Rabu, 21 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pemerintahan » Kebutuhan Tempat Tinggal Terus Meningkat, Pemerintah Terus Siapkan Rumah Layak Huni

Kebutuhan Tempat Tinggal Terus Meningkat, Pemerintah Terus Siapkan Rumah Layak Huni

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 29 Jan 2022
  • visibility 1.034
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KEMENTERIAN Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), memprediksi kebutuhan akan rumah layak huni itu mencapai 11 juta unit di Indonesia pada 2021. Hanya sedikit menyusut dari angka 2015, yang mencapai 11,4 juta. Apa boleh buat, jumlah penduduk terus tumbuh dan jumlah rumah tangga terus bertambah.

Kementerian PUPR terus berupaya mengatasi kekurangan perumahan (backlog) itu, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), melalui Program Sejuta Rumah yang telah dicanangkan Presiden Joko Widodo sejak 2015.

Pada tahun anggaran 2021, realisasi dari Program Sejuta Rumah itu mencapai 1.105.707 unit rumah di seluruh Indonesia.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, Program Sejuta Rumah terus digenjot agar setiap warga negara dapat memiliki dan bertempat tinggal di rumah yang layak huni. Terlebih di masa pandemi Covid-19, rumah menjadi salah sebuah hal penting bagi masyarakat, agar bisa saling menjaga jarak dan terhindar baku tular virus.

‘’Program Sejuta Rumah akan tetap dilanjutkan. Karena, rumah adalah kebutuhan pokok masyarakat yang harus dipenuhi,” ujar Menteri Basuki dalam keterangan tertulis yang dirilis 18 Januari 2022. Basuki pun optimistis bahwa di 2022, pembangunan perumahan rakyat itu juga dapat mencatat kembali hasil di atas 1 juta unit hunian.

Direktur Jenderal Perumahan di Kementerian PUPR Iwan Suprijanto menekankan bahwa Program Sejuta Rumah itu adalah gerakan percepatan dan kolaborasi antara pemerintah dengan para pelaku pembangunan perumahan dalam menyediakan hunian yang layak bagi masyarakat Indonesia. Soal cepaian pembangunan perumahan rakyat selama ini bukan sepenuhnya kerja pemerintah.

‘’Capaian tersebut tak terlepas dari dukungan berbagai pemangku kepentingan bidang perumahan atau stakeholder perumahan. Misalnya, para pengembang perumahan, kalangan perbankan, sektor konstruksi swasta, serta masyarakat di seluruh wilayah Indonesia,” kata Iwan.

Menurut Iwan, capaian Program Sejuta Rumah di 2021 yang menyentuh angka 1.105.707 unit itu terdiri dari 826.500 unit rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan 279.207 unit rumah non-MBR.

Adapun rincian pada rumah MBR itu, dari hasil pembangunan yang dilaksanakan Kementerian PUPR sebanyak 341.868 unit, kementerian/lembaga lainnya 3.080 unit, pemerintah daerah 43.933 unit, pengembang perumahan 419.745 unit, CSR Perumahan 2.270 unit, dan 15.604 unit lainnya oleh swadaya masyarakat.

Pada rumah non-MBR, yang berasal dari hasil pembangunan oleh pengembang perumahan adalah 244.010 unit dan oleh masyarakat sebanyak 35.197 unit.

Wujud Nyata Perhatian

Program Sejuta Rumah merupakan wujud nyata perhatian pemerintah kepada pembangunan rumah untuk masyarakat Indonesia. Persentase rumah MBR ialah 75 persen dan sisanya 25 persen merupakan rumah non-MBR. ‘’Kami harap hasil pembangunan rumah ini bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, sekaligus mengurangi angka backlog perumahan di Indonesia,” ujar Iwan.

Sejak dicanangkan 2015, hasil pembangunan rumah di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahunnya. Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Perumahan mencatat, angka capaian pada 2015 sebanyak 699.700 unit, 2016 sebanyak 805.169 unit, dan pada 2017 sebanyak 904.758 unit.

Berikutnya, pada 2018 realisasi capaiannya 1.132.621 unit. Lantas program itu menyentuh puncaknya dengan 1.257.852 unit, lalu menyusut pada tahun pandemi 2020 dengan 965.217 unit rumah. Di tahun 2021, kembali bangkit dan mencatat hasil 1.105.707 unit.

Dalam hal penyediaan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), peranan pemerintah melalui Kementerian PUPR konkret. Pemerintah banyak membangun rumah susun sederhana sewa (rusunawa) dengan tarif yang terjangkau di berbagai kota. Rusun juga bisa diberikan ke pesantren dan kampus di atas lahan milik lembaga pendidikan itu. Sepanjang 2021, rusun dan rusunawa yang yang dibangun Kementerian PUPR lebih dari 157 ribu unit hunian.

Melalui Program Sejuta Rumah ini, Kementerian PUPR juga membangun 4.243 unit rumah khusus, yang diberikan untuk korban bencana alam, warga yang direlokasi karena lahan rumahnya dipakai untuk proyek pemerintah, penduduk di perbatasan negara, bahkan ada pula untuk “warga baru” yakni warga eks-Timor Timur (kini Timor Leste) yang mengungsi ke wilayah Indonesia sejak 1999.

Yang jumlahnya cukup besar, pada 2021 itu ialah pembangunan rumah swadaya, program yang sering disebut bedah rumah. Pekerjaan ini menyasar ke warga prasejahtera yang mendiami rumah sendiri, di atas lahan miliknya, tapi kondisinya tidak layak huni seperti sempit, rombeng, pengap, berlantai tanah, tanpa fasilitas air bersih dan sanitasi, termasuk jamban.

Kementerian PUPR memberikan bantuan rata-rata Rp20 juta per unit, dan dibagikan ke seluruh penjuru tanah air. Pada praktiknya, bantuan itu mendorong semangat gotong royong di kalangan warga untuk membantu kekurangan material yang ada, hingga bedah rumah dapat menghasilkan hunian yang layak. Pada 2021, bedah rumah ini cakupannya sampai 196.603 unit.

Target pembangunan perumahan memang tidak semata membuat bangunan baru. Dari backlog (kekurangan rumah) sebanyak 11 juta unit itu, ada di dalamnya 2,3 juta unit rumah tak layak huni, yang banyak terdapat di daerah pedesaan dan kawasan kumuh di perkotaan. Hampir semua kota besar di Indonesia memiliki daerah kumuh, yang rumah-rumahnya centang perenang, berantakan, sempit, sumpek, pengab, sulit mengakses air bersih, dan miskin sanitasi.

Sebagai kota dengan kegiatan ekonomi terbesar di Indonesia, Jakarta menanggung akibat berupa tumbuhnya kawasan kumuh. Dari 264 kelurahan yang ada di DKI Jakarta, 118 di antaranya punya bagian yang tergolong kumuh, baik pada level ringan, sedang atau berat. Sebagian wilayah kumuh itu ada di Jakarta Utara (39 persen) dan Barat (28 persen).

Hampir separuh daerah permukiman kumuh Jakarta itu ada di bantaran sungai, kanal, dan saluran air lainnya. Sebagian besar penghuninya (72 persen) ialah pendatang dan keluarganya dari daerah pedesaan. Penghuni kawasan kumuh ini yang diharapkan bisa berpindah ke rusunawa.

Namun, tak mudah bagi pemerintah untuk memboyong mereka ke rusunawa. Selain ada masalah sosial, untuk membangun rusunawa di perkotaan juga dihadapkan pada kenyataan tentang minimnya lahan dan mahalnya harga tanah. Toh, Kementerian PUPR terus merencanakan pembangunan rusun dan rusunawa bagi warga miskin perkotaan ini sebagai bagian dari Program Sejuta Rumah pada 2022 ini.

Pelaksanaan Program Sejuta Rumah itu ternyata bisa menggerakkan perekonomian masyarakat di tengah pandemi Covid-19. Properti pun menjadi salah satu leading sector, karena memiliki multiplier effect yang besar dalam menggerakkan lebih dari 140 industri, seperti industri genteng, semen, paku, besi, kayu, kayu lapis, cat, engsel, dan banyak lainnya. Ketersediaan rumah layak huni juga diharapkan bisa menjaga kesehatan dan produktivitas masyarakat.
InfoPublik (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • TUA : Wudhu [Skincare Syariah Tanpa Alkohol]

    TUA : Wudhu [Skincare Syariah Tanpa Alkohol]

    • calendar_month Selasa, 1 Jul 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 871
    • 0Komentar

    BROOO…….ketemu lagi, he..he!, mau tau gak ? Soal wudhu itu skincare versi langit.Bedanya sama skincare Korea?Kalau serum biasa bikin glowing katanya… tapi kalau wudhu bikin ampunan ngalir, dari jidat sampe ujung jempol kaki!.Itu semua sebenarnya tanpa paraben, tanpa alkohol, tanpa endorse artis di media sosial terutama yang lagi tren  TikTok. Coba kita pikirin….Pas muda, rela […]

  • Wah.., Ketum REI Bilang JSC Seperti Sport New Town

    Wah.., Ketum REI Bilang JSC Seperti Sport New Town

    • calendar_month Rabu, 22 Nov 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 912
    • 0Komentar

    Karena orang-orang yang bergerak dari seluruh Indonesia  berada di area pengembangan

  • Dukung Swasembada Beras, Kodim 0401 Muba Cetak Sawah Seluas 300 Hektare

    Dukung Swasembada Beras, Kodim 0401 Muba Cetak Sawah Seluas 300 Hektare

    • calendar_month Kamis, 31 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.076
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Sekayu- Kodim 0401 Musi Banyuasin cetak sawah sebesar 300 hektare di Wilayah di Desa Langkap, Kecamatan Babat Supat, Musi Banyuasin [Muba] guna mendukung swasembada beras dan program Pemerintah Pusat sesuai visi pembangunan hijau berkelanjutan. Cetak sawah tersebut merupakan program Kementerian Pertanian bekerjasama dengan TNI, dimana Provinsi Sumatera Selatan ini hanya ada, tiga kabupaten yang […]

  • Jangan Lupa Seminggu Lagi Ada Internasional Gymkhana di Muba, Nonton Yuk !!

    Jangan Lupa Seminggu Lagi Ada Internasional Gymkhana di Muba, Nonton Yuk !!

    • calendar_month Minggu, 24 Nov 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 975
    • 0Komentar

    SEMINGGU lagi event balap Internasional Gymkhana (slalom) resmi dimulai di Bumi Serasan Sekate, yakni tepat pada 30 November-1 Desember 2019 di Sirkuit Internasional Skyland. Ajang balap bergengsi besutan Pemkab Muba bersama Ikatan Motor Indonesia ini sedikitnya mendatangkan 29 pebalap dari 11 negara yang dipastikan bakal mengaspal di sirkuit yang memiliki standar internasional tersebut. “Untuk pebalap Gymkhana […]

  • Korban Longsor Ditemukan,  LPSB Desak Kapolda Sumsel  Tetap Usut Dugaan Kelalaian PT BA

    Korban Longsor Ditemukan, LPSB Desak Kapolda Sumsel Tetap Usut Dugaan Kelalaian PT BA

    • calendar_month Jumat, 4 Des 2020
    • account_circle Nasir Nasir
    • visibility 2.881
    • 0Komentar

    MESKI korban longsor telah berhasil dievakuasi, Laskar Pemuda Sumsel Bersatu (LPSB) desak Kapolda Sumsel untuk mengusut tuntas dugaan kelalaian pihak PT Bukit Asam (BA) Tbk. Seperti disampaikan dalam konfrensi persnya kepada awak media Kamis (3/12), Koordinator LPSB Febri Zulian menjelaskan, bahwa pada hakikatnya mengucapkan terimakasih atas upaya tim Basarnas, PT BA dan PT PAMA serta […]

  • Samsung Ajarkan 5 Cara bikin konten ciamik Galaxy Tab S9 Series

    Samsung Ajarkan 5 Cara bikin konten ciamik Galaxy Tab S9 Series

    • calendar_month Kamis, 31 Agt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 6.366
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Apps unggulan pada Galaxy Tab S9 Series yang diperkuat Snapdragon 8 Gen 2 for Galaxy, kemampuan multitasking dan S Pen, mendukung content creator di Indonesia untuk menghasilkan konten berkualitas profesional Di Indonesia, dengan penetrasi internet yang mencapai 77 persen1 dari populasi, content creator menjadi ladang baru bagi pekerja kreatif. Menurut data terbaru, ada 1592 content creator di Indonesia dengan […]

expand_less
WordPress Archive Holistiq – Holistic Wellness & Alternative Medicine FSE WordPress Theme Holmes – Digital Agency WordPress Theme Holy – Church & Charity Template Kit Hombi – Digital Agency Elementor Template Kit Homco – Home Interior Design Services Elementor Template Kit Home Shop – WooCommerce Theme HOME ZONE – Single Property Real Estate WordPress Theme HomeFix - Plumber, Handyman Maintenance HomeID - Real Estate WordPress Theme Homeland – Responsive Real Estate Theme for WordPress