Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Perbankan & Keuangan » Uangmu, Masa Depanmu: Jangan Sampai Saldo Jadi Drama FYP

Uangmu, Masa Depanmu: Jangan Sampai Saldo Jadi Drama FYP

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
  • visibility 2.986
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SOBAT millennial, pernah nggak sih kalian ngerasa saldo rekening itu kayak FYP TikTok? Tiba-tiba naik, viral sebentar, eh besoknya… tinggal kenangan. Nah, itulah realita keuangan generasi digital, cepat, penuh peluang, tapi juga banyak jebakan. Kalau nggak paham, bukan cuma saldo yang nangis, masa depan juga bisa kena drama.

Baru-baru ini, dalam keterangan pers dilaman resmi OJK,  Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Mirza Adityaswara, hadir di Universitas Bengkulu buat ngobrol soal literasi finansial. Topiknya terdengar berat “Menumbuhkan Generasi Melek Finansial: Memahami Dinamika Ekonomi dan Stabilitas Keuangan sebagai Pilar Perekonomian Nasional”.

Tapi Mirza nggak bikin mahasiswa ngantuk. Dia bikin serius jadi relatable, bagaimana uang digital, investasi, dan risiko bisa langsung memengaruhi hidup kita sehari-hari.

Mirza menekankan, menjaga stabilitas ekonomi nasional itu bukan cuma tugas OJK. Ada empat institusi yang bekerja bareng, kayak Avengers tapi versi ekonomi, OJK, Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, dan LPS.

Kalau mereka kompak, ekonomi aman, politik aman, masyarakat tenang. Tapi kalau generasi muda nggak melek finansial? Hati-hati, saldo rekening bisa ludes karena pinjol ilegal atau investasi abal-abal yang awalnya terdengar “wah”, tapi ujungnya bikin dompet nangis.

Masalahnya, banyak mahasiswa tergiur iming-iming cepat kaya. “Investasi ini untung 100% seminggu!”. Siapa yang nggak kepincut? Tapi pepatah lama tetap berlaku “Yang cepat datang, cepat pula pergi”. Uang gampang masuk, gampang juga hilang kalau nggak paham fundamental. Investasi bukan ajang lomba TikTok, bukan siapa yang viral duluan yang menang. Kalau asal ikut-ikutan, saldo rekening bisa seperti konten FYP, ramai sebentar, lalu hilang tanpa jejak.

Era digital memang memberi banyak kemudahan. Fintech, dompet digital, hingga cryptocurrency memungkinkan siapa pun jadi investor. Tapi di balik kemudahan itu, banyak jebakan, aplikasi abal-abal, pinjaman online ilegal, dan tawaran investasi yang terlalu bagus untuk jadi kenyataan. Kalau generasi muda nggak kritis, bukan cuma saldo yang kena, tapi mental juga bisa terguncang.

Solusi nyata ada, dan nggak serumit yang dibayangkan. Pertama, belajar dulu sebelum modalin uang. Jangan cuma percaya testimonial di TikTok atau Instagram. Cek legalitas platform, pahami risiko, baca review. Ingat, ilmu itu seperti helm saat naik motor, nggak bikin kamu cepat sampai, tapi bisa bikin selamat.

Kedua, ikuti edukasi finansial resmi. OJK, bank, dan lembaga terkait sering bikin webinar atau kelas online. Ini bukan kuliah ekonomi yang bikin mata melotot, tapi materi praktis yang bisa langsung dipraktikkan. Mahasiswa bisa belajar menabung, investasi dasar, dan mengelola risiko secara benar.

Ketiga, mulai dari skala kecil. Jangan langsung all-in, apalagi cuma karena takut ketinggalan tren. Uang itu teman, bukan musuh. Perlakukan dengan bijak, jangan sampai jadi “teman drama” yang bikin nangis di malam minggu. Mulai dari investasi kecil, pelajari mekanisme pasar, baru perlahan tambah modal.

Mirza juga menekankan peran literasi finansial untuk pertumbuhan ekonomi lokal. Mahasiswa yang paham finansial bisa jadi penggerak ekonomi daerah, wirausaha, investasi cerdas, sampai program ekonomi kreatif. Dengan dukungan pemerintah, kampus, dan sektor keuangan, ekonomi lokal bisa mekar, bukan cuma dompet pribadi yang nangis.

Selain itu, literasi finansial memperkuat ketahanan sosial dan politik. Masyarakat yang paham dasar keuangan cenderung lebih rasional dalam mengambil keputusan, mengurangi risiko penipuan dan spekulasi berlebihan, sekaligus mendukung stabilitas sistem keuangan. Jadi, belajar soal uang bukan cuma buat diri sendiri, tapi juga buat masyarakat luas.

Langkah praktis yang bisa diambil generasi muda, yaitu cek legalitas platform keuangan. Pastikan aplikasi atau layanan investasi resmi dan terdaftar di OJK.

Mulai dari investasi kecil. Pelajari dulu instrumen dasar sebelum menaruh modal besar dan belajar terus-menerus. Ikuti webinar, baca literatur resmi, pahami tren dan risiko terbaru. Gunakan teknologi dengan bijak, fintech memudahkan, tapi jangan sampai membuat keputusan impulsif.

Jadi, literasi finansial adalah fondasi bagi generasi muda menghadapi era digital. Pemahaman yang kuat akan produk keuangan, risiko, dan mekanisme pasar memungkinkan individu membuat keputusan cerdas, menghindari jebakan pinjaman ilegal dan investasi berisiko tinggi, serta berkontribusi pada ketahanan ekonomi nasional.

Dan generasi muda harus menyadari bahwa uang bukan sekadar alat konsumsi, tapi instrumen membangun masa depan. Dengan pengetahuan, strategi, dan kesadaran risiko, mereka bisa mengubah peluang digital menjadi keuntungan jangka panjang, baik untuk diri sendiri maupun masyarakat luas.

Jangan sampai saldo rekening viral karena drama, tapi viral karena keputusan cerdas yang membangun masa depan.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Muba Sepakat, KUPA PPASP R-APBD Muba TA 2021 Sah

    DPRD Muba Sepakat, KUPA PPASP R-APBD Muba TA 2021 Sah

    • calendar_month Selasa, 31 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 796
    • 0Komentar

      RANCANGAN Kebijakan Umum Perubahan Anggaran (KUPA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara Perubahan (PPASP) R-APBD Perubahan Kabupaten Musi Banyuasin Tahun Anggaran 2021, disepakati bersama oleh DPRD dan Pemkab Muba. Kesepakatan ditandai dengan penandatanganan bersama antara Bupati Muba dan Pimpinan DPRD Muba pada Rapat Paripurna DPRD Masa Persidangan III Rapat ke-18, Kamis (ertempat di Ruang 31/8/2021) […]

  • 4 Terobosan untuk Tingkatkan Angka Vaksinasi COVID-19 di Daerah

    4 Terobosan untuk Tingkatkan Angka Vaksinasi COVID-19 di Daerah

    • calendar_month Jumat, 31 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 703
    • 0Komentar

    ANGKA Vaksinasi COVID-19 masih perlu digenjot oleh Pemerintah Daerah. Setidaknya per 24 Desember 2021 masih ada 14 Provinsi dengan cakupan Vaksinasi Dosis 1 di bawah 70%, yakni provinsi Sumsel, NTT, Sulsel, Sumbar, Kalsel, Kalbar, Sulteng, Sultra, Sulbar, Maluku Utara, Maluku, Aceh, Papua Barat, dan Papua. Di sisi lain, baru ada 4 Provinsi dengan cakupan Vaksinasi […]

  • Sampahmu Menentukan Nasib Kotamu……

    Sampahmu Menentukan Nasib Kotamu……

    • calendar_month Jumat, 11 Jul 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 728
    • 0Komentar

    ADIPURA itu, ibarat foto prewedding kota bersih, rapi, dan penuh senyum di taman, akan tetapi  jangan tanya belakang pasar, bisa jadi aromanya bikin bunga layu sebelum mekar. Sekarang? Adipura sudah ganti baju, pakai jas kebijakan, dasi sistemik, dan sepatu teknologi. Kalau dulu cukup bersihkan daun kering dan cat ulang trotoar, sekarang Adipura meminta kita membersihkan […]

  • Jalan Mulus, Terang Menderang, Warga Bukit Selabu Ngaku Puas

    Jalan Mulus, Terang Menderang, Warga Bukit Selabu Ngaku Puas

    • calendar_month Jumat, 18 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 888
    • 0Komentar

    Sumselterterkini.co.id, Batanghari Leko- Meski cuaca panas, tidak menyurutkan semangat ratusan Warga Desa Bukit Selabu, Kecamatan Batanghari Leko untuk berjumpa dengan Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin dan Wakil Bupati Muba Beni Hernedi, dalam rangkaian kunjungan kerja dan silaturahmi Bupati Muba dengan warga Batanghari Leko, Jumat (19/1/2019). Pada kesempatan tersebut, Bupati dan Wakil Bupati Muba juga […]

  • Internet Desa Mandiri di OKI, Begini Kata Kadis Kominfo

    Internet Desa Mandiri di OKI, Begini Kata Kadis Kominfo

    • calendar_month Jumat, 5 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 915
    • 0Komentar

    KEPALA Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten OKI, Alexsander Bustomi instrumen yang dapat diterapkan  para Kepala Desa guna mengatasi kesulitan internet di Desa salah satunya merujuk pada penyediaan internet desa yang teknologi nya berbeda dengan sinyal seluler, namun bisa mengatasi fungsi komunikasi internet. “Permendes PDTT NO. 13 tahun 2020 pasal 6 ayat 2.a beserta lampirannya menjadi dasar hukum […]

  • Pangdam II SWJ dan Kapolda Sumsel Gelar Vaksinasi 1000 TNI-Polri

    Pangdam II SWJ dan Kapolda Sumsel Gelar Vaksinasi 1000 TNI-Polri

    • calendar_month Sabtu, 26 Jun 2021
    • account_circle Nasir Nasir
    • visibility 911
    • 0Komentar

    PANGDAM II/Sriwijaya Mayjen TNI Agus Suhardi, Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof. Dr. Eko Indra Heri S, M.M., dan Gubernur Sumsel H. Herman Deru, bersama-sama meninjau lokasi pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 massal, di Gedung Patra Ogan Kelurahan Komperta Kecamatan Plaju Palembang, Sabtu (26/6/2021). Kegiatan yang bertajuk “Serbuan Vaksinasi Nasional TNI – Polri”_ ini merupakan program dalam rangka […]

expand_less
WordPress Archive Plantmore – Responsive Theme for WooCommerce WordPress Theme Planto – Green Elementor Template Kit Planty – Cafe & Restaurant Template Kit Platonic – Restaurant & Event WordPress Theme Play Time – Day Care & Kindergarten WordPress Theme PlayerX – Gaming and eSports WordPress Theme Playkits – Video Game Publisher & Shop Elementor Template Kit PlayLab – On Demand Movie Streaming Platform Playo – Directory & Listing, Community, WooCommerce Vendor, Multi-purpose WordPress Theme Playroom – Kids & Kindergarten WordPress Theme