebih mengejar popularitas dibanding proses pembelajaran. Akibatnya, muncul generasi yang mudah terpengaruh, mudah terprovokasi, dan kurang memiliki daya tahan dalam menghadapi realitas kehidupan.

Karena itu, menjaga generasi muda hari ini tidak cukup hanya melalui pendidikan formal. Orang tua, sekolah, pemerintah, media, dan masyarakat memiliki tanggung jawab bersama dalam menciptakan ruang digital yang sehat.

Orang tua perlu hadir mendampingi anak dalam menggunakan media sosial. Sekolah perlu memperkuat pendidikan karakter dan kemampuan berpikir kritis. Media juga harus lebih bertanggung jawab dalam menghadirkan informasi yang edukatif dan tidak hanya mengejar sensasi.

Pemerintah pun perlu menjadikan literasi digital sebagai gerakan nasional yang benar-benar menyentuh masyarakat hingga tingkat bawah, bukan sekadar program seremonial.

Harkitnas 2026 seharusnya menjadi momentum refleksi bahwa kebangkitan bangsa di era modern tidak hanya diukur dari kemajuan teknologi, tetapi juga dari kemampuan masyarakat menjaga akal sehat, persatuan, dan etika di tengah derasnya arus informasi.

Sebab bangsa yang kuat bukan hanya bangsa yang maju secara digital, tetapi bangsa yang masyarakatnya tetap mampu berpikir jernih, menghargai perbedaan, dan bijak menggunakan teknologi demi masa depan generasi berikutnya.(***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jadi Kader Hisab Rukyat Nasional, Ratusan Influencer Digaet Kemenag

    Jadi Kader Hisab Rukyat Nasional, Ratusan Influencer Digaet Kemenag

    • calendar_month Sabtu, 9 Mar 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 744
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Jadi kader hisab rukyat nasional Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama menggaet ratusan influencer (aktivis media sosial) Kader tersebut merupakan kaum milenial dan Gen Z ini tergabung dalam “Catch the Moon Ramadhan Kareem” Edukasi, Simulasi, dan Visualisasi Hilal Awal Ramadhan 1445 H. Dirjen Bimas Islam Kemenag, Kamaruddin Amin mengatakan, di era kemajuan teknologi, kontestasi […]

  • Hati – Hati Langgar Lalulintas, STNK Akan Diblokir

    Hati – Hati Langgar Lalulintas, STNK Akan Diblokir

    • calendar_month Selasa, 21 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 557
    • 0Komentar

      DIAKIBATKAN tidak merespon konfirmasi surat tilang, sebanyak 6.925 STNK pelanggar tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) di wilayah hukum Polda Banten akan diblokir. Polda Banten melakukan analisa dan evaluasi terkait penerapan tilang elektronik atau ETLE di wilayah Banten. Kabid Humas Polda Banten AKBP Shinto Silitonga mengatakan, dari hasil evaluasi 1 April hingga […]

  • Cegah Jual Beli Kamar Lapas, Pakar Sarankan Penempatan Dinas Petugas Tidak Terlalu Lama

    Cegah Jual Beli Kamar Lapas, Pakar Sarankan Penempatan Dinas Petugas Tidak Terlalu Lama

    • calendar_month Sabtu, 12 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 659
    • 0Komentar

    PAKAR Hukum Tata Negara dari Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI), Heru Susetyo, menyarankan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) menerapkan pengaturan agar penempatan dinas petugas lembaga pemasyarakatan (lapas) tidak terlalu lama, guna mencegah praktik jual beli kamar. Hal tersebut disampaikan Heru menanggapi adanya dugaan praktik jual beli kamar bagi warga binaan pemasyarakatan di dalam […]

  • Serahkan Bantuan PJUTS di Desa Sarang Elang Ogan Ilir, Begini Pesan Legislator Dapil Sumsel 2, Ini Warga  

    Serahkan Bantuan PJUTS di Desa Sarang Elang Ogan Ilir, Begini Pesan Legislator Dapil Sumsel 2, Ini Warga  

    • calendar_month Sabtu, 27 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.823
    • 0Komentar

    PIMPINAN Komisi VII DPR RI, H Alex Noerdin terus melakukan kunjungan berkeliling wilayah provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) khususnya daerah pemilihan (Dapil) Sumsel 2, dalam rangka kunjungan kerja perseorangan pada reses masa persidangan III Tahun Sidang 2020-2021. Kali ini, mantan gubernur Sumsel periode 2008-2018 berkunjung ke desa Sarang Elang, Kecamatan Pemulutan Barat Kabupaten Ogan Ilir, pada Jumat […]

  • Silahkan Mudik Lebaran, Tapi Ingat Tetap Prokes

    Silahkan Mudik Lebaran, Tapi Ingat Tetap Prokes

    • calendar_month Sabtu, 9 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 592
    • 0Komentar

    MUDIK lebaran memang masih jauh. Namun Kementerian Perhubungan telah melakukan survei tentang prediksi mudik Lebaran tahun ini yang diperkirakan akan membludak logo dipakai belum. Kementerian Perhubungan memprediksi kurang lebih 79 juta orang akan melakukan mudik pada Lebaran 2022 ini. Berdasar survei yang dilakukan Balitbang Kementerian Perhubungan, Jawa Tengah menjadi sasaran mudik terbesar. Jumlahnya sekitar 21,3 […]

  • JSC Resmi Aset Prov. Sumsel  

    JSC Resmi Aset Prov. Sumsel  

    • calendar_month Jumat, 23 Agt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.140
    • 0Komentar

    “Kementerian PUPR yang telah menghibahkan asetnya. Dan kami  tetap  berharap  bantuan dalam bentuk lainnya sehingga bantuan tersebut dapat bermanfaat untuk  kesejahteraan masyarakat Sumsel sesuai dengan visi dan misi Gubernur kami yaitu Maju Untuk Semua,”

expand_less
WordPress Archive Elementor Extras Elementor Header Footer Builder – Addon Elementor Off Canvas Menu plugin Elementor Page Builder Addons Bundle Elementor Post grid, List , Carousel Slider Elementor PRO GPL WordPress Page Builder + Pro Templates [Working] Elementor – Super Team Elementor Tabs addon, widget Elementor Team Card Elementor Timeline Addon