Minggu, 13 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » “Anak TK Bertemu Figur Publik, Belajar Disiplin & Sosial”

“Anak TK Bertemu Figur Publik, Belajar Disiplin & Sosial”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 9 Sep 2025
  • visibility 962
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PAGI itu di halaman TK YPI Indra 2 di Jalan Sosial, Km 5, ramai oleh suara canda dan langkah-langkah kecil, anak-anak berbaris rapi seperti pasukan miniatur yang siap berperang, eh… berjuang menaklukkan dunia belajar. Biasanya, upacara bendera adalah rutinitas Senin yang bikin guru menahan napas, tapi kali ini ada bumbu spesial, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Palembang, Dewi Sastrani Ratu Dewa, hadir sebagai pembina upacara.

Bayangkan, anak TK yang biasanya lari-lari mengejar teman atau kepiting di halaman, tiba-tiba jadi superhero disiplin, ada yang memegang mikrofon dengan serius, membaca teks Pancasila seolah sedang menyelamatkan dunia, bahkan yang tugasnya mengibarkan bendera melompat-lompat karena takut tali putus. “Ini kesempatan emas,” kata seorang guru sambil menahan tawa, “anak-anak belajar bahwa bertemu tokoh publik itu tidak menakutkan, tapi justru bikin berani.”

,Media biasanya menulis soal siapa yang datang, siapa yang naik panggung, siapa yang dapat trofi, jarang yang mengulik sisi psikologis anak-anak. Padahal, momen ini bagaikan emas anak-anak belajar sopan santun, disiplin, keberanian, dan empati. Figur publik hadir bukan sekadar “foto-foto seremonial”, tapi sebagai cermin sosial anak melihat orang penting menyapa mereka dengan ramah, memberi contoh berbicara santun, dan menghargai usaha kecil.

Seperti kata psikolog anak ternama, Dr. Lawrence J. Cohen, “Permainan dan interaksi sosial sejak dini adalah fondasi karakter anak-anak belajar siapa mereka dan bagaimana berinteraksi dengan orang lain.” (Cohen, Playful Parenting, 2001).

Di sini, Dewi Sastrani menjadi “permainan hidup nyata” yang membuat anak-anak belajar dengan cara paling natural meniru dan meresapi.

Kita juga tidak bisa melewatkan adegan anak-anak membaca doa sebelum makan, ada yang lupa kata-kata, ada yang menambahkan “amin” ekstra seperti efek khusus film, dan ada yang mengunyah sambil tersenyum lebar, menunjukkan bahwa belajar agama dan sopan santun bisa dibungkus dengan humor alami anak-anak.

Dewi Sastrani juga membagikan Makanan Bergizi Gratis (MBG) sambil menyerahkan kotak makanan, ia berkata, “Makan ya, jangan lupa berdoa.” Sontak, anak-anak berebut kotak dengan semangat lebih tinggi daripada rebutan hadiah ulang tahun.

Adegan ini mengingatkan kita bahwa pendidikan karakter tidak hanya di papan tulis, tapi juga lewat pola hidup sehat, anak belajar bersyukur, disiplin, dan makan dengan santun, semua sambil tersenyum.

Perumpamaan klasik pas banget “Seperti menanam padi, karakter anak harus disiram dengan cinta, disiplin, dan sedikit humor”. Tanpa ketiganya, “padi” bisa layu, alias anak kehilangan motivasi.

Kegiatan ini membuka mata kita, interaksi dengan figur publik bisa jadi laboratorium sosial mini, anak-anak belajar tentang keberanian berbicara di depan umum, memimpin doa, membacakan teks Pancasila. Disiplin, yakni baris rapi, mengikuti perintah, menunggu giliran, dan sosialisasi, yakni menyapa tamu, berbagi senyum, berebut MBG dengan tertib.

Menurut pengamat pendidikan anak, Prof. Dr. Susan Engel dari Harvard Graduate School of Education, “Anak-anak menginternalisasi norma sosial lebih cepat melalui interaksi nyata dengan figur yang mereka kagumi, bukan hanya melalui ceramah guru.” (Engel, The Hungry Mind, 2019). Jadi, kunjungan Dewi Sastrani adalah bentuk edukasi sosial yang terselubung tapi efektif.

Cerita lucu anak-anak yang terkadang salah ucap atau melompat kegirangan bukan hanya menghibur, tapi mengajarkan kita filosofi hidup sederhana, belajar karakter itu bisa menyenangkan.

Pendidikan usia dini bukan sekadar membaca huruf atau angka, tapi juga mengasah hati, empati, dan keberanian. Figur publik yang bijaksana hadir sebagai mentor hidup mini, memberi anak contoh nyata tanpa harus memberi ceramah panjang.

Jadi, yang perlu digarisbawahi figur publik dan interaksi nyata menghasilkan  media pembelajaran karakter yang efektif, upacara bendera hari itu bukan sekadar rutinitas, tapi laboratorium disiplin, keberanian, dan sopan santun.

Anak-anak belajar melalui imitasi, tawa, doa, dan makan bersama, seperti pepatah Jawa “Aja kuminter dhewekan, nanging kudu gelem sinau saka kabeh”. Anak-anak TK itu sudah belajar hal besar dari momen kecil, dan kita, orang dewasa, juga bisa meneladani mereka.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ramadan di Sukarami, Ada Rebana, Ada Berkah

    Ramadan di Sukarami, Ada Rebana, Ada Berkah

    • calendar_month Kamis, 20 Mar 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.111
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Ramadan emang bulan penuh berkah, tapi kali ini berkahnya makin nambah berkat aksi  dari Tim Penggerak PKK Kota Palembang belum lama ini. Tim ini turun langsung ke Jalan Surya Sakti, Kelurahan Sukarami, bagi-bagi bantuan buat warga. Dan bukan cuma sembako, loh—ibu-ibu pengajian juga kebagian alat rebana buat makin semarakin kegiatan mereka. Ketua TP […]

  • Kunjungi Desa Tanjung Aur, Alex Noerdin Asuransikan 200 Warga

    Kunjungi Desa Tanjung Aur, Alex Noerdin Asuransikan 200 Warga

    • calendar_month Kamis, 10 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.167
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,Lahat- Meski sedang diguyur hujan, tapi tak membuat warga Desa Tanjung Aur Kecamatan Kikim Kabupaten Lahat terhalang untuk berjumpa dan silaturahmi yang saat ini mengikuti pemilihan legislatif 2019 DPR RI dari partai Golkar Dapil Sumsel II, Kamis (10/1/2019). Sang pelopor berobat gratis itu hadir di tengah-tengah warga Desa Tanjung Aur sekaligus memberikan bantuan dana untuk […]

  • Semua Punya Hak, Penyandang Disabilitas Berhak Memiliki Kesetaraan dalam Ketenagakerjaan

    Semua Punya Hak, Penyandang Disabilitas Berhak Memiliki Kesetaraan dalam Ketenagakerjaan

    • calendar_month Rabu, 15 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 724
    • 0Komentar

    DIREKTUR Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas, Eva Rahmi Kasim menghadiri secara virtual acara “Peluncuran Permata BRAVE2021” dengan tema “Permata Bank Perkuat Komitmen Untuk Berdayakan Komunitas Penyandang Disabilitas Indonesia #DenganHati”. Permata Bank melalui program “PermataHati CSR” meningkatkan komitmennya melalui kemitraan strategis dengan Thisable, Precious One dan mitra pilihan lainnya untuk memberikan dukungan yang lebih konkrit bagi komunitas […]

  • 3 Desa Di Muba Peroleh Anugerah Desa Terbaik Kategori Tata Kelola Keuangan

    3 Desa Di Muba Peroleh Anugerah Desa Terbaik Kategori Tata Kelola Keuangan

    • calendar_month Rabu, 19 Des 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.250
    • 0Komentar

    Sekayu- Setelah dilakukan penilaian dan evaluasi oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Sekayu, tiga Desa di bumi Serasan Sekate berhasil mendapatkan Penganugerahaan Desa Terbaik Kategori Tata Kelola Keuangan Tahun 2018 oleh KPPN Sekayu. Penganugerahaan ini diserahkan secara langsung oleh Kepala KPPN Sekayu Sugeng Hermanto didampingi Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin kepada Kepala Desa Sidorejo […]

  • Palembang Ajukan PSBB  Kepada Kementrian Kesehatan

    Palembang Ajukan PSBB  Kepada Kementrian Kesehatan

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 757
    • 0Komentar

    TERUS meningkatnya kasus positif COVID-19 di Kota Palembang membuat Pemerintah Kota Palembang mengajukan usulan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Usulkan itu rencanya akan disampaikan hari ini, Senin [4/5/2020] ke Gubernur Sumsel dan diteruskan ke Kementerian Kesehatan. “Kami usulkan kerena kasus COVID-19 terus meningkat, di Palembang hamper tembus angka 100 kasus,”kata Sekda Pemkot Palembang, Ratu Dewa, […]

  • Cegah Konflik Beruang Madu

    Cegah Konflik Beruang Madu

    • calendar_month Rabu, 7 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.009
    • 0Komentar

    MENINDAKLANJUTI laporan kemunculan satwa liar Beruang Madu (Helarctos malayanus) yang terjadi di Kampung/Desa Buatan II, Kecamatan Koto Gasib (29/3/2021) lalu, petugas resort Siak telah melakukan pemasangan perangkap/kerangkeng (box trap) di jalur kemunculan terakhir satwa beruang madu tersebut pada hari Selasa 30 Maret 2021. Hal ini dilakukan sebagai langkah awal pencegahan konflik dengan penduduk sekitar. Kegiatan […]

expand_less
WordPress Archive StudioPress Divine Pro Genesis WordPress Theme StudioPress Elegance Pro Genesis WordPress Theme StudioPress eleven40 Pro Genesis WordPress Theme StudioPress Enterprise Pro Genesis WordPress Theme StudioPress Essence Pro Genesis WordPress Theme StudioPress Executive Pro Genesis WordPress Theme StudioPress Foodie Pro Genesis WordPress Theme StudioPress Hello Pro Genesis WordPress Theme StudioPress Infinity Pro Genesis WordPress Theme StudioPress Kickstart Pro Genesis WordPress Theme