Minggu, 20 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » Ketika Semak Disulut, Negara Ikut Sibuk

Ketika Semak Disulut, Negara Ikut Sibuk

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 24 Jul 2025
  • visibility 559
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SAAT kipas angin hanya menghasilkan angin sehangat napas sapi, warga Dusun Pasir Babussalam tumplek blek di balai desa. Keringat ngucur, baju lepek, tapi tetap semangat ngumpul soalnya kabarnya kebakaran udah makin dekat ke kebun durian Pak Lurah.

Di sudut ruangan, duduklah Pak RT Mukri, tokoh kharismatik lokal yang pernah viral gara-gara berusaha memadamkan api hutan pakai ember bocor warisan mertuanya. Modalnya cuma semangat, doa, dan sandal jepit yang udah ngelupas sebelah.

“Pak RT, itu api di ujung kebun siapa punya, ya?” tanya Ibu Rosnawati sambil menatap ke arah asap yang menggulung seperti rokok kretek sultan.

Pak RT garuk kepala. “Kayaknya bukan punya siapa-siapa, Bu. Itu api, tiba-tiba muncul aja. Mungkin dia kesepian.”

“Waduh, jangan-jangan korek saya ketinggalan waktu ngebakar daun kering minggu lalu…” celetuk Pak Karta, si pemilik lahan setengah hektare dan alasan setengah matang.

Tiba-tiba, drone dari pusat lewat di atas kepala, suaranya kayak tawon marah, dan gak lama kemudian, mobil-mobil BPBD datang. Helikopter berisik menari-nari di langit. Dari dalam turun seseorang berjaket rompi kuning  Menteri KLH/BPLH, Pak Hanif Faisol Nurrofiq.

“Assalamualaikum, Bapak Ibu! Saya nggak datang buat jalan-jalan. Ini sudah 354 hotspot, dan 9 firespot aktif, lho! Rokan Hilir ini udah kayak jagung bakar edisi extra crispy!” ujarnya sambil nunjuk-nunjuk peta dari iPad.

Pak RT Mukri cuma manggut-manggut sambil nyengir kuda “Waduh, kita viral ya, Pak Menteri?”

“Viral kebakarannya, bukan inovasinya, Pak. Lahan gambutnya kering. Akses air minim. Kalo dibiarin, ini bukan cuma dusun yang sesak, tapi provinsi bisa batuk bareng”

Dengan gaya bak kapten pasukan Avengers, Pak Menteri kasih aba-aba ke operator. Lima helikopter BNPB dilepas. Air digelontor dari langit, seperti hujan lokal ala Tuhan pakai ember. Totalnya? dua juta lebih liter air. Bayangkan, kalau itu dibotolkan, cukup buat hajatan se-Indonesia.

Belum cukup, garam pun ditebar ke awan 1.000 kilogram NaCl. Anak-anak kampung sempat bingung, kirain mau bikin kerupuk raksasa di udara.

“Bukannya kita lagi krisis garam ya, Pak?” celetuk Pak Karta lagi.

“Buat hujan buatan ini, harus garam dapur. Bukan garam himalaya. Jadi aman,” jelas tim OMC sambil terus memantau langit eh, maksudnya awan.

Masalahnya, lahan gambut itu bukan kayak rumput biasa, dia bisa nyimpan bara seperti mantan yang belum move on. Luar mati, dalamnya masih panas. Kalau diinjak bisa meletus, kayak popcorn stres. Nah, itulah yang bikin pemadaman harus super niat dan super kompak.

Sayangnya, selama ini upaya pencegahan masih kayak angin segan, kipas pun enggan. Edukasi kurang, patroli lemah, dan masih ada yang anggap membakar lahan itu cara hemat-hemat tenaga, padahal bikin negara keluar duit miliar-miliar.

“Kita harus berubah. Gak bisa nunggu musim hujan terus. Karhutla itu bukan urusan satu instansi, tapi semua. Dari RT sampai Presiden,” kata Pak Menteri sambil ngelap keringat yang hampir kayak guyuran hujan buatan.

Pak RT Mukri berdiri, dengan suara yang sedikit serak karena kebanyakan hisap asap (bukan rokok).
“Saya janji, Pak. Tahun depan, kami bakal bikin lomba padam api, bukan lomba bakar lahan”

Api itu seperti utang, kalau kecil bisa diatur, kalau dibiarin jadi bencana. Rokan Hilir bukan cuma butuh semprotan dari udara. Tapi juga pencerahan dari tanah.

Edukasi harus turun ke kebun, bukan cuma ke seminar dan jangan lagi ada yang bangga karena lahan terbakar cepat bersih, sebab bersih belum tentu beres.

Karhutla bukan soal cuaca atau nasib. Tapi soal niat dan sistem. Kalau api bisa dicegah dari korek, kenapa tunggu helikopter?.  Jangan sampai Indonesia dikenal dunia bukan karena batik atau rendang, tapi karena ‘asap ekspor tahunan’.[***]

Tulisan ini merupakan narasi feature-esai dengan gaya cerpen fiktif. Tokoh dan peristiwa di dalamnya sebagian merupakan rekaan, digunakan sebagai media edukasi dan penyadaran publik tentang pentingnya pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Disampaikan dengan pendekatan humor dan perumpamaan untuk menjangkau pembaca secara lebih luas, tanpa mengurangi keseriusan isu yang diangkat. Redaksi mendukung upaya kolaboratif lintas sektor dalam penanggulangan karhutla secara adil, efektif, dan berkelanjutan.

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 280 Anak Usia Dini Ikutin Coaching Clinic AN Cup 2019

    280 Anak Usia Dini Ikutin Coaching Clinic AN Cup 2019

    • calendar_month Minggu, 3 Mar 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.022
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Pali– Sebanyak 280 anak-anak usia dini dari kelompok umur 12 tahun dan 14 tahun mengikuti coaching clinic Alex Noerdin Cup 2019 yang digelar di Gelora November, Pendopo, Kabupaten PALI, minggu (3/3/2019) siang. Mereka diberikan empat materi dasar bermain sepakbola oleh mantan-mantan punggawa timnas Indonesia yang tergabung dalam skuad Tim All Star Indonesia Tour Sumatera Selatan […]

  • [TAWA TAPI TAHU] Ketika Jagung Lebih Setia dari Pacar, Kok Bisa!

    [TAWA TAPI TAHU] Ketika Jagung Lebih Setia dari Pacar, Kok Bisa!

    • calendar_month Senin, 28 Jul 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 554
    • 0Komentar

    “Jagung tak pernah ghosting, dia setia menunggu dipanen. Sementara kamu… pergi waktu aku lagi sayang-sayangnya” DALAM dunia pertanian, jagung bukan sekadar tanaman, dia simbol kesetiaan. Ditanam hari ini, dirawat dengan cinta dan sabar, dijamin 3 bulan kemudian panen manisnya. Tanpa ngambek, tanpa drama, tanpa update story bilang, “capek ah, hubungan ini terlalu rumit” Bandingkan dengan […]

  • Polda Riau Berhasil Ungkap 20 Kasus Karhutla

    Polda Riau Berhasil Ungkap 20 Kasus Karhutla

    • calendar_month Rabu, 11 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 897
    • 0Komentar

    HINGGA awal Agustus ini Kepolisian Daerah Riau (Polda Riau) tengah menangani 20 kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Bumi Lancang Kuning. Dari 20 kasus tersebut tercatat ada 260,19 hektar lahan terbakar. Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto menjelaskan dari 20 kasus itu, pihaknya telah menetapkan sebanyak 24 orang menjadi tersangka. “2 kasus tahap […]

  • RI Telah Susun Pedoman Pemberitaan Ramah Disabilitas

    RI Telah Susun Pedoman Pemberitaan Ramah Disabilitas

    • calendar_month Kamis, 11 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 629
    • 0Komentar

    DIREKTUR Kerja Sama Sosial Budaya ASEAN Kementerian Luar Negeri, Riaz J. P. Saehu menyatakan, Indonesia juga telah menyusun pedoman pemberitaan ramah disabilitas yang mengedepankan nilai-nilai empati dalam melakukan kegiatan jurnalis. Menurutnya dengan menggunakan perkataan/istilah yang tepat, serta menghargai penyandang disabilitas sebagai warga negara yang memiliki harkat dan martaba. “Dan mendorong agar mereka mendapatkan kesempatan berdasarkan kemampuan dan […]

  • Pilkada OKU 2020, KPU Kurangi TPS

    Pilkada OKU 2020, KPU Kurangi TPS

    • calendar_month Sabtu, 28 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.139
    • 0Komentar

    KOMISI Pemilihan Umum [KPU] Kabupaten Ogan Komering Ulu [OKU] menyebutkan akan mengurangi jumlah Tempat Pemungutan Suasra [TPS] dari sebelumnya 1.200 TPS digunakan di Pemilihan Legistatif [Pileg] dan Pemilihan Presiden [Pilpres] menjadi 718 TPS. 718 TPS yang akan digunakan pada Pilkada OKU dinilai sudah cukup untuk proses pemungutan suara. Namun untuk jumlah maksimal satu TPS ditambah menjadi […]

  • Pengusaha Jangan Cemas, Pilpres Pasti Aman

    Pengusaha Jangan Cemas, Pilpres Pasti Aman

    • calendar_month Selasa, 19 Mar 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.196
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan memastikan kepada para pelaku usaha bahwa kondisi Indonesia jelang Pemilu 2019 tetap terjaga baik. Oleh sebab itu, pengusaha tak perlu cemas menghadapi iklim tahun politik, di mana pada 17 April 2019 akan berlangsung pemilihan presiden (Pilpres) dan pemilihan legislatif (Pileg). Hal itu disampaikannya saat melakukan […]

expand_less
WordPress Archive MemberPress WooCommerce MemberPress Pro WordPress Plugin MemberPress WP Simple Pay Pro Membership Manager Pro MeMeMe – The Meme Generator | WP Plugin Memento – Photography & Blog Elementor Template Kit Memoir – Tumblog Style WordPress Theme Memoir – Wedding Event & Party Organizer Elementor Template Kit Memoreel – Photography Template Kit Memory – Wedding Photography Elementor Template Kits