Sabtu, 17 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » “1 dari Palembang, 4 Bocah Jenius Ini Bikin Dapur Kimia Dunia Ngebul! Otaknya Lebih Panas dari Reaksi Eksoterm, 90 Negara Hitung Ulang Rumus di UEA!”

“1 dari Palembang, 4 Bocah Jenius Ini Bikin Dapur Kimia Dunia Ngebul! Otaknya Lebih Panas dari Reaksi Eksoterm, 90 Negara Hitung Ulang Rumus di UEA!”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 19 Jul 2025
  • visibility 583
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

EMPAT bocah jenius dari Indonesia bikin dunia akademik tepok jidat!, di ajang International Chemistry Olympiad (IChO) ke-57 yang digelar di Dubai, Uni Emirat Arab, tim Indonesia pulang dengan kepala tegak dua medali Perak direbut  Muhammad Clerisyad Atthahirzi (SMA Al Wafi IBS Bogor) dan Sultan El Shirazy (SMA Negeri 17 Palembang), serta dua medali Perunggu dibawa pulang  Darren Mikael Chauhari (SMAS 1 Kristen BPK Penabur Jakarta) dan Bramantyo Abimanyu (SMA Labschool Kebayoran).

Empat orang siswa, empat medali, satu kebanggaan Nasional, kalau otak mereka diukur suhunya, mungkin udah lebih panas dari reaksi eksoterm!,he..he..salut dech!.bikin bangga juga orang tua dan keluarga…

Coba kita bengong dan merenung sejenak, dengan prestasi hebat empat anak SMA itu, rambut belum ubanan, tapi otaknya sudah kayak tabung reaksi penuh logika dan rumus molekul.

Mereka bukan cuma pinter ngitung mol atau hapal tabel periodik, tapi bisa bikin laboratorium Internasional bergetar.

Satu dari Palembang, tiga dari kota besar lainnya, tapi semangat mereka satu, bawa harum nama Indonesia. Ya, bukan cuma harum kayak rendang, tapi harum secara ilmiah.

Ajang IChO itu semacam Piala Dunia-nya anak kimia, diikuti 90 negara, total 354 siswa, dan yang bikin bangga anak-anak kita pulang bawa medali kayak pulang dari pasar bawa belanjaan diskon.

Namun bukan diskonan biasa ala kadarnya bro, mereka  hasil tempaan, latihan tiga tahap pembinaan intensif dari Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas). Gak ada jurus instan di sini, semua hasil kerja keras, keringat, dan mungkin sedikit air mata (plus kopi tanpa gula).

Kata Maria Veronica Irene Herdjiono, Kepala Puspresnas, ini adalah tim pertama yang dikirim ke ajang Internasional tahun ini. “Selamat kepada adik-adik atas torehan dua medali Perak dan dua medali Perunggu,” katanya, dan kami jawab dalam hati selamat juga Bu, anak didikan Ibu bikin dunia ngelirik kita lagi, bukan karena drama, tapi karena prestasi!.

Kalau prestasi mereka ber empat diibaratkan reaksi kimia, maka ini adalah reaksi kombinasi antara kecerdasan, ketekunan, dan semangat juang ala anak muda, kalau diramu jadi rumus Cerdas + Giat + Dibina Puspresnas = Medali Internasional. Wow keren!

Sultan El Shirazy, si anak Palembang yang tahun lalu juga berprestasi, sudah nyabet perunggu, kini naik level jadi perak. Itu kayak naik kasta dari prajurit jadi pendekar. Ia bilang, “Saya mengincar emas, tapi Alhamdulillah dapat perak,”, ini pernyataan yang bikin motivator insecure. Mental juara gitu loh. Kalah dikit, tapi tetap waras dan bersyukur.

Tim ini didampingi pembina dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Deana Wahyuningrum, Fainan Failamani, dan Rindia Maharani Putri, kata Bu Deana, “Persaingannya ketat, tapi anak-anak bisa bersaing dengan tim dari seluruh dunia”.

Nah, ini bukan sekadar lomba kimia, tapi juga adu mental baja, kalau soal hanya susah, bisa dipecahkan. Tapi kalau mental ciut, jangankan ion, hati pun bisa pecah.

Seperti pesan yang sering dikaitkan dengan Ki Hajar Dewantara, “Setiap orang menjadi guru, setiap rumah menjadi sekolah” (lihat: Pemikiran, Konsepsi, Keteladanan, dan Sikap Hidup Ki Hadjar Dewantara, Kemdikbud, 2013).

Empat bocah ini sudah jadi guru buat kita semua guru dalam semangat, guru dalam gigih belajar, dan guru dalam diam-diam menjaga nama baik negeri ini di panggung dunia.

Sama halnya ucapan legendaris Nelson Mandela, saat berpidato di Boston tahun 1990, “Education is the most powerful weapon which you can use to change the world”, katanya senjata mereka bukan peluru, tapi rumus dan eksperimen yang meledakkan kagum dunia, jadi maknanya reaksi kimia positif yang bikin nama Indonesia makin harum di laboratorium global.

Ledakan reaksi

Jadi, empat bocah ini tidak cuma membawa senjata itu ke ajang Olimpiade Kimia Internasional, mereka sudah meledakkan reaksi perubahan positif yang menggema sampai ke ruang-ruang rapat dunia.

Mereka bukan sekadar peserta lomba, mereka adalah simbol, simbol  di balik ruang-ruang kelas yang kadang bocor atapnya, di balik laboratorium sederhana yang sering kekurangan bahan praktikum, masih ada cahaya terang dari kecerdasan, kerja keras, dan semangat tak menyerah.

Mereka menunjukkan pada kita semua, pendidikan bukan cuma soal ijazah, tapi tentang keberanian menyalakan api pengetahuan di tengah keterbatasan.

Empat anak ini mungkin tidak viral di TikTok, tidak trending di Twitter, tidak mendadak selebgram, namun aksi mereka adalah bentuk influencer paling sejati, memengaruhi dunia lewat kerja nyata, bukan cuma konten 15 detik. Mereka memberi kita pelajaran diam-diam bahwa revolusi tak selalu butuh mikrofon, kadang cukup satu rumus yang benar, satu eksperimen yang berhasil, satu tim kecil yang kompak.

Kini, setelah dua perak dan dua perunggu berhasil mereka bawa pulang ke Indonesia, pertanyaannya bukan lagi “Hebat ya anak-anak ini”, Tapi apakah yang sudah kita lakukan sebagai bangsa untuk membesarkan mereka lebih banyak lagi?.

Jawabnya jangan sampai anak-anak jenius ini pulang, lalu menghadapi kenyataan bahwa Tanah Airnya sendiri belum siap memberi panggung lanjutan.

Jadi, buat kamu yang suka bilang, “Anak Indonesia jago cuma ngulek sambel!”, berpikirlah ulang!. Sekarang kita tahu, mereka juga jago ngaduk larutan, ngitung entalpi, dan bikin juri dari 90 negara melongo, karena semua ini dimulai dari meja belajar, bukan dari panggung TikTok.

 

 

Di negeri kita ini, kadang yang bikin heboh justru yang ikut sinetron azab, bukan yang bikin rumus kimia dunia terbalik. Yang ngetop malah yang nyanyi lipsync sambil joget, padahal anak-anak ini udah bikin 90 negara garuk-garuk kepala gara-gara eksperimen mereka.

 

Miris? Ya… makanya kita harus ubah algoritma tepuk tangan kita, mulai sekarang, kalau ada anak jenius kayak gini, jangan cuma dikasih piagam dan nasi kotak kasih, mereka akses, beasiswa, dan laboratorium, minimal AC-nya dingin dulu lah!.

 

Ingat !, negara ini dibangun bukan cuma dari orasi pejabat atau baliho pas kampanye, tapi dari tinta pena anak-anak jenius yang diam-diam mencoret-coret rumus di buku tulis mereka, sambari  ngelap ingus karena flu di ruang kelas yang kadan hanya ada kipas angin dan cuma muter ke kiri doang.  Jangan sampe mereka pindah ke luar negeri, terus kita baru bilang, “Itu loh dulu anak kita” Lah dulu anak, sekarang malah jadi menantu orang.

 

Jadi, buat para guru, orang tua, tetangga, sampe tukang ojek depan sekolah, mari rawat dan dukung para jenius ini. Jangan biarkan mereka tumbuh kayak rumput di trotoar kuat tapi diabaikan. Mereka ini bukan cuma masa depan, Bro, tapi senyawa aktif buat membentuk Indonesia yang lebih bermutu, bukan cuma bermutu dalam iklan sabun, tapi bermutu dalam makna sebenarnya.

 

Bravo anak-anak IChO 2025, dapur kimia kalian ngebul bukan karena gosong, tapi karena penuh ide dan semangat. Kalau nanti negara butuh formula baru buat masa depan, kalian lah bahan aktifnya!, seperti kata pepatah modern yang baru lahir tadi pagi. “Ilmu itu pelita, tapi kalau yang pegang anak-anak jenius kayak mereka, pelitanya bisa nyetrum 90 negara!”. he..he [***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • sfc-sarimuda

    Tiga Kelompok Suporter SFC Antusias Sambut Sarimuda

    • calendar_month Selasa, 5 Sep 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.569
    • 0Komentar

    Kelompok suporter yang memadati Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) saat laga Sriwijaya FC kontra Persib Bandung, Senin (4/9) malam, mendapat suntikan moral tambahan dengan kehadiran Ir. H. Sarimuda, MT yang berbaur dengan supporter Laskar Wong Kito.

  • 4  Kelompok Sadar Wisata di Muba Dikukuhkan

    4  Kelompok Sadar Wisata di Muba Dikukuhkan

    • calendar_month Minggu, 20 Agt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.137
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Fashion show di festival bongen Fest Merdeka mengundang gelak tawa ribuan masyarakat Musi Banyuasin, bahkan tak terkecuali orang nomor satu di Kabupaten Muba, ketika melihat gerakan dan gaya lucu anak-anak berjalan di depan para penonton hingga dapat saweran dari Pj Bupati H Apriyadi Mahmud. Tingkah lucu anak-anak fashion show ini mewarnai kemeriahan Fashion […]

  • Ramadan OKI Fest 2025 : Puasa Tetap Khusyuk, Ngaji Dapet, Jajan Asyik & Hiburan Tetap Syahdu

    Ramadan OKI Fest 2025 : Puasa Tetap Khusyuk, Ngaji Dapet, Jajan Asyik & Hiburan Tetap Syahdu

    • calendar_month Sabtu, 22 Mar 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.097
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Puasa-puasa pengennya santai, tapi bosan kalau cuma rebahan? Mau jajan, tapi takut dompet nangis? Mau cari hiburan, tapi takut kepleset dosa? Nah, warga OKI nggak perlu bingung lagi, karena Ramadan OKI Fest 2025 siap nemenin ngabuburit lo biar makin asyik, seru, dan tentunya berkah! Digelar di Taman Kuliner Kayuagung dari 20-26 Maret 2025, […]

  • Cerita Mariani ASN Muba yang Mengabdi 37 Tahun di Sekretariat DPRD Muba, Nah Ini Katanya…

    Cerita Mariani ASN Muba yang Mengabdi 37 Tahun di Sekretariat DPRD Muba, Nah Ini Katanya…

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.031
    • 0Komentar

    GENAP 37 tahun mengabdi di Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin, bukan waktu yang sebentar bagi Mariani (57) ASN yang bekerja di Sekretariat DPRD Muba. Sejak awal diangkat PNS oleh Bupati Ir Alex Noerdin SH MM pada 2006 lalu melalui Peraturan Presiden Nomor 48 Tahun 2005 Tentang Pengangkatan Tenaga Honorer Menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil, kini di […]

  • Dilaksanakan Secara Santai, Gubernur Sumsel Hadiri  Silaturahmi Kebangsaan 

    Dilaksanakan Secara Santai, Gubernur Sumsel Hadiri  Silaturahmi Kebangsaan 

    • calendar_month Minggu, 11 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 796
    • 0Komentar

    GUBERNUR Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru hadir langsung dalam silaturahmi kebangsaan yang dilaksanakan  Partai Politik (Parpol) bersama  Forkopimda Sumsel yang  dipusatkan di kolam Pemancingan Danau Telok Putih Ponpea  Raudhatul Ulum Sakatiga Indra Laya Kabupaten Ogan Ilir (OI), Sabtu (10/7/21). Silahturahmi kebangsaan ini digelar dengan penerapan prokes yang ketat. suasana  santai dan penuh keakraban nampak […]

  • Dekan Fisip UIN Raden Fatah :  Beragama Harus Seimbang dan Proporsional

    Dekan Fisip UIN Raden Fatah : Beragama Harus Seimbang dan Proporsional

    • calendar_month Rabu, 16 Nov 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.030
    • 0Komentar

    Sebagai upaya mendukung program moderasi agama yang disosialisasikan oleh pemerintah dalam hal ini kementerian agama, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang menggelar diskusi moderasi agama untuk Tenaga Pendidik dan Kependidikan di Ruang Sidang Rafat Tower lantai 4, Rabu(16/11/2022). Dalam diskusi ini Prof.Dr. H. Izomiddin sebagai Narasumber menyampaikan poin poin […]

expand_less
WordPress Archive Tailoress – Tailor Service & Made Elementor Template Kit Takei – News & Magazine Template Kit Takorent – Food Trucking WordPress Theme Taleem – Online Education Elementor Template Kit Talents – Model Agency WordPress CMS Theme Talk & Action – Colorful Digital Agency Elementor Template Kit Talker – Page to Speech Plugin for WordPress Talking Minds – Psychotherapist WordPress Theme Tallinn – Business and Consultancy WordPress Theme Tamarind Restaurant Theme for WordPress