Jumat, 2 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Gedung Baru, Warga Aktif? Menelisik Ruang Bersama di Muba

Gedung Baru, Warga Aktif? Menelisik Ruang Bersama di Muba

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 15 Des 2025
  • visibility 1.633
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Gedung cakep sudah ada, tapi apakah anak-anak dan ibu-ibu benar-benar ikut hidupkan ruang ini?

DI Musi Banyuasin ( MUBA) ada pepatah “Tak ada ruang bersama, bagaimana mau jadi desa ramah anak dan perempuan?”. Begitulah  awal saat Pemerintah Kabupaten meresmikan Ruang Bersama Indonesia (RBI) di enam desa percontohan.

Gedungnya sudah megah, catnya warna-warni bak pelangi habis hujan, papan namanya bak hotel bintang lima. Tapi pertanyaannya apakah warga benar-benar aktif memanfaatkan ruang itu, atau cuma foto-foto ala TikTok lalu pulang sambil bilang, “Mantap jiwa, gedungnya kece!”?

Bupati Muba, H M Toha Tohet SH, bilang dengan lantang bahwa RBI adalah “langkah signifikan menghadirkan ruang aman, inklusif, dan memberdayakan seluruh lapisan masyarakat”. Wah, keren kalau semua warga mau ikut, tapi seperti kata orang tua zaman dulu, “jangan menilai buku dari sampulnya”.

Gedung boleh cakep, tapi ruang yang hidup butuh lebih dari kursi plastik dan cat baru. Gedung RBI itu kayak sepeda motor baru. Bisa keren, bisa kencang, tapi kalau pengendaranya cuma duduk manis, ngerem terus, ya tetap di garasi.

Begitu juga RBI kalau warga, terutama anak dan perempuan, tidak menyalakan mesinnya dengan belajar, berdiskusi, atau berkreasi, maka gedung itu cuma jadi pajangan.

Laporan UNICEF Indonesia (2024) menyebutkan anak-anak desa kerap merasa pembangunan fisik tidak cukup. Seorang anak SD di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Aisyah (10), bilang, “Kalau cuma gedung, kami bisa duduk diam. Tapi kami mau ada mainan, buku, dan kegiatan seru!”.

 Jleb banget ya, kayak lem super nempel di hati…hehehe!!. Di Muba pun sama, anak-anak butuh lebih dari sekadar bangunan indah untuk foto-foto. Mereka butuh ruang hidup yang benar-benar bisa dipakai, bukan sekadar tempat selfie ala TikTok.

Biar perspektifnya nggak lokal banget, mari menengok lima negara yang lebih dulu bikin ruang aman dan inklusif bagi anak dan perempuan.

Di Stockholm, Swedia, ada Fritidshem, pusat kegiatan setelah sekolah yang gratis untuk anak berkebutuhan khusus. Anak-anak bisa belajar musik, coding, olahraga sambil diawasi guru profesional.

Amsterdam, Belanda, ada Jeugd- en Jongerencentra, pusat anak dan remaja yang melibatkan mereka merancang kegiatan. Anak-anak benar-benar punya suara.

Sementara di Tokyo, Jepang, ada Kodomo no Iru Machi atau kota ramah anak, dengan taman edukatif dan ruang komunitas di setiap distrik. Di Nairobi, Kenya, perempuan muda punya safe spaces untuk belajar wirausaha, digital literacy, dan isu gender.

Begitu pula Di Rio de Janeiro, Brasil, ada Espaços de Criança, menggabungkan olahraga, edukasi, dan seni, sekaligus memberi ruang bagi ibu-ibu ikut terlibat. Pelajaran penting gedung saja tidak cukup, ruang harus hidup, kreatif, dan melibatkan penggunanya sejak awal.

Komitmen

Kepala Dinas PPPA Muba, dr Sharlie Esa Kennedy menyatakan bahwa desa-desa lokasi RBI berkomitmen menuju nol kekerasan terhadap perempuan dan anak. Tapi seperti kata Pak Joko, warga Desa Tegal Mulyo, “Gedungnya keren, tapi kalau jadwal kegiatannya bentrok sama jam orang kerja, ya siapa yang sempat ikut?”.

Realita desa memang begini, perempuan sibuk urus rumah tangga, anak-anak sekolah, kadang bantu sawah atau usaha keluarga. Kalau program nggak fleksibel, gedung megah itu bisa jadi seperti kastil di negeri dongeng: cakep, tapi sepi penghuninya.

Misalnya ada seorang anak kecil berbisik ke temannya saat lihat gedung RBI, “Eh, kayaknya ini rumah hantu, orang-orang cuma foto terus pergi”. Haha, ngakak tapi ada benernya juga. Humor bisa jadi kritik efektif kalau anak-anak menilai bangunan tanpa aktivitas sebagai rumah hantu, berarti program harus diperkuat dengan kegiatan nyata. Gedung boleh megah, tapi hati warga yang hidup bikin RBI benar-benar hidup.

Bahkan gedung RBI itu kayak durian matang di tengah pasar, wanginya menggoda, bentuknya menggoda, tapi kalau nggak ada orang mau makan, ya cuma jadi pajangan, bisa busuk kena panas. Gedung boleh cantik, tapi kalau nggak ada warga yang mau masuk, belajar, main, atau bikin program, ya percuma.

Oleh sebab itu dari peluncuran RBI ini, dinilai sederhana tapi penting “Bangun gedung boleh cepat, tapi bangun partisipasi butuh waktu, kreativitas, dan kesabaran”.

Bukan cuma pemerintah yang bertanggung jawab, tapi Warga, guru, orang tua, dan anak-anak harus diajak bersinergi. Gedung bisa jadi simbol, tapi perubahan sosial nyata lahir dari interaksi manusia sehari-hari.

Jadi, gedung RBI di Muba boleh cakep dan Instagramable. Tapi kalau warga nggak aktif memanfaatkan ruang itu, maka gedung hanyalah pajangan.

Konsep ruang aman dan inklusif sudah bagus, tapi praktiknya harus menyesuaikan kehidupan warga desa waktu, kebutuhan, dan kreativitas mereka.

Negara lain sudah memberi contoh partisipasi anak, fleksibilitas kegiatan, dan integrasi perempuan adalah kunci keberhasilan. Indonesia, termasuk Muba, bisa belajar dari situ. Gedung megah tanpa warga yang aktif ibarat sepeda motor baru yang cuma parkir di garasi keren, tapi tidak ke mana-mana.

Kalau ingin RBI benar-benar jadi Ruang Bersama, jangan cuma cat dan kursi yang diperhatikan. Libatkan anak, perempuan, dan warga secara nyata. Buat kegiatan seru, edukatif, dan inklusif. Seperti kata Aisyah tadi, “Kami mau ruang yang seru, bukan hanya gedung”.

Jadi, Muba bisa jadi desa percontohan yang bukan hanya membangun gedung, tapi juga membangun kebersamaan, kreativitas, dan masa depan anak-anak serta perempuan. Gedung boleh megah, tapi hati warga yang hidup bikin RBI benar-benar hidup, bukan sekadar pajangan Instagram.

Kalau ke Muba dan lihat gedung RBI, jangan cuma selfie. Masuk, ikut kegiatan, dengarkan anak-anak tertawa, lihat ibu-ibu belajar, dan rasakan getaran hidup dari ruang itu.

Kalau nggak, gedungnya cuma hotel hantu yang cantik tapi sepi penghuninya. Dan seperti kata pepatah lama yang kita suka ubah-ubah”Ruang hidup bukan di bangunan, tapi di hati warganya”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Semalam Lombok Kembali Diguncang Gempa Lagi, BMKG : Masyarakat Hindari Daerah Tebing Curam

    Semalam Lombok Kembali Diguncang Gempa Lagi, BMKG : Masyarakat Hindari Daerah Tebing Curam

    • calendar_month Senin, 20 Agt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 687
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk tidak panik dan tetap mengikuti instruksi pemerintah daerah setempat menyusul kembali terjadinya gempa bumi dengan kekuatan 7 Skala Richter (SR) pukul 22.56 Wita, Minggu malam “Gempa terjadi di Lintang 8.28 – Bujur 116.71, di kedalaman 10 km. Lokasinya 30 […]

  • Wow, Aura Pengasih Masih di Minati Caleg

    Wow, Aura Pengasih Masih di Minati Caleg

    • calendar_month Sabtu, 23 Feb 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.101
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Ilmu pengasihan buka aura diri, adalah ilmu yang berguna untuk menciptakan rasa kasih sayang dan menyayangi, saya merupakan media pengasih, daya tarik supaya apa yang dia lakukan tertarik dan senang. Sejatinya, budaya ini memang ada di Indonesia, namun pada umumnya, orang yang ingin dan memakai ilmu ini, tidak mau secara langsung mengakuinya. […]

  • HUT Lahat, Wabup Buka Lomba Mancing Mania

    HUT Lahat, Wabup Buka Lomba Mancing Mania

    • calendar_month Sabtu, 27 Apr 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 826
    • 0Komentar

    LOMBA mancing yang dibuka oleh Wakil Bupati Lahat H Haryanto SE MM MBA, diawali dengan pelepasan ikan sebanyak 1 ton, dan diikuti oleh ribuan pemancing mania. Kegiatan ini dalam rangka memperingati hari jadi Kabupaten Lahat ke -150 peringatan yang ke XXI yang dilaksanakan  Dinas Pariwisata Lahat. Kepala Dinas Pariwisata Sri Muliati SH MM  menyampaikan, tujuan […]

  • Pakar: Rencana Ganjar penjarakan koruptor ke Nusakambangan sesuai harapan publik

    Pakar: Rencana Ganjar penjarakan koruptor ke Nusakambangan sesuai harapan publik

    • calendar_month Senin, 11 Des 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 897
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, -Pakar hukum dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) Dr. Al Wisnubroto menyambut positif niat calon presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo untuk memenjrakan napi kasus korupsi di Lembaga Permasyarakatan (LP) Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Wisnubroto meyakini pemenjaraan di Nusakambangan bisa menimbulkan efek jera. “Apa yang dikatakan Ganjar itu merespons harapan masyarakat. Masyarakat sudah sangat […]

  • Resmi di Jakarta, Transportasi Daring Ditandai Stiker

    Resmi di Jakarta, Transportasi Daring Ditandai Stiker

    • calendar_month Sabtu, 25 Nov 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.172
    • 0Komentar

    ” Kalau sekarang sifatnya masih persuasif sampai 1 Februari 2018, setelah itu kami tindak tegas, jika ada yang melanggar,”

  • Tindak Tegas Jajanan yang Ngandung Zat Berbahaya

    Tindak Tegas Jajanan yang Ngandung Zat Berbahaya

    • calendar_month Selasa, 22 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.376
    • 0Komentar

    BERSAMA Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Palembang, Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda terus melakukan pengawasan dan tindak tegas kepada pedagang yang menjajakan prodak dan makannya tanpa izin dari BBPOM. Dalam sidaknya ke Internasional Plaza Superindo kota Palembang, Fitri bersama rombongan menemukan banyak prodak lokal seperti kelempang dan kerupuk serta beberapa makanan lainnya yang didalam […]

expand_less
WordPress Archive Haud – A Creative Portfolio Theme HaveHeart – Fundraising and Charity WordPress Theme Hayden – Kids Store & Baby Shop Hayka – Hiking & Camping Elementor Template Kit Hayley – Personal CV/Resume WordPress Theme Hazel – Multi-Concept Creative WordPress Theme HBook – Hotel booking system – WordPress Plugin Header Blocks for Elementor – WordPress Plugin Headline News – Clean and Modern Magazine Theme Healingy – Therapy & Counseling Psychologist WordPress Theme