Minggu, 4 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » “Anak TK Bertemu Figur Publik, Belajar Disiplin & Sosial”

“Anak TK Bertemu Figur Publik, Belajar Disiplin & Sosial”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 9 Sep 2025
  • visibility 968
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PAGI itu di halaman TK YPI Indra 2 di Jalan Sosial, Km 5, ramai oleh suara canda dan langkah-langkah kecil, anak-anak berbaris rapi seperti pasukan miniatur yang siap berperang, eh… berjuang menaklukkan dunia belajar. Biasanya, upacara bendera adalah rutinitas Senin yang bikin guru menahan napas, tapi kali ini ada bumbu spesial, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Palembang, Dewi Sastrani Ratu Dewa, hadir sebagai pembina upacara.

Bayangkan, anak TK yang biasanya lari-lari mengejar teman atau kepiting di halaman, tiba-tiba jadi superhero disiplin, ada yang memegang mikrofon dengan serius, membaca teks Pancasila seolah sedang menyelamatkan dunia, bahkan yang tugasnya mengibarkan bendera melompat-lompat karena takut tali putus. “Ini kesempatan emas,” kata seorang guru sambil menahan tawa, “anak-anak belajar bahwa bertemu tokoh publik itu tidak menakutkan, tapi justru bikin berani.”

,Media biasanya menulis soal siapa yang datang, siapa yang naik panggung, siapa yang dapat trofi, jarang yang mengulik sisi psikologis anak-anak. Padahal, momen ini bagaikan emas anak-anak belajar sopan santun, disiplin, keberanian, dan empati. Figur publik hadir bukan sekadar “foto-foto seremonial”, tapi sebagai cermin sosial anak melihat orang penting menyapa mereka dengan ramah, memberi contoh berbicara santun, dan menghargai usaha kecil.

Seperti kata psikolog anak ternama, Dr. Lawrence J. Cohen, “Permainan dan interaksi sosial sejak dini adalah fondasi karakter anak-anak belajar siapa mereka dan bagaimana berinteraksi dengan orang lain.” (Cohen, Playful Parenting, 2001).

Di sini, Dewi Sastrani menjadi “permainan hidup nyata” yang membuat anak-anak belajar dengan cara paling natural meniru dan meresapi.

Kita juga tidak bisa melewatkan adegan anak-anak membaca doa sebelum makan, ada yang lupa kata-kata, ada yang menambahkan “amin” ekstra seperti efek khusus film, dan ada yang mengunyah sambil tersenyum lebar, menunjukkan bahwa belajar agama dan sopan santun bisa dibungkus dengan humor alami anak-anak.

Dewi Sastrani juga membagikan Makanan Bergizi Gratis (MBG) sambil menyerahkan kotak makanan, ia berkata, “Makan ya, jangan lupa berdoa.” Sontak, anak-anak berebut kotak dengan semangat lebih tinggi daripada rebutan hadiah ulang tahun.

Adegan ini mengingatkan kita bahwa pendidikan karakter tidak hanya di papan tulis, tapi juga lewat pola hidup sehat, anak belajar bersyukur, disiplin, dan makan dengan santun, semua sambil tersenyum.

Perumpamaan klasik pas banget “Seperti menanam padi, karakter anak harus disiram dengan cinta, disiplin, dan sedikit humor”. Tanpa ketiganya, “padi” bisa layu, alias anak kehilangan motivasi.

Kegiatan ini membuka mata kita, interaksi dengan figur publik bisa jadi laboratorium sosial mini, anak-anak belajar tentang keberanian berbicara di depan umum, memimpin doa, membacakan teks Pancasila. Disiplin, yakni baris rapi, mengikuti perintah, menunggu giliran, dan sosialisasi, yakni menyapa tamu, berbagi senyum, berebut MBG dengan tertib.

Menurut pengamat pendidikan anak, Prof. Dr. Susan Engel dari Harvard Graduate School of Education, “Anak-anak menginternalisasi norma sosial lebih cepat melalui interaksi nyata dengan figur yang mereka kagumi, bukan hanya melalui ceramah guru.” (Engel, The Hungry Mind, 2019). Jadi, kunjungan Dewi Sastrani adalah bentuk edukasi sosial yang terselubung tapi efektif.

Cerita lucu anak-anak yang terkadang salah ucap atau melompat kegirangan bukan hanya menghibur, tapi mengajarkan kita filosofi hidup sederhana, belajar karakter itu bisa menyenangkan.

Pendidikan usia dini bukan sekadar membaca huruf atau angka, tapi juga mengasah hati, empati, dan keberanian. Figur publik yang bijaksana hadir sebagai mentor hidup mini, memberi anak contoh nyata tanpa harus memberi ceramah panjang.

Jadi, yang perlu digarisbawahi figur publik dan interaksi nyata menghasilkan  media pembelajaran karakter yang efektif, upacara bendera hari itu bukan sekadar rutinitas, tapi laboratorium disiplin, keberanian, dan sopan santun.

Anak-anak belajar melalui imitasi, tawa, doa, dan makan bersama, seperti pepatah Jawa “Aja kuminter dhewekan, nanging kudu gelem sinau saka kabeh”. Anak-anak TK itu sudah belajar hal besar dari momen kecil, dan kita, orang dewasa, juga bisa meneladani mereka.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Amerika Serikat Melalui Program MCC Jajaki Kerjasama Pengembangan LRT di Sumsel

    Amerika Serikat Melalui Program MCC Jajaki Kerjasama Pengembangan LRT di Sumsel

    • calendar_month Senin, 28 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 786
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Amerika Serikat (AS)  melalui program Millennium Challenge Compact (MCC) akan menjajaki kerjasama dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), dalam mengembangkan Light Rail Transit (LRT)  yang ada di Sumsel. Hal tersebut terungkap  saat Gubernur  Sumsel H Herman Deru menerima  audiensi Tim Due Diligence Program Compact  2 oleh Millennium Challenge Corporation (MCC), di ruang tamu Gubernur, […]

  • disdukcapil-KTP-Elektronik

    Disdukcapil Sumsel Suruh Daerah Terus Rekam KTP Elektronik

    • calendar_month Rabu, 20 Sep 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.040
    • 0Komentar

    Provinsi Sumatera Selatan meminta Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) daerah terus melakukan perekaman KTP- elektronik sehingga permasalahan penyaluran Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik dapat terealisasi sebelum Pilkada serentaak 2018.

  • Sumsel Bersatu untuk Pemilu 2019 Lebih Baik

    Sumsel Bersatu untuk Pemilu 2019 Lebih Baik

    • calendar_month Sabtu, 30 Mar 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 919
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang –HMI Cabang Palembang menggelar diskusi publik dengan tema antisipasi pemilu dari ancaman perpecahan bangsa, yang di inisiasi oleh bidang Politik dan Pemerintah an HMI Cabang Palembang, di Aula Bina Praja Pemprov Sumsel. Turut hadir sebagai pembicara pada kegiatan tersebut yakni Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, Komisioner KPU Sumsel,  Hepriyadi, Komisioner Bawaslu Sumsel, […]

  • Ekowisata Mangrove Rambai Center di Pulau Curiak  Diresmikan
    CSR

    Ekowisata Mangrove Rambai Center di Pulau Curiak  Diresmikan

    • calendar_month Senin, 3 Apr 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.242
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, – Ekowisata Mangrove Rambai Center di Pulau Curiak Kecamatan Anjir Muara Kabupaten Barito Kuala diresmikan.Obyek wisata itu dibangun  program CSR Pertamina IT Banjarmasin/PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan melalui unit operasinya Integrated Terminal (IT) Banjarmasin bermitra dengan Yayasan Sahabat Bekantan Indonesia (SBI) bersama Bupati Barito Kuala.   Kegiatan ini bertepatan dengan Hari Bekantan pada tanggal […]

  • “Remaja Putri Palembang Belajar Bisnis & Inggris ala Sultan Digital!”

    “Remaja Putri Palembang Belajar Bisnis & Inggris ala Sultan Digital!”

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.300
    • 0Komentar

    PEPATAH bilang, “Tak kenal maka tak sayang”, mungkin inilah momen yang pas untuk remaja putri Panti Asuhan Putri Humairah mengenal dunia baru, bahasa Inggris dan bisnis pangan lokal. Pada hari Minggu, 2 November lalu, suasana panti asuhan di Kota Palembang mendadak rame seperti pasar menjelang Lebaran. Tapi kali ini bukan jualan ketupat atau dodol, melainkan […]

  • Pembukaan KTNA XIII, Kepala Daerah Kompak Bakal Pakai Kain ‘Gampo’

    Pembukaan KTNA XIII, Kepala Daerah Kompak Bakal Pakai Kain ‘Gampo’

    • calendar_month Selasa, 11 Jun 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 829
    • 0Komentar

    KEPALA daerah se Sumsel bakal kompak mengenakan kain khas Muba ‘Gampo’ pada pembukaan Acara Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) ke-13 Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) yang akan dipusatkan di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) pada 24 Juni 2019.6.11 Acara tersebut juga direncanakan akan dibuka secara langsung oleh Menteri Pertanian. “Jadi nantinya pada pembukaan KTNA, Kepala Daerah dari masing-masing Kabupaten/Kota […]

expand_less
WordPress Archive StudioPress Divine Pro Genesis WordPress Theme StudioPress Elegance Pro Genesis WordPress Theme StudioPress eleven40 Pro Genesis WordPress Theme StudioPress Enterprise Pro Genesis WordPress Theme StudioPress Essence Pro Genesis WordPress Theme StudioPress Executive Pro Genesis WordPress Theme StudioPress Foodie Pro Genesis WordPress Theme StudioPress Hello Pro Genesis WordPress Theme StudioPress Infinity Pro Genesis WordPress Theme StudioPress Kickstart Pro Genesis WordPress Theme