BI Bidik Transaksi UMKM Rp446,9 Miliar, Target Pembiayaan Rp212,8 Miliar
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 12 menit yang lalu
- visibility 3
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : bi.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Bank Indonesia (BI) membidik transaksi business matching UMKM senilai Rp446,9 miliar dalam rangkaian Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026. Selain transaksi, BI juga menargetkan business matching pembiayaan hingga Rp212,8 miliar.
Target tersebut menjadi bagian dari upaya BI memperluas akses UMKM terhadap pasar, pembiayaan, serta jaringan usaha yang lebih besar. Langkah ini ditempuh melalui Gerakan Korporasi Gandeng UMKM yang mempertemukan pelaku usaha kecil dengan korporasi.
Deputi Gubernur BI Thomas A.M. Djiwandono mengatakan penguatan UMKM diperlukan agar intermediasi sektor keuangan semakin produktif dan mampu menopang pertumbuhan ekonomi.
Menurut Thomas, UMKM yang berkembang memiliki peluang untuk naik menjadi usaha menengah dan selanjutnya tumbuh menjadi korporasi baru. Karena itu, pelaku UMKM perlu didorong untuk meningkatkan produktivitas, memanfaatkan teknologi, memperluas pasar, serta masuk ke ekosistem usaha yang lebih luas.
Melalui kemitraan dengan korporasi, UMKM dapat memperoleh akses terhadap rantai pasok dan rantai nilai. Tidak hanya pasar, kemitraan tersebut juga membuka peluang bagi UMKM untuk mendapatkan teknologi, pengalaman, standar usaha, hingga pembiayaan.
Program tersebut menjadi salah satu agenda dalam KKI 2026 yang digelar BI bersama otoritas terkait dan para penggiat UMKM. Tahun ini, KKI mengusung semangat Beudaya Meusare Sare yang bermakna berdaya bersama-sama.
Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menambahkan bahwa dukungan terhadap UMKM tidak cukup hanya melalui pembiayaan. Akses pasar, peningkatan kapasitas usaha, kemudahan ekspor, dan kemitraan juga menjadi faktor penting agar UMKM benar-benar dapat berkembang.
Karena itu, sinergi antara pemerintah, otoritas, korporasi, lembaga keuangan, dan pelaku UMKM dinilai penting untuk memperluas peluang usaha sekaligus mendorong pembiayaan masuk ke sektor produktif.
BI berharap Gerakan Korporasi Gandeng UMKM dapat memperluas keterhubungan UMKM dengan rantai nilai korporasi. Dengan begitu, semakin banyak pelaku usaha kecil memiliki akses pasar dan pembiayaan untuk mengembangkan bisnisnya dan naik kelas. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
