Minggu, 1 Nov 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Mendikbud Luncurkan Empat Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka 

Mendikbud Luncurkan Empat Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka 

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 25 Jan 2020
  • visibility 842
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MENTERI Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim kembali meluncurkan kebijakan Merdeka Belajar. Diberi tajuk Kampus Merdeka, kali ini, terdapat empat penyesuaian kebijakan di lingkup pendidikan tinggi.

“Kebijakan Kampus Merdeka ini merupakan kelanjutan dari konsep Merdeka Belajar. Pelaksanaannya paling memungkinkan untuk segera dilangsungkan, hanya mengubah peraturan menteri, tidak sampai mengubah Peraturan Pemerintah ataupun Undang-Undang,” disampaikan Mendikbud dalam rapat koordinasi kebijakan pendidikan tinggi di Gedung D kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Jumat (24/1/2020).

Kebijakan pertama adalah otonomi bagi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Swasta (PTS) untuk melakukan pembukaan atau pendirian program studi (prodi) baru. Otonomi ini diberikan jika PTN dan PTS tersebut memiliki akreditasi A dan B, dan telah melakukan kerja sama dengan organisasi dan/atau universitas yang masuk dalam QS Top 100 World Universities. Pengecualian berlaku untuk prodi kesehatan dan pendidikan. Ditambahkan oleh Mendikbud, “Seluruh prodi baru akan otomatis mendapatkan akreditasi C”.

Lebih lanjut, Mendikbud menjelaskan bahwa kerja sama dengan organisasi akan mencakup penyusunan kurikulum, praktik kerja atau magang, dan penempatan kerja bagi para mahasiswa. Kemudian Kemendikbud akan bekerja sama dengan perguruan tinggi dan mitra prodi untuk melakukan pengawasan. “Tracer study wajib dilakukan setiap tahun. Perguruan tinggi wajib memastikan hal ini diterapkan,” ujar Menteri Nadiem.

Kebijakan Kampus Merdeka yang kedua adalah program re-akreditasi yang bersifat otomatis untuk seluruh peringkat dan bersifat sukarela bagi perguruan tinggi dan prodi yang sudah siap naik peringkat. Mendatang, akreditasi yang sudah ditetapkan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) tetap berlaku selama 5 tahun namun akan diperbaharui secara otomatis.

“Pengajuan re-akreditasi PT dan prodi dibatasi paling cepat 2 tahun setelah mendapatkan akreditasi yang terakhir kali. Untuk perguruan tinggi yang berakreditasi B dan C bisa mengajukan peningkatan akreditasi kapanpun,” tutur Mendikbud.

“Nanti, Akreditasi A pun akan diberikan kepada perguruan tinggi yang berhasil mendapatkan akreditasi internasional. Daftar akreditasi internasional yang diakui akan ditetapkan dengan Keputusan Menteri,” tambahnya.

Evaluasi akreditasi akan dilakukan BAN-PT jika ditemukan penurunan kualitas yang meliputi pengaduan masyarakat dengan disertai bukti yang konkret, serta penurunan tajam jumlah mahasiswa baru yang mendaftar dan lulus dari prodi ataupun perguruan tinggi.

Kebijakan Kampus Merdeka yang ketiga terkait kebebasan bagi PTN Badan Layanan Umum (BLU) dan Satuan Kerja (Satker) untuk menjadi PTN Badan Hukum (PTN BH). Kemendikbud akan mempermudah persyaratan PTN BLU dan Satker untuk menjadi PTN BH tanpa terikat status akreditasi.

Sementara itu, kebijakan Kampus Merdeka yang keempat akan memberikan hak kepada mahasiswa untuk mengambil mata kuliah di luar prodi dan melakukan perubahan definisi Satuan Kredit Semester (sks). “Perguruan tinggi wajib memberikan hak bagi mahasiswa untuk secara sukarela, jadi mahasiswa boleh mengambil ataupun tidak sks di luar kampusnya sebanyak dua semester atau setara dengan 40 sks. Ditambah, mahasiswa juga dapat mengambil sks di prodi lain di dalam kampusnya sebanyak satu semester dari total semester yang harus ditempuh. Ini tidak berlaku untuk prodi kesehatan,” paparnya.

Disisi lain, saat ini bobot sks untuk kegiatan pembelajaran di luar kelas sangat kecil dan tidak mendorong mahasiswa untuk mencari pengalaman baru, terlebih di banyak kampus, pertukaran pelajar atau praktik kerja justru menunda kelulusan mahasiswa.

Lebih lanjut, Mendikbud menjelaskan terdapat perubahan pengertian mengenai sks. Setiap sks diartikan sebagai ‘jam kegiatan’, bukan lagi ‘jam belajar’. Kegiatan di sini berarti belajar di kelas, magang atau praktik kerja di industri atau organisasi, pertukaran pelajar, pengabdian masyarakat, wirausaha, riset, studi independen, maupun kegiatan mengajar di daerah terpencil.

“Setiap kegiatan yang dipilih mahasiswa harus dibimbing oleh seorang dosen yang ditentukan kampusnya. Daftar kegiatan yang dapat diambil oleh mahasiswa dapat dipilih dari program yang ditentukan pemerintah dan/atau program yang disetujui oleh rektornya,” kata Mendikbud.

Mendikbud menerangkan bahwa paket kebijakan Kampus Merdeka ini menjadi langkah awal dari rangkaian kebijakan untuk perguruan tinggi. “Ini tahap awal untuk melepaskan belenggu agar lebih mudah bergerak. Kita masih belum menyentuh aspek kualitas. Akan ada beberapa matriks yang akan digunakan untuk membantu perguruan tinggi mencapai targetnya,” pungkasnya. [***]

 

Penulis : rilis

 

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Silo Santoso Jabat GM IPC Palembang

    Silo Santoso Jabat GM IPC Palembang

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.526
    • 0Komentar

    PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) Cabang Palembang/IPC Palembang menggelar acara Sertijab pada, Selasa (25/8/2020). Acara tersebut dilaksanakan di Hotel Novotel Palembang. Acara Pisah Sambut ini diselenggarakan secara tertutup dikarenakan tamu undangan yang sangat terbatas dalam rangka penerapan protokol kesehatan di masa pandemic covid-19. Peralihan kepemimpinan IPC Palembang akan dilanjutkanSilo Santoso yang sebelumnya menjabat sebagai General […]

  • 50% Halte Trans Musi Diperbaiki

    50% Halte Trans Musi Diperbaiki

    • calendar_month Kamis, 6 Des 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.351
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG  – Sepanjang tahun ini Dinas Perhubungan Kota Palembang memperbaiki 50% dari 253 Halte Trans Musi yang di 9 koridor menyusul Halte tersebut mengalami kerusakan. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub), Kota Palembang, Kurniawan mengatakan kerusakan Halte paling parah karena ditabrak truk kontainer yang tak bertanggung jawab. “Lokasi yang paling parah, terjadi pada titik – titik […]

  • Tingkatkan Kualitas Infrastruktur Pelabuhan dari Penambahan PNBP Sektor Tangkap

    Tingkatkan Kualitas Infrastruktur Pelabuhan dari Penambahan PNBP Sektor Tangkap

    • calendar_month Minggu, 14 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.663
    • 0Komentar

    KEMENTRIAN Kelautan dan Perikanan [KKP] mendorong  Peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sub sektor perikanan tangkap guna perbaikan kualitas infrastruktur pelabuhan perikanan di Indonesia. Program menuju Rp12 triliun, merupakan salah satu program terobosan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyampaikan program terobosan peningkatan PNBP tersebut kepada Bupati Indramayu Nina Agustina, […]

  • Tim Gabungan KLHK Amankan Kayu Ilegal Senilai Rp16,5 Miliar Asal Papua di Makassar

    Tim Gabungan KLHK Amankan Kayu Ilegal Senilai Rp16,5 Miliar Asal Papua di Makassar

    • calendar_month Rabu, 9 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 990
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Jakarta– Tim Gabungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengamankan 57 kontainer kayu ilegal asal Papua di Makasar. Kayu ilegal tersebut diamankan setelah mendapat informasi adanya kayu illegal asal Papua menuju Surabaya. Direktorat Jenderal Penegakan Hukum LHK (Gakkum) KLHK bersama Lantamal VI Makasar, Armada II TNI AL, serta Tim Gabungan dengan sigap melakukan penindakan […]

  • Menteri ESDM Janji Bakal Alokasikan 100 Ribu Gas

    Menteri ESDM Janji Bakal Alokasikan 100 Ribu Gas

    • calendar_month Sabtu, 30 Mar 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.162
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Prabumulih – Menteri ESDM RI Ignasius Jonan meresmikan pembangunan jaringan gas bumi rumah tangga Kota Prabumulih, di Desa Talang Batu, Kecamatan Rambang Kapak Tengah Sabtu (30//3/2019). Dengan diresmikannya 6.018 sambungan gas rumah tangga (SR) pada 2018 tersebut, Jargas KIMJ sudah menjangkau 86% rumah tangga di Bumi Seinggok Sepemunyian. Dikatakan Igansius Jonan, pemerintah melalui Kementerian ESDM […]

  • MGBF Atasi Serangan Siber di Lingkungan Media yang Sangat Sensitif & Dampaknya Terhadap Nilai Pemangku Kepentingan

    MGBF Atasi Serangan Siber di Lingkungan Media yang Sangat Sensitif & Dampaknya Terhadap Nilai Pemangku Kepentingan

    • calendar_month Kamis, 24 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 763
    • 0Komentar

    Pingintau.id, KUALA LUMPUR, MALAYSIA – Meja bundar eksklusif Forum Bisnis Global Malaysia (MGBF) tentang ‘Mengatasi Informasi yang Dipersenjatai di Media’ diadakan hari ini di Hilton Kuala Lumpur. Fokus pada penanganan Salah satu ancaman paling relevan bagi bisnis dalam ekonomi digital – ancaman siber yang menyebabkan kerugian fisik dan reputasi. Hadir sebagai tamu kehormatan Laksamana Muda […]

expand_less
WordPress Archive Valexa PHP Script For Selling Digital Products And Digital Downloads Valiance – Business Consulting WordPress Theme Valkuta – Pet WordPress Theme Valno – Minimal Creative Multi page Portfolio WordPress Theme Vano – Organic Food & Agriculture Elementor Template Kit Vapemorra – Vape Store Elementor Template Kit Vapier – Vape Store WooCommerce WordPress Theme Vapohub – Vape & E-Liquid WooCommerce Theme Varaus – Hotel Booking WordPress Theme VariBulkEdit – WooCommerce Bulk Edit Variations