Sabtu, 31 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Perbankan & Keuangan » “Scam Digital 2025, Jangan Sampai Uang Kita Liburan Sendiri ke Rekening Penipu”

“Scam Digital 2025, Jangan Sampai Uang Kita Liburan Sendiri ke Rekening Penipu”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 20 Agt 2025
  • visibility 904
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PERNAHKAH kamu merasa uang di rekening tiba-tiba hilang begitu saja? Tidak, bukan karena lupa tarik di ATM, atau karena dompet ketinggalan di ojek online. Tapi karena uang itu liburan sendiri ke tangan penipu digital. Ya, dunia scam digital kini sudah sedemikian canggihnya modusnya beragam, korban tersebar di seluruh lapisan masyarakat, dan IASC /Indonesia Anti-Scam Center siap jadi “polisi super” yang menangkap rekening-rekening nakal sebelum uang kita benar-benar lenyap.

Hingga 17 Agustus 2025, tercatat 225.281 laporan scam masuk ke IASC, dengan 359.733 rekening terverifikasi dan 72.145 rekening sudah diblokir. Kerugian korban mencapai Rp4,6 triliun, dan dari jumlah itu, Rp349,3 miliar berhasil diselamatkan. Kalau dihitung-hitung, uang Rp4,6 triliun itu bisa membuat puluhan ribu warung kopi lengkap WiFi gratis, atau cukup untuk beli motor bebek bagi seluruh kampung. Tapi sayangnya, uang itu justru “jalan-jalan” ke rekening scammer.

Fenomena ini menegaskan satu hal kewaspadaan itu lebih berharga daripada emas batangan, pepatah lama bilang, “Sedia payung sebelum hujan,” dan di dunia digital, payung itu adalah literasi keuangan dan kewaspadaan masyarakat. Tanpa itu, kita ibarat menyeberang jalan tol saat lampu merah menyala, risiko kehilangan besar, apalagi kalau modusnya semakin licik.

Ngomong-ngomong modus, dunia scam digital sekarang bak sirkus alien. Ada yang pura-pura jadi pejabat luar negeri minta transfer, ada yang menjual NFT antargalaksi, ada pula tawaran investasi yang terdengar seperti sihir “Investasi ini cuannya bisa 10x lipat dalam semalam!” Semua modus ini terekam rapi di IASC. Bisa dibilang, scammer sekarang lebih kreatif daripada tim kreatif iklan minuman bersoda, dan kita, masyarakat, harus lebih cerdas.

Itulah sebabnya OJK bersama Satgas PASTI meluncurkan Kampanye Nasional Berantas Scam dan Aktivitas Keuangan Ilegal. Kampanye ini bukan sekadar seremoni, tapi langkah nyata untuk membangun ekosistem keuangan yang aman, inklusif, dan berkeadilan.

Ada tiga kunci utama pertama, sinergi lintas sektor antara regulator, kementerian, lembaga, dan industri jasa keuangan, kedua, literasi publik sebagai benteng pertama dan ketiga, partisipasi masyarakat.

Kampanye ini seperti memasang pagar listrik virtual di dunia maya, kalau ada penipu nekat masuk, rekening mereka langsung diblokir. Strategi ini disebut co-location, penanganan laporan cepat supaya dana korban bisa diselamatkan sebelum scammer sempat bikin TikTok challenge dengan hasil curiannya.

Yang menarik, kampanye ini juga menyasar ranah internasional, seminar global menghadirkan pakar dari Singapura dan UNODC. Jadi, penipu lintas negara bukan lagi ancaman kecil, tapi permainan global yang harus dilawan dengan strategi global juga. Kalau tidak, Indonesia cuma menonton sementara scammer parade hasil curian mereka di dunia maya.

Namun, semua langkah resmi ini hanya efektif jika masyarakat mau ikut berperan aktif, jangan sampai pepatah digital baru muncul “Uangmu, masalahmu, tapi penipumu, masalah kita semua”. Artinya, setiap laporan korban sangat penting untuk pelacakan.

Sekecil apa pun kecurigaan, segera laporkan ke IASC, sebab di dunia digital, uang bisa berpindah lebih cepat daripada kita selesai ngopi sambil scroll media sosial.

Di tengah semua angka, data, dan strategi itu, pesan moralnya jelas: wawasan dan kewaspadaan adalah benteng utama melawan penipuan. Scam digital bukan hanya soal kehilangan uang, tapi juga soal percaya dan tidaknya kita terhadap ekosistem keuangan. Jika masyarakat cerdas, sistem pun aman. Jika kita lalai, Rp4,6 triliun bisa bertambah tiap tahun tanpa kita sadari.

Jadi, sebelum ada yang menawari investasi antargalaksi atau janji cuan instan, ingatlah “Sedikit waspada lebih baik daripada menangis di kemudian hari”.

Gunakan literasi keuangan, manfaatkan Anti-Scam Center, dan jangan biarkan uang kita liburan sendiri. Humor boleh, dagelan boleh, tapi jangan sampai kita jadi korban kebodohan digital sendiri.[****]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 57% penduduk Indonesia sedang mencari pekerjaan, Siapa yang Akan Tertinggal !

    57% penduduk Indonesia sedang mencari pekerjaan, Siapa yang Akan Tertinggal !

    • calendar_month Kamis, 24 Agt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 711
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, Media OutReach – 1 Agustus 2023 – Pergeseran signifikan dalam lanskap ketenagakerjaan Indonesia telah terjadi, dengan hampir 3 dari 5 orang Indonesia aktif mencari pekerjaan baru saat ini, menurut sebuah studi nasional baru-baru ini. Tren yang belum pernah terjadi sebelumnya ini menunjukkan pasar kerja yang dinamis yang ditandai dengan meningkatnya fluiditas dan kemauan […]

  • Kejaksaan Serahkan Berkas Perkara Pemberian Kredit Bank Sumsel Babel ke Pengadilan Tipikor

    Kejaksaan Serahkan Berkas Perkara Pemberian Kredit Bank Sumsel Babel ke Pengadilan Tipikor

    • calendar_month Selasa, 8 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 773
    • 0Komentar

    BERKAS perkara Ir Augustinus Judiarto (50), Komisaris PT Gatramas Internusa diserahkan ke Pengadilan Tipikor Palembang oleh penuntut umum [JPU] Kejaksaan Tinggi Sumsel. Dipastikan dalam waktu dekat perkara pemberian fasilitas kredit modal kerja dari Bank Sumsel Babel(BSB) kepada PT Gatramas Internusa senilai Rp15 miliar itu akan segera diadili. Kemarin berkas perkara PT GI sudah dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor […]

  • Kebutuhan Tempat Tinggal Terus Meningkat,  Pemerintah Terus Siapkan Rumah Layak Huni

    Kebutuhan Tempat Tinggal Terus Meningkat, Pemerintah Terus Siapkan Rumah Layak Huni

    • calendar_month Sabtu, 29 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.035
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), memprediksi kebutuhan akan rumah layak huni itu mencapai 11 juta unit di Indonesia pada 2021. Hanya sedikit menyusut dari angka 2015, yang mencapai 11,4 juta. Apa boleh buat, jumlah penduduk terus tumbuh dan jumlah rumah tangga terus bertambah. Kementerian PUPR terus berupaya mengatasi kekurangan perumahan (backlog) itu, khususnya […]

  • Wagub Sumsel Inginkan FKPPI Dukung  Gerakan Sumsel Mandiri Pangan

    Wagub Sumsel Inginkan FKPPI Dukung Gerakan Sumsel Mandiri Pangan

    • calendar_month Kamis, 16 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 833
    • 0Komentar

    WAKIL Gubernur Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) H. Mawardi Yahya mengatakan Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) merupakan bagian penting dalam pengembangan organisasi, terutama untuk melakukan kaderisasi, agar organisasi dapat bergerak secara dinamis. “Pemprov Sumsel mengapresiasi dilaksanakannya Rapat Pimpinan Daerah (RAPIMDA) Keluarga Besar Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-POLRI (KB FKPPI) Sumatera Selatan tahun 2021 […]

  • Pelihara Kawasan Hutan, Indonesia Siap Jadi Pusat Energi Biomassa Dunia

    Pelihara Kawasan Hutan, Indonesia Siap Jadi Pusat Energi Biomassa Dunia

    • calendar_month Selasa, 1 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.034
    • 0Komentar

    TARGET zero emission tahun 2060 tidak bisa ditawar-tawar lagi. Untuk mencapainya, pemerintah terus mendorong transformasi pada dua sektor pokok, yakni energi dan sektor kehutanan serta tata guna lahan alias forestry and land use (FOLU) agar menjadikan iklim udara semakin baik. Selama ini, sektor energi dan FOLU itu adalah penyumbang terbesar emisi gas rumah kaca (GRK), […]

  • Main teka -teki, Yuk ! Jawabannya juga ada..

    Main teka -teki, Yuk ! Jawabannya juga ada..

    • calendar_month Jumat, 16 Jun 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.313
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Main teka-teki bisa asa otak, tapi teka-teki di bawah ini sekedar hiburan, bukan bikin otak ente jadi mumet, yang jelas simak, ada jawabannya juga.. Berikut ada beberapa teka-teki yang bisa menghibur:   Apa yang bisa berjalan tetapi tidak bisa berlari? Jawaban: Waktu. Siapakah orang yang paling banyak berbicara dalam hidup kita? Jawaban: Dirimu […]

expand_less
WordPress Archive FastEx – Logistics WordPress Theme Fastkey Locksmith and Key Maker Service Elementor Template Kit Fastland – Startup & SaaS WordPress Theme FAT Coincap – Cryptocurrency WordPress Plugin FAT Event – WordPress Event and Calendar Booking Fat Questionnaire – WordPress plugin solution for survey or quiz FAVAS – WooCommerce Elementor Template Kit FBar – Responsive WordPress Demo Switch Bar Plugin FC United | Football, Soccer & Sports WordPress Theme Fdoctor | Health & Medical WordPress Theme