Minggu, 18 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Inspirasi » “Remaja Putri Palembang Belajar Bisnis & Inggris ala Sultan Digital!”

“Remaja Putri Palembang Belajar Bisnis & Inggris ala Sultan Digital!”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
  • visibility 3.307
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PEPATAH bilang, “Tak kenal maka tak sayang”, mungkin inilah momen yang pas untuk remaja putri Panti Asuhan Putri Humairah mengenal dunia baru, bahasa Inggris dan bisnis pangan lokal. Pada hari Minggu, 2 November lalu, suasana panti asuhan di Kota Palembang mendadak rame seperti pasar menjelang Lebaran. Tapi kali ini bukan jualan ketupat atau dodol, melainkan ilmu, kreativitas, dan nugget tempe!.

Tim Pelaksana Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dari Universitas Indo Global Mandiri hadir dengan misi yang cukup ambisius,  membekali remaja putri dengan keterampilan bahasa Inggris fungsional, literasi digital, dan inovasi kewirausahaan pangan lokal. Jangan salah, ini bukan sekadar kuliah dadakan ala Zoom yang bikin ngantuk, tapi praktek langsung dengan suasana belajar yang hidup dan penuh canda tawa.

Kolaborasi lintas fakultas antara FKIP dan FIPB menjadi bumbu utama kegiatan ini, seperti sambal yang pas di lidah, perpaduan akademisi dari dua fakultas ini membuat program terasa komplet.

Dosen bahasa Inggris siap mengasah percakapan, sementara dosen kewirausahaan mengajari cara bikin nugget tempe sampai strategi branding sederhana. Hasilnya? Remaja putri bukan cuma bisa bilang “How are you?”, tapi juga bisa menjawab, “I can sell my tempe nugget online, boss!”

Pelatihan terbagi menjadi empat sesi, tiga sesi pertama fokus pada Bahasa Inggris fungsional. Mulai dari percakapan praktis, vocabulary sampai games seru yang bikin peserta ketawa sampai perut kram.

Juga, narasumbernya bukan main-main, Jaya Nur Iman, Nike Agraini, dan Dita Rizki Anggraini, dosen-dosen FKIP UIGM yang berhasil mengubah papan tulis jadi panggung drama mini.

Analisis singkat metode yang interaktif ini bukan hanya menumbuhkan kemampuan bahasa, tapi juga percaya diri dan keberanian peserta untuk berbicara di depan umum.

Sesi terakhir adalah pelatihan kewirausahaan pangan lokal. Di sinilah nugget tempe jadi bintang utama. Peserta belajar cara membuat, mengemas, dan memasarkan produk.

Analogi sederhananya, mereka seperti tukang sulap bahan sederhan, dan disulap menjadi produk menarik siap jual. Tak hanya itu, mereka juga belajar strategi branding digital, literasi digital yang bikin remaja zaman now siap bersaing. Inilah cara cerdas mengenalkan ekonomi kreatif berbasis komunitas sejak dini.

Hasilnya? dari kuisioner yang dibagikan tim PKM, 85% peserta berhasil menguasai materi dan membuat nugget tempe secara mandiri. Cukup impresif untuk anak-anak yang sehari-harinya mungkin lebih akrab dengan buku cerita daripada dashboard e-commerce. Tapi yang lebih penting, nilai moralnya jelas “Ilmu yang dipraktikkan adalah ilmu yang menyejahterakan”.

Agen perubahan

Selain hasil nyata, program ini menekankan literasi digital dan kolaborasi komunitas. Nantinya, tim PKM berencana mendirikan Community Learning Center di Palembang.

Konsepnya sederhana tapi jitu, jadi jembatan bagi remaja untuk terus belajar Bahasa Inggris, digital marketing, dan kewirausahaan pangan lokal. Bisa dibilang, ini bukan cuma “sekadar pelatihan”, tapi investasi masa depan generasi muda yang siap bersaing di era digital.

Kalau dianalisa, program ini punya tiga keunggulan utama, yaitu praktik langsung, teori langsung dicampur praktik, bikin belajar lebih menyenangkan.

Selain itu, kolaborasi lintas akademisi, FKIP dan FIPB bersatu, membuktikan bahwa kerja sama itu bukan cuma jargon kampus, dan pendekatan berkelanjutan, misalnya Community Learning Center jadi pondasi untuk kegiatan yang terus hidup, bukan sekadar acara sehari.

Oleh karena itu, membaca kegiatan ini seperti menonton film komedi edukatif, ada tawa, ada pelajaran hidup, dan ada momen “wow, aku juga bisa”. Ini membuktikan bahwa pendidikan tidak harus kaku dan membosankan, bahkan bisa jadi arena dagelan yang bikin ilmu menempel di kepala.

Program PKM UIGM ini menggabungkan literasi digital, bahasa Inggris, dan kewirausahaan pangan lokal dengan cara yang humanis dan kreatif. Ilmu, kreativitas, dan keberanian bisa tumbuh bersama jika diberi wadah yang tepat.

Jadi, jangan heran, jika suatu hari nanti ada remaja putri Palembang yang bilang, “Aku bisa bikin nugget tempe, pasarkan online, dan ngomong bahasa Inggris dengan lancar!”.

Program ini menunjukkan  generasi muda bisa menjadi agen perubahan, asal diberikan kesempatan dan sarana yang tepat. Jadi, kalau ada yang bilang belajar itu membosankan, tinggal tunjukkan saja nugget tempe sambil bilang, “Ini hasil belajar yang bikin perut kenyang dan otak cerdas!”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Produk Herbal dari UMKM dipamerkan di Sriwijaya Expo 2022, Akhirnya Muba Juara Juara Kuliner Terbaik Festival Anjungan Sumsel 2022

    Produk Herbal dari UMKM dipamerkan di Sriwijaya Expo 2022, Akhirnya Muba Juara Juara Kuliner Terbaik Festival Anjungan Sumsel 2022

    • calendar_month Minggu, 3 Jul 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 797
    • 0Komentar

    SRIWIJAYA Expo 2022 resmi dibuka Sabtu (2/7/2022) malam. Ratusan pengunjung hingga puluhan stand dari Kabupaten/Kota bertengger di gelaran event tahunan tersebut. Berbeda dengan stand lainnya, stand dari Kabupaten Muba justru memamerkan ragam produk olahan hingga kerajinan tangan yang ramah lingkungan. Pada event ini juga diserahkan penghargaan event Anjungan Sriwijaya dan Anjungan Kabupaten Musi Banyuasin berhasil […]

  • Sidang Perdana Gugatan Keluarga Pasien PDP Covid-19 PALI Ditunda

    Sidang Perdana Gugatan Keluarga Pasien PDP Covid-19 PALI Ditunda

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2020
    • account_circle Nasir Nasir
    • visibility 784
    • 0Komentar

    Hakim Pengadilan Negeri (PN) Muara Enim melakukan sidang perdana atas gugatan keluarga pasien PDP Covid-19 almahrumah ibu Hj. Sukowati dengan nomor perkara 18/Pdt.G/2020/PN Mre, Senin, (13/7/2020) di ruang Sidang Cakra pukul 14.30 s/d 14.50 wib.   Agenda sidang perdana untuk proses mediasi dibuka oleh ketua Majelis Hakim dengan verifikasi administrasi dan penyampaian perbaikan berkas dari […]

  • Era Reformasi, Kemerdekaan Pers Makin Kuat, Tidak Ada lagi Bredel

    Era Reformasi, Kemerdekaan Pers Makin Kuat, Tidak Ada lagi Bredel

    • calendar_month Minggu, 22 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.165
    • 0Komentar

      MENTERI Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD menegaskan kemerdekaan pers di era pascareformasi memiliki landasan yang semakin kuat karena adanya pengurangan peran dan kekuasaan pemerintah sebagai bentuk penerapan hak asasi dan demokrasi. Bahkan menurutnya tidak ada lagi pengekangan terhadap pers. “Hak asasi diberikan semua, lalu pemerintah diberi sisanya, sedikit, untuk mengatur. Nah […]

  • DPRD Sumsel & Pemprov Sumsel  Berinisiatif Terbitkan Perda Tentang Pencegahan Wabah Penyakit Menular & Bencana

    DPRD Sumsel & Pemprov Sumsel  Berinisiatif Terbitkan Perda Tentang Pencegahan Wabah Penyakit Menular & Bencana

    • calendar_month Selasa, 10 Nov 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.104
    • 0Komentar

    Rapat Paripurna DPRD Sumsel dalam Agenda Penyampaian Penjelasan Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Sumsel terhadap Raperda inisiatif Tentang Pencegahan Wabah Penyakit Menular dan Bencana, bertempat di ruang rapat paripurna Gedung DPRD Sumsel, Selasa (10/11/2020), Foto : Ist   DPRD Prov.Sumsel mengusulkan Raperda Inisiatif Tentang Pencegahan Wabah Penyakit Menular & Bencana kepada Pemerintah Prov.Sumsel. Hal itu […]

  • Tuntut Hak Tanah, Masyarakat Alang-alang Lebar Datangi DPRD Sumsel

    Tuntut Hak Tanah, Masyarakat Alang-alang Lebar Datangi DPRD Sumsel

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.080
    • 0Komentar

    Persatuan Masyarakat Pejuang Tanah Alang-alang Lebar untuk Rakyat menjalankan aksi di Halaman Gedung DPRD Prov Sumsel, Kamis [9/7/2020]. Aksi unjuk rasa 3 hari berturut turut  tersebut selain di DPRD juga dilaksanakan di dua tempat.Masyarakat daerah Labi labi Kelurahan Alang-alang Lebar Kecamatan alang-alang Lebar menggarap, menanam dan dihasilkan 32 hektare lahan. Pada tanggal 12 Febuary 2020 […]

  • Nihil Positif, Bertambah 4 Kasus Sembuh Kemarin Di Muba

    Nihil Positif, Bertambah 4 Kasus Sembuh Kemarin Di Muba

    • calendar_month Selasa, 27 Okt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.009
    • 0Komentar

    GUGUS Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Senin (26/10/2020) mengonfirmasi penambahan 4 kasus sembuh dan nihil penambahan kasus konfirmasi positif COVID-19. “Dengan adanya penambahan 4 kasus sembuh, total ada sebanyak 324 kasus sembuh COVID-19 di Muba,” ungkap Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, dr Povi Pada Indarta SP P. Povi merinci, hingga 26 Oktober 2020 ada sebanyak […]

expand_less
WordPress Archive The7 — Website and eCommerce Builder for WordPress TheBand Music WordPress Theme TheBlog – Multi Concept Blog & Portfolio TheBuilt – Construction and Architecture WordPress theme TheCraft | Responsive Multipurpose WordPress Theme TheFox | Responsive Multi-Purpose WordPress Theme TheFutur – Creative Portfolio & Agency Theme TheGem – Creative Multi-Purpose PSD Template TheGem – Creative Multi-Purpose High-Performance WordPress Theme TheGuide – Online Documentation WordPress Theme