Kamis, 1 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Terkait  Anak-anak Yatim Piatu, Pemda Lain Bisa Gak Ya Seperti Muba ?

Terkait  Anak-anak Yatim Piatu, Pemda Lain Bisa Gak Ya Seperti Muba ?

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 16 Jun 2019
  • visibility 823
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

PEMKAB Musi Banyuasin [Muba] bisa menjadi contoh bagi pemda lainnya, pasalnya daerah tersebut memberikan kesempatan kepada santri yatim piatu dan kaum dhuafa mengenyam fasilitas pendidikan, dan mendalami agama di Pondok Pesantren [Ponpes] Salamun Aitam Islamic Idol. Program ini juga mendapat apreasiasi dari beberapa kalangan di Sumsel.

Bupati Muba Dodi Reza Alex dalam sebuah acara Halal Bi Halal bersama Anak Yatim dan Dhuafa serta Peresmian Gedung dan Murid Ponpes IT Salamun Aitam Islamic Idol belum lama ini mengatakan Ponpes ini hanya diperuntukkan bagi anak-anak yatim piatu kaum dhuafa. Selama mondok, semua biaya kebutuhan hidup akan ditanggung Pemkab Muba.

“Ini merupakan bagian dan salah satu pelaksanaan visi misi “Membangun Umat Berbasis Agama,” ungkap peraih Penghargaan Bapak Santri dari Forpes 2017 ini saat Peresmian Gedung dan Murid Ponpes IT Salamun Aitam Islamic Idol.

Dodi Reza Alex Noerdin yang juga duduk sebagai Dewan Pembina GP Ansor Sumsel ini menyebutkan bahwa program pembangunan Ponpes IT Salamun Aitam Islamic Idol di Kecamatan Sekayu dibangun bertujuan untuk memenuhi pembinaan umat di kawasan Muba Barat. Pasalnya selama ini, kata Dodi, pembangunan Pondok pesantren sudah menyebar di wilayah Muba bagian lain.

“Selain itu, perlu lebih memperbanyak keberadaan tempat pendidikan berbasis Islam sehingga ilmu agama anak-anak di Kabupaten Muba semakin lebih baik,” tuturnya.

Ponpes IT Salamun Aitam Islamic Idol berdiri di atas lahan seluas 6 hektare dikhususkan mendidik dan menggratiskan semua biaya untuk peserta didik yang mondok. Semua santri yang berasal  dari anak-anak yatim, piatu, dan dhuafa.

Ponpes sementara difokuskan pada jenjang MTs dan untuk tahap pertama, baru santri putra. Pada tahun ajaran 2018 lalu sudah dibuka kesempatan untuk 240 siswa secara bertahap.

Sedangkan pada 2019 telah dialokasikan 60 tempat bagi santri baru. Santri yang berminat untuk menjadi dokter nantinya setelah tamat akan mendapatkan prioritas untuk menerima program SJD. “Alhamdullilah Ikhtiar ini sudah satu tahun beroperasional, sejak diresmikan pada Juni tahun 2018 yang lalu,”sujudnya.

Ponpes Salamun Aitam ini ponpes pertama di Provinsi Sumsel yang mengratiskan semua tanpa terkecuali, mulai dari biaya sekolah, sarana dan prasarana guru, pakaian makanan.  Tempat belajar mengajar anak-anak. Bahkan Ponpes Salamun Aitam ini dibangun senyaman mungkin.

“Agar para santri selama ini hidup sebagai yatim piatu dan dhuafa dapat dibina dengan baik, fasilitas jangan dikurangi, berikan gizi serta pakaian terbaik bagi para santri,”pesannya.

Ketua Asosiasi Dosen Indonesia (ADI) Provinsi Sumsel Prof. Dr. Abdullah Idi, M.Ed menilai  program ponpes yang diperuntuhkan bagi anak yatim piatu dan fakir miskin sangat baik dan bermanfaat. “Itu terobosan terbaik. Kita apresiasi sekali dan dukung,” katanya.

 

Apalagi, hal itu upaya Pemkab Muba dalam mengentaskan kemiskinan. “Jadi nantiya para santri tidak hanya memperoleh pendidikan agama saja, namuna diberikan pembinaan ekonomi kemandirian. Diharapkan setelah selesai mengenyam pendidikan bisa mandiri,” pungkas pria yang pernah menjabat sebagai Direktur Pascasarjana UIN Raden Fatah Palembang periode 2012-2016 lalu.

Ketua Badan Amal Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Sumsel Drs H Najib Haitami MM, menambahkan, satu hal yang luar biasa karena Muba memberikan fasilitas gratis untuk anak yatim piatu dan kaum dhufa.

“Mungkin pertama kali pemerintah kabupaten di Sumsel membangun ponpes diperuntuhkan bagi anak-anak yatim piatu dan dhuafa di Kabupaten Muba. Jadi mereka diberikan pendidikan yang layak baik dibidang agama maupun umum,” tandasnya.

Dia menerangkan Muba sendiri salah satu kabupaten yang telah menerapkan perda zakat, itulah salah satu daerah yang memang peduli dengan keagamaan. “Mengingat zakat merupakan kewajiban yang diperintahkan Allah SWT, kepada kita semua sebagai kaum muslimin dan tercantum dalam Rukun Islam yang ketiga,” ulasnya.

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Ponpes Salamun Aitam Islamic Idol tahun ajaran baru 2019 ini sejumlah 60 santri dari seluruh wilayah Kabupaten Muba.

Adapun program kegiatan pagi yang dilaksanakan sebagaimana peserta didik SMP IT dibawah binaan Dikdikbud Muba, kemudian program sore dan malam dilaksanakan kegiatan pesantren atau pembinaan keagamaan. Teroboson Terbaik, Selain Pendidikan Agama dan Kemandirian Ekonomi Juga diberikan, agar mereka menjadi manusia unggul, mandiri serta memiliki etika dan moral yang baik, mampu menerapkan ilmu untuk masyarakat.[**]

 

Penulis : One

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lantik 8 JPT,Bupati OKI : semua dapat bekerja dengan “speed” di atas rata-rata

    Lantik 8 JPT,Bupati OKI : semua dapat bekerja dengan “speed” di atas rata-rata

    • calendar_month Jumat, 28 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.282
    • 0Komentar

    BUPATI Ogan Komering Ilir (OKI), H. Iskandar, SE melantik delapan pejabat pimpinan tinggi pratama (JPT) dilingkungan Pemkab OKI. Para pejabat eselon II ini diharapkan dapat mengakselerasi kinerja dan pelayanan kepada masyarakat serta pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19. “Semuanya harus dapat bekerja dengan speed di atas rata-rata, dengan lebih cepat dan tanggap dalam upaya mendorong pencapaian […]

  • Agar Tepat Sasaran, Ada Terobosan Inovasi  Baru dari Kemensos, Ini Cara Unduh Aplikasi Cek Bansos

    Agar Tepat Sasaran, Ada Terobosan Inovasi  Baru dari Kemensos, Ini Cara Unduh Aplikasi Cek Bansos

    • calendar_month Minggu, 29 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 942
    • 0Komentar

    INOVASI penyaluran bantuan sosial alias bansos terus digeber. Tujuan utamanya adalah agar bansos tersebut tepat sasaran. Nah terobosan baru itu diperkenalkan Kementerian Sosial lewat  aplikasi bernama “Cek Bansos.” Sesuai namanya, aplikasi ini digunakan untuk mengecek bantuan sosial yang diberikan pemerintah. Di aplikasi ini kita bisa mengecek mulai dari cek penerima, usul, hingga sanggah. Untuk meningkatkan […]

  • Kepala BBLK : Ruangan Terbatas Salah Satu Kendala Pemeriksaan Spesimen Kasus COVID-19

    Kepala BBLK : Ruangan Terbatas Salah Satu Kendala Pemeriksaan Spesimen Kasus COVID-19

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 913
    • 0Komentar

    KEPALA BBLK, dr Andi Yussianto, Mepid, mengatakan sejauh ini mereka  per hari dapat melakukan 500 pemeriksaan spesimen kasus COVID-19. Namun diakuinya mereka cukup terkendala ruangan yang sangat terbatas. Dengan demikian, cukup menyulitkan untuk pihaknya saat akan menambah SDM. Padahal menurutnya semakin banyak spesimen yang diperiksa akan semakin baik. “Kita juga bersyukur sekarang RSMH bisa periksa […]

  • Kurangi Kegiatan Hingga Kunker

    Kurangi Kegiatan Hingga Kunker

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.706
    • 0Komentar

    PASCA merebaknya virus Corona (Covid-19) yang melanda dunia termasuk Indonesia, sejumlah pihak termasuk DPRD Sumsel sendiri, akan mengurangi aktifitas diluar pertemuan, hingga kunjungan kerja (Kunker) keluar provinsi. Dimana salah satunya menurut Ketua DPRD Sumsel RA Anita Noeringhati, yaitu kunker ke Provinsi DKI Jakarta, yang dianggap jadi salah satu daerah sebaran virus corona paling tinggi di […]

  • 1,3 Juta Hektare Lahan Kebun Sawit di OKI Berpontesi Timbulkan Konflik

    1,3 Juta Hektare Lahan Kebun Sawit di OKI Berpontesi Timbulkan Konflik

    • calendar_month Selasa, 9 Okt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.005
    • 0Komentar

    Oleh : One SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Direktur Eksekutif Walhi Sumsel M Hairul Sobri mengatakan sejak dibentuk dan Lahirnya Undang-Undang Agraria, Nasib para kaum tani tak pernah berubah. ”Sejak Lahirnya Undang-Undang Agraria, Nasib Para Kaum Tani Tidak Pernah Berubah. Mulai Dari Tidak Memiliki Lahan, Kemiskinan Akibat Dampak Ketimpangan Penguasaan Lahan, Alif Fungsi Lahan  Menjadi Pertambangan Batubara”, […]

  • Festival Kuliner Nusantara, Gubernur Minta Moto Tagline Bawa Nama Daerah

    Festival Kuliner Nusantara, Gubernur Minta Moto Tagline Bawa Nama Daerah

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.891
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru  menyambut baik akan digelarnya event Festival Kuliner dan Karnaval Budaya Nusantara I /2020 digagas oleh Paguyuban Nusantara Sumsel Bersatu (PNSB)  Indonesia yang diketuai oleh Mantan Gubernur Sumsel Ir. H. Syahrial Oesman. “Saya sangat setuju digelarnya Festival Kuliner dan Karnaval Budaya ini. Saya ingin gaungnya Nasional. Jika perlu undang […]

expand_less
WordPress Archive Tolkio - AI Virtual Assistance App Elementor Template Kit Tolkio - AI Virtual Assistance App Elementor Template Kit Tomahawk – Online Courses Elementor Template Kit Tombuild – Construction & Engineering WordPress Theme Tonda – Elegant Shop WordPress Theme Tooltip Elementor Addons Top Alert For WPBakery Page Builder Top Club – Sports Theme for WordPress Top Dog – All-in-One Elementor Blog & Magazine WordPress Theme Top Sliding Bar