Sabtu, 22 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Perbankan & Keuangan » Uangmu, Masa Depanmu: Jangan Sampai Saldo Jadi Drama FYP

Uangmu, Masa Depanmu: Jangan Sampai Saldo Jadi Drama FYP

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
  • visibility 2.998
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SOBAT millennial, pernah nggak sih kalian ngerasa saldo rekening itu kayak FYP TikTok? Tiba-tiba naik, viral sebentar, eh besoknya… tinggal kenangan. Nah, itulah realita keuangan generasi digital, cepat, penuh peluang, tapi juga banyak jebakan. Kalau nggak paham, bukan cuma saldo yang nangis, masa depan juga bisa kena drama.

Baru-baru ini, dalam keterangan pers dilaman resmi OJK,  Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Mirza Adityaswara, hadir di Universitas Bengkulu buat ngobrol soal literasi finansial. Topiknya terdengar berat “Menumbuhkan Generasi Melek Finansial: Memahami Dinamika Ekonomi dan Stabilitas Keuangan sebagai Pilar Perekonomian Nasional”.

Tapi Mirza nggak bikin mahasiswa ngantuk. Dia bikin serius jadi relatable, bagaimana uang digital, investasi, dan risiko bisa langsung memengaruhi hidup kita sehari-hari.

Mirza menekankan, menjaga stabilitas ekonomi nasional itu bukan cuma tugas OJK. Ada empat institusi yang bekerja bareng, kayak Avengers tapi versi ekonomi, OJK, Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, dan LPS.

Kalau mereka kompak, ekonomi aman, politik aman, masyarakat tenang. Tapi kalau generasi muda nggak melek finansial? Hati-hati, saldo rekening bisa ludes karena pinjol ilegal atau investasi abal-abal yang awalnya terdengar “wah”, tapi ujungnya bikin dompet nangis.

Masalahnya, banyak mahasiswa tergiur iming-iming cepat kaya. “Investasi ini untung 100% seminggu!”. Siapa yang nggak kepincut? Tapi pepatah lama tetap berlaku “Yang cepat datang, cepat pula pergi”. Uang gampang masuk, gampang juga hilang kalau nggak paham fundamental. Investasi bukan ajang lomba TikTok, bukan siapa yang viral duluan yang menang. Kalau asal ikut-ikutan, saldo rekening bisa seperti konten FYP, ramai sebentar, lalu hilang tanpa jejak.

Era digital memang memberi banyak kemudahan. Fintech, dompet digital, hingga cryptocurrency memungkinkan siapa pun jadi investor. Tapi di balik kemudahan itu, banyak jebakan, aplikasi abal-abal, pinjaman online ilegal, dan tawaran investasi yang terlalu bagus untuk jadi kenyataan. Kalau generasi muda nggak kritis, bukan cuma saldo yang kena, tapi mental juga bisa terguncang.

Solusi nyata ada, dan nggak serumit yang dibayangkan. Pertama, belajar dulu sebelum modalin uang. Jangan cuma percaya testimonial di TikTok atau Instagram. Cek legalitas platform, pahami risiko, baca review. Ingat, ilmu itu seperti helm saat naik motor, nggak bikin kamu cepat sampai, tapi bisa bikin selamat.

Kedua, ikuti edukasi finansial resmi. OJK, bank, dan lembaga terkait sering bikin webinar atau kelas online. Ini bukan kuliah ekonomi yang bikin mata melotot, tapi materi praktis yang bisa langsung dipraktikkan. Mahasiswa bisa belajar menabung, investasi dasar, dan mengelola risiko secara benar.

Ketiga, mulai dari skala kecil. Jangan langsung all-in, apalagi cuma karena takut ketinggalan tren. Uang itu teman, bukan musuh. Perlakukan dengan bijak, jangan sampai jadi “teman drama” yang bikin nangis di malam minggu. Mulai dari investasi kecil, pelajari mekanisme pasar, baru perlahan tambah modal.

Mirza juga menekankan peran literasi finansial untuk pertumbuhan ekonomi lokal. Mahasiswa yang paham finansial bisa jadi penggerak ekonomi daerah, wirausaha, investasi cerdas, sampai program ekonomi kreatif. Dengan dukungan pemerintah, kampus, dan sektor keuangan, ekonomi lokal bisa mekar, bukan cuma dompet pribadi yang nangis.

Selain itu, literasi finansial memperkuat ketahanan sosial dan politik. Masyarakat yang paham dasar keuangan cenderung lebih rasional dalam mengambil keputusan, mengurangi risiko penipuan dan spekulasi berlebihan, sekaligus mendukung stabilitas sistem keuangan. Jadi, belajar soal uang bukan cuma buat diri sendiri, tapi juga buat masyarakat luas.

Langkah praktis yang bisa diambil generasi muda, yaitu cek legalitas platform keuangan. Pastikan aplikasi atau layanan investasi resmi dan terdaftar di OJK.

Mulai dari investasi kecil. Pelajari dulu instrumen dasar sebelum menaruh modal besar dan belajar terus-menerus. Ikuti webinar, baca literatur resmi, pahami tren dan risiko terbaru. Gunakan teknologi dengan bijak, fintech memudahkan, tapi jangan sampai membuat keputusan impulsif.

Jadi, literasi finansial adalah fondasi bagi generasi muda menghadapi era digital. Pemahaman yang kuat akan produk keuangan, risiko, dan mekanisme pasar memungkinkan individu membuat keputusan cerdas, menghindari jebakan pinjaman ilegal dan investasi berisiko tinggi, serta berkontribusi pada ketahanan ekonomi nasional.

Dan generasi muda harus menyadari bahwa uang bukan sekadar alat konsumsi, tapi instrumen membangun masa depan. Dengan pengetahuan, strategi, dan kesadaran risiko, mereka bisa mengubah peluang digital menjadi keuntungan jangka panjang, baik untuk diri sendiri maupun masyarakat luas.

Jangan sampai saldo rekening viral karena drama, tapi viral karena keputusan cerdas yang membangun masa depan.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Setelah Muba, Road Show Gemarikan Bakal Diperluas di Seluruh Sumsel

    Setelah Muba, Road Show Gemarikan Bakal Diperluas di Seluruh Sumsel

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 902
    • 0Komentar

    DIREKTUR Sistem Logistik Kementerian Kelautan dan Perikanan RI Innes Rahmania API SSos MM dalam sambutannya, mengatakan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) akan terus diperluaskan di wilayah Sumatera Selatan, khususnya bagi warga masyarakat Kabupaten Muba. Karena, Ikan menjadi salah satu bagian penting dalam pemenuhan kebutuhan pangan nasional, lanjutnya, oleh karena itu, ketersediaannya harus cukup, baik diperoleh […]

  • Tak Hanya Jaga Keamanan, Satlinmas Kini Emban Misi Nasional

    Tak Hanya Jaga Keamanan, Satlinmas Kini Emban Misi Nasional

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 16
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Satlinmas (Satuan Perlindungan Masyarakat) didorong mengemban misi nasional melalui pembentukan organisasi induk tingkat nasional sekaligus menjadi garda terdepan Gerakan Indonesia Asri ditengah masyarakat dengan mengusung gerakan pemilahan sampah dari tingkat desa hingga kelurahan. Peran Satlinmas selama ini memang dikenal sebagai unsur untuk membantu menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman […]

  • Peserta PON Jangan Khawatir, Seluruh Venue PON Papua Relatif Aman dari COVID-19

    Peserta PON Jangan Khawatir, Seluruh Venue PON Papua Relatif Aman dari COVID-19

    • calendar_month Selasa, 28 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 567
    • 0Komentar

    MENTERI Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, menyatakan venue atau lokasi pertandingan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua berada dalam kondisi yang relatif aman dari COVID-19. “Semua daerah penyelenggaran PON Papua sebenarnya sudah berada di level 2 dan penyebaran COVID-19 sudah lumayan terkendali,” kata Menkes usai rapat virtual persiapan PON Papua, seperti dilansir dari InfoPublik, kemaren. […]

  • PLN- Kejaksaan Agung Teken Kesepakatan, Terkait Apa ?

    PLN- Kejaksaan Agung Teken Kesepakatan, Terkait Apa ?

    • calendar_month Senin, 29 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.106
    • 0Komentar

    PLN dan Kejaksaan Agung RepubIik Indonesia (RI) menandatangani nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama bersama tentang koordinasi dalam pelaksanaan tugas dan fungsi. Hal ini merupakan wujud prinsip itikad baik, kehati-hatian dan kepatuhan PLN terhadap seluruh regulasi yang berlaku dan mendukung penerapan Good Corporate Governance (GCG). Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan secara langsung oleh Direktur Utama PLN, […]

  • Terkait Tewasnya Driver Go Car, Kapolda Sumsel : Hidup Atau Mati 2 TSK Terus Diburu

    Terkait Tewasnya Driver Go Car, Kapolda Sumsel : Hidup Atau Mati 2 TSK Terus Diburu

    • calendar_month Sabtu, 31 Mar 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 949
    • 0Komentar

    “Para pelaku dijerat dengan pasal berlapis yakni pasal 365, jo pasal 338, 340 KUHP dengan ancaman hukuman penjara selama dua puluh tahun,”

  • Optimistis Sumsel Kembali Jadi Lumbung Pangan Nasional

    Optimistis Sumsel Kembali Jadi Lumbung Pangan Nasional

    • calendar_month Selasa, 30 Jul 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 963
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Selatan (Sumsel)  H. Herman Deru kian yakin  dalam waktu yang tidak lama lagi Sumsel akan dapat mengembalikan kerjayaannya sebagai Lubung Pangan Nasional. Keyakinan Herman Deru tersebut diungkapkannya saat melakukan  Panen Raya Padi IP 200 dan sekaligus meninjau penangkaran benih  harapan makmur Desa Cahya Maju Kecamatan Lempuing Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Selasa (30/7/2019). “Panen […]

expand_less
WordPress Archive Plantmore – Responsive Theme for WooCommerce WordPress Theme Planto – Green Elementor Template Kit Planty – Cafe & Restaurant Template Kit Platonic – Restaurant & Event WordPress Theme Play Time – Day Care & Kindergarten WordPress Theme PlayerX – Gaming and eSports WordPress Theme Playkits – Video Game Publisher & Shop Elementor Template Kit PlayLab – On Demand Movie Streaming Platform Playo – Directory & Listing, Community, WooCommerce Vendor, Multi-purpose WordPress Theme Playroom – Kids & Kindergarten WordPress Theme