Sabtu, 12 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Perbankan & Keuangan » LITERASI & FINTECH : Perry Warjiyo & Bintang Mahaputera, Inspirasi untuk Generasi Finansial Muda

LITERASI & FINTECH : Perry Warjiyo & Bintang Mahaputera, Inspirasi untuk Generasi Finansial Muda

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 27 Agt 2025
  • visibility 940
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SEANDAINYA seorang mahasiswa ekonomi  sedang mengutak-atik neraca keuangan di laptopnya sambil minum kopi sachet murahan di kos. Tiba-tiba, dia membaca berita “Perry Warjiyo, Gubernur Bank Indonesia, dianugerahi Bintang Mahaputera Utama”. Seketika, dia berhenti mengetik, menatap layar, dan bergumam “Wah, kalau Pak Perry saja bisa dapat bintang karena urusan makroprudensial, aku juga bisa lah suatu hari bikin kebijakan yang bikin rakyat tersenyum dan bank-bank tetap aman”.

Ini bukan sekadar cerita tentang penghargaan, tapi tentang inspirasi nyata bagi generasi finansial muda, mahasiswa ekonomi, banker muda, atau pelaku fintech yang baru mulai menapaki dunia keuangan.

Perry Warjiyo dikenal bukan hanya karena kebijakannya menjaga inflasi atau stabilitas rupiah, tapi juga karena mendorong riset dan literasi keuangan. Bayangkan kalau dunia perbankan seperti hutan belantara, banyak yang takut masuk karena rumitnya istilah dan risiko yang tinggi. Nah, Perry menyediakan peta laporan riset, data transparan, dan program edukasi untuk menuntun generasi muda agar bisa menavigasi hutan itu tanpa tersesat.

Lewat berbagai program anak muda BI, seperti magang, kompetisi inovasi fintech, dan workshop literasi keuangan, Perry membuka pintu bagi generasi muda untuk tidak hanya menjadi penonton di dunia moneter, tapi pemain aktif. Dia seperti guru besar yang sekaligus mentor kadang serius menjelaskan neraca, kadang menyelipkan humor agar muridnya tidak ngantuk.

Sering kita dengar istilah financial literacy, terdengar berat seperti soal ujian makroekonomi, tapi Perry membuktikan  edukasi finansial bisa dikemas santai dan kocak. Misalnya, dia pernah mencontohkan risiko inflasi dengan analogi harga cabe rawit di pasar kalau tidak hati-hati, dompet bisa “kepedesan” sebelum gaji bulan depan tiba. Humor ini penting, karena di dunia nyata, banyak generasi muda yang takut investasi atau menabung.

Penghargaan Bintang Mahaputera untuk Perry Warjiyo bukan sekadar hiasan di dada. Bagi generasi muda, itu adalah simbol dedikasi dan konsistensi, kalau setiap anak muda yang punya ide brilian di bidang fintech bisa mendapatkan pengakuan seperti ini, pasti lebih banyak inovasi yang lahir untuk memajukan ekonomi bangsa.

Dalam dunia startup atau fintech, kadang ide bagus tersandung regulasi atau minimnya pengalaman. Di sinilah inspirasi Perry muncul kerja keras, riset, inovasi, dan kepemimpinan yang mengayomi. Kalau dia bisa menjaga stabilitas ekonomi nasional sambil mendorong literasi keuangan, generasi muda pun bisa menemukan cara mereka sendiri untuk berdampak.

Ada pepatah lama “Uang datang dan pergi, tapi ilmu dan reputasi bertahan”. Perry Warjiyo membuktikan hal itu, penghargaan ini menegaskan bukan hanya jumlah rupiah yang penting, tapi kontribusi yang bisa dirasakan oleh masyarakat luas.

Bagi generasi muda, ini pelajaran penting fokus pada dampak jangka panjang, bukan cuma sekadar mengejar keuntungan instan. Misalnya, membangun fintech untuk mempermudah UMKM, menciptakan edukasi digital bagi mahasiswa, atau meneliti solusi pembayaran inovatif. Semua itu, kalau dilakukan konsisten, bisa memberi “bintang” versi mereka sendiri di dunia nyata.

Misalnya mahasiswa ekonomi yang awalnya cuma bisa analisis teori di kos, terinspirasi  kisah Perry, kemudian mendirikan startup fintech untuk  mempermudah ribuan orang membayar listrik atau membeli sembako tanpa antre lama.

Semua itu bermula dari pemahaman literasi keuangan, keberanian mencoba, dan teladan dari sosok yang telah berjuang di level nasional.

Perry Warjiyo membuktikan  penghargaan, inovasi, dan edukasi bisa berjalan beriringan, tidak harus menunggu puluhan tahun untuk diakui. Yang penting, kerja keras, kreativitas, dan dedikasi.

Pada akhirnya, Bintang Mahaputera yang disematkan untuk Perry Warjiyo adalah pengingat  kerja keras, inovasi, dan literasi adalah modal utama untuk membangun ekonomi bangsa. Bagi generasi muda, inspirasi ini bukan sekadar motivasi kosong, tapi peta perjalanan dari riset kecil di kampus, hingga kebijakan yang berdampak nasional.

Seperti kata pepatah “Setinggi-tingginya bintang di langit, semua dimulai dari langkah kecil di bumi”. Jadi, jangan takut mencoba, belajar, dan berinovasi. Siapa tahu, suatu hari, generasi finansial muda hari ini yang duduk di kos sambil ngoprek Excel akan menjadi Perry Warjiyo versi mereka sendiri membawa stabilitas, inovasi, dan tentu saja… sedikit humor di dunia serius yang bernama keuangan.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • “Gas Mahal, Industri Swasta Memble, Ratusan Ribu Pekerja Bergantung di Ujung Pipa?”

    “Gas Mahal, Industri Swasta Memble, Ratusan Ribu Pekerja Bergantung di Ujung Pipa?”

    • calendar_month Selasa, 19 Agt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 833
    • 0Komentar

    SEANDAINYA kamu sedang membuat kue lapis raksasa, semua bahan sudah siap, oven panas, loyang menunggu, namun tiba-tiba gas untuk oven cuma keluar setetes… setetes, seperti air mata di matahari terik. Begitulah nasib industri swasta di Indonesia saat ini memasak pabrik, tapi bahan bakar utamanya berpotensi “tersedot ke BUMN”. Dagelan? Iya… tapi pahitnya terasa nyata. Data […]

  • Tipu Korban Jadi Pegawai Honorer, Oknum PolPP Palembang Dituntut Dua Tahun Penjara

    Tipu Korban Jadi Pegawai Honorer, Oknum PolPP Palembang Dituntut Dua Tahun Penjara

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2020
    • account_circle Yosep Indra Praja
    • visibility 1.308
    • 0Komentar

    SEORANG oknum honorer Sat Pol PP dilingkungan pemerintah Kota Palembang harus menjalani sidang di kursi pesakitan. Oknum yang diketahui Aprizal tersebut menjadi terdakwa kasus dugaan penggelapan dengan pidana penjara selama 2 tahun kurungan. Hal itu terjawab setelah Jaksa Penuntut Umum (JPU) M Arief Budiman SH menuntut Aprizal dalam persidangan yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) […]

  • Waduh.. !!  Besi Pembatas Tol Kayuagung-Palembang Di ‘Embat’, Wabup OKI Prihatin

    Waduh.. !!  Besi Pembatas Tol Kayuagung-Palembang Di ‘Embat’, Wabup OKI Prihatin

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 869
    • 0Komentar

    WAKIL Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), Djakfar Shodiq mengaku prihatin. Atas aksi pencurian [embat] pagar pembatas di jalan Tol Palembang-Kayu Agung. Melalui Kepala Bidang Pelayanan Komunikasi Publik Pemkab OKI , Adi Yanto , Wabup Shodiq mengungkap penyesalannya. “Tadi sudah disampaikan dan Pak Wakil Bupati sudah tahu. Beliau pun mengaku prihatin melihat kejadian ini,” kata Adi […]

  • 2018, WCC Dampingi 89 Kasus Korban Kekerasan

    2018, WCC Dampingi 89 Kasus Korban Kekerasan

    • calendar_month Senin, 31 Des 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.318
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang  – Women’s Crisis Centre (WCC) Palembang melalui Divisi Pendampingan pada 2018, mendamping korban kekerasan perempuan sebanyak 89 kasus dari total kasus 133 di Sumatera Selatan [Sumsel]. “Pada tahun 2018 ini juga, kasus yang didampingi, WCC Palembang melaporkan secara jumlah mengalami penurunan dari tahun sebelumnya,” ujar Direktur Eksekutif, Yeni Roslaini Izi dalam Laporan Pertanggung […]

  • HUT RI Ke-81, Menkomdigi Minta Jajaran Tak Lagi Bekerja dalam Sekat-Sekat

    HUT RI Ke-81, Menkomdigi Minta Jajaran Tak Lagi Bekerja dalam Sekat-Sekat

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 27
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – HUT RI Ke-81 menjadi momen bagi Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) guna memperkuat budaya kerja kolaboratif, meningkatkan sinergi lintas unit, serta mendorong pelayanan publik semakin efektif. Semangat persatuan itu,  melandasi perjuangan kemerdekaan dinilai harus menjadi fondasi guna menjalankan tugas dan fungsi kementerian. Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengatakan seluruh jajaran Kemkomdigi […]

  • Teken Kesepakatan, BI & PP Muhammadiyah Dorong Pemulihan Ekonomi Nasional dengan Penguatan Keuangan Syariah, 3 Aspek Ini Jadi Alasan Kerjasama dengan Ormas

    Teken Kesepakatan, BI & PP Muhammadiyah Dorong Pemulihan Ekonomi Nasional dengan Penguatan Keuangan Syariah, 3 Aspek Ini Jadi Alasan Kerjasama dengan Ormas

    • calendar_month Sabtu, 18 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 738
    • 0Komentar

    BANK Indonesia berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dan mempererat persaudaraan dengan berbagai komponen masyarakat dalam mengakselerasi ekonomi dan keuangan syariah, guna mendorong pemulihan ekonomi nasional termasuk dengan unsur organisasi masyarakat (ormas). Dalam kerangka ini, Bank Indonesia dan PP Muhammadiyah menandatangani Nota Kesepahaman yang digelar secara virtual pada hari ini (17/09), demi memperkuat kerja sama yang […]

expand_less
WordPress Archive KenthaRadio – Addon for Kentha Music WordPress To Add Radio Station and Schedule Functionality Kerge | Resume WordPress Kerio – Creative MultiPurpose WordPress Theme Kersha – Business Coach Elementor Template Kit Kester – Soccer Club & Sports News WordPress Theme KetoFitt – Fitness & GYM WordPress Theme Keydust – Cleaning Service Elementor Template Kit Keylin – Blog & Magazine Elementor Template Kit Keylin – WordPress Magazine and Blog Theme KeyMaster – Locksmith & Key Maker Service Elementor Template Kit