Rabu, 23 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » Masyarakat Dataran Tinggi Selalu  Hormati Alam

Masyarakat Dataran Tinggi Selalu  Hormati Alam

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 2 Jan 2020
  • visibility 1.412
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

STATMEN Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru yang meminta tewasnya manusia usai diterkam harimau tak perlu dibesar-besarkan. Padahal sudah ada empat warganya tewas, karena diterkam hewan liar itu.

Selain itu dia menilai, tidak ada tanda pembatas hutan lindung sebagai habitat harimau dengan perkebunan warga. Alhasil, masyarakat tidak mengetahui areal hutan yang dilarang dimasuki atau digarap menjadi lahan perkebunan.

“Mungkin warga tidak tahu mana batasnya, karena gak ada batas alam, batas kawasan (hutan lindung). Saya sudah bicara dengan Kementerian Kehutanan, agar tulisan-tulisan terkait batas kawasan diperbanyak,” kata Direktur Yayasan Depati (konsentrasi bidang hutan, lingkungan dan adat) Ali Goik  menilai  apa yang dikemukakan Gubernur Sumsel adalah penilaian yang salah, katanya, dalam keterangan pers, Kamis [2/1/2020].

Menurutnya masyarakat yang ada di kawasan dataran tinggi selalu menghormati alam, hutan yang sudah ditetapkan sebagai hutan lindung ataupun nama kalau sudah ditetapkan masyarakat tidak akan berani melanggarnya, beda dengan daerah dataran rendah yang mayoritas pendatang dari luar dan mereka tidak mengenal aturan adat yang ada contoh hutan dataran rendah perbatasan Jambi yang sekarang banyak dikuasi oleh pendatang dari luar provinsi.

“Untuk dataran rendah ini, makanya kita getol mengkampanyekan hutan alam dataran rendah yang tersisa tersebut untuk tidak dirusak oleh jalan tambang,” kata Ali Goik.

Selain itu menurutnya, jaga alam jaga, tradisi petuah adat dan petuah dusun pesan damai didalam UU Simbur Cahaya, sampai sekarang petuah tersebut selalu ditaati oleh masyarakat yang berada diarel hutan dataran tinggi Sumatera Selatan dalam hal ini.

“Masyarakat yang berada diwilayah kabupaten Muara Enim, Lahat, Pagaralam, yang jadi persoalan sekarang wilayah tersebut banyak dirusak oleh investasi yang masuk tanpa memikirkan keseimbangan alam.Siapa saja akan marah kalau rumahnya dirusak dan diganggu termasuk binatang dalam hal ini harimau, rumah mereka sekarang dirusak oleh pertambangan batu bara, geothermal dan perkebunan, coba ketungul bute lokasi geotermal dari bawah bukit,  Kita jalan menuju kesana  seolah olah tidak ada kalaupun ada  hanya jalan setapak, coba lihat dipuncaknya sekarang sudah habis  dan rata dijadikan lokasi perkantoran dan perumahan bagi karyawan dan landasan helipet,” katanya.

Sehingga terang, Ali,  wajar kalau harimau marah karena tempat penghidupannya dirusak, kerusakan hutan yang menjadi rumah dan penghidupan harimau sebenarnya harus disikapi secara serius oleh Pemerintahan Provinsi, pemerintahan kabupaten Muara Enim, Lahat dan Pagaralam dan Empat Lawang dengan menyetop pemberian izin bisnis ekstraktif  dan menegur pelaku usaha yang melanggar aturan.

“Info terakhir Bukit Kendipun sekarang lagi dibombardir oleh penguasa tambang, kalau keseimbangan alam terjaga tidak akan terjadi konflik antara manusia dan binatang, intinya jangan salahkan tuan rumah, tetap jaga alam jaga tradisi seperti yang tertuang didalam kitab Undang Undang Simbur Cahaya,” urainya.

Sebelumnya anggota Fraksi Partai Demokrat Ir Holda Msi  meminta semua pihak terkait untuk menyikapi turunnya harimau di Pagaralam  sehingga sudah menelan korban jiwa.

“ Mohon ini jadi perhatian, dan terus terang saja,  poto dan videonya sudah dishare, kami menghimbau , karena ini dapil kami, saya Ir Holda Msi  dari Fraksi Partai Demokrat, ini merupakan dapil VII Lahat, Pagaralam dan Empat Lawang, mohon  perhatiannya pihak Pemerintah Provinsi Sumsel untuk segera menindaklanjuti informasi yang didapat jangan sampai ini menelan korban lebih banyak lagi, “ kata Holda.

Sedangkan Ketua DPRD Sumsel Hj RA Anita Noeringhati mengatakan, kalau kepada OPD terkait yaitu Dinas Kehutanan untuk melakukan koordinasi dengan Dinas-Dinas terkait tentang harimau yang sudah turun gunung.

Sedangkan sosiolog Sumsel, Saudi Berlian menilai turunnya harimau dari Gunung Dempo  karena harimau tidak nyaman lagi disana dan kemungkinan lain  karena makannya di atas habis.

“Sekarang coba, kawasan manusia itu masuk di kawasan hidup harimau , kita masuk di sana, harimau itu keluar,” katanya.

Karena itu menurut Saudi, harimau tersebut harus ditangkap oleh pihak terkait dan dikembalikan ke habitatnya, “Itu yang paling mudah, harimau itu hidupnya  alami dan berdasarkan naluri,” katanya.[**]

 

Penulis : ril/one

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 3 Cara Tutup Cela Korupsi Versi Gub.Sumsel

    3 Cara Tutup Cela Korupsi Versi Gub.Sumsel

    • calendar_month Selasa, 10 Des 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 860
    • 0Komentar

    PERINGATI hari Anti Korupsi menjadi momen penting bagi semua pihak tak terkecuali Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru.  Karena itu, Iapun memilih hadir pada peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Harkodia) yang digelar di Gedung KPK, kemarin. Dalam kesempatan wawancara, HD memberikan sejumlah masukan dan pendapat mengenai perbaikan yang dapat dilakukan pada sektor-sektor yang berpotensi menjadi tempat […]

  • Jardine Matheson dan Hongkong Land Rayakan 50 tahun Jardine House: Gedung Pencakar Langit Pertama Hong Kong terus Berinovasi dan Menarik Penyewa Kelas Dunia

    Jardine Matheson dan Hongkong Land Rayakan 50 tahun Jardine House: Gedung Pencakar Langit Pertama Hong Kong terus Berinovasi dan Menarik Penyewa Kelas Dunia

    • calendar_month Minggu, 16 Jul 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.400
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, HONG KONG SAR – Media OutReach – Jardine Matheson dan Hongkong Land memperingati 50 tahun Jardine House, gedung pencakar langit pertama di Hong Kong, dan pusat ekosistem Central Hongkong Land. Selesai pada tahun 1973, Jardine House menetapkan standar baru dengan desainnya yang kuat, lift tercepat, pendingin AC terbesar, dan 1.748 jendela kaca melingkar ikonik yang […]

  • Pengawasan Kearsipan, Tim ASKI DPKD Muba Audit 12 Bagian di Setda Muba

    Pengawasan Kearsipan, Tim ASKI DPKD Muba Audit 12 Bagian di Setda Muba

    • calendar_month Rabu, 21 Okt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 858
    • 0Komentar

    GUNA membina penyelenggaraan sistem kearsipan nasional sesuai arah dan sasaran pembangunan nasional di bidang kearsipan, tim auditor Kearsipan/Audit Sistem Kearsipan Internal (ASKI) dinas perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPKD) Kabupaten Musi Banyuasin melakukan audit kearsipan pada sekretariat daerah (Setda). Ketua Tim ASKI, Herawaty menerangkan Untuk jadwal pengawasan kearsipan ini khususnya untuk di bagian sekretariat daerah pihaknya […]

  • Kok Bisa Selisih 31 Ribu Bibit di Manado? Alarm Program Mendekati Rp10 T

    Kok Bisa Selisih 31 Ribu Bibit di Manado? Alarm Program Mendekati Rp10 T

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 23
    • 0Komentar

    TIDAK sesuainya  data dalam program pembibitan kelapa di Manado, Sulawesi Utara menjadi sorotan setelah ditemukan selisih signifikan antara laporan dan kondisi di lapangan, dari 48 ribu bibit yang tercatat secara administratif, namun dari hasil pengecekan hanya sekitar 17 ribu bibit yang tersedia. Temuan tersebut disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat melakukan inspeksi di Desa […]

  • Laju Penularan Virus Melambat, Tetap Disiplin Prokes dan Lakukan Vaksinasi

    Laju Penularan Virus Melambat, Tetap Disiplin Prokes dan Lakukan Vaksinasi

    • calendar_month Rabu, 9 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 852
    • 0Komentar

    Pingintau.id, Data Kementerian Kesehatan per 7 Maret 2022, menunjukkan kaju penularan virus COVID-19 yang melambat. Di antaranya adalah data angka reproduksi virus (Rt) yang turun di 8 pulau besar Indonesia dan juga angka kasus harian yang turun hampir 3.500 kasus dalam sehari jadi 21.380 kasus. Walau demikian, kita harus tetap waspada dan lebih berhati-hati agar […]

  • Negeri Kincir Angin Pasang 100 Unit Alat Pintar di Palembang, Bisa Deteksi Anak Hilang Lagi.!

    Negeri Kincir Angin Pasang 100 Unit Alat Pintar di Palembang, Bisa Deteksi Anak Hilang Lagi.!

    • calendar_month Rabu, 7 Feb 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.075
    • 0Komentar

    Alat pintar dapat membantu memantau semua aktivitas maupun kejadian yang ada di penjuru Kota Palembang.

expand_less
WordPress Archive Gaea – Environmental WordPress Theme Gags – Image, Meme & Video Sharing WordPress Theme Gaia - Agriculture & Organic Farming Elementor Template Kit Gainlove – Nonprofit Charity WordPress Theme Galatia – Contemporary Agency WordPress Theme Galax – eCommerce Multi-Purpose WordPress Theme Galaxy Funder – WooCommerce Crowdfunding System Galicia – Restaurant WordPress Theme Galleria Storefront WooCommerce Theme Gallery Plugins Bundle