Rabu, 21 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Perbankan & Keuangan » EKONOMI :”QRIS & LCT, Strategi Halus Indonesia – Jepang Lepas dari Bayang-bayang Dolar AS”

EKONOMI :”QRIS & LCT, Strategi Halus Indonesia – Jepang Lepas dari Bayang-bayang Dolar AS”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 25 Agt 2025
  • visibility 917
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ADA pepatah lama di pasar tradisional “Kalau mau jajan jangan selalu hutang sama tetangga, lama-lama nggak enak badan”. Pepatah itu kini mirip dengan nasib banyak negara di dunia yang selama puluhan tahun tergantung pada dolar Amerika untuk segala macam transaksi. Mau beli beras dari Thailand? Bayar pakai dolar. Mau impor mobil dari Jepang? Dolar juga. Bahkan beli durian Medan ke Singapura pun tetap lewat dolar. Jadinya, negara-negara Asia ini, seperti anak kos yang tiap kali mau makan mie instan harus minta izin dompet tetangga dulu.

Tapi sekarang, Indonesia dan Jepang mencoba jurus baru LCT (Local Currency Transaction) dan QRIS Antarnegara. Skemanya sederhana tapi revolusioner transaksi langsung pakai Rupiah dan Yen, lalu dipermudah dengan QRIS yang bisa dipakai lintas negara. Kalau ini berhasil meluas, kita pelan-pelan bisa mengurangi ketergantungan pada “si abang dolar” yang selama ini jadi raja warung dunia.

Bayangkan anda turis Indonesia di Osaka, jalan-jalan ke World Expo 2025, perut keroncongan, mampir ke food truck jual takoyaki. Biasanya, anda harus menukar Rupiah ke Yen, lalu Yen itu entah dari mana kursnya berubah seperti karet gelang, kadang mulur kadang mungkret. Nah, dengan adanya QRIS Indonesia-Jepang, tinggal buka aplikasi pembayaran, scan kode JPQR Global, dan cling! Takoyaki sudah berpindah tangan tanpa perlu “ngamen” di money changer.

Lucunya, transaksi itu bukan cuma memudahkan dompet turis. Ia juga simbol kalau Indonesia bisa bawa teknologi pembayaran yang lahir di Tanah Air untuk bersanding dengan sistem Jepang. Bukan main, dulu orang Indonesia kalau ke Jepang bawa oleh-oleh kerupuk udang, sekarang bawa QRIS!

Di balik layar, yang lebih penting justru LCT Rupiah-Yen, ini seperti dua sahabat lama yang akhirnya ngobrol tanpa harus lewat juru bicara. Dulu, setiap kali Rupiah mau ngobrol sama Yen, harus lewat dolar dulu. Jadinya, percakapannya penuh basa-basi, biaya tambahan, bahkan kadang salah paham. Sekarang, dengan skema LCT, Rupiah dan Yen bisa saling sapa langsung “Apa kabar, bro? Mau barter mobil dengan sawit? Gass!”

Data Bank Indonesia mencatat, periode Januari Juli 2025, nilai transaksi LCT Indonesia – Jepang mencapai USD 5,1 miliar (ironisnya masih dihitung dolar di laporan), naik dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Artinya, semakin banyak pebisnis yang sadar “Kenapa harus ribet pakai dolar kalau bisa langsung Rupiah–Yen?”

Tentu, isu ini bukan sekadar jajan takoyaki atau belanja oleh-oleh di Bandara Haneda. Ini bagian dari strategi halus yang dilakukan banyak negara Asia de-dolarisasi alias mengurangi ketergantungan pada dolar AS. Kalau Amerika suka pakai dolar sebagai “alat politik” misalnya bikin sanksi atau membatasi transaksi, maka Asia pelan-pelan mencari jalannya sendiri.

Indonesia- Jepang dengan LCT dan QRIS ini ibarat pasangan yang sepakat bikin tabungan bersama, tanpa titip uang di tetangga yang suka tiba-tiba menutup pintu.

Jepang butuh sawit, nikel, dan kopi, Indonesia butuh mesin, mobil, dan teknologi, kalau bisa barter langsung pakai Rupiah dan Yen, kenapa harus lewat dolar yang kadang lebih galak daripada satpam komplek?

Ekonomi dunia mengajarkan satu hal jangan taruh semua telur di satu keranjang, apalagi kalau keranjang itu keranjangnya Paman Sam yang suka goyang-goyang sendiri.

Dengan mengembangkan transaksi langsung Rupiah-Yen, kedua negara memberi contoh bahwa diversifikasi itu penting. Asia tidak harus meninggalkan dolar sepenuhnya, namanya juga masih jadi mata uang utama dunia, tapi setidaknya kita punya alternatif.

Bahkan, bayangkan kalau suatu hari QRIS antarnegara ini meluas ke ASEAN, Korea, sampai India. Bisa jadi Asia punya ekosistem pembayaran sendiri, mandiri, dan tidak gampang “dikerjain” oleh fluktuasi dolar.

Kalau dipikir-pikir, langkah ini mirip dengan kehidupan sehari-hari. Jangan selalu tergantung sama satu sumber. Kalau lapar, jangan cuma andalkan warteg Bu Yati, coba juga masak mie instan sendiri. Kalau nyetrika baju, jangan cuma andalkan laundry kiloan, sesekali angkat setrika biar tahu rasanya. Begitu juga dengan negara jangan selalu bergantung pada dolar, punya jalur alternatif bikin hidup lebih tenang.

QRIS dan LCT adalah simbol kemandirian finansial Asia, mereka tidak menggembar-gemborkan perang mata uang, tapi memberi jalan damai transaksi lebih efisien, UMKM terbantu, turis dimudahkan, dan hubungan ekonomi Indonesia-Jepang makin erat.

Implementasi QRIS Indonesia-Jepang dan LCT Rupiah-Yen adalah langkah kecil dengan dampak besar. Ia menunjukkan bagaimana dua negara Asia bisa bekerja sama, memperkuat perdagangan dan pembayaran digital tanpa harus selalu menoleh ke dolar. Dalam jangka panjang, ini bisa jadi model untuk kawasan Asia yang lebih mandiri, lebih efisien, dan lebih berdaulat secara finansial.

Seperti pepatah “Sedikit-sedikit lama-lama jadi bukit”. Hari ini mungkin baru bisa jajan takoyaki dengan QRIS, besok-besok bisa jadi fondasi masa depan ekonomi digital Asia yang tidak lagi hidup di bawah bayang-bayang dolar. Dan siapa tahu, suatu hari nanti, orang Jepang pun bisa jajan cilok di Bandung cuma dengan scan kode dari aplikasinya, dunia berputar, sejarah pun tertawa.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anggota DPD RI Launching Snack Corner “CERIA” Palembang

    Anggota DPD RI Launching Snack Corner “CERIA” Palembang

    • calendar_month Kamis, 23 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 866
    • 0Komentar

    ANGGOTA DPD RI Ariniza Nilawati SE,.MM, Launching Snack Corner “CERIA” di UPTB Samsat Palembang IV. Kamis (23/12/2021). Nilawati menjelaskan, sesuai dengan UU No. 25 tahun 2009 tentang pelayanan publik maka UPTB Samsat Palembang IV melaunching Snack Corner. Ini merupakan inisiatif yang luar biasa, dirinya sebagai perwakilan daerah sudah melakukan pemantauan di samsat-samsat yang lain. “Dari […]

  • Kemenperin Bidik Pasar Besar Bisnis Service HP

    Kemenperin Bidik Pasar Besar Bisnis Service HP

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 73
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID -Bisnis service HP diproyeksikan menjadi salah satu sektor usaha yang terus berkembang menyusul meningkatnya penggunaan smartphone di Indonesia. Bertambahnya jumlah pengguna perangkat seluler tidak hanya mendorong penjualan ponsel, tetapi juga memperbesar kebutuhan masyarakat terhadap layanan perbaikan, perawatan, hingga penggantian komponen. Melihat peluang itu Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mulai memperkuat kompetensi teknisi agar mampu menjawab kebutuhan […]

  • Curhat Warga Ogan Kelurahan Bukit Lama Kepada Gubernur

    Curhat Warga Ogan Kelurahan Bukit Lama Kepada Gubernur

    • calendar_month Sabtu, 14 Des 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.328
    • 0Komentar

    JEMAAH Masjid Jami’atul Mukminin Jalan  Ogan RW. 12 Kelurahan Bukit Lama Kecamatan Ilir Barat 1 Bukit Besar Palembang mengaku terharu atas kedatangan  Gubernur Sumsel H. Herman Deru yang telah menjadikan masjid Jami’atul sebagai lokasi yang dituju dalam safari jumat gubernur dan rombongan pada Jumat (13/12/2019). “Kami warga disini sangat senang dan berdoa semoga bapak Gubernur […]

  • All Star – Alex Noerdin Cup Dimulai di Muara Enim, Nonton Yuk!!

    All Star – Alex Noerdin Cup Dimulai di Muara Enim, Nonton Yuk!!

    • calendar_month Kamis, 3 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 930
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Kejuaraan sepakbola terbesar di Sumatera Selatan yang bertajuk Alex Noerdin Cup akan dimulai dari Kabupaten Muara Enim, Sabtu (4/1/2019). Turnamen ini akan dilaksanakan di 17 kabupaten/kota di Sumsel. Sebanyak 34 mantan pemain sepakbola nasional tergabung di Timnas All Star ikut andil dalam turnamen tersebut. Diantaranya David Sulaksmono, David Albert, Suapri, Carrasco Gonzales, […]

  • Gunakan 11 Platform, Inilah Alur Layanan Telemedisin Bagi Pasien Isolasi Mandiri

    Gunakan 11 Platform, Inilah Alur Layanan Telemedisin Bagi Pasien Isolasi Mandiri

    • calendar_month Jumat, 9 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 698
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Kesehatan bekerja sama dengan 11 platform layanan telemedisin atau telemedicine untuk memantau para pasien yang isolasi mandiri (isoman). Hal itu dilakukan untuk menjawab kebutuhan pasien terhadap konsultasi dan pemantauan oleh tenaga kesehatan serta mendapatkan pengobatan yang benar sesuai gejala yang diderita secara gratis. Sebagai permulaan, layanan telemedisin gratis ini berlaku di DKI Jakarta. “Kita […]

  • Ampera Jadi Sajadah Panjang

    Ampera Jadi Sajadah Panjang

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 112
    • 0Komentar

    TAK  semua orang kebagian tempat di dalam masjid. Tapi pagi itu, tak ada yang merasa kekurangan ruang. Arus jemaah terus datang ke Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang sejak subuh. Langkah mereka satu arah, membawa sajadah, mengajak keluarga, dan menyatu dalam tujuan yang sama menunaikan salat Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah. Namun, halaman masjid […]

expand_less
WordPress Archive Stradale – Cafe & Restaurant WordPress Theme Strata – Professional Multi-Purpose Theme Stratum Pro – Elementor Widgets Streamit – Live Video Streaming Player WordPress Plugin Streamit - Video Streaming WordPress Theme + RTL StreamVid - Video Streaming WordPress Theme Striking MultiFlex & Ecommerce Responsive WP Theme Stripe Connect Jetpack CRX Addon Stripe for Arforms Stripe for WooCommerce