Senin, 12 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Pelihara Kawasan Hutan, Indonesia Siap Jadi Pusat Energi Biomassa Dunia

Pelihara Kawasan Hutan, Indonesia Siap Jadi Pusat Energi Biomassa Dunia

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 1 Mar 2022
  • visibility 1.029
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TARGET zero emission tahun 2060 tidak bisa ditawar-tawar lagi. Untuk mencapainya, pemerintah terus mendorong transformasi pada dua sektor pokok, yakni energi dan sektor kehutanan serta tata guna lahan alias forestry and land use (FOLU) agar menjadikan iklim udara semakin baik.

Selama ini, sektor energi dan FOLU itu adalah penyumbang terbesar emisi gas rumah kaca (GRK), yang di dalamnya termasuk emisi karbon. Emisi GRK selama dua abad era industri ini telah membuahkan fenomena baru perubahan iklim.

Dalam situasi ini, justru kolaborasi antara usaha sektor FOLU dan energi bisa menawarkan mitigasi perubahan iklim dengan memangkas emisi karbon. Sektor kehutanan dapat memproduksi biomassa secara berulang dan lestari untuk dipakai sebagai sumber energi listrik yang berkelanjutan. Produk biomassa dari kawasan hutan dapat dipanen dan ditanam lagi secara berkelanjutan, sehingga dapat memangkas emisi karbon pada sektor energi.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Dwisuryo Indroyono Soesilo, dalam diskusi virtual bertajuk “Kontribusi Sektor Kehutanan untuk Pengembangan Energi Biomassa di Indonesia”, belum lama ini, mengatakan bahwa usaha kehutanan siap mendukung penggunaan biomassa untuk bahan bakar listrik. “Potensi biomassa di negeri kita ini sangat besar,” ujarnya.

Menurut Indroyono Soesilo, area hutan produksi yang sudah dialokasikan sebagai hutan tanaman energi (HTE) di Indonesia mencapai hampir 1,3 juta hektare, dan sedikitnya 32 unit bisnis yang siap untuk mengusahakannya. Kawasan HTE itu disebutnya bisa menjadi modal awal yang cukup besar bagi Indonesia untuk secara masif menghasilkan energi biomassa.

Pihak APHI, menurut Dr Indroyono Susilo, bersama Masyarakat Energi Biomassa Indonesia (MEBI) dan Kadin Indonesia, telah melakukan kajian dengan perhitungan-perhitungan teknis. ‘’Kami bertiga bersama-sama sudah menghitungnya, membuat kalkulasi, dan kami memperoleh angka-angka yang luar biasa. Potensi manfaat yang kita dapatkan sangat dahsyat,” kata Indroyono pula.

Paling sedikit, 34 perusahaan anggota APHI sudah menyatakan minatnya untuk berinvestasi di bidang ini. Bahkan, beberapa di antaranya sudah memasukkannya dalam rencana bisnis mereka

Energi biomassa ialah bahan bakar yang dibuat dengan mengkonversi bahan-bahan organik seperti batang pohon, cabang, ranting, bahkan limbah usaha pertanian/perkebunan, seperti jerami, batok kelapa pelepah sawit, dan sisa-sisa bahan dari areal hutan tanaman industri (HTI) pemasok bahan industri kertas dan pulp. Untuk menjadikannya bahan bakar yang siap pakai, biomassa harus diolah lebih dulu. Salah satunya dengan teknologi gasifikasi (gasifikasi fluidized bed), yaitu suatu proses pengubahan secara termokimia untuk menjadikanya gas atau gas cair untuk pembangkit listrik.

Namun, pemanfaatan limbah organis itu masih sangat terbatas. Selain teknologinya masih sangat mahal, ketersediannya pun terserak di banyak tempat, perlu upaya ekstra mengumpulkannya, dan mengakibatkan biaya logistik yang tinggi. Maka, dalam pandangan Wakil Ketua Kadin Pusat bidang Industri Bobby Gafur Umar, yang sekaligus menjabat sebagai Direktur Utama PT Protech Mitra Perkasa Tbk, pilihan HTE dengan produksi wood chip dan pellet lebih menjanjikan.

‘’Kami yakin, potensi besar biomassa ini, terutama dari HTE, akan bisa berperan besar dalam proses transisi energi di Indonesia,” kata Bobby pada acara diskusi online itu.

Menurut Bobby, pemanfaatan biomassa sebagai sumber daya energi listrik, merupakan salah satu cara untuk meningkatkan rasio elektrifikasi, sekaligus mempercepat terwujudnya ketahanan energi nasional. Saat ini, HTE sudah mulai menggeliat.

Usaha Hutan Tanaman Energi mulai bergulir. Dari 1,3 juta ha lahan yang tersedia untuk HTE, tutur Bobby, dan sampai 2024 realisasinya akan mencapai 67.000 ha. Dalam pandangan Kadin, areal HTE ini masih sangat mungkin diperluas guna menampung investasi, yang dalam waktu relatif dekat ini potensinya bisa mencapai USD52,1 miliar. ‘’Ini luar biasa. Bisa hasilkan listrik 32,6 GW (gigawatt) dan mampu menyerap sedikitnya 12 juta orang tenaga kerja,’’ ujat Bobby.

Dengan pengembangan lebih lanjut, HTE ini bisa menghasilkan produk 60 juta ton wood chip dan pellet, atau material lainnya untuk pembangkit listrik biomassa, yang dapat diekspor ke berbagai negara. ‘’Nilainya per tahun dapat mencapai Rp90 triliun,’’ ujar Bobby menambahkan. Indonesia disebutnya berpotensi menjadi pusat energi biomassa dunia.

Ketua Umum MEBI Djoko Winarno mengatakan, energi biomassa yang tersedia di Indonesia cukup banyak, dan bisa dihasilkan dari beragam sumber, mulai dari kayu, limbah kebun kelapa sawit, padi, jagung, singkong, tebu, dan masih banyak lagi. Sumber-sumber tersebut nantinya bisa menghasilkan produk biomassa untuk menghasilkan listrik dalam bentuk pellet, wood chip, dan lain-lain.

Pada kesempatan diskusi online itu, Djoko Winarno menyebut, pemanfaatan energi biomassa untuk kelistrikan bisa membawa keuntungan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja. Dalam kalkulasi MEBI, kayu lantorogung, sejenis petai cina, yang cepat tumbuh, bisa menjadi sumber wood chip yang bisa diandalkan. Dalam hitungan Djoko, dibutuhkan 6.150 hektare hutan Lamtorogung untuk memenuhi kebutuhan wood chip, secara berkelanjutan, untuk Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm) 10 megawatt.

Untuk pengelolaan unit HTE seluas 5 ha diperlukan tenaga kerja 1 KK, dengan asumsi per KK terdiri 3 tenaga kerja. Dengan begitu, menurut Djoko, pengelolaan HTE Lamtorogung untuk PLTBm ukuran 10 MW, akan menyerap 1.230 KK atau setara 3.690 orang. ‘’Belum lagi pembangkitnya paling sedikit pegawainya, termasuk supir truk segala macam, ada 50 orang per pembangkit,” imbuh Djoko.

Penggunaan biomassa sendiri sudah dilakukan di Indonesia oleh PT PLN (Persero) meski dalam skala terbatas. Caranya dengan co-firing, yakni mencampurkan biomassa (pellet atau wood chip) ke dalam tungku pembakaran batu bara. Sampai 2021, 17 pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) PLN telah dilibatkan dalam co-firing. Sekitar 570 ribu ton biomassa digunakan dan menghasilkan tenaga listrik dengan energi hijau yang setara dengan pembangkit listrik berukuran 189 Megawatt (MW).

Program co-firing itu akan terus dilanjutkan dan ditingkatkan oleh PLN, untuk meraih target bauran energi 23 persen di 2025. Saat ini bauran energi PLN baru mencapai 11,5 persen, artinya baru 11,5 persen dari energi terbarukan. Selebihnya masih mengandalkan energi fosil batu bara serta minyak bumi. Ketersediaan wood chip dan pellet akan membantu PLN mencapai target bauran energinya.Indonesia.go.id (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jelang Idul Fitri 1444 H, Langkah Satgas RAFI Antisipasi Lonjakan Komsumsi BBM

    Jelang Idul Fitri 1444 H, Langkah Satgas RAFI Antisipasi Lonjakan Komsumsi BBM

    • calendar_month Senin, 3 Apr 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.900
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, –  Satuan tugas [Satgas] Rafi PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan menyiapkan beberapa langkah-langkah guna mengantisipasi terhadap lonjakan konsumsi BBM dan memastikan keamanan konsumsi BBM & LPG di wilayah Kalimantan terpenuhi jelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1444 H.   “Dalam mengawal kelancaran distribusi BBM & LPG, Pertamina membentuk Satuan Tugas (Satgas) terhitung mulai 1 April […]

  • Di Daulat Berikan Sambutan Kementrian SDM, Harnojoyo : Jargas Kurangi Beban Ekonomi Rakyat

    Di Daulat Berikan Sambutan Kementrian SDM, Harnojoyo : Jargas Kurangi Beban Ekonomi Rakyat

    • calendar_month Kamis, 14 Mar 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.084
    • 0Komentar

        Sumselterkini.co.id, Palembang –Walikota Palembang H Harnojoyo didaulat memberikan sambutan di hadapan Walikota/Bupati se-Indonesia yang hadir pada Penandatanganan Nota Kesepahaman Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia. H Harnojoyo memberikan sambutan sebagai kepala daerah yang wilayahnya telah lebih dahulu mendapat pembangunan jaringan gas se-Indonesia. Penandatanganan Nota […]

  • Harvesting Program Beli Kreatif Sumatera Selatan, Wagub Sumsel Ungkap Asanya..

    Harvesting Program Beli Kreatif Sumatera Selatan, Wagub Sumsel Ungkap Asanya..

    • calendar_month Minggu, 20 Nov 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.007
    • 0Komentar

        Sumselterkini.co.id, Palembang – Harvesting Program Beli Kreatif Sumatera Selatan (BKSS) yang  digelar di Palembang Trade Centre (PTC) sejak beberapa bulan belakangan mengundang decak kagum sejumlah pihak. Tak terkecuali juga dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno.   Apalagi, menurut pria yang akrab disapa mas Menteri itu, produk lokal Sumsel mulai […]

  • Ingin Ikut Lomba Wajah Bahasa Sekolah ? Baca Ini..

    Ingin Ikut Lomba Wajah Bahasa Sekolah ? Baca Ini..

    • calendar_month Jumat, 1 Feb 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 890
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang –Balai Bahasa Sumatera Selatan, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaaan akan melaksanakan Aksi Nasional Pengutamaan Bahasa Negara di Ruang Publik Melalui Penghargaan Wajah Bahasa Sekolah Tahun 2019. Menurut Kepala Balai Bahasa Sumatera Selatan, Drs. H. Firman Susilo, M.Hum, Jumat (01/02) bahwa penghargaan ini ditujukan untuk tingkat SD negeri/swasta dan MI […]

  • Jumbo, Si Gajah Lokal yang Siap Injak Pixar

    Jumbo, Si Gajah Lokal yang Siap Injak Pixar

    • calendar_month Kamis, 22 Mei 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 853
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- Di tengah derasnya arus animasi luar negeri yang mengalir deras bagai sirup marjan pas Ramadan, muncullah seekor gajah dari tanah lokal, bernama Jumbo. Bukan gajah sembarangan, tapi gajah yang punya mimpi sebesar kupingnya jadi tontonan nasional dan simbol kejayaan animasi Indonesia. Seperti kata pepatah, “anak ayam jangan terus makan jagung luar negeri, nanti lupa […]

  • IndoMXGP Dongkrak Kunjungan Wisata dan Naikan UKM Palembang

    IndoMXGP Dongkrak Kunjungan Wisata dan Naikan UKM Palembang

    • calendar_month Rabu, 26 Jun 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 948
    • 0Komentar

    KEJUARAAN Dunia Motocross Grand Prix (MXGP) 2019 yang digelar pada 5-7 Juli diyakini mampu mendongkrak kunjungan wisata Palembang dan menaikan pendapatan disektor UKM masyarakat. Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru dalam Press Conference IndoMXGP 2019, sekaligus penandatanganan kesepahaman bersama Memorandum of Understanding (MoU) dengan tiket.com selaku sponsor utama Motocross Grand Prix (MXGP) 2019 kemarin mengungkapkan, dari kejuraan itu, Pemprov Sumsel tidak sama sekali  berorienstasi […]

expand_less
WordPress Archive Petshop Storefront WooCommerce Theme Petto – Vetenary Pet Clinic Template Kit Petxon – Pet Care & Pet Shop WordPress Theme Petz – Pet Care & Veterinary Theme Petzen – Pet Care Shop WordPress Theme Petzy – Pet Care & Veterinary Elementor Template Kit Phami – Medical & Health WooCommerce WordPress Theme PharmaBee – Pharmacy & Drug Store Website Elementor Template Kit PharmaCare – Pharmacy and Medical Store WordPress Theme Pharmacy Storefront WooCommerce Theme