Minggu, 20 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » “Ngaji Fasolatan, Dari Wudu ke Surga, Tak Perlu ke Pesantren, Cukup ke Teras Masjid!”

“Ngaji Fasolatan, Dari Wudu ke Surga, Tak Perlu ke Pesantren, Cukup ke Teras Masjid!”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 8 Agt 2025
  • visibility 761
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

“Pak Ustaz, wudu itu yang gosok telinga dulu atau kumur-kumur dulu ya?”
“Salat tahajud bisa pakai sarung bola nggak?”
“Kalau jadi makmum tapi lebih hafal dari imam, boleh koreksi pakai nada pentatonik?”

ITULAH pertanyaan-pertanyaan rakyat jelata yang sering beredar di grup WhatsApp keluarga, disisipkan di antara foto anak pakai seragam sekolah dan broadcast diskon minyak goreng. Dan ternyata, pertanyaan-pertanyaan itu bukan cuma bercanda. Itu realita, banyak di antara kita yang sudah dewasa, dompet sudah dompet digital, tapi salat masih pakai ilmu kira-kira.

Tenang, kementerian Agama RI tidak tinggal diam. Melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, mereka turun gunung, bukan bawa jurus silat, tapi bawa Fasolatan program ngaji salat dari A sampai Z, dari wudu sampai salam, dari niat sampai jadi imam.

Bertempat di Jakarta, 7–9 Agustus 2025, disusunlah kurikulum, silabus, dan modul Ngaji Fasolatan melalui acara yang namanya FGD. Jangan salah, FGD bukan singkatan dari “Forum Guyon Dikit”, meskipun suasananya katanya hangat dan banyak tawa. Tapi ini Focus Group Discussion, isinya para akademisi, ustaz, praktisi pendidikan, dan wakil PBNU. Serius, tapi santai. Ibarat diskusi salat sambil ngopi.

“Fasolatan ini bukan modul biasa,” kata Pak Arsad Hidayat, Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, dengan wajah penuh semangat dan napas yang tak putus meski baru naik tangga.

Menurut beliau, modul ini hadir karena banyak orang tua yang ingin belajar salat, tapi bingung harus mulai dari mana. Madrasah jauh, pesantren sibuk, dan YouTube isinya malah debat hukumnya pakai kaus kaki. Nah, Fasolatan akan menjadi GPS spiritual menunjukkan arah, tanpa buffering.

Modul ini tidak hanya ngajarin gerakan yang biasanya bikin orang grogi kalau salat di masjid pakai imam senior. Tapi juga diajarkan hikmah, makna, dan etika salat. Jadi, bukan hanya paham cara rukuk, tapi juga paham kenapa jangan sikut orang di sajadah sebelah.

“Salat itu harusnya membentuk akhlak. Kalau rajin salat tapi masih nyinyir dan suka parkir sembarangan, itu salatnya mungkin baru sampai lutut,” ujar Pak Arsad dengan gaya analogi khas bapak-bapak pengisi kultum.

Bukunya akan dibuat sederhana, kontekstual, dan bersahabat dengan generasi rebahan, jadi bisa dipahami baik oleh Pak RT, emak-emak senam, sampai anak SMA yang salatnya masih tergantung sinyal iman.

Setelah modul jadi, 100 fasilitator Fasolatan akan dibekali melalui coaching nasional bulan September nanti. Ini bukan pelatihan biasa. Ini pelatihan orang yang kelak akan jadi penunjuk arah kayak Google Maps, tapi khusus urusan salat.

Pelaksanaannya akan dikawal bersama BKM dan LTM (bukan singkatan boyband, tapi Badan Kesejahteraan Masjid dan Lembaga Takmir Masjid). Tujuannya satu modul ini jangan cuma disimpan di folder laptop, tapi hidup dan menyapa masyarakat.

Kita hidup di zaman yang serba cepat. Tapi jangan sampai cepat-cepat juga dalam urusan ibadah. Salat itu ibarat charger rohani, tapi banyak orang pakai kabelnya bolong, akhirnya lowbat akhlak.

Ngaji Fasolatan ini seperti mie instan rohani cepat diseduh, tapi gizinya cukup. Tentu kalau dijalani dengan hati. Kita diajak kembali ke dasar, bukan karena kita bodoh, tapi karena kita sadar yang kuat itu bukan yang tahu banyak, tapi yang tahu dasar dan menjalankannya.

Salat itu bukan ritual basa-basi. Tapi pengingat arah hidup. Kalau dunia ini panggung sandiwara, salat itu gladi bersih sebelum pulang. Jangan sampai hidup heboh, tapi salatmu cuma hembusan.

Program Fasolatan ini layaknya juru selamat dari generasi “salat modal hafalan TK.” Sekarang, tak ada alasan lagi. Mau belajar salat? Tak perlu antre pondok. Cukup buka Fasolatan, bismillah, dan praktik di teras rumah.

Dan ingat, kata pepatah “Yang tidak salat, bukan hanya kehilangan pahala, tapi juga kehilangan arah saat semesta makin banyak jebakan batmannya.”

Jadi, siap belajar salat dengan gaya Fasolatan?.Yang penting niat, gerakan bisa ikut modul, jangan dibalik.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Samsung: Konsumen Dapat Bersiap untuk Menikmati wow factor yang Tak Tertandingi

    Samsung: Konsumen Dapat Bersiap untuk Menikmati wow factor yang Tak Tertandingi

    • calendar_month Rabu, 5 Apr 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 614
    • 0Komentar

        Sumselterkini.co.id, – “Di Samsung, kami memahami bahwa teknologi harus bisa memberdayakan dan mendukung kehidupan manusia, bukan mempersulit mereka,” kata Jong-Hee (JH) Han, Vice Chairman, CEO & Head of DX (Device eXperience), Samsung Electronics. “Dengan memilih Samsung, konsumen dapat bersiap untuk menikmati wow factor yang tak tertandingi, sembari berpartisipasi dalam praktik sadar lingkungan untuk masa depan […]

  • Pasar 16 & PKB Semoga Nggak Cuma Ciamik, Tapi Juga Anti-Ribet!

    Pasar 16 & PKB Semoga Nggak Cuma Ciamik, Tapi Juga Anti-Ribet!

    • calendar_month Rabu, 23 Apr 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 507
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- Palembang, kota yang dikenal dengan kekayaan sejarah dan kuliner lezatnya, kini tengah mengatur langkah serius dalam menciptakan wajah baru. Seperti seorang ratu yang hendak mengikuti kontes kecantikan, wajah Palembang kini sedang disempurnakan dengan rencana penataan Pasar 16 Ilir dan Benteng Kuto Besak (BKB). Sekilas, kedengarannya seperti proyek besar yang penuh perencanaan, namun sesungguhnya, ini […]

  • HUT TNI ke 75, Berharapkan TNI Tingkatkan Kontribusi  Bidang Ketahanan Pangan

    HUT TNI ke 75, Berharapkan TNI Tingkatkan Kontribusi  Bidang Ketahanan Pangan

    • calendar_month Senin, 5 Okt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 830
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H Herman Deru mengajak  TNI di jajaran Kodam II/ Sriwijaya  untuk terlibat secara langsung dalam menjaga  ketahanan pangan Sumsel. Kontribusi TNI yang sudah berjalan selama ini dianggapnya begitu penting utamanya dalam mengajak  petani melakukan upaya inovasi dibidang dunia pertanian. “Menjaga ketahanan pangan di Sumsel juga menjadi salah tugas TNI. Kontribusi itu harus juga […]

  • Hadiri HUT ke-75 Musi Rawas, Begini Pesan Alex

    Hadiri HUT ke-75 Musi Rawas, Begini Pesan Alex

    • calendar_month Selasa, 24 Apr 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.023
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Palembang – Musi Rawas – Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin menghadiri peringatan hari jadi ke-75 Kabupaten Musi Rawas yang ditandai dengan rapat Paripurna Istimewa di ruang rapat Paripurna DPRD Kabupaten Musi Rawas, Selasa (24/4/2018). Rapat Paripurna dipimpin langsung Ketua DPRD Kabupaten Musi Rawas, Yudi Fratama. Tampak hadir dalam kesempatan ini, Kapolda Sumsel, Irjen Pol […]

  • Kabar Gembira, Arab Saudi Buka Kembali Umrah Bagi Jamaah Asal Indonesia

    Kabar Gembira, Arab Saudi Buka Kembali Umrah Bagi Jamaah Asal Indonesia

    • calendar_month Minggu, 10 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 786
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Arab Saudi, melalui nota diplomatik Kedutaan Besar di Jakarta menyatakan bahwa pelaksanaan umrah bagi jamaah dari Indonesia kembali dibuka. Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi melalui keterangan tertulis, Sabtu (9/10/2021). “Kedutaan telah menerima informasi dari pihak berkompeten di Kerajaan Saudi Arabia perihal pengaturan dimulainya kembali pelaksanaan umrah bagi jamaah umrah […]

  • ‘Kuyung’ Mando Bawa Kemenangan U-16 Gothia Cup di China

    ‘Kuyung’ Mando Bawa Kemenangan U-16 Gothia Cup di China

    • calendar_month Sabtu, 17 Agt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 890
    • 0Komentar

    “Alhamdulillah bisa mewakili Indonesia untuk ikut kejuaraan Gothia Cup China, dan sebagai putera daerah Muba saya bangga atlet Muba bisa turut berkontribusi,”

expand_less
WordPress Archive Loginstyle – WordPress Login Page Styler Logiscargo – Logistics and Cargo WordPress Theme Logisco – Logistics & Transportation WordPress LogisFare – Transport & Logistics WordPress Theme Logistic Business – Transport & Trucking Logistics WordPress Theme Logistic - WP Theme For Transportation Business LogisticsHub – Logistics and Transportation WordPress Theme Logistify – Transportation & Logistics WordPress Theme Logo Showcase for Cornerstone Logo Showcase for Elementor WordPress Plugin