Senin, 5 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Wajah Baru Belajar Daring Saat Pandemi

Wajah Baru Belajar Daring Saat Pandemi

  • account_circle Nasir Nasir
  • calendar_month Minggu, 31 Jan 2021
  • visibility 816
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ALIANSI Jurnalis Independen (AJI) Palembang menggelar Outlook Series ke-11 Jurnalis 2021 dengan tema ‘Wajah Baru Pendidikan Sumsel selama Pandemi Covid 19’, Senin (25/1/2021).
Series kali ini mengundang narasumber dari akademisi dan pengamat pendidikan yakni Kepala Biro Humas dan Promosi Universitas Indo Global Mandiri (UIGM) Palembang dan juga akademisi, Isabella, Sekretaris Umum PGRI Sumsel dan juga pengamat pendidikan Palembang, Lukman Haris, serta Kepala Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Palembang, Herman Wijaya.
Hampir setahun belajar diwajibkan secara dalam jaringan atau daring (online), belajar daring ini pun telah ditetapkan di dalam SK 4 Menteri yakni Menteri Agama, Pendidikan, Dalam Negeri dan Kesehatan.
Dilema memang, apalagi siswa sekolah dan mahasiswa tidak bertemu atau bertatap muka langsung dengan tenaga pengajar. Pandemi Covid 19 ini pun menjadi wajah baru pendidikan di Indonesia khususnya di Sumsel.
Kepala Biro Humas dan Promosi Universitas Indo Global Mandiri (UIGM) Palembang dan juga akademisi, Isabella mengatakan yayasan IGM Palembang dari tingkat TK sampai perguruan tinggi, terasa sekali perubahan mendasar dari pola pendidikan karena pandemi Covid 19 ini.
“Ada fenomena menarik yang menjadi kerja keras kita bersama untuk menanggulangi masalah ini, tidak semua masyarakat menerima semua ini. Saya menganggap ini masa peralihan dan harus diubah dengan metode pembelajaran jarak jauh, membutuhkan penyesuaian, adaptasi baik dari mahasiswa, siswa, terlebih lagi guru atau dosennya. Secara keseluruhan perlu kerjasama yang baik antara pemerintah dan sekolah dalam menanggulangi ini,” jelasnya, Senin (25/1/2021).
Ia mengatakan ada sekolah yang memberikan intensif materi salah satunya sekolah IGM, jadwal belajar diubah ke zoom meeting, ada pula guru yang memakai Google Classroom, ada yang pakai e-learning dan berbagai aplikasi lain yang bisa dipakai.
“Namun tidak demikian dengan sekolah lain, ada sekolah yang anaknya itu tidak dapat apa-apa akhirnya orangtua memanggil guru privat, di sini perlu pemerintah tahu kesiapan lembaga pendidikan terutama guru yang harus up to date, melek teknologi agar bisa mengajar secara daring. Kalau di IGM ada pelatihan/training untuk guru sebelum melanjutkan semester baru,” katanya.
Sedangkan untuk di UIGM Palembang pihaknya menyiapkan sistem blended learning. “Pembelajaran jarak jauh di universitas tidak terlalu sulit, seperti di UIGM Palembang. Kami mempersiapkan blended learning kalau misal diperbolehkan tatap muka artinya sebagian mata kuliah tertentu bisa tatap muka tapi sebagian online,” jelasnya.
“Dalam hal penilaian dan pengumpulan tugas untuk mahasiswa pun kami sebagai dosen fleksibel, contoh saat mengumpul tugas. Mereka bisa mengumpulkan jawaban saat sinyal internet bagus dan mengirim melalui email, kebijakan-kebijakan ini bisa dilihat kalau kondisi mahasiswa itu berbeda-beda. Dengan melihat hal ini kami sebagai tenaga pengajar memberikan kemudahan melihat mereka semangat tinggi walau pun harus menghadapi keterbatasan-keterbatasan yang ada saat ini,” ujarnya.
Melihat hal ini, Sekretaris Umum PGRI Sumsel dan juga pengamat pendidikan Palembang, Lukman Haris mau tidak mau masyarakat harus beradaptasi karena yang dihadapi saat ini adalah musibah.
“Ya mau tidak mau kita harus beradaptasi, yang kita hadapi ini adalah musibah. Cara terbaik dan yang harus diterapkan adalah guru harus lebih kreatif dalam mengajar seperti yang dikatakan ibu Isabella, guru harus melek teknologi dan up to dare agar siswa nya bisa semangat belajar, apalagi saat ini belajar lebih banyak daring,” katanya.
Kepala Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Palembang, Herman Wijaya menagatakan selama pandemi Covid 19 pihaknya bersama tenaga pengajar di sekolah yang menerima anak jalanan dan anak putus sekolah ini memberikan tugas dengan cara luring (luar jaringan).
“Setiap senin kami bagikan materi dan soal, untuk tingkat SD hingga SMA, mereka bergantian datang sekolah mengambil tugas dan materi minggu depannya mengumpulkan tugas kemudian mengambil tugas baru, secara efektifitas memang tidak menguntungkan dari anak didik karena tidak ada ikatan batin antara siswa dan guru tapi ini karena keadaan. Kami juga menerima banyak keluhan dari karena anak tidak terkontrol belajarnya kalau tidak datang langsung ke sekolah tapi mau bagaimana lagi inilah keadaan kita sekarang,” kata mantan kepala bidang (Kabid) SMP Dinas Pendidikan Palembang ini.
Pihaknya lebih memilih luring dengan cara mengambil dan mengumpulkan tugas ke sekolah karena anak-anak atau siswa siswa di SKB Palembang banyak yang tidak memiliki gawai. “Tidak semua mahasiswa berada di kota dengan jaringan internet yang bagus, tapi banyak juga yang jaringan internetnya tidak bagus. Banyak pula siswa kami yang tidak memiliki gawai mengingat banyak anak jalanan dan putus sekolah,” ujarnya.
“Maka dari itu kami memakai sistem luring tadi yang saya jelaskan sebelumnya, sedangkan untuk sistem penilaian, format penilaian setiap soal ada bobot dan rumus-rumus tertentu sehingga menerima hasil tidak jauh beda dengan sebelum covid 19,” katanya. (sir)

  • Penulis: Nasir Nasir

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubernur Minta Aparat Usut Tuntas Dugaan  Pelecehan  Mahasiswi  di Kampus Unsri

    Gubernur Minta Aparat Usut Tuntas Dugaan  Pelecehan  Mahasiswi  di Kampus Unsri

    • calendar_month Senin, 6 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 805
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Selatan, H. Herman Deru meminta aparat penegak  hukum tindak lanjuti  dengan tuntas terkait kasus dugaan asusila yang dilakukan oknum dosen Universitas Sriwijaya (UNSRI). “Kita ada aparat hukum, dan silahkan dengan leluasa menyelidiki ini, saya juga tidak menyangka hal seperti ini bisa terjadi terlebih dikalangan intelektual ,” tuturnya ketika dibincangali awak media di Palembang, […]

  • Dodi  : Setiap Warna Ciptaan Allah SWT, Tidak Mesti LGBT

    Dodi  : Setiap Warna Ciptaan Allah SWT, Tidak Mesti LGBT

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.743
    • 0Komentar

    Trotoar Jalan di Gerbang Komplek Perkantoran Pemerintah Kabupaten Banyuasin  mendapat pernilaian warga Banyuasin, tanpa disadari ada yang menilai, identik warna- warni tersebut warna digunakan GLBT [lesbian, gay, biseksual, dan transgender”]. NAMUN salah satu Pengacara Kondang dan Kuasa Hukum Pemerintah Kabupaten Banyuasin, Dodi ik Advokat Hukum mengatakan yang dilarang itu LGBT-nya, bukan soal warna. Kalau  soal […]

  • Wow, Baru Tiba di Desa Rimba Candi, Gubernur Di “Todong” Warga

    Wow, Baru Tiba di Desa Rimba Candi, Gubernur Di “Todong” Warga

    • calendar_month Jumat, 7 Feb 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.677
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H.Herman Deru juga mengagendakan silaturahmi dengan masyarakat di Desa Rimba Candi Kelurahan Candi Jaya. Baru saja sampai di desa ini, Gubernur langsung “ditodong” warga dengan sejumlah permintaan. Sebanyak 17 permintaan itu disampaikan salah seorang tokoh masyarakat setempat yakni Wahidin. Di antaranya perbaikan jalan, perbaikan dan penambahan musala baru, pengadaan ternak sapi warga, penyediaan […]

  • Lombok Diguncang Gempa Lagi

    Lombok Diguncang Gempa Lagi

    • calendar_month Kamis, 30 Agt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 787
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, NTB – Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) kamis (30/8/2018) sekitat pukul 07.10 WITA kembali diguncang gempa susulan berkekuatan 4,6 Skala Richter (SR).Gempa tadi pagi tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjelaskan pusat gempa bumi terletak pada koordinat 8,30 lintang selatan dan 116,08 bujur timur. “Tepatnya di laut pada jarak […]

  • Update Hari Ini, Positif COVID-19 di Sumsel Bertambah 13, Total 143 Kasus

    Update Hari Ini, Positif COVID-19 di Sumsel Bertambah 13, Total 143 Kasus

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.702
    • 0Komentar

    KASUS positif COVID-19 di Sumsel terus mengalami penambahan signifikan, hari ini, Selasa [28/4/2020] positif kasus bertambah 13 kasus sehingga total mencapai 143 kasus. “Kemarin berada diangka 130 kasus, hari ini ada penambahan 13 kasus, total menjadi 143 kasus,”kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumsel, Dr Zen Ahmad dalam press confrence melalui aplikasi zoom di […]

  • PON XX Papua, Selain Venue Kementerian PUPR Selesaikan Penataan Kampung Harapan

    PON XX Papua, Selain Venue Kementerian PUPR Selesaikan Penataan Kampung Harapan

    • calendar_month Minggu, 29 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 999
    • 0Komentar

    SELAIN membangun venue olahraga, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) juga melakukan penataan kawasan untuk mendukung pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Provinsi Papua. Penataan dilakukan di kawasan pembangunan venue Aquatic dan ISTORA Papua Bangkit di Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur dan arena Cricket dan Lapangan Hockey (Indoor dan Outdoor) di Kampung Doyo […]

expand_less
WordPress Archive Entrepreneur – Booking for Small Businesses Entrepreneur – Booking for Small Businesses WordPress Theme EnvArch – Architecture & Single Property Elementor Template Kit Envato Market Affiliate Forms for Elementor Envira Gallery – Albums Addon Envira Gallery | Breadcrumbs Addon Envira Gallery | CSS Addon Envira Gallery | Deeplinking Addon Envira Gallery | Defaults Addon Envira Gallery | Downloads Addon