Sabtu, 19 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » “1 dari Palembang, 4 Bocah Jenius Ini Bikin Dapur Kimia Dunia Ngebul! Otaknya Lebih Panas dari Reaksi Eksoterm, 90 Negara Hitung Ulang Rumus di UEA!”

“1 dari Palembang, 4 Bocah Jenius Ini Bikin Dapur Kimia Dunia Ngebul! Otaknya Lebih Panas dari Reaksi Eksoterm, 90 Negara Hitung Ulang Rumus di UEA!”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 19 Jul 2025
  • visibility 569
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

EMPAT bocah jenius dari Indonesia bikin dunia akademik tepok jidat!, di ajang International Chemistry Olympiad (IChO) ke-57 yang digelar di Dubai, Uni Emirat Arab, tim Indonesia pulang dengan kepala tegak dua medali Perak direbut  Muhammad Clerisyad Atthahirzi (SMA Al Wafi IBS Bogor) dan Sultan El Shirazy (SMA Negeri 17 Palembang), serta dua medali Perunggu dibawa pulang  Darren Mikael Chauhari (SMAS 1 Kristen BPK Penabur Jakarta) dan Bramantyo Abimanyu (SMA Labschool Kebayoran).

Empat orang siswa, empat medali, satu kebanggaan Nasional, kalau otak mereka diukur suhunya, mungkin udah lebih panas dari reaksi eksoterm!,he..he..salut dech!.bikin bangga juga orang tua dan keluarga…

Coba kita bengong dan merenung sejenak, dengan prestasi hebat empat anak SMA itu, rambut belum ubanan, tapi otaknya sudah kayak tabung reaksi penuh logika dan rumus molekul.

Mereka bukan cuma pinter ngitung mol atau hapal tabel periodik, tapi bisa bikin laboratorium Internasional bergetar.

Satu dari Palembang, tiga dari kota besar lainnya, tapi semangat mereka satu, bawa harum nama Indonesia. Ya, bukan cuma harum kayak rendang, tapi harum secara ilmiah.

Ajang IChO itu semacam Piala Dunia-nya anak kimia, diikuti 90 negara, total 354 siswa, dan yang bikin bangga anak-anak kita pulang bawa medali kayak pulang dari pasar bawa belanjaan diskon.

Namun bukan diskonan biasa ala kadarnya bro, mereka  hasil tempaan, latihan tiga tahap pembinaan intensif dari Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas). Gak ada jurus instan di sini, semua hasil kerja keras, keringat, dan mungkin sedikit air mata (plus kopi tanpa gula).

Kata Maria Veronica Irene Herdjiono, Kepala Puspresnas, ini adalah tim pertama yang dikirim ke ajang Internasional tahun ini. “Selamat kepada adik-adik atas torehan dua medali Perak dan dua medali Perunggu,” katanya, dan kami jawab dalam hati selamat juga Bu, anak didikan Ibu bikin dunia ngelirik kita lagi, bukan karena drama, tapi karena prestasi!.

Kalau prestasi mereka ber empat diibaratkan reaksi kimia, maka ini adalah reaksi kombinasi antara kecerdasan, ketekunan, dan semangat juang ala anak muda, kalau diramu jadi rumus Cerdas + Giat + Dibina Puspresnas = Medali Internasional. Wow keren!

Sultan El Shirazy, si anak Palembang yang tahun lalu juga berprestasi, sudah nyabet perunggu, kini naik level jadi perak. Itu kayak naik kasta dari prajurit jadi pendekar. Ia bilang, “Saya mengincar emas, tapi Alhamdulillah dapat perak,”, ini pernyataan yang bikin motivator insecure. Mental juara gitu loh. Kalah dikit, tapi tetap waras dan bersyukur.

Tim ini didampingi pembina dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Deana Wahyuningrum, Fainan Failamani, dan Rindia Maharani Putri, kata Bu Deana, “Persaingannya ketat, tapi anak-anak bisa bersaing dengan tim dari seluruh dunia”.

Nah, ini bukan sekadar lomba kimia, tapi juga adu mental baja, kalau soal hanya susah, bisa dipecahkan. Tapi kalau mental ciut, jangankan ion, hati pun bisa pecah.

Seperti pesan yang sering dikaitkan dengan Ki Hajar Dewantara, “Setiap orang menjadi guru, setiap rumah menjadi sekolah” (lihat: Pemikiran, Konsepsi, Keteladanan, dan Sikap Hidup Ki Hadjar Dewantara, Kemdikbud, 2013).

Empat bocah ini sudah jadi guru buat kita semua guru dalam semangat, guru dalam gigih belajar, dan guru dalam diam-diam menjaga nama baik negeri ini di panggung dunia.

Sama halnya ucapan legendaris Nelson Mandela, saat berpidato di Boston tahun 1990, “Education is the most powerful weapon which you can use to change the world”, katanya senjata mereka bukan peluru, tapi rumus dan eksperimen yang meledakkan kagum dunia, jadi maknanya reaksi kimia positif yang bikin nama Indonesia makin harum di laboratorium global.

Ledakan reaksi

Jadi, empat bocah ini tidak cuma membawa senjata itu ke ajang Olimpiade Kimia Internasional, mereka sudah meledakkan reaksi perubahan positif yang menggema sampai ke ruang-ruang rapat dunia.

Mereka bukan sekadar peserta lomba, mereka adalah simbol, simbol  di balik ruang-ruang kelas yang kadang bocor atapnya, di balik laboratorium sederhana yang sering kekurangan bahan praktikum, masih ada cahaya terang dari kecerdasan, kerja keras, dan semangat tak menyerah.

Mereka menunjukkan pada kita semua, pendidikan bukan cuma soal ijazah, tapi tentang keberanian menyalakan api pengetahuan di tengah keterbatasan.

Empat anak ini mungkin tidak viral di TikTok, tidak trending di Twitter, tidak mendadak selebgram, namun aksi mereka adalah bentuk influencer paling sejati, memengaruhi dunia lewat kerja nyata, bukan cuma konten 15 detik. Mereka memberi kita pelajaran diam-diam bahwa revolusi tak selalu butuh mikrofon, kadang cukup satu rumus yang benar, satu eksperimen yang berhasil, satu tim kecil yang kompak.

Kini, setelah dua perak dan dua perunggu berhasil mereka bawa pulang ke Indonesia, pertanyaannya bukan lagi “Hebat ya anak-anak ini”, Tapi apakah yang sudah kita lakukan sebagai bangsa untuk membesarkan mereka lebih banyak lagi?.

Jawabnya jangan sampai anak-anak jenius ini pulang, lalu menghadapi kenyataan bahwa Tanah Airnya sendiri belum siap memberi panggung lanjutan.

Jadi, buat kamu yang suka bilang, “Anak Indonesia jago cuma ngulek sambel!”, berpikirlah ulang!. Sekarang kita tahu, mereka juga jago ngaduk larutan, ngitung entalpi, dan bikin juri dari 90 negara melongo, karena semua ini dimulai dari meja belajar, bukan dari panggung TikTok.

 

 

Di negeri kita ini, kadang yang bikin heboh justru yang ikut sinetron azab, bukan yang bikin rumus kimia dunia terbalik. Yang ngetop malah yang nyanyi lipsync sambil joget, padahal anak-anak ini udah bikin 90 negara garuk-garuk kepala gara-gara eksperimen mereka.

 

Miris? Ya… makanya kita harus ubah algoritma tepuk tangan kita, mulai sekarang, kalau ada anak jenius kayak gini, jangan cuma dikasih piagam dan nasi kotak kasih, mereka akses, beasiswa, dan laboratorium, minimal AC-nya dingin dulu lah!.

 

Ingat !, negara ini dibangun bukan cuma dari orasi pejabat atau baliho pas kampanye, tapi dari tinta pena anak-anak jenius yang diam-diam mencoret-coret rumus di buku tulis mereka, sambari  ngelap ingus karena flu di ruang kelas yang kadan hanya ada kipas angin dan cuma muter ke kiri doang.  Jangan sampe mereka pindah ke luar negeri, terus kita baru bilang, “Itu loh dulu anak kita” Lah dulu anak, sekarang malah jadi menantu orang.

 

Jadi, buat para guru, orang tua, tetangga, sampe tukang ojek depan sekolah, mari rawat dan dukung para jenius ini. Jangan biarkan mereka tumbuh kayak rumput di trotoar kuat tapi diabaikan. Mereka ini bukan cuma masa depan, Bro, tapi senyawa aktif buat membentuk Indonesia yang lebih bermutu, bukan cuma bermutu dalam iklan sabun, tapi bermutu dalam makna sebenarnya.

 

Bravo anak-anak IChO 2025, dapur kimia kalian ngebul bukan karena gosong, tapi karena penuh ide dan semangat. Kalau nanti negara butuh formula baru buat masa depan, kalian lah bahan aktifnya!, seperti kata pepatah modern yang baru lahir tadi pagi. “Ilmu itu pelita, tapi kalau yang pegang anak-anak jenius kayak mereka, pelitanya bisa nyetrum 90 negara!”. he..he [***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diterapkan Mulai Hari Ini, PPKM Luar Jawa-Bali Diperpanjang 2 Minggu

    Diterapkan Mulai Hari Ini, PPKM Luar Jawa-Bali Diperpanjang 2 Minggu

    • calendar_month Selasa, 10 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 657
    • 0Komentar

    SEBAGIAN besar indikator utama dalam Penerapan PPKM Level 4 pada periode 3 s.d. 9 Agustus 2021, mengalami perbaikan dibandingkan PPKM periode sebelumnya, antara lain terlihat dari penurunan jumlah rata-rata Kasus Konfirmasi Harian (turun dari 37.037 menjadi 31.991 kasus), tingkat Kasus Aktif (16,41% menjadi 13,88%), penurunan rata-rata jumlah Kematian Harian (1.752 menjadi 1.611), peningkatan jumlah Kesembuhan […]

  • Bergenre Dangdut &Dinyanyikan Wika Salim,Lagu “Bersama Garuda’ untuk Timnas Resmi Diluncurkan

    Bergenre Dangdut &Dinyanyikan Wika Salim,Lagu “Bersama Garuda’ untuk Timnas Resmi Diluncurkan

    • calendar_month Kamis, 28 Sep 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.504
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, PSSI secara resmi mengenalkan lagu berjudul ‘Bersama Garuda’ untuk timnas Indonesia, Menariknya, lagu ini bergenre dangdut dan dinyanyikan oleh Wika Salim.Dalam acara PSSI Partner Summit sekaligus signing ceremony dengan sponsor-sponsor yang digelar Rabu (27/9) malam di Hotel JW Marriot Jakarta. Dipilihnya lagu beraliran dangdut ini Erick Thohir mengatakan, “Kita pilih dangdut, kenapa tidak? Kita […]

  • Pemprov Sumsel Keluarkan Program BBNKB Penyerahan Kedua & Seterusnya Khusus Mutasi Masuk Luar Provinsi serta Penghapusan Sanksi Adminitrasi berupa Denda dan Bunga PKB & BBNKB tahun 2022

    Pemprov Sumsel Keluarkan Program BBNKB Penyerahan Kedua & Seterusnya Khusus Mutasi Masuk Luar Provinsi serta Penghapusan Sanksi Adminitrasi berupa Denda dan Bunga PKB & BBNKB tahun 2022

    • calendar_month Kamis, 28 Jul 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 826
    • 0Komentar

    Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sumsel kembali memberikan keringanan bagi para pemilik kendaraan roda dua dan roda empat melalui program Pembebasan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) Penyerahan Kedua dan Seterusnya Khusus Mutasi Masuk Luar Provinsi serta Penghapusan Sanksi Adminitrasi berupa Denda dan Bunga PKB dan BBNKB tahun 2022. […]

  • Tinjau Kerusakan Gelora Sriwijaya Jakabaring, Alex Kecewa dan Kesal, Oknumnya Harus di Usut Tuntas

    Tinjau Kerusakan Gelora Sriwijaya Jakabaring, Alex Kecewa dan Kesal, Oknumnya Harus di Usut Tuntas

    • calendar_month Senin, 23 Jul 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 768
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Gubernur Sumsel Alex Noerdin meninjau kerusakan tribun Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Senin (23/7/2018). Dalam kunjungan tersebut  terlihat orang nomor satu di Sumsel tersebut merasa kecewa, sedih dan kesal, pasalnya Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang tersebut akan digunakan untuk even Olahraga Asian Games, pada Agustus mendatang. “Saya sangat kecewa karena sikap ketidakdewasaan segilintir oknum […]

  • Wow, 11 Ribu Talenta Bakal Disaring di Perusahaan BUMN, Berminat ?

    Wow, 11 Ribu Talenta Bakal Disaring di Perusahaan BUMN, Berminat ?

    • calendar_month Minggu, 10 Mar 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.549
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Jakarta – Perusahaan BUMN di Indonesia tengah mencari talenta-talenta muda untuk bergabung mengisi job di BUMN, mungkin ada berminat coba baca ini. 110 perusahaan BUMN butuh karyawan yang energik, hal itu diungkapkan Menteri BUMN Rini Soemarno mengutip Liputan 6, minggu. Ada total 110 dari 143 perusahaan BUMN yang ikut dalam perekrutan ini. Posisi yang dibuka pun ada 9.000 posisi […]

  • Jokowi Tak Mau Bernasib Seperti Hillary Clinton

    Jokowi Tak Mau Bernasib Seperti Hillary Clinton

    • calendar_month Minggu, 25 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 929
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID,PALEMBANG -Calon Presiden RI Joko Widodo mengingatkan pendukungnya agar waspada dan belajar dari fenomena kemenangan Donald Trump mengalahkan Hillary Clinton dalam pemilu di AS. “Kalau kita lihat Hillary Clinton dengan Donald Trump, semua survei Hillary menang, tidak ada satu pun survei, Donald Trump yang kalah. Terus akhirnya apa, kejadiannya apa, Hillary kalah Trump menang,” kata […]

expand_less
WordPress Archive Tailoress – Tailor Service & Made Elementor Template Kit Takei – News & Magazine Template Kit Takorent – Food Trucking WordPress Theme Taleem – Online Education Elementor Template Kit Talents – Model Agency WordPress CMS Theme Talk & Action – Colorful Digital Agency Elementor Template Kit Talker – Page to Speech Plugin for WordPress Talking Minds – Psychotherapist WordPress Theme Tallinn – Business and Consultancy WordPress Theme Tamarind Restaurant Theme for WordPress