Kamis, 10 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Terkait  Anak-anak Yatim Piatu, Pemda Lain Bisa Gak Ya Seperti Muba ?

Terkait  Anak-anak Yatim Piatu, Pemda Lain Bisa Gak Ya Seperti Muba ?

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 16 Jun 2019
  • visibility 818
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

PEMKAB Musi Banyuasin [Muba] bisa menjadi contoh bagi pemda lainnya, pasalnya daerah tersebut memberikan kesempatan kepada santri yatim piatu dan kaum dhuafa mengenyam fasilitas pendidikan, dan mendalami agama di Pondok Pesantren [Ponpes] Salamun Aitam Islamic Idol. Program ini juga mendapat apreasiasi dari beberapa kalangan di Sumsel.

Bupati Muba Dodi Reza Alex dalam sebuah acara Halal Bi Halal bersama Anak Yatim dan Dhuafa serta Peresmian Gedung dan Murid Ponpes IT Salamun Aitam Islamic Idol belum lama ini mengatakan Ponpes ini hanya diperuntukkan bagi anak-anak yatim piatu kaum dhuafa. Selama mondok, semua biaya kebutuhan hidup akan ditanggung Pemkab Muba.

“Ini merupakan bagian dan salah satu pelaksanaan visi misi “Membangun Umat Berbasis Agama,” ungkap peraih Penghargaan Bapak Santri dari Forpes 2017 ini saat Peresmian Gedung dan Murid Ponpes IT Salamun Aitam Islamic Idol.

Dodi Reza Alex Noerdin yang juga duduk sebagai Dewan Pembina GP Ansor Sumsel ini menyebutkan bahwa program pembangunan Ponpes IT Salamun Aitam Islamic Idol di Kecamatan Sekayu dibangun bertujuan untuk memenuhi pembinaan umat di kawasan Muba Barat. Pasalnya selama ini, kata Dodi, pembangunan Pondok pesantren sudah menyebar di wilayah Muba bagian lain.

“Selain itu, perlu lebih memperbanyak keberadaan tempat pendidikan berbasis Islam sehingga ilmu agama anak-anak di Kabupaten Muba semakin lebih baik,” tuturnya.

Ponpes IT Salamun Aitam Islamic Idol berdiri di atas lahan seluas 6 hektare dikhususkan mendidik dan menggratiskan semua biaya untuk peserta didik yang mondok. Semua santri yang berasal  dari anak-anak yatim, piatu, dan dhuafa.

Ponpes sementara difokuskan pada jenjang MTs dan untuk tahap pertama, baru santri putra. Pada tahun ajaran 2018 lalu sudah dibuka kesempatan untuk 240 siswa secara bertahap.

Sedangkan pada 2019 telah dialokasikan 60 tempat bagi santri baru. Santri yang berminat untuk menjadi dokter nantinya setelah tamat akan mendapatkan prioritas untuk menerima program SJD. “Alhamdullilah Ikhtiar ini sudah satu tahun beroperasional, sejak diresmikan pada Juni tahun 2018 yang lalu,”sujudnya.

Ponpes Salamun Aitam ini ponpes pertama di Provinsi Sumsel yang mengratiskan semua tanpa terkecuali, mulai dari biaya sekolah, sarana dan prasarana guru, pakaian makanan.  Tempat belajar mengajar anak-anak. Bahkan Ponpes Salamun Aitam ini dibangun senyaman mungkin.

“Agar para santri selama ini hidup sebagai yatim piatu dan dhuafa dapat dibina dengan baik, fasilitas jangan dikurangi, berikan gizi serta pakaian terbaik bagi para santri,”pesannya.

Ketua Asosiasi Dosen Indonesia (ADI) Provinsi Sumsel Prof. Dr. Abdullah Idi, M.Ed menilai  program ponpes yang diperuntuhkan bagi anak yatim piatu dan fakir miskin sangat baik dan bermanfaat. “Itu terobosan terbaik. Kita apresiasi sekali dan dukung,” katanya.

 

Apalagi, hal itu upaya Pemkab Muba dalam mengentaskan kemiskinan. “Jadi nantiya para santri tidak hanya memperoleh pendidikan agama saja, namuna diberikan pembinaan ekonomi kemandirian. Diharapkan setelah selesai mengenyam pendidikan bisa mandiri,” pungkas pria yang pernah menjabat sebagai Direktur Pascasarjana UIN Raden Fatah Palembang periode 2012-2016 lalu.

Ketua Badan Amal Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Sumsel Drs H Najib Haitami MM, menambahkan, satu hal yang luar biasa karena Muba memberikan fasilitas gratis untuk anak yatim piatu dan kaum dhufa.

“Mungkin pertama kali pemerintah kabupaten di Sumsel membangun ponpes diperuntuhkan bagi anak-anak yatim piatu dan dhuafa di Kabupaten Muba. Jadi mereka diberikan pendidikan yang layak baik dibidang agama maupun umum,” tandasnya.

Dia menerangkan Muba sendiri salah satu kabupaten yang telah menerapkan perda zakat, itulah salah satu daerah yang memang peduli dengan keagamaan. “Mengingat zakat merupakan kewajiban yang diperintahkan Allah SWT, kepada kita semua sebagai kaum muslimin dan tercantum dalam Rukun Islam yang ketiga,” ulasnya.

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Ponpes Salamun Aitam Islamic Idol tahun ajaran baru 2019 ini sejumlah 60 santri dari seluruh wilayah Kabupaten Muba.

Adapun program kegiatan pagi yang dilaksanakan sebagaimana peserta didik SMP IT dibawah binaan Dikdikbud Muba, kemudian program sore dan malam dilaksanakan kegiatan pesantren atau pembinaan keagamaan. Teroboson Terbaik, Selain Pendidikan Agama dan Kemandirian Ekonomi Juga diberikan, agar mereka menjadi manusia unggul, mandiri serta memiliki etika dan moral yang baik, mampu menerapkan ilmu untuk masyarakat.[**]

 

Penulis : One

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lagi, Pusri Distribusikan bantuan air bersih untuk RT 50 Kalidoni

    Lagi, Pusri Distribusikan bantuan air bersih untuk RT 50 Kalidoni

    • calendar_month Selasa, 24 Okt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 980
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, – PT Pupuk Sriwidjaja mendistribuskan lagi bantuan air bersih sebanyak satu tangki bervolume 6 ribu liter untuk warga RT 50  Perum Pesona Harapan Jaya Tahap I Kalidoni, Palembang sebelumnya minggu lalu Pusri telah menyalurkan sebanyak 24 ribu liter air bersih untuk warga tahap II, III, Nirwana dan Barokah.   Air bersih bantuan tanggung […]

  • 3 M

    3 M

    • calendar_month Rabu, 6 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 4.990
    • 0Komentar

    VIRUS penyebab COVID-19 (Sars-CoV-2) utamanya tersebar melalui droplet yang dihasilkan seseorang yang terinfeksi COVID-19 saat bicara, tertawa, menyanyi, batuk, atau bersin. Penting untuk selalu disiplin 3M: Memakai masker dengan benar, Menjaga jarak dan hindari kerumunan, Mencuci tangan pakai sabun untuk terhindar dari droplet yang sudah terkontaminasi virus tersebut. Utamakan pencegahan, dan utamakan keselamatan kita dan […]

  • Inisiasi Bangun Balai Rehabilitasi Narkotika

    Inisiasi Bangun Balai Rehabilitasi Narkotika

    • calendar_month Rabu, 6 Jul 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 737
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Musi Banyuasin berharap realisasi pembangunan balai rehabilitasi untuk korban penyalahgunaan narkoba segera terwujud.   Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Muba Musni Wijaya SSos MSi mengatakan, balai tersebut dapat dimanfaatkan institusi penerima wajib lapor (IPWL) di Muba.   “Kita pelajari dulu terkait percepatan anggaran, sarana dan prasarana. Ini niat baik kita untuk menyelamatkan anak bangsa,” […]

  • Terdengarnya Sangat Sepele, Tapi Sangat Efektif Putus Mata Rantai Penyebaran Covid-19, Apa Itu ?

    Terdengarnya Sangat Sepele, Tapi Sangat Efektif Putus Mata Rantai Penyebaran Covid-19, Apa Itu ?

    • calendar_month Kamis, 4 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 951
    • 0Komentar

    KAMPANYE penerapan protokol kesehatan terus digalakkan dalam rangka mengingatkan kembali semua masyarakat akan pentingnya pencegahan penyebaran virus COVID-19. Sebagai langkah konkrit, Pemerintah Kabupaten OKI bersama Forkopimda menggelar pembagian masker gratis di area Pasar Kayuagung. “Pembagian masker ini dalam rangka mengingatkan dan menegaskan kembali akan pentingnya penerapan protokol kesehatan di masyarakat” ujar Kapolres OKI AKBP. Alamsyah […]

  • Kilas Balik Perjuangan Mahasiswa Indonesia dalam Peristiwa TRITURA  (Sebuah Refleksi bagi Mahasiswa Genersai Milenial Masa Kini)

    Kilas Balik Perjuangan Mahasiswa Indonesia dalam Peristiwa TRITURA (Sebuah Refleksi bagi Mahasiswa Genersai Milenial Masa Kini)

    • calendar_month Selasa, 10 Jan 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.176
    • 0Komentar

    Hari ini tanggal 10 Januari 57 tahun yang lalu, tepatnya tanggal 10 Januari 1966 terjadi sebuah peristiwa yang menunjukkan gigihnya para mahasiswa dalam berperan dalam mmeperjuangkan kepentinaan rakyat Indonesia. Perjuangan itu di kenal dengan TRITURA (Tiga Tuntutan Rakyat). Adapun isi tiga tuntutan tersebut, yaitu : Pembubaran PKI, Pembersihan Kabinet Dwikora dari unsur unsur yang terlibat […]

  • 2 Pemimpin Ini Bisa Jadi Contoh Politikus Daerah, Siapa Dia ?

    2 Pemimpin Ini Bisa Jadi Contoh Politikus Daerah, Siapa Dia ?

    • calendar_month Minggu, 29 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.409
    • 0Komentar

    HIRUK Pikuk Pilkada untuk memperebutkan kursi nomor satu di Sumsel memang sudah hampir satu tahun lebih berakhir. Saling adu gagasan, bahkan hujatan mewarnai kompetisi dimasing-masing kandidat. Namun, semua sudah berakhir membangun Provinsi Sumsel itu menjadi prioritas utama bagi yang menang menjadi nomor satu, yang kalah juga bisa membantu pemikirannya untuk membangun Sumsel dengan cara lain, […]

expand_less
WordPress Archive Tolkio - AI Virtual Assistance App Elementor Template Kit Tolkio - AI Virtual Assistance App Elementor Template Kit Tomahawk – Online Courses Elementor Template Kit Tombuild – Construction & Engineering WordPress Theme Tonda – Elegant Shop WordPress Theme Tooltip Elementor Addons Top Alert For WPBakery Page Builder Top Club – Sports Theme for WordPress Top Dog – All-in-One Elementor Blog & Magazine WordPress Theme Top Sliding Bar