Senin, 7 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Inspirasi » “Remaja Putri Palembang Belajar Bisnis & Inggris ala Sultan Digital!”

“Remaja Putri Palembang Belajar Bisnis & Inggris ala Sultan Digital!”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
  • visibility 3.287
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PEPATAH bilang, “Tak kenal maka tak sayang”, mungkin inilah momen yang pas untuk remaja putri Panti Asuhan Putri Humairah mengenal dunia baru, bahasa Inggris dan bisnis pangan lokal. Pada hari Minggu, 2 November lalu, suasana panti asuhan di Kota Palembang mendadak rame seperti pasar menjelang Lebaran. Tapi kali ini bukan jualan ketupat atau dodol, melainkan ilmu, kreativitas, dan nugget tempe!.

Tim Pelaksana Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dari Universitas Indo Global Mandiri hadir dengan misi yang cukup ambisius,  membekali remaja putri dengan keterampilan bahasa Inggris fungsional, literasi digital, dan inovasi kewirausahaan pangan lokal. Jangan salah, ini bukan sekadar kuliah dadakan ala Zoom yang bikin ngantuk, tapi praktek langsung dengan suasana belajar yang hidup dan penuh canda tawa.

Kolaborasi lintas fakultas antara FKIP dan FIPB menjadi bumbu utama kegiatan ini, seperti sambal yang pas di lidah, perpaduan akademisi dari dua fakultas ini membuat program terasa komplet.

Dosen bahasa Inggris siap mengasah percakapan, sementara dosen kewirausahaan mengajari cara bikin nugget tempe sampai strategi branding sederhana. Hasilnya? Remaja putri bukan cuma bisa bilang “How are you?”, tapi juga bisa menjawab, “I can sell my tempe nugget online, boss!”

Pelatihan terbagi menjadi empat sesi, tiga sesi pertama fokus pada Bahasa Inggris fungsional. Mulai dari percakapan praktis, vocabulary sampai games seru yang bikin peserta ketawa sampai perut kram.

Juga, narasumbernya bukan main-main, Jaya Nur Iman, Nike Agraini, dan Dita Rizki Anggraini, dosen-dosen FKIP UIGM yang berhasil mengubah papan tulis jadi panggung drama mini.

Analisis singkat metode yang interaktif ini bukan hanya menumbuhkan kemampuan bahasa, tapi juga percaya diri dan keberanian peserta untuk berbicara di depan umum.

Sesi terakhir adalah pelatihan kewirausahaan pangan lokal. Di sinilah nugget tempe jadi bintang utama. Peserta belajar cara membuat, mengemas, dan memasarkan produk.

Analogi sederhananya, mereka seperti tukang sulap bahan sederhan, dan disulap menjadi produk menarik siap jual. Tak hanya itu, mereka juga belajar strategi branding digital, literasi digital yang bikin remaja zaman now siap bersaing. Inilah cara cerdas mengenalkan ekonomi kreatif berbasis komunitas sejak dini.

Hasilnya? dari kuisioner yang dibagikan tim PKM, 85% peserta berhasil menguasai materi dan membuat nugget tempe secara mandiri. Cukup impresif untuk anak-anak yang sehari-harinya mungkin lebih akrab dengan buku cerita daripada dashboard e-commerce. Tapi yang lebih penting, nilai moralnya jelas “Ilmu yang dipraktikkan adalah ilmu yang menyejahterakan”.

Agen perubahan

Selain hasil nyata, program ini menekankan literasi digital dan kolaborasi komunitas. Nantinya, tim PKM berencana mendirikan Community Learning Center di Palembang.

Konsepnya sederhana tapi jitu, jadi jembatan bagi remaja untuk terus belajar Bahasa Inggris, digital marketing, dan kewirausahaan pangan lokal. Bisa dibilang, ini bukan cuma “sekadar pelatihan”, tapi investasi masa depan generasi muda yang siap bersaing di era digital.

Kalau dianalisa, program ini punya tiga keunggulan utama, yaitu praktik langsung, teori langsung dicampur praktik, bikin belajar lebih menyenangkan.

Selain itu, kolaborasi lintas akademisi, FKIP dan FIPB bersatu, membuktikan bahwa kerja sama itu bukan cuma jargon kampus, dan pendekatan berkelanjutan, misalnya Community Learning Center jadi pondasi untuk kegiatan yang terus hidup, bukan sekadar acara sehari.

Oleh karena itu, membaca kegiatan ini seperti menonton film komedi edukatif, ada tawa, ada pelajaran hidup, dan ada momen “wow, aku juga bisa”. Ini membuktikan bahwa pendidikan tidak harus kaku dan membosankan, bahkan bisa jadi arena dagelan yang bikin ilmu menempel di kepala.

Program PKM UIGM ini menggabungkan literasi digital, bahasa Inggris, dan kewirausahaan pangan lokal dengan cara yang humanis dan kreatif. Ilmu, kreativitas, dan keberanian bisa tumbuh bersama jika diberi wadah yang tepat.

Jadi, jangan heran, jika suatu hari nanti ada remaja putri Palembang yang bilang, “Aku bisa bikin nugget tempe, pasarkan online, dan ngomong bahasa Inggris dengan lancar!”.

Program ini menunjukkan  generasi muda bisa menjadi agen perubahan, asal diberikan kesempatan dan sarana yang tepat. Jadi, kalau ada yang bilang belajar itu membosankan, tinggal tunjukkan saja nugget tempe sambil bilang, “Ini hasil belajar yang bikin perut kenyang dan otak cerdas!”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menteri ESDM Imbau Pelaku Industri Gunakan Solar Non Subsidi

    Menteri ESDM Imbau Pelaku Industri Gunakan Solar Non Subsidi

    • calendar_month Selasa, 12 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.133
    • 0Komentar

    PERTAMINA Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), dan BPH Migas melakukan peninjauan ke beberapa SPBU di wilayah Kota Bengkulu guna memastikan pasokan suplai dan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquified Petroleum Gas (LPG) aman selama Ramadan, akhir pekan lalu. “Kami akan memenuhi kebutuhan BBM saat Ramadan dan libur Idul Fitri, semuanya berjalan lancar,” […]

  • Pandemi Covid, Inflasi Tetap Terkendali

    Pandemi Covid, Inflasi Tetap Terkendali

    • calendar_month Jumat, 3 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 642
    • 0Komentar

    DI tengah masih berlanjutnya pembatasan aktivitas masyarakat pada Agustus 2021, inflasi masih tetap terkendali sebesar 0,03% (mtm) atau 1,59% (yoy). Inflasi ini utamanya disumbang oleh komponen inflasi inti dengan andil sebesar 0,14%. Perkembangan inflasi inti ini menunjukkan peningkatan jika dibandingkan bulan Juli 2021 sebesar 0,07% (mtm) menjadi sebesar 0,21% (mtm) pada Agustus 2021. Peningkatan inflasi […]

  • DPD Harus Bantu Banyuasin Dorong Usulan Pembangunan di Pemintah Pusat 

    DPD Harus Bantu Banyuasin Dorong Usulan Pembangunan di Pemintah Pusat 

    • calendar_month Selasa, 8 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.149
    • 0Komentar

    DPD RI diharapkan dapat membantu mendorong usulan Pemkab Banyuasin yang telah diajukan ke pemerintah pusat. Pernyataan itu disampaikan Bupati Banyuasin Askolani  menerima kunjungan kerja Kepala Kantor DPD RI Perwakilan Sumatera Selatan Yuni Samsi Agus SH Msi di ruang kerjanya, kemarin. Sinergisitas yang sudah terjalin baik, menurutnya terus ditingkatkan dan tentu DPD terus mensuarakan usulan Pembangunan […]

  • Anggota DPRD Sumsel Gadaikan SK ke BSB

    Anggota DPRD Sumsel Gadaikan SK ke BSB

    • calendar_month Selasa, 8 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.650
    • 0Komentar

    ANGGOTA DPRD Sumsel 2019-2024 mulai menggadaikan Surat Keputusan [SK] ke Bank Sumsel Babel [BSB] untuk jaminan pinjaman uang kepada Bank Sumsel Babel [BSB]. Ramadhan S Basyeban Sekretaris DPRD Prov. Sumsel membenarkan, namun sayangnya ia tidak menyebutkan nama-nama anggota dewan secara rinci. “Ya jelas sudah ada yang menggadaikan SK untuk pinjaman uang,”paparnya, Selasa [8/10/2019]. Menurutnya gadai […]

  • Masih Banyak Korban Harus Diselesaikan,  Wakil Ketua DPR RI Dukung Keseriusan Polri Basmi Pinjol Ilegal

    Masih Banyak Korban Harus Diselesaikan, Wakil Ketua DPR RI Dukung Keseriusan Polri Basmi Pinjol Ilegal

    • calendar_month Jumat, 19 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 764
    • 0Komentar

    WAKIL Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni mendukung keseriusan Polri membasmi pinjaman “online” (pinjol) ilegal setelah lembaga penegak hukum tersebut menyita uang senilai Rp217 miliar dari PT AFT yang menyamar sebagai Koperasi Simpan Pinjam Inovasi Milik Bersama (KSP IMB). “Ini pencapaian yang luar biasa, karena dari satu perusahaan saja Bareskrim Polri telah berhasil menyita […]

  • Ada Festival Mie Ayam di Halaman Kantor Pemprov. Sumsel

    Ada Festival Mie Ayam di Halaman Kantor Pemprov. Sumsel

    • calendar_month Minggu, 25 Agt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.298
    • 0Komentar

    “Pembinaan usaha-usaha kecil menengah, seperti ini harus dibiasakan mandiri, Pemprov juga tidak tinggal diam jika nanti para pedagang ini punya kemauan yang baik,  berwirausaha yang baik, maka akan diberikan permodalan untuk berdagang,”

expand_less
WordPress Archive The7 — Website and eCommerce Builder for WordPress TheBand Music WordPress Theme TheBlog – Multi Concept Blog & Portfolio TheBuilt – Construction and Architecture WordPress theme TheCraft | Responsive Multipurpose WordPress Theme TheFox | Responsive Multi-Purpose WordPress Theme TheFutur – Creative Portfolio & Agency Theme TheGem – Creative Multi-Purpose PSD Template TheGem – Creative Multi-Purpose High-Performance WordPress Theme TheGuide – Online Documentation WordPress Theme