80 Siswa SRT 31 Palembang Tinggalkan Rumah, Ini yang Menanti di Sekolah Rakyat OKI
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 2 menit yang lalu
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto :ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Sebanyak 80 siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 31 Palembang mulai meninggalkan rumah untuk menjalani babak baru pendidikan mereka. Minggu (9/8), para siswa bersama orang tua, guru, dan pendamping diberangkatkan menuju Sekolah Rakyat Permanen di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).
Keberangkatan itu menjadi awal bagi para siswa untuk mengikuti pendidikan dengan sistem berasrama. Mereka akan lebih dulu menjalani Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sebelum mengikuti aktivitas pendidikan secara penuh di lingkungan sekolah.
Sekretaris Daerah (Sekda) Sumatera Selatan Edward Candra mengatakan kehidupan di asrama akan menghadirkan pola keseharian yang berbeda bagi para siswa. Mereka tidak hanya dituntut mengikuti kegiatan belajar, tetapi juga belajar beradaptasi, membangun hubungan dengan teman, serta menjalankan kedisiplinan.
Menurut Edward, kedisiplinan menjadi salah satu modal penting selama siswa menempuh pendidikan di sekolah berasrama. Karena itu, ia meminta para siswa aktif berinteraksi dan menghormati guru selama berada di lingkungan sekolah.
“Jaga kedisiplinan, saling menjaga dan saling mendukung satu sama lain selama menjalani pendidikan,” pesan Edward saat melepas keberangkatan rombongan, Minggu (9/8).
Pemerintah, lanjut dia, telah menyiapkan kebutuhan utama siswa selama mengikuti program tersebut. Mulai dari sarana dan prasarana pendidikan, tempat tinggal di asrama hingga konsumsi disediakan agar siswa dapat lebih fokus mengikuti proses belajar.
Namun, kehidupan di asrama bukan hanya soal fasilitas. Para pendamping juga memiliki peran penting dalam membentuk siswa selama berada jauh dari rumah. Edward meminta pendamping tidak hanya memperhatikan perkembangan akademik, tetapi ikut membangun kecerdasan spiritual dan emosional anak.
Disamping itu, keberangkatan menuju asrama juga menjadi perubahan besar bagi keluarga. Anak-anak yang sebelumnya menjalani keseharian bersama orang tua kini harus beradaptasi dengan lingkungan baru dan rutinitas yang lebih teratur.
Edward meminta orang tua tidak melihat sistem pendidikan berasrama sebagai upaya menjauhkan anak dari keluarga. Menurutnya, program tersebut justru diarahkan untuk memberi ruang bagi anak agar berkembang dan memiliki bekal yang lebih baik untuk masa depan.
“Program ini bukan untuk memisahkan keluarga, melainkan mendekatkan anak pada masa depan yang lebih cerah,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan para siswa agar tidak menyia-nyiakan kesempatan yang mereka dapatkan. Kesungguhan mengikuti pendidikan, menjaga sikap, dan memanfaatkan fasilitas yang tersedia dinilai menjadi bagian penting dari perjalanan mereka di Sekolah Rakyat.
Mewakili Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru dan Wakil Gubernur Cik Ujang, Edward menitipkan pesan agar para siswa belajar dengan sungguh-sungguh dan menjaga nama baik keluarga maupun daerah.
Bagi Pemprov Sumsel, keberangkatan 80 siswa ini juga menjadi bagian dari upaya pengembangan Sekolah Rakyat ke depan. Pemerintah provinsi berencana memperluas keberadaan program tersebut hingga menjangkau kabupaten dan kota di Sumatera Selatan.
Dengan dimulainya pendidikan berasrama di OKI, para siswa SRT 31 Palembang kini memasuki fase yang berbeda. Mereka bukan hanya membawa perlengkapan untuk tinggal di asrama, tetapi juga membawa harapan orang tua untuk melihat mereka tumbuh lebih mandiri, disiplin, dan siap menghadapi masa depan. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
