Senin, 19 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » Masyarakat Dataran Tinggi Selalu  Hormati Alam

Masyarakat Dataran Tinggi Selalu  Hormati Alam

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 2 Jan 2020
  • visibility 1.430
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

STATMEN Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru yang meminta tewasnya manusia usai diterkam harimau tak perlu dibesar-besarkan. Padahal sudah ada empat warganya tewas, karena diterkam hewan liar itu.

Selain itu dia menilai, tidak ada tanda pembatas hutan lindung sebagai habitat harimau dengan perkebunan warga. Alhasil, masyarakat tidak mengetahui areal hutan yang dilarang dimasuki atau digarap menjadi lahan perkebunan.

“Mungkin warga tidak tahu mana batasnya, karena gak ada batas alam, batas kawasan (hutan lindung). Saya sudah bicara dengan Kementerian Kehutanan, agar tulisan-tulisan terkait batas kawasan diperbanyak,” kata Direktur Yayasan Depati (konsentrasi bidang hutan, lingkungan dan adat) Ali Goik  menilai  apa yang dikemukakan Gubernur Sumsel adalah penilaian yang salah, katanya, dalam keterangan pers, Kamis [2/1/2020].

Menurutnya masyarakat yang ada di kawasan dataran tinggi selalu menghormati alam, hutan yang sudah ditetapkan sebagai hutan lindung ataupun nama kalau sudah ditetapkan masyarakat tidak akan berani melanggarnya, beda dengan daerah dataran rendah yang mayoritas pendatang dari luar dan mereka tidak mengenal aturan adat yang ada contoh hutan dataran rendah perbatasan Jambi yang sekarang banyak dikuasi oleh pendatang dari luar provinsi.

“Untuk dataran rendah ini, makanya kita getol mengkampanyekan hutan alam dataran rendah yang tersisa tersebut untuk tidak dirusak oleh jalan tambang,” kata Ali Goik.

Selain itu menurutnya, jaga alam jaga, tradisi petuah adat dan petuah dusun pesan damai didalam UU Simbur Cahaya, sampai sekarang petuah tersebut selalu ditaati oleh masyarakat yang berada diarel hutan dataran tinggi Sumatera Selatan dalam hal ini.

“Masyarakat yang berada diwilayah kabupaten Muara Enim, Lahat, Pagaralam, yang jadi persoalan sekarang wilayah tersebut banyak dirusak oleh investasi yang masuk tanpa memikirkan keseimbangan alam.Siapa saja akan marah kalau rumahnya dirusak dan diganggu termasuk binatang dalam hal ini harimau, rumah mereka sekarang dirusak oleh pertambangan batu bara, geothermal dan perkebunan, coba ketungul bute lokasi geotermal dari bawah bukit,  Kita jalan menuju kesana  seolah olah tidak ada kalaupun ada  hanya jalan setapak, coba lihat dipuncaknya sekarang sudah habis  dan rata dijadikan lokasi perkantoran dan perumahan bagi karyawan dan landasan helipet,” katanya.

Sehingga terang, Ali,  wajar kalau harimau marah karena tempat penghidupannya dirusak, kerusakan hutan yang menjadi rumah dan penghidupan harimau sebenarnya harus disikapi secara serius oleh Pemerintahan Provinsi, pemerintahan kabupaten Muara Enim, Lahat dan Pagaralam dan Empat Lawang dengan menyetop pemberian izin bisnis ekstraktif  dan menegur pelaku usaha yang melanggar aturan.

“Info terakhir Bukit Kendipun sekarang lagi dibombardir oleh penguasa tambang, kalau keseimbangan alam terjaga tidak akan terjadi konflik antara manusia dan binatang, intinya jangan salahkan tuan rumah, tetap jaga alam jaga tradisi seperti yang tertuang didalam kitab Undang Undang Simbur Cahaya,” urainya.

Sebelumnya anggota Fraksi Partai Demokrat Ir Holda Msi  meminta semua pihak terkait untuk menyikapi turunnya harimau di Pagaralam  sehingga sudah menelan korban jiwa.

“ Mohon ini jadi perhatian, dan terus terang saja,  poto dan videonya sudah dishare, kami menghimbau , karena ini dapil kami, saya Ir Holda Msi  dari Fraksi Partai Demokrat, ini merupakan dapil VII Lahat, Pagaralam dan Empat Lawang, mohon  perhatiannya pihak Pemerintah Provinsi Sumsel untuk segera menindaklanjuti informasi yang didapat jangan sampai ini menelan korban lebih banyak lagi, “ kata Holda.

Sedangkan Ketua DPRD Sumsel Hj RA Anita Noeringhati mengatakan, kalau kepada OPD terkait yaitu Dinas Kehutanan untuk melakukan koordinasi dengan Dinas-Dinas terkait tentang harimau yang sudah turun gunung.

Sedangkan sosiolog Sumsel, Saudi Berlian menilai turunnya harimau dari Gunung Dempo  karena harimau tidak nyaman lagi disana dan kemungkinan lain  karena makannya di atas habis.

“Sekarang coba, kawasan manusia itu masuk di kawasan hidup harimau , kita masuk di sana, harimau itu keluar,” katanya.

Karena itu menurut Saudi, harimau tersebut harus ditangkap oleh pihak terkait dan dikembalikan ke habitatnya, “Itu yang paling mudah, harimau itu hidupnya  alami dan berdasarkan naluri,” katanya.[**]

 

Penulis : ril/one

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Audiensi Aliansi Semarak Ramadhan dengan Pemkab Muba, Apa yang Dibahas !

    Audiensi Aliansi Semarak Ramadhan dengan Pemkab Muba, Apa yang Dibahas !

    • calendar_month Minggu, 10 Mar 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 348
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Pj. Bupati Muba Drs. H. Apriyadi Mahmud M.Si diwakili Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Muba H. Yudi Herzandi SH MH menerima audiensi Aliansi Semarak Ramadhan terkait kegiatan Pawai Ramadhan, bertempat di Ruang Rapat Randik Setda Muba, Jumat (8/3/2024). Dalam kesempatan itu, Armanto dari Komunitas Ruang Bedulur mengatakan, tujuannya bersama […]

  • Satu Malam di Borotan, Di Mana Kritik Sosial Menari dengan ‘Rima’

    Satu Malam di Borotan, Di Mana Kritik Sosial Menari dengan ‘Rima’

    • calendar_month Sabtu, 17 Mei 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.047
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- Malam Bukan Sekadar Malam, Tapi Panggung Kata-kata yang Berkibar-kibar Seperti Jemuran di Musim Kemarau. Kalau biasanya Lawang Borotan cuma dilewati angin dan para penggemar selfie bermodal filter glowing, kemarin malam, tempat ini mendadak jadi lautan kata, gelombang rima, dan samudra syair. Seakan-akan Chairil Anwar bangkit sebentar dari pusaranya lalu berkata, “Aku mau bicara, diamlah […]

  • TP PKK Siap Bantu OPD Sukseskan Program Kesehjeraan Masyarakat

    TP PKK Siap Bantu OPD Sukseskan Program Kesehjeraan Masyarakat

    • calendar_month Minggu, 21 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.148
    • 0Komentar

    TP PKK Muba secara bergilir melakukan rapat koordinasi terkait dengan sinkronisasi Program Kerja TP PKK Tahun 2021 guna meningkatkan sinergitas dengan Perangkat Daerah Kabupaten Musi Banyuasin. Dalam sambutannya, Ketua TP PKK Muba Thia Yufada Dodi Reza menjelaskan sebelumnya TP PKK sudah melakukan koordinasi terkait program dengan OPD lainnya diantaranya Dinas Perkebunan, DKP, Dinas TPHP, Disdagperin. “Termasuk […]

  • Terpopuler di Media Online 2019, Pemkab Muba Raih Penghargaan Humas Indonesia

    Terpopuler di Media Online 2019, Pemkab Muba Raih Penghargaan Humas Indonesia

    • calendar_month Jumat, 30 Agt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.255
    • 0Komentar

    “Sistem penilaian juga melibatkan ratusan media online lokal dan nasional. Hasilnya, Pemkab Muba ini menunjukan trend positif. “Dari hasil penilaian tim kepopuleran yang sudah direalisasikan merupakan program program kerja serta inovasi Pemkab Muba yang benar-benar dirasakan masyarakat Muba,”

  • Jadi Tuan Rumah Pertikara 2022, Wagub Sumsel : ‘Malu Bro, Kalau Kita Tidak Siap’

    Jadi Tuan Rumah Pertikara 2022, Wagub Sumsel : ‘Malu Bro, Kalau Kita Tidak Siap’

    • calendar_month Kamis, 16 Jan 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 817
    • 0Komentar

    WAKIL Gubernur Sumsel H.Mawardi Yahya selaku Wakil Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Waka Mabida) Gerakan Pramuka Sumsel melantik pengurus Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Sumsel Pengganti Antar Waktu (PAW) masa bakti 2017-2022 di Griya Agung, Kamis (16/1/2020). Kepada puluhan pengurus yang baru dilantik, Mawardi dengan sungguh-sungguh berharap agar mereka mulai melakukan persiapan Sumsel sebagai tuan rumah Perkemahan […]

  • Hari Ini, Diperkirakan 4.000 Relawan Jokowi Hadiri Pernikahan Kahiyang

    Hari Ini, Diperkirakan 4.000 Relawan Jokowi Hadiri Pernikahan Kahiyang

    • calendar_month Senin, 6 Nov 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.053
    • 0Komentar

    Para relawan diperkirakan mulai berdatangan ke Kota Solo pada hari ini, dalam rangka ingin mendoakan

expand_less
WordPress Archive Gaea – Environmental WordPress Theme Gags – Image, Meme & Video Sharing WordPress Theme Gaia - Agriculture & Organic Farming Elementor Template Kit Gainlove – Nonprofit Charity WordPress Theme Galatia – Contemporary Agency WordPress Theme Galax – eCommerce Multi-Purpose WordPress Theme Galaxy Funder – WooCommerce Crowdfunding System Galicia – Restaurant WordPress Theme Galleria Storefront WooCommerce Theme Gallery Plugins Bundle