Bidik Pemberdayaan 44 Ribu Keluarga, Ini Harapan Gus Ipul
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 13 menit yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto :kemensos.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mendorong keluarga siswa Sekolah Rakyat meningkatkan kesejahteraan melalui program pemberdayaan usaha.
Langkah ini diharapkan membuat keluarga prasejahtera lebih mandiri dan tidak terus bergantung pada bantuan sosial (bansos).
“Bansos, sementara. Berdaya, selamanya. Sederhananya begitu,” kata Gus Ipul dalam acara Model Wadah Ekosistem Pemberdayaan Usaha Masyarakat Melalui Perintis Berdaya Connect di Bandung Creative Hub, Kota Bandung, mengutip dilaman resmi kemensos, Selasa (20/10/2026).
Menurut Gus Ipul, Sekolah Rakyat menjadi salah satu pintu masuk untuk memperluas pemberdayaan keluarga. Program tersebut telah menjangkau sekitar 44.000 siswa yang keluarganya berpotensi memperoleh dukungan sesuai kebutuhan masing-masing.
“Sekitar 44.000 siswa berarti ada 44.000 keluarga yang nanti akan masuk ke dalam program Bapak Menko ini,” ujarnya.
Gus Ipul mengatakan, upaya tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar bantuan pemerintah tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga mendorong keluarga penerima manfaat menuju kemandirian ekonomi.
Selama ini, menurut dia, bantuan sosial dan program pemberdayaan belum selalu berjalan beriringan. Ego sektoral dan koordinasi antarlembaga menjadi tantangan yang perlu diatasi agar berbagai program pemerintah dapat saling mendukung.
“Untuk kepentingan itu, Presiden menghadirkan Kemenko Pemberdayaan. Presiden menyadari dua ini sering tidak ketemu (bansos dan pemberdayaan). Di antara keduanya ini ada ego sektoral dan masalah-masalah yang rumit yang seringkali tidak pernah dibahas dengan duduk bersama,” kata dia.
Gus Ipul mengapresiasi peran Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat yang dipimpin Muhaimin Iskandar dalam memperkuat kerja sama lintas kementerian dan lembaga.
“Dengan adanya Kemenko Pemberdayaan ini, kita diajak kerja kolaborasi yang lebih sistematis, menghubungkan seluruh program-program pemerintah. (Terutama) bansos menuju ke pemberdayaan,” jelasnya.
Gus Ipul mencontohkan Sekolah Rakyat sebagai program yang diharapkan membawa perubahan bukan hanya bagi anak, tetapi juga bagi keluarganya. Anak memperoleh akses pendidikan, sedangkan orang tua didorong meningkatkan kemampuan ekonomi agar kesejahteraan keluarga ikut meningkat.
“Anaknya sekolah, anaknya lulus, keluarganya naik kelas. Kira-kira seperti itu,” ujarnya.
Selain pendidikan, keluarga siswa diharapkan dapat terhubung dengan dukungan lain, seperti peningkatan kelayakan tempat tinggal, jaminan kesehatan, serta program pemberdayaan sosial dan ekonomi. Pendekatan tersebut diharapkan membantu memutus rantai kemiskinan antargenerasi.
Sebagai langkah awal, sebanyak 100 ibu atau wali siswa Sekolah Rakyat se-Bandung Raya mengikuti pelatihan Langkah Aksi Kapasitas Sosial Mikro untuk Inklusi (LAKSMI). Pelatihan melalui program Kementerian UMKM itu difokuskan pada pengembangan usaha mikro untuk meningkatkan kemampuan usaha dan pendapatan keluarga.
Gus Ipul berharap para peserta dapat memanfaatkan pelatihan tersebut dan menjadi contoh bagi keluarga lain.
“Bapak-Ibu akan jadi contoh. Bapak-Ibu akan jadi model. Kalau Bapak-Ibu sekalian nanti sukses, insyaallah di tempat-tempat lain akan sukses,” katanya.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menargetkan sedikitnya 40 ribu wali murid Sekolah Rakyat dapat naik kelas menjadi pelaku bisnis.
“Insya Allah Pak Mensos kita akan dorong minimal 40 ribu wali murid dari sekolah rakyat harus naik kelas menjadi pelaku bisnis. Sehingga generasinya tumbuh dari pendidikan, orang tuanya lepas dari masalah ekonomi yang dihadapi,” kata Muhaimin.
Ia menyebutkan melibatkan 100 orang tua siswa di Bandung sebagai rintisan percontohan untuk mendorong kemajuan ekonomi keluarga sekaligus memutus mata rantai kemiskinan.
“Ini akan menjadi piloting yang sangat strategis sekolah rakyat, sekaligus mengatasi mata rantai kemiskinan. Dan inilah contoh yang saya kira anaknya sekolah orang tuanya juga diberikan satu tahapan kemajuan,” ujarnya.
Usai acara, Gus Ipul bersama Muhaimin meninjau para peserta pelatihan usaha mikro di Bandung Creative Hub.
“Di sini difasilitasi, jadi harus sukses supaya mandiri dan tidak bergantung pada bansos lagi,” pungkas Gus Ipul. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
