Harimau Sumatera Masuk Perangkap di Agam, Lokasinya Cuma 50 Meter dari Sekolah
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 26 menit yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : kehutanan.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Harimau Sumatera masuk perangkap di Agam setelah kembali berkeliaran di sekitar permukiman warga Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Satwa dilindungi itu terjebak dalam box trap yang dipasang Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat, dengan lokasi hanya sekitar 50 meter dari SDN 10 Palimbatan.
Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) masuk ke dalam perangkap pada Selasa (11/8/2026) sekitar pukul 19.45 WIB. Saat itu, tim Wildlife Rescue Unit (WRU) BKSDA Sumbar masih berada di sekitar lokasi setelah memasang box trap sekitar pukul 18.00 WIB.
Laporan harimau masuk perangkap disampaikan penjaga SDN 10 Palimbatan kepada tim yang berada di lapangan.
Sebelumnya, BKSDA Sumbar menerima laporan dari masyarakat pada Senin (10/8/2026) sekitar pukul 16.30 WIB mengenai dua ekor kambing milik warga yang menjadi korban terkaman harimau.
Tim WRU kemudian turun untuk melakukan verifikasi. Dari hasil pengecekan, satu kambing ditemukan mati di dalam kandang dengan luka gigitan pada bagian leher.
Sementara satu kambing lainnya telah dibawa harimau ke semak-semak. Di lokasi hanya ditemukan dua kaki bagian depan kambing tersebut.
Lokasi kejadian berada di kawasan yang cukup dekat dengan fasilitas umum. Selain sekitar 50 meter di belakang SDN 10 Palimbatan, lokasi juga berjarak sekitar 100 meter dari SMP Negeri 1 Palupuh dan sekitar 150 meter dari Masjid Syukra.
Kemunculan harimau tersebut juga bukan kejadian pertama. Interaksi negatif sebelumnya tercatat pada 31 Juli 2026 dengan korban berupa anjing dan kambing milik masyarakat.
Dengan adanya kejadian berulang dan keberadaan harimau yang masih berada di sekitar permukiman serta area sekolah, BKSDA Sumbar memasang box trap untuk menangani satwa tersebut.
Perangkap dipasang pada Selasa (11/8/2026) pukul 18.00 WIB. Tidak sampai dua jam kemudian, sekitar pukul 19.45 WIB, harimau dilaporkan telah masuk ke dalam perangkap.
Tim BKSDA Sumbar kemudian melakukan evakuasi dengan berkoordinasi bersama Polsek Palupuh. Proses evakuasi dilakukan dengan mengutamakan keselamatan masyarakat sekaligus meminimalkan risiko terhadap satwa.
Setelah berhasil dievakuasi, Harimau Sumatera tersebut dititipkan pada lembaga konservasi untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.
Tim medis dan dokter hewan selanjutnya akan memeriksa kondisi satwa tersebut sebagai bagian dari penanganan pascaevakuasi.
BKSDA Sumbar mengimbau masyarakat di sekitar lokasi untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat malam hari dan ketika berada di kawasan yang berpotensi menjadi jalur pergerakan harimau.
Warga juga diminta tidak beraktivitas seorang diri di sekitar lokasi rawan. Jika kembali melihat Harimau Sumatera, masyarakat diminta tidak mendekati, mengejar, atau mencoba menangkap satwa tersebut.
Setiap kemunculan satwa liar agar segera dilaporkan kepada BKSDA atau aparat setempat sehingga dapat ditangani oleh petugas. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
