Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Perbankan & Keuangan » LITERASI & FINTECH : Perry Warjiyo & Bintang Mahaputera, Inspirasi untuk Generasi Finansial Muda

LITERASI & FINTECH : Perry Warjiyo & Bintang Mahaputera, Inspirasi untuk Generasi Finansial Muda

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 27 Agt 2025
  • visibility 930
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SEANDAINYA seorang mahasiswa ekonomi  sedang mengutak-atik neraca keuangan di laptopnya sambil minum kopi sachet murahan di kos. Tiba-tiba, dia membaca berita “Perry Warjiyo, Gubernur Bank Indonesia, dianugerahi Bintang Mahaputera Utama”. Seketika, dia berhenti mengetik, menatap layar, dan bergumam “Wah, kalau Pak Perry saja bisa dapat bintang karena urusan makroprudensial, aku juga bisa lah suatu hari bikin kebijakan yang bikin rakyat tersenyum dan bank-bank tetap aman”.

Ini bukan sekadar cerita tentang penghargaan, tapi tentang inspirasi nyata bagi generasi finansial muda, mahasiswa ekonomi, banker muda, atau pelaku fintech yang baru mulai menapaki dunia keuangan.

Perry Warjiyo dikenal bukan hanya karena kebijakannya menjaga inflasi atau stabilitas rupiah, tapi juga karena mendorong riset dan literasi keuangan. Bayangkan kalau dunia perbankan seperti hutan belantara, banyak yang takut masuk karena rumitnya istilah dan risiko yang tinggi. Nah, Perry menyediakan peta laporan riset, data transparan, dan program edukasi untuk menuntun generasi muda agar bisa menavigasi hutan itu tanpa tersesat.

Lewat berbagai program anak muda BI, seperti magang, kompetisi inovasi fintech, dan workshop literasi keuangan, Perry membuka pintu bagi generasi muda untuk tidak hanya menjadi penonton di dunia moneter, tapi pemain aktif. Dia seperti guru besar yang sekaligus mentor kadang serius menjelaskan neraca, kadang menyelipkan humor agar muridnya tidak ngantuk.

Sering kita dengar istilah financial literacy, terdengar berat seperti soal ujian makroekonomi, tapi Perry membuktikan  edukasi finansial bisa dikemas santai dan kocak. Misalnya, dia pernah mencontohkan risiko inflasi dengan analogi harga cabe rawit di pasar kalau tidak hati-hati, dompet bisa “kepedesan” sebelum gaji bulan depan tiba. Humor ini penting, karena di dunia nyata, banyak generasi muda yang takut investasi atau menabung.

Penghargaan Bintang Mahaputera untuk Perry Warjiyo bukan sekadar hiasan di dada. Bagi generasi muda, itu adalah simbol dedikasi dan konsistensi, kalau setiap anak muda yang punya ide brilian di bidang fintech bisa mendapatkan pengakuan seperti ini, pasti lebih banyak inovasi yang lahir untuk memajukan ekonomi bangsa.

Dalam dunia startup atau fintech, kadang ide bagus tersandung regulasi atau minimnya pengalaman. Di sinilah inspirasi Perry muncul kerja keras, riset, inovasi, dan kepemimpinan yang mengayomi. Kalau dia bisa menjaga stabilitas ekonomi nasional sambil mendorong literasi keuangan, generasi muda pun bisa menemukan cara mereka sendiri untuk berdampak.

Ada pepatah lama “Uang datang dan pergi, tapi ilmu dan reputasi bertahan”. Perry Warjiyo membuktikan hal itu, penghargaan ini menegaskan bukan hanya jumlah rupiah yang penting, tapi kontribusi yang bisa dirasakan oleh masyarakat luas.

Bagi generasi muda, ini pelajaran penting fokus pada dampak jangka panjang, bukan cuma sekadar mengejar keuntungan instan. Misalnya, membangun fintech untuk mempermudah UMKM, menciptakan edukasi digital bagi mahasiswa, atau meneliti solusi pembayaran inovatif. Semua itu, kalau dilakukan konsisten, bisa memberi “bintang” versi mereka sendiri di dunia nyata.

Misalnya mahasiswa ekonomi yang awalnya cuma bisa analisis teori di kos, terinspirasi  kisah Perry, kemudian mendirikan startup fintech untuk  mempermudah ribuan orang membayar listrik atau membeli sembako tanpa antre lama.

Semua itu bermula dari pemahaman literasi keuangan, keberanian mencoba, dan teladan dari sosok yang telah berjuang di level nasional.

Perry Warjiyo membuktikan  penghargaan, inovasi, dan edukasi bisa berjalan beriringan, tidak harus menunggu puluhan tahun untuk diakui. Yang penting, kerja keras, kreativitas, dan dedikasi.

Pada akhirnya, Bintang Mahaputera yang disematkan untuk Perry Warjiyo adalah pengingat  kerja keras, inovasi, dan literasi adalah modal utama untuk membangun ekonomi bangsa. Bagi generasi muda, inspirasi ini bukan sekadar motivasi kosong, tapi peta perjalanan dari riset kecil di kampus, hingga kebijakan yang berdampak nasional.

Seperti kata pepatah “Setinggi-tingginya bintang di langit, semua dimulai dari langkah kecil di bumi”. Jadi, jangan takut mencoba, belajar, dan berinovasi. Siapa tahu, suatu hari, generasi finansial muda hari ini yang duduk di kos sambil ngoprek Excel akan menjadi Perry Warjiyo versi mereka sendiri membawa stabilitas, inovasi, dan tentu saja… sedikit humor di dunia serius yang bernama keuangan.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jargas Mengalir di Bayung Lencir, Warga Panjatkan Syukur

    Jargas Mengalir di Bayung Lencir, Warga Panjatkan Syukur

    • calendar_month Kamis, 11 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.177
    • 0Komentar

    JARINGAN gas [Jargas] mengalir di Kecamatan Bayung Lencir, Kelurahan Bayung Lencir, Kab. Musi Banyuasin [Muba].Warga pun  memanjatkan syukurnya, karena dengan adanya jargas setidak dapat menghemat kebutuhan gas untuk rumah tangga. “Tahun 2021 ada 6.000 sambungan tersebar di Kelurahan Bayungl Lencir Indah dan beberapa desa seperti Simpang  Bayat, Bayat Ilir, Mendis dan Senawar Jaya, ” terang […]

  • Wabup Muba Ajak Konveksi Bandung Produksi Masker

    Wabup Muba Ajak Konveksi Bandung Produksi Masker

    • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 829
    • 0Komentar

    WAKIL Bupati Musi Banyuasin (Muba) Beni Hernedi yang merupakan Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Muba mengunjungi pelaku usaha konveksi pakaian asal Kabupaten Muba di Bandung, kamis (10/09/2020). Menurut Beni dirinya sengaja mendatangi pelaku usaha konveksi ini selain untuk mengetahui kondisi usaha mereka ditengah pandemi Covid-19 ini, ia berharap para pelaku usaha konveksi dapat bekerjasama […]

  • Simponi

    Simponi

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.262
    • 0Komentar

    SINAR hangat menyinari  Bunga-bunga bermekaran  Burung-burung bernyanyi riang gembira Tumbuhan hijau menyejukkan mata   Awan bergumpal bergerak mengikuti irama Bagai persahabatan yang erat tanpa membedakan latar belakang Angin semilir menambah kesejukan  Membuat tenang alam semesta   Sebuah lantunan lagu nan merdu Membuat hati tenang dan menyejukkan Semua terbentuk dengan indahnya Menjadi sebuah simfoni nan indah.[***] […]

  • Hadiri Paripurna HUT Kab. Lahat Ke 152, Gubernur Serahkan Bangub Rp94, 3 Miliar

    Hadiri Paripurna HUT Kab. Lahat Ke 152, Gubernur Serahkan Bangub Rp94, 3 Miliar

    • calendar_month Kamis, 20 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.047
    • 0Komentar

    DI Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Lahat yang ke 152 tanggal 20 Mei 2021, Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel)  H Herman Deru memberikan  kado istimewa untuk percepatan pembangunan di kabupaten  tersebut. Adapun kado yang diberikan tidak tanggung-tangung yakni berupa Bantuan Gubernur Khusus (Bangubsus) dengan besaran  mencapai  Rp. 94,3 Miliar. Dengan telah digelontorkannya Bangubsus Gubernur di Tahun […]

  • Senin Ini Diperkirakan Lonjakan Penumpang Angkutan Umum Masih Terjadi

    Senin Ini Diperkirakan Lonjakan Penumpang Angkutan Umum Masih Terjadi

    • calendar_month Senin, 1 Mei 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.766
    • 0Komentar

    Lonjakan penumpang arus balik Lebaran Idul Fitri 2023 melalui angkutan umum diperkirakan hari ini senin [1/5] masih akan terjadi. Demikian disampaikan Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati di Jakarta, Minggu (30/4). Pada Posko Angkutan Lebaran Terpadu tahun ini, titik pergerakan penumpang dan kendaraan dipantau dari 111 terminal, 18 pelabuhan penyeberangan, 51 bandar udara, 110 pelabuhan laut, […]

  • Deklarasi Kampanye Damai Jangan Sekedar Simbolis dan Formalitas

    Deklarasi Kampanye Damai Jangan Sekedar Simbolis dan Formalitas

    • calendar_month Minggu, 18 Feb 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 944
    • 0Komentar

    Agar dapat dipatuhi sehingga dapat mampu menciptakan demokrasi yang berkualitas.

expand_less
WordPress Archive KenthaRadio – Addon for Kentha Music WordPress To Add Radio Station and Schedule Functionality Kerge | Resume WordPress Kerio – Creative MultiPurpose WordPress Theme Kersha – Business Coach Elementor Template Kit Kester – Soccer Club & Sports News WordPress Theme KetoFitt – Fitness & GYM WordPress Theme Keydust – Cleaning Service Elementor Template Kit Keylin – Blog & Magazine Elementor Template Kit Keylin – WordPress Magazine and Blog Theme KeyMaster – Locksmith & Key Maker Service Elementor Template Kit